26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 557

Bupati Menghadiri Panen Raya Jagung Kwartal II, Dukung Swasembada Pangan

0

Wartain.com || H Asep Japar (Asjap), Bupati Sukabumi menghadiri panen raya jagung kuartal II, di Kampung Cigombong, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 05/06/2025.

Menurut informasi panen ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dimana, Polri menjadi fasilitator terwujudnya panen raya ini.

Acara tersebut dilaksanakan secara virtual, dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Kabupaten Sukabumi sendiri dihadiri Forkopimda, Forkopimcam dan seluruh stakeholder terkait.

Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan, produksi pangan di Indonesia mulai menunjukan hal yang luar biasa. Bahkan, Indonesia bisa melihat masa depan dengan gembira.

“Beberapa saat lalu, kita melihat keberhasilan di bidang pertanian, terutama di produksi beras. Keberhasilan ini sangat luar biasa di tengah negara lain yang kesulitan beras. Sekarang kita panen raya jagung,” ujarnya.

Bupati Menghadiri Panen Raya Jagung Kwartal II, Dukung Swasembada Pangan (foto : Istimewa)

Dari hal tersebut Presiden Prabowo optimis Indonesia akan swasembada pangan. Bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia. Oleh karena itu, apa yang sudah dicapai harus diperkuat. Termasuk jagung di 2026 diusahakan untuk tidak impor lagi.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak bisa produksi makanan sendiri. Ini kunci kemerdekaan. Jangan hanya Indonesia, namun seluruh provinsi di Indonesia pun harus swasembada pangan. 2026 Indonesia sudah tak impor jagung lagi. Apalagi jika melihat produksi jagung di kuartal I,” ungkapnya.

Sementara itu, H Ajap Bupati Sukabumi mengungkapkan panen jagung yang dilaksanakan bersama Polres Sukabumi ini merupakan dukungan swasembada pangan. Di mana, panen jagung kali ini baru sekitar satu hektare.

“Untuk di tempat ini baru satu hektare. Belum di tempat lainnya di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Iapun berharap swasembada pangan terwujud dan para petani sejahtera.

“Selain swasembada pangan, kita juga berharap penghasilan para petani bisa meningkat,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal II Secara Virtual

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kegiatan Panen Raya Jagung serentak Kuartal II tahun 2025, dilaksanakan oleh seluruh daerah di Indonesia dan disiarkan secara virtual yang dihadiri Oleh Presiden RI  H. Prabowo Subianto di Lanud Harry Hadisoemantri, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis 05/06/2025.

Tidak ketinggalan, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar, bersama Kapolsek Nagrak, Camat Nagrak, Danramil Nagrak, BPP Nagrak serta unsur Kepala Desa se-wilayah Kecamatan Nagrak, turut serta mengikuti panen raya secara virtual, bertempat di Vila YSR, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Ditemui wartain.com seusai acara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan lembaganya dalam mensukseskan asta citanya Presiden Prabowo dalam ketahanan pangan.

“Ini merupakan bentuk dukungan dalam mensukseskan program asta citanya Presiden Prabowo, khususnya dalam ketahanan pangan. Kita dukung terus, dengan berupaya untuk memberikan pendampingan terhadap petani jagung, agar mereka memiliki pemahaman terhadap pentingnya ketahanan pangan nasional,” kata Hera Iskandar.

Ditanya terkait luasan lahan yang dikeluhkan petani yang tidak memiliki garapan. Hera Iskandar menyebut akan terus berupaya agar setiap desa memiliki lahan yang khusus akan ditanami jagung.

“Tentunya nanti akan kita komunikasikan pada pihak-pihak  yang memang memiliki lahan untuk bisa dipergunakan, bisa diperdayakan dan ditanami oleh masyarakat sehingga bisa mendukung ketahanan pangan nasional,” sebut Hera Iskandar.

Hera Iskandar lebih lanjut menjelaskan “Kerjasama nantinya dengan pemerintah daerah sendiri, kita sebagai fasilitator, jadi DPRD sebagai fasilitator untuk mengkomunikasikan kemudian mendukung sehingga bagaimana ketersediaan dari lahan, kemudian ketersediaan dari bibit, pupuk hingga bagaimana teknis perawatan itu bisa disampaikan kepada para petani sehingga hasilnya bisa baik dan optimal,” lanjutnya.

Hera Iskandar berharap, semua pihak terus mengupayakan capaian dan target asta cita presiden. Sehingga meraih swasembada pangan yang benar-benar menguntungkan rakyat Indonesi.

“Kami harap, semua pihak serius mendukung asta citanya presiden. Dan secepatnya Indonesia meraih swasembada pangan, sehingga Indonesia menjadi negara yang berdaulat dalam ketahanan pangan,” pungkasnya.***

Foto : Aab

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Begini kata Kapolres Sukabumi

0

Wartain.com || Panen Raya Jagung serentak Kuartal II tahun 2025 disiarkan secara virtual yang dihadiri Oleh Presiden RI  H. Prabowo Subianto di Lanud Harry Hadisoemantri, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.  Kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II seluruh Indonesia.

Acara tersebut salah satunya dilaksanakan di Kp Cigombong Rt.04 Rw. 07 Desa Warungkiara Kec. Warungkiara Kab. Sukabumi, Kamis 05/06/2025.

AKBP Dr. Samian, Kapolres Sukabumi menerangkan di Warungkiara dengan luas lahan siap panen 1 hektar memproduksi jagung siap panen mencapai 9 ton dengan melibatkan 110 kelompok tani (Poktan).

“Tentunya nanti akan kita komunikasikan pada pihak-pihak swasta yang memang memiliki lahan untuk bisa dipergunakan, bisa diperdayakan dan ditanami oleh masyarakat sehingga bisa mendukung ketahanan pangan nasional,” ucap Samian.

Samian lebih lanjut menjelaskan “Kerjasama nantinya dengan pemerintah daerah sendiri, kita sebagai fasilitator, jadi polri sebagai fasilitator untuk mengkomunikasikan kemudian mendukung sehingga bagaimana ketersediaan dari lahan, kemudian ketersediaan dari bibit, pupuk hingga bagaimana teknis perawatan itu bisa disampaikan kepada para petani sehingga hasilnya bisa baik dan optimal,” tegasnya.

“Sesuai dengan apa yang direncanakan, hasilnya panennya ini cukup bagus ya, kualitasnya, tongkolnya cukup besar dan berisi,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketum PPJNA Sebut, Pertemuan Dasco, Megawati dan Puan Maharani Persatukan Tokoh Bangsa

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di kediaman Presiden Indonesia ke-5 di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda, menyebut pertemuan tersebut sebagai sinyal kuat dari upaya persatuan nasional di tengah fragmentasi politik pasca Pilpres 2024. “Ini bukan sekadar kunjungan politik biasa. Ini langkah rekonsiliatif dan strategis. Kami melihat Dasco mengambil peran sebagai pemersatu bangsa,” ujar Anto kepada wartain.com, Kamis (5/6).

Pertemuan antara tokoh utama Gerindra dan dua tokoh sentral PDIP ini tidak bisa dilepaskan dari konteks politik pasca pemilu. Meski Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2024–2029, hubungan antara PDIP dan Gerindra masih kurang harmonos. PDIP yang sebelumnya mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengambil posisi di luar pemerintahan.

Namun langkah Dasco dianggap sebagai inisiatif personal sekaligus simbolik. Ia berani menjemput dialog, bukan sebagai elite partisan semata, melainkan sebagai negarawan yang ingin menyatukan kembali para tokoh nasional. “Ini contoh bagus. Kita butuh tokoh politik yang bisa menjembatani, bukan sekadar mewarisi konflik,” tambah Anto Kusumayuda.

Sufmi Dasco Ahmad bukan sosok baru di politik nasional. Selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI dan kini Ketua Harian DPP Gerindra, ia dikenal sebagai tokoh yang tenang, solutif, dan bisa diterima lintas partai. Meski loyal terhadap Prabowo, ia juga punya jalur komunikasi terbuka dengan elite-elite non-koalisi.

Pertemuan Dasco dengan Megawati dan Puan menjadi cerminan dari diplomasi personal yang makin langka di politik hari ini. Di saat banyak elite masih terjebak dalam konflik masa lalu, Dasco memilih untuk melangkah maju—membangun jembatan politik di atas jurang perbedaan ideologis.

Meski tidak ada pernyataan resmi dari PDIP, Anto menilai bahwa pertemuan ini bisa menjadi sinyal awal menuju “soft coalition” atau koalisi diam-diam di parlemen. Setidaknya, jika PDIP belum masuk pemerintahan, komunikasi ini dapat mendorong kerja sama dalam penyusunan UU strategis atau agenda kebangsaan lainnya.

“Kita sedang melihat bagaimana dua kutub besar politik Indonesia mencoba meminimalisasi gesekan. Jika PDIP membuka pintu dialog, maka pemerintahan Prabowo bisa menjadi lebih stabil, karena mendapat kontrol sekaligus dukungan secara elegan,” ujarnya.

Anto menyebut bahwa generasi aktivis 1998 punya tanggung jawab moral untuk mendorong rekonsiliasi nasional. Menurutnya, langkah Dasco harus diapresiasi sebagai bagian dari semangat reformasi yang substantif.

“Kita tidak ingin perbedaan politik justru merusak fondasi bangsa. Semangat 98 adalah membangun sistem yang terbuka, dialogis, dan inklusif. Dan Pak Dasco sedang mempraktikkan itu,” tegasnya.

Pertemuan ini mungkin tidak langsung membuahkan koalisi formal atau pergeseran besar. Namun ia bisa menjadi momentum simbolik yang kuat—bahwa politik Indonesia masih punya ruang bagi dialog, bahwa tokoh-tokoh besar bisa duduk bersama tanpa harus sepakat dalam semua hal.

Dalam situasi bangsa yang menghadapi tantangan global, krisis pangan, dan tekanan geopolitik, pertemuan seperti ini menunjukkan bahwa masih ada harapan untuk politik yang matang, dewasa, dan bersatu. “Kalau tokoh seperti Megawati, Puan, dan Dasco bisa duduk bersama, maka rakyat punya alasan untuk optimis,” tutup Anto.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wakil Bupati Sukabumi Menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal di Kampung Tugu Sukaraja

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025, di Kampung Tugu RT 2 RW 12, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Kamis 05/06/2025.

Acara tersebut disiarkan secara virtual yang dihadiri Oleh Presiden RI H. Prabowo Subianto di Lanud Harry Hadisoemantri, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut oleh Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif bersama masyarakat.

Panen raya jagung tersebut adalah hasil kolaborasi antara Polri dengan para petani lokal dan pemerintah daerah yang telah berlangsung sejak awal tahun.

Dari informasi yang didapatkan lahan penanaman Jagung yaitu 1,5 Hektar yang menghasilkan sekitar 7 Ton jagung siap panen.

Wakil Bupati Sukabumi Menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal di Kampung Tugu Sukaraja (foto : Istimewa)

Andreas mengatakan Panen Raya jagung serentak Kuartal II ini menjadi bukti pedulinya pemerintah dan institusi Polri dalam mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Sukabumi.

“Panen raya ini merupakan buah dari Kolaborasi yang baik dari berbagai unsur terkait khususnya dibidang Pertanian, ini merupakan hasil kerja nyata yang tentunya dapat menguatkan Program Ketahanan Pangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andreas mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyambut baik program ini sebagai simbol kerja keras ,ketekunan dan semangat gotong royong para Petani, dalam situasi tantangan global yang tidak menentu, perubahan Iklim hingga dinamika harga pangan dunia.

“Kita bersyukur petani kita tetap tangguh, Produktif dan terus berinovasi Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadi Inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai Pertanian,” ujarnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Angkatan I Ditindaklanjuti dengan Kegiatan Parenting

0
Oplus_131072

Wartain.com || Program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Jabar Istimewa Angkatan I bagi 273 siswa SMA/SMK yang usai dilaksanakan di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi Lembang, Kab. Bandung Barat, tidak berakhir begitu saja.

Ya, program tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan parenting sebagai upaya pendampingan pasca-pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (3/6/2025) kemarin dan diikuti oleh orang tua/wali dari 273 peserta pendidikan karakter serta pihak sekolah (guru BK, wali kelas, kepala sekolah) ini, diisi materi parenting oleh Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Provinsi Jawa Barat.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Kepala Balai Tikomdik Disdik Jabar, Firman Oktora berharap, kegiatan tersebut mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam hal moral, kepemimpinan, dan kedisiplinan.

“Dengan terbentuknya karakter generasi Panca Waluya yang cageur, bageur, bener, pinter tur singer (sehat, cerdas, terampil, berakhlak mulia, dan cinta tanah air), diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan,” harapnya.

Oh iya, kegiatan parenting juga dilaksanakan di masing-masing sekolah sebagai tindak lanjut upaya membangun keluarga yang aman, nyaman, dan menyenangkan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kadisdik Provinsi Jabar Berikan Bantuan Gubernur Berupa Alat Sekolah Bagi Siswa SLBN A

0
Oplus_131072

Wartain.com || “Rafa senang sekolah di sini?”
“Iya.”
“Guru-gurunya baik di sini?”
“Iya.”
“Rafa cita-citanya mau jadi apa?”
“Pemain musik.”

Sepolos itu. Sejujur itu.

Itulah sepotong obrolan antara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto dengan salah satu siswa SLBN A Pajajaran Kota Bandung, Rafa pada kegiatan pemberian Bantuan Gubernur Jabar berupa tas dan sepatu kepada seluruh siswa SLBN A Pajajaran Kota Bandung, Rabu (4/6/2025).

Tas dan sepatu tersebut merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang dua minggu sebelumnya bertemu dengan seluruh siswa di Gedung Pakuan Kota Bandung.

Ia mengatakan, tata kelola dan pelayanan sekolah yang baik dapat tercermin dari peserta didik. “Tata kelola dan pelayanan sekolah yang baik pasti kerasa sama anak-anak. Lihat anak-anak seperti apa hasilnya,” katanya.

Kadisdik juga mengapresiasi seluruh tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Setelahnya, Kadisdik meninjau beberapa ruang belajar dan sarana prasarana di SLBN A Pajajaran.

Sekdisdis Jabar, Deden Saepul Hidayat pun mengatakan, pemberian hadiah merupakan apresiasi dan motivasi kepada seluruh siswa. Selain itu, kunjungan hari ini juga membuka diskusi mengenai pengembangan sarana dan prasarana di sekolah.

Kepala SLBN A Pajajaran Bandung, Gun Gun Guntara pun berterima kasih atas bantuan yang diberikan Gubernur kepada peserta didik. “Alhamdulillah, pemberian tas dan sepatu ini membuat anak-anak senang. Juga, sebagai trauma healing sehingga kejadian (lalu) bisa dilupakan dan kembali giat belajar,” katanya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Nilai-nilai Luhur dalam Ibadah Kurban : Tauhid, Spiritual, Sosial, dan Moral

0

Wartain.com || Kata kurban menurut etimologi berasal dari bahasa Arab “qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan”, yang artinya dekat (Ibn Manzhur: 1992:1:662; Al Munawir:1984:1185). Hal ini maksudnya kurban adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan perintah-Nya.

Sedangkan dalam pengertian syariat, kurban adalah menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu yang dilakukan pada hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dalam Kitab I’anatu Thalibin, hukum ibadah kurban adalah sunnah muakkad bagi orang yang merdeka dan mampu. Dijelaskan pula bahwa kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial untuk melakukannya. (I’anatu Thalibin)

Kurban bukan sekedar Penyembelihan biasa, didalamnya mengandung banyak aspek penting yang berkaitan erat dengan ketakwaan. Takwa sendiri merupakan esensi dari disyari’atkannya ibadah Kurban sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-hajj ayat 37:

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS Al-Hajj : 37)

Ayat diatas menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah dari kurban yang dilakukan umat bukanlah daging dan darah kurban, tetapi takwa mereka. Ketakwaan merupakan esensi kualitas diri yang membuat pemiliknya dapat memperoleh al-khairat; kebaikan-kebaikan yang bermanfaat.

Hikmah Ibadah Kurban

Berkurban merupakan manifestasi bentuk Taqarrub dan syukur umat Muslim kepada Allah SWT atas segala anugerah nikmat yang diberikan. Kandungan ibadah kurban meliputi empat nilai fundamental yang mencerminkan bentuk Ketakwaan, yaitu:

1. Ketaqwaan meliputi nilai Tauhid

Ketauhidan dalam ibadah kurban sangat kental, karena didalamnya terdapat perjuangan yang sangat monumental yang dilakukan Nabi Ibrahim as. Beliau rela mengorbankan anak yang sangat dicintainya yaitu Ismail untuk disembelih sesuai perintah Allah SWT.

Peristiwa ini mengajarkan kepada manusia sikap bertauhid yang sesungguhnya yaitu kepasrahan secara totalitas atas segala perintah dan ketentuan Alloh SWT.
Nabi Ibrahim as. mampu membebaskan dirinya dari penghambaan kepada materi (dalam hal ini anaknya) dan juga non materi ( dalam hal ini ego nya) menuju penghambaan kepada Allah semata. Melalui ibadah ini, ia memperlihatkan keimanan, ketundukan, keikhlasan dan ketaatannya kepada Allah. Firman Allah QS. Ash-Shaaffat ayat 102, yang Artinya:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaaffat: 102)

2. Ketaqwaan meliputi nilai Spiritual

Ibadah kurban merupakan wujud keimanan dan keikhlasan seorang Muslim dalam melakukan pengabdian hidup kepada Allah SWT, semata-mata karena ingin mendapat ridha Allah SWT. Hanya kekuatan spiritual yang bisa menggerakan seseorang untuk mengorbankan hartanya dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tidak ada kepentingan yang menjadi sandaran ibadah tersebut tetapi semata-mata karena ingin menduduki kemuliaan disisi Allah SWT.

Nilai spiritual yang menghujam dalam diri pekurban semakin kokoh karena kebersihan jiwa dari segala penyakit kikir, dan dosa-dosa terampuni dari semenjak tetesan dan aliran darah hewan kurban yang keluar. Rasulullah SAW bersabda:

Dari ‘Imran bin Hushain ra.: Bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: “Hai Fatimah, pergilah lihat hewan sembelihanmu dan saksikanlah. Maka sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa yang kamu perbuat sejak tetes darah pertama hewan kurban itu mengalir. Lalu katakanlah: “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, tiada sekutu bagi-Nya karena itulah aku diperintahkan dan aku adalah yang pertama berserah diri (menjadi muslim).” ‘Imran berkata: “saya lalu bertanya, wahai Rasulullah, ini khusus untuk engkau dan keluargamu, atau apakah untuk keluarga itu atau untuk seluruh umat muslim?” Rasulullah Saw. bersabda: “itu tadi berlaku untuk semua muslim.” (H.R. al-Hakim, sanadnya Shahih namun al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya).

3. Ketaqwaan meliputi nilai Sosial

Dalam ibadah kurban, terdapat nilai-nilai sosial yang dimanifestasikan melalui pendistribusian daging qurban kepada orang lain, terutama mereka yang lemah secara ekonomi. Bagi sebagian orang, hari raya Idul Adha sangat ditunggu-tunggu. Karena alasan ekonomi, mereka hanya bisa menyantap daging di momen Idul Adha. Maka bagi orang dhuafa mengkonsumsi daging hewan merupakan keinginan yang tidak banyak mereka temui setiap saat. Merupakan sebuah kebahagiaan bagi mereka yang mendapatkan daging kurban sekalipun hanya satu kali dalam setahun.

Nilai sosial yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah kurban mampu menghilangkan egoisme orang kaya dengan memperbanyak kepedulian, kepekaan dan berbagi dengan sesama manusia lainnya yang memiliki kelemahan dalam perekonominya. Sehingga terwujudlah kerukunan hidup dalam bermasyarakat  tanpa ada kesenjangan sosial yang terbuka.

Bahkan nilai sosial dalam momen penyembelihan hewan kurban sangat menarik perhatian semua orang, bukan hanya bagi kalangan muslim termasuk non muslimpun ikut merasakannya. Pembagian hewan kurban tidak pandang bulu apakah orang itu beragama Islam atau bukan. Dengan begitu, daging yang diserahkan kepada non muslim dinilai sebagai bagian syiar agama Islam yang mensiratkan keagungan nilai sosial dalam ajaran Islam.

4. Ketaqwaan meliputi nilai Moral

Pesan-pesan moral yang ditujukan dalam ibadah kurban melalui simbol-simbol yang terkandung didalmnya.

Ibadah kurban menyiratkan bahwa sifat-sifat dan karakter kebinatangan yang tidak mempunyai aturan, menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsu harus dihapuskan dalam diri manusia.

Penggantian Ismail dengan kambing kibas oleh Allah memberikan pelajaran bahwa nyawa manusia harus dihargai. Allah menyatakan bahwa barangsiapa yang menghilangkan nyawa seorang manusia, seolah-olah telah menghilangkan nyawa manusia seluruhnya.

Ibadah Kurban mengandung makna pembebasan manusia dari kesewenang-wenangan manusia atas manusia lainnya. Ketika Allah menggantikan Ismail dengan seekor binatang, tersirat pesan yang menyatakan agar manusia tidak lagi menginjak-injak harkat dan derajat manusia dan kemanusiaan.

Penutup

Apa yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail adalah sebuah bentuk Ketakwaan yang agung, adanya sebuah tragedi pengorbanan hamba Allah yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia. Kita hanya diperintahkan berkurban dengan hewan ternak, bukan dengan anak kita. Tapi terkadang kita, jangankan memotong anak kita:
Kita masih berfikir memotong 2,5% harta untuk dikeluarkan zakatnya,
Kita masih keberatan memotong sedikit waktu untuk sholat 5 waktu,
Kita masih tidak sabar untuk menunda lapar sebentar dalam berpuasa,
Dan saat ini tidak sedikit orang masih pikir-pikir 1000 keliling untuk berkurban di hari raya idul adha dan hari tasyrik, padahal dia mampu…

Demikianlah beberapa hikmah yang terkandung dalam ibadah Kurban semoga Alloh SWT memampukan kita semua untuk menunaikan ibadah Kurban dengan sebaik-baiknya, sebagai wujud dari keimanan dan ketakwaan kita. Dan semoga Alloh SWT menerima ibadah kurban kita semuanya, Aamiin.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Penerapan Metode STIFIn Digunakan TP-PKK Kota Sukabumi untuk Pendidikan Anak dan Penanganan Stunting

0

Wartain.com || Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menyambut positif gagasan penerapan metode STIFIn sebagai pendekatan baru dalam pendidikan anak usia dini dan program penanganan stunting. Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama tim STIFIn Indonesia yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Rabu (4/6/2025).

STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, Instinct) merupakan metode berbasis kecerdasan genetik yang mengelompokkan individu ke dalam lima tipe dominan, guna memahami karakter dasar seseorang secara lebih akurat. Menurut Ranty, konsep ini sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang PAUD.

“Setiap anak lahir dengan fitrah dan karakter unik. Dengan pendekatan STIFIn, pendidik dan orang tua bisa menyesuaikan pola pendidikan yang selaras dengan kecerdasan dominan anak, sehingga lebih efektif dan minim konflik,” ujar Ranty.

Ia menyoroti pentingnya penyelarasan antara pola asuh orang tua dan kebutuhan psikologis anak, yang kerap kali menjadi akar permasalahan dalam tumbuh kembang anak. Pendekatan berbasis fitrah anak dinilainya mampu menghindari kesalahan arah dalam pendidikan yang sering terjadi akibat penerapan metode seragam.

Lebih jauh, metode STIFIn juga dipandang berpotensi mendukung program strategis lainnya, termasuk penanganan stunting. Dengan memahami karakter anak secara personal, strategi pemenuhan gizi maupun pola asuh bisa dibuat lebih terarah dan sesuai kebutuhan.

“Penanganan stunting tak hanya soal gizi, tapi juga pemahaman karakter anak dan cara berkomunikasi yang tepat. STIFIn menawarkan pendekatan yang sangat aplikatif untuk itu,” jelas Ranty.

Sebagai langkah awal, TP-PKK membuka peluang kolaborasi dengan kader-kader di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mengingat kader PKK memiliki akses langsung ke keluarga, pendekatan ini diyakini bisa diterapkan secara efektif di tingkat akar rumput.

“Kami menyambut baik inovasi yang berbasis sains dan aplikatif. Ke depan, kerja sama lintas sektor akan terus dikembangkan agar metode ini bisa menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia di Kota Sukabumi,” pungkas Ranty.

Pemerintah Kota Sukabumi sendiri siap mendorong integrasi metode STIFIn ke dalam program-program prioritas, dengan harapan dapat membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan sosial, sejak usia dini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Sukabumi Ikuti Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pemberantas Korupsi

0

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pemberantasan Korupsi yang diikuti oleh Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Wilayah Jawa Barat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Rakor tersebut diselenggarakan di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandar Dinata No. 1 Bandung, Rabu 04/06/2025.

Dalam acara tersebut ‎Bupati Sukabumi H. Asep Japar hadir mengikuti Rakor bersama Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali. Serta didampingi Sekretaris Daerah , Inspektur dan Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan sinergitas dan kolaborasi dalam upaya pemberantasan korupsi terintegrasi antara Kepala Daerah dengan DPRD di Wilayah Jawa Barat, Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah ‎II KPK.

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya mengatakan “Pemerintah provinsi Jabar akan memastikan perencanaan dan penganggaran APBD bebas dari intervensi, dengan mengutamakan kepentingan serta kemanfaatan publik demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Kemudian iapun menyampaikan Pemprov juga akan Menguatkan fungsi pengawasan dan pengendalian untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). ‎Bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pemberantasan korupsi.

‎Gubernur berharap dengan terselenggaranya Rakor ini dapat menghasilkan keputusan yang dapat menguatkan sinergitas lintas Sektor dalam ikhtiar pemberantasan korupsi di Jawa Barat.

‎Di akhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan dokumen komitmen anti korupsi Kepala Daerah dan Ketua DPRD guna mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang efektif dan efisien. Penandatanganan dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah dan Ketua DPRD se Jawa Barat.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)