Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar
Wartain.com || Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila merupakan dasar negara yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, memperkokoh ideologi Pancasila sangat penting untuk mencapai tujuan Indonesia Raya.
Makna Ideologi Pancasila
Pancasila terdiri dari lima sila yang saling terkait dan membentuk dasar negara Indonesia. Kelima sila tersebut adalah:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mengakui hak asasi manusia dan memperlakukan manusia dengan adil dan beradab.
Persatuan Indonesia: Mengakui keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia dan memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan: Mengakui kedaulatan rakyat dan menjalankan pemerintahan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mengakui hak-hak sosial ekonomi rakyat dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Falsafah Bhineka Tunggal Ika dan Burung Garuda
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” memiliki hubungan yang sangat erat dengan makna tauhid. Tauhid dalam Islam berarti mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi.
Dalam konteks falsafah “Bhinneka Tunggal Ika”, dan makna tauhid dapat diartikan sebagai pengakuan bahwa ada satu hakikat yang tunggal dan tidak dapat dibagi, yaitu ke-esaan tuhan, dan itulah Identitas asli dari bangsa Indonesia.
Indonesia adalah satu-satunya negara yang unik dan berbeda dari negara lain. Dengan secara eksplisit dalam Undang undang Dasarnya menyatakan bahwa “negara berdasar kepada “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan berpegang teguh pada semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, dengan demikian maka Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang secara konstitusional adalah “negara bertauhid”.
Lambang Burung Garuda yang merupakan karya dari Sultan Abdul Hamid II dan Muhammad yamin yang notabene keduanya adalah muslim yang faham konsep tauhid falsafi. Dalam Konsep tasawuf falsafi, burung sering muncul sebagai simbol spiritual, khususnya dalam cerita-cerita seperti Manthiq al-Thair karya Fariduddin Attar (1145-1220), yang menggambarkan perjalanan spiritual menuju Tuhan melalui simbol burung,
yang mana terdapat tujuh lembah yang harus ditempuh 30 burung untuk menemui Simorgh yang merupakan Raja dari segala Burung. menurut Abdul Hadi, tujuh lembah itu dapat dipandang sebagai tujuh tingkatan sufistik (Martabat Tujuh).
Seluruh tujuh level itu mesti dilalui agar seorang hamba dapat “bertemu” dengan Sang Kekasih, yakni Allah SWT. Semuanya secara berturut-turut dijelaskan Fariduddin Attar melalui lisan burung hudhud dalam kisah Manthiq al-Thair. (Sastra Sufi: Sebuah Antologi (1985), Abdul Hadi W.M.).
Sejalan dengan Konsep Tauhid Falsafi, Dikutip dari laman BPIP bahwa Lambang Pancasila adalah Garuda Pancasila yang berwujud Burung Garuda. Burung Garuda merupakan raja dari segala burung yang juga dikenal sebagai Burung Sakti Elang Rajawali.
Peran Ideologi Pancasila dalam Membangun Indonesia Raya
Ideologi Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membangun Indonesia Raya. Dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia dapat mencapai cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa.
Beberapa peran ideologi Pancasila adalah:
* Meningkatkan kesadaran nasional:
Ideologi Pancasila dapat meningkatkan kesadaran nasional bangsa Indonesia tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
* Membangun masyarakat yang adil dan makmur:
Ideologi Pancasila dapat membangun masyarakat yang adil dan makmur dengan menjalankan nilai-nilai keadilan sosial dan ekonomi.
Meningkatkan kualitas hidup: Ideologi Pancasila dapat meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dengan menjalankan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Upaya Memperkokoh Ideologi Pancasila
Untuk memperkokoh ideologi Pancasila, perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
Pendidikan Pancasila:
Pendidikan Pancasila perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bangsa Indonesia tentang nilai-nilai Pancasila.
Penerapan nilai-nilai Pancasila: Nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.
Pengawasan dan pengendalian: Pengawasan dan pengendalian perlu dilakukan untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila dijalankan dengan baik dan benar.
Dengan memperkokoh ideologi Pancasila, bangsa Indonesia dapat mencapai cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bangsa Indonesia tentang nilai-nilai Pancasila dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia yang aman adil makmur dan sejahtera, sehingga negeri impian Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafur segera terwujud.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)