26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 561

SPPG Jadi Garda Depan Ketahanan Gizi Nasional, Dorong UMKM dan Sejahterakan Masyarakat Sukabumi

0

Wartain.com || Pemerintah terus memperkuat ketahanan gizi nasional melalui pemanfaatan Satuan Penyedia Program Gizi (SPPG), yang tak hanya menyasar anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini tercermin dalam kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Rencana Pembangunan Pertahanan (Ses Ditjen Renhan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rabimin, ke sejumlah titik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sukabumi.

Bertempat di SDN Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Brigjen Rabimin meninjau langsung pembagian makanan bergizi kepada para siswa sebagai bagian dari implementasi program MBG. Kegiatan dilanjutkan dengan inspeksi ke salah satu titik dapur umum SPPG di Kampung Nagrog, Desa Perbawati.

“Program ini adalah bentuk nyata kontribusi pertahanan non-militer dalam pembangunan manusia. Gizi yang cukup adalah fondasi generasi unggul, dan kita mulai dari sini,” ujar Brigjen Rabimin.

SPPG di wilayah tersebut memasok makanan bergizi ke 13 SD, 2 SMP, 2 SMA, 11 TK/PAUD, dan 2 Posyandu, menjangkau hingga 3.934 penerima manfaat. Namun lebih dari sekadar angka, program ini telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami melibatkan UMKM sebagai mitra dalam pengadaan bahan makanan. Dengan begitu, roda ekonomi lokal ikut berputar, dan ini bagian dari pendekatan kesejahteraan yang holistik,” jelasnya.

Brigjen Rabimin menekankan bahwa strategi Presiden Prabowo dalam menggagas program MBG bukan semata soal makanan, melainkan bagian dari visi ketahanan nasional yang menyentuh berbagai sektor: pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.

“Ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan militer, tapi juga ketahanan sosial dan pangan. Program ini menyatukan semua aspek itu,” tegasnya.

Di Kota dan Kabupaten Sukabumi sendiri, perkembangan program ini cukup pesat. Sekitar 40 dapur umum telah aktif, dengan target pelayanan minimal 3.500 siswa per titik. Selain anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga masuk dalam kelompok prioritas.

Untuk distribusi di luar institusi formal seperti sekolah, SPPG bekerja sama dengan kader-kader lokal agar bantuan tepat sasaran. “Koordinasi dengan kader wilayah sangat penting agar tidak ada yang tertinggal dari jangkauan program ini,” tambah Rabimin.

Dengan pendekatan terintegrasi ini, Program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang memperkuat fondasi bangsa dari level akar rumput.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kabar Gembira! BLK Kabupaten Sukabumi Membuka Pelatihan

0

Wartain.com || BLK Kabupaten Sukabumi kembali membuka Pendaftaran Pelatihan APBD DBHCHT Angkatan 1 TA 2025. Pembukaan tersebut dibuka 02 Juni sampai dengan 13 Juni 2025.

Program Pelatihan tersebut diantaranya:

● Pembuatan Roti dan Kue
● Teknisi Perawatan AC Residential
● Pengelolaan Administrasi Perkantoran
● Desainer Grafis Muda
● Menjahit Pakaian Wanita Dewasa
● Service Sepeda Motor Injeksi
● Pemasangan Instalasi Otomasi Listrik Industri
● Mengerjakan Proses Produksi / Furniture

Semua bisa mendaftar secara online maupun offline. Adapun online bisa di akses melalui link https://disnakertrans.sukabumikab.go.id/training (pastikan sudah memiliki akun SIAPkerja).

Pendaftaran Offline bisa langsung datang ke BLK Kabupaten Sukabumi
Jl. Raya Kadupugur Km 10,4, Cicantayan,
Kab. Sukabumi
(Senin – Jumat pukul 08.00 s.d 15.00)

Ayo! tingkatkan kompetensimu bersama BLK Kabupaten Sukabumi Admin BLK : 0851 5716 0705.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Momentum Harlah Pancasila, DP3A Kabupaten Sukabumi Komitmen Amalkan pada Layanan Publik

0
Oplus_131072

Wartain.com || Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025 menjadi momentum penting bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi untuk meneguhkan kembali komitmennya dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Drs. Eki Radiana Rizki, M.Si, menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang setara, aman, dan bermartabat, terutama dalam menjamin hak-hak perempuan dan anak.

“Perempuan dan anak harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Ketika mereka diberdayakan dan dilindungi secara adil, maka di situlah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam masyarakat,” ujar Eki Radiana, Senin 02/06/2025.

DP3A Kabupaten Sukabumi terus mendorong program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti peningkatan kapasitas perempuan, penguatan forum anak, layanan terpadu perlindungan korban kekerasan, serta kampanye kesetaraan gender. Seluruh upaya ini dijalankan dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial yang menjadi inti dari Pancasila.

Menurut Eki Radiana, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral yang membimbing arah kebijakan, agar lebih manusiawi, inklusif, dan menjunjung tinggi martabat setiap individu, tanpa diskriminasi.

Dengan semangat Sukabumi MUBARAKAH, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi berkomitmen menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai ruh dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan berkemanusiaan menuju Indonesia Raya yang utuh, berdaulat, dan bermartabat.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cadangan Beras RI Tembus 4 Ton, Tertinggi Sejak Tahun 1969

0
Oplus_131072

Wartain.com || Stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat menembus angka 4 juta ton yang menjadi capaian tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut dengan pencapaian ini Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia.

“Kita tidak lagi hanya bicara swasembada, tapi sudah bicara kedaulatan . Dengan angka serapan seperti ini, Indonesia secara tidak langsung siap mengambil peran lebih besar dalam sistem pangan dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/6/2025). Mentan melanjut, potensi ekspor beras Indonesia sekarang ini terbuka sangat lebar. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah Menteri yang membidangi pertanian dari berbagai negara berkunjung langsung ke Indonesia, mulai dari Malaysia, Jepang, hingga Chile.

Menurutnya, pemerintah tengah mempertimbangkan negara-negara yang meminta pasokan beras ke Indonesia. Adapun potensi terbesar datang dari negara tetangga Malaysia dengan catatan mempertimbangkan sudah terpenuhinya pasokan dalam negeri. “Kami terima laporan B2B (business to business) bertandatangan meminta 24 ribu ton, ke Malaysia. Mereka sudah tandatangan, tapi nanti kita lihat ke depan,” terang Mentan Amran.

Untuk diketahui, hingga 31 Mei 2025 pukul 12.14 WIB, serapan mencapai 2,429 juta ton, pencapaian tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Angka ini melonjak lebih dari 400% dibandingkan dengan periode yang sama dalam lima tahun terakhir. Data ini mengindikasikan bahwa produksi dalam negeri tidak hanya meningkat, tetapi juga terserap secara besar-besaran langsung dari petani.

“Dulu, angka seperti ini baru tercapai dalam waktu satu tahun. Sekarang, kita sudah mencapainya hanya dalam lima bulan. Ini bukan sekadar progres, tapi lompatan besar,“ kata Mentan Amran. Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa lonjakan serapan ini sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri, tanpa ada tambahan beras medium impor sejak awal tahun 2025.

“Keberhasilan ini sepenuhnya berasal dari panen petani kita sendiri, tanpa campur tangan impor sama sekali. Masyarakat harus menyadari bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras petani dan dukungan kebijakan pemerintah yang pro-rakyat,” tegasnya.

Sementara itu produksi beras nasional pada periode Januari hingga Mei 2025 mengalami peningkatan signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras mencapai 16,55 juta ton, naik 11,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi beras ini juga mendapat pengakuan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Dalam laporan terbarunya, USDA memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di ASEAN, mengungguli Thailand dan Vietnam, serta melampaui target produksi pemerintah sebesar 32 juta ton.

Menteri Pertanian Amran menyatakan lonjakan produksi beras memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian menyumbang 10,52% terhadap PDB pada triwulan I 2025 secara year on year, angka tertinggi sepanjang sejarah.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya : Menggali Makna dan Mengamalkan Nilai-nilai Luhur

0
Oplus_131072

Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar

Wartain.com || Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila merupakan dasar negara yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, memperkokoh ideologi Pancasila sangat penting untuk mencapai tujuan Indonesia Raya.

Makna Ideologi Pancasila
Pancasila terdiri dari lima sila yang saling terkait dan membentuk dasar negara Indonesia. Kelima sila tersebut adalah:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mengakui hak asasi manusia dan memperlakukan manusia dengan adil dan beradab.

Persatuan Indonesia: Mengakui keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia dan memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan: Mengakui kedaulatan rakyat dan menjalankan pemerintahan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mengakui hak-hak sosial ekonomi rakyat dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Falsafah Bhineka Tunggal Ika dan Burung Garuda

Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” memiliki hubungan yang sangat erat dengan makna tauhid. Tauhid dalam Islam berarti mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi.

Dalam konteks falsafah “Bhinneka Tunggal Ika”, dan makna tauhid dapat diartikan sebagai pengakuan bahwa ada satu hakikat yang tunggal dan tidak dapat dibagi, yaitu ke-esaan tuhan, dan itulah Identitas asli dari bangsa Indonesia.

Indonesia adalah satu-satunya negara yang unik dan berbeda dari negara lain. Dengan secara eksplisit dalam Undang undang Dasarnya menyatakan bahwa “negara berdasar kepada “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dan berpegang teguh pada semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, dengan demikian maka Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang secara konstitusional adalah “negara bertauhid”.

Lambang Burung Garuda yang merupakan karya dari Sultan Abdul Hamid II dan Muhammad yamin yang notabene keduanya adalah muslim yang faham konsep tauhid falsafi. Dalam Konsep tasawuf falsafi, burung sering muncul sebagai simbol spiritual, khususnya dalam cerita-cerita seperti Manthiq al-Thair karya Fariduddin Attar (1145-1220), yang menggambarkan perjalanan spiritual menuju Tuhan melalui simbol burung,
yang mana terdapat tujuh lembah yang harus ditempuh 30 burung untuk menemui Simorgh yang merupakan Raja dari segala Burung. menurut Abdul Hadi, tujuh lembah itu dapat dipandang sebagai tujuh tingkatan sufistik (Martabat Tujuh).

Seluruh tujuh level itu mesti dilalui agar seorang hamba dapat “bertemu” dengan Sang Kekasih, yakni Allah SWT. Semuanya secara berturut-turut dijelaskan Fariduddin Attar melalui lisan burung hudhud dalam kisah Manthiq al-Thair. (Sastra Sufi: Sebuah Antologi (1985), Abdul Hadi W.M.).

Sejalan dengan Konsep Tauhid Falsafi, Dikutip dari laman BPIP bahwa Lambang Pancasila adalah Garuda Pancasila yang berwujud Burung Garuda. Burung Garuda merupakan raja dari segala burung yang juga dikenal sebagai Burung Sakti Elang Rajawali.

Peran Ideologi Pancasila dalam Membangun Indonesia Raya
Ideologi Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membangun Indonesia Raya. Dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia dapat mencapai cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Beberapa peran ideologi Pancasila adalah:

* Meningkatkan kesadaran nasional:

Ideologi Pancasila dapat meningkatkan kesadaran nasional bangsa Indonesia tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

* Membangun masyarakat yang adil dan makmur:

Ideologi Pancasila dapat membangun masyarakat yang adil dan makmur dengan menjalankan nilai-nilai keadilan sosial dan ekonomi.

Meningkatkan kualitas hidup: Ideologi Pancasila dapat meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dengan menjalankan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Upaya Memperkokoh Ideologi Pancasila
Untuk memperkokoh ideologi Pancasila, perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:

Pendidikan Pancasila:

Pendidikan Pancasila perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bangsa Indonesia tentang nilai-nilai Pancasila.

Penerapan nilai-nilai Pancasila: Nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.
Pengawasan dan pengendalian: Pengawasan dan pengendalian perlu dilakukan untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila dijalankan dengan baik dan benar.

Dengan memperkokoh ideologi Pancasila, bangsa Indonesia dapat mencapai cita-cita kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bangsa Indonesia tentang nilai-nilai Pancasila dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia yang aman adil makmur dan sejahtera, sehingga negeri impian Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafur segera terwujud.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tuhan Tidak Jauh, Kita yang Tersesat

0
Oplus_131072

Oleh: Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Banyak manusia merasa Tuhan begitu jauh. Mereka menengadah ke langit, berteriak dalam hati, mengiba dalam sepi—namun merasa tak jua dijawab. Mereka lalu bertanya, “Di manakah Tuhan ketika aku menderita?” Padahal yang sebenarnya terjadi bukan Tuhan yang pergi, melainkan kita yang tersesat.

Tersesat bukan berarti kehilangan arah di jalan, melainkan kehilangan arah dalam jiwa. Kita berjalan mengikuti ego, menuruti hawa nafsu, tenggelam dalam dunia hingga perlahan kesadaran kita akan Tuhan memudar. Kita hidup, namun tidak hadir. Kita bernapas, tapi tak sadar siapa yang menghidupkan.

Inilah bentuk keterasingan paling sunyi: saat manusia jauh dari Tuhannya, padahal Tuhan lebih dekat daripada urat lehernya sendiri.

Tersesatnya manusia tidak selalu tampak dalam bentuk dosa besar. Kadang ia tersembunyi dalam kesibukan yang tampak suci: mengejar dunia atas nama tanggung jawab, menumpuk ilmu tanpa hikmah, melakukan ibadah tanpa cinta. Kita tersesat bukan karena tidak beriman, tapi karena tidak lagi menghadirkan Tuhan dalam kehidupan.

Tuhan tidak pernah berubah. Ia senantiasa Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Hadir. Yang berubah adalah kita: hati yang dulu lembut kini mengeras, jiwa yang dulu bersih kini penuh kepentingan. Kita menutup diri dengan tabir-tabir ciptaan kita sendiri, lalu menyalahkan Tuhan atas kegelapan yang kita buat.

Padahal kegelapan itu adalah panggilan. Dalam derita dan kehilangan, Tuhan mengetuk hati kita. Ia membisikkan bahwa hidup bukan tentang menang dan kalah, kaya atau miskin, mulia atau hina—tapi tentang kembali. Kembali kepada-Nya. Kembali kepada asal cinta.

Jika engkau merasa jauh dari Tuhan, jangan tanya ke mana Ia pergi. Tanyakan: ke mana hatimu melangkah? Sebab Tuhan tak pernah beranjak. Ia menunggu, bahkan saat kau berpaling. Ia tetap mencintaimu, bahkan saat kau melupakan-Nya. Ia tetap menyapamu, lewat udara yang kau hirup, lewat luka yang menyadarkan.

Dan sungguh, jalan kembali kepada Tuhan tidak panjang. Cukup satu detik kesadaran, satu tetes air mata yang tulus, satu lirih doa yang jujur—maka Tuhan akan membalas mu dengan pelukan rahmat yang tak terhingga.

Karena pada akhirnya, Tuhan tidak jauh. Kitalah yang harus pulang.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kesederhanaan Warnai Gelaran Perpisahan dan Pelulusan Siswa SMPN 2 Nagrak

0
Oplus_131072

Wartain.com || SMPN 2 Nagrak Kabupaten  Sukabumi, menggelar acara perpisahan siswa-siswi  kelas 9 angkatan 29 tahun ajaran 2024–2025, secara sederhana namun penuh makna.

Acara dilaksanakan di gedung SMPN 2 Nagrak pada Senin 02/06/2025, tepatnya di dalam ruang kelas sekolah, dengan nuansa penampilan kreasi seni dan budaya, yang diinisiasi oleh para siswa-siswi sendiri.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Hadir dalam acara tersebut Kepala Sekolah, Bapak Yana Rudian, S.Pd., MM.Pd., beserta jajaran dewan guru SMPN 2 Nagrak. Ketua Komite Sekolah dan jajaran, juga turut hadir bersama para orang tua atau wali murid yang berkumpul di ruang yang telah disiapkan oleh panitia.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Bapak Yana Rudiana, S.Pd, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh siswa-siswi yang telah hadir dan mengikuti kegiatan, serta apresiasi kepada Komite Sekolah atas dukungannya dalam setiap kegiatan SMPN 2 Nagrak.

“Kesederhanaan acara yang kita laksanakan adalah bentuk komitmen Kami dalam mendukung program pemerintah. Terlebih, dengan terbitnya surat edaran dari Gubernur Jawa Barat terkait perpisahan di sekolah, maka sudah seharusnya kita mendukungnya,” ungkap Kepsek.

Kesederhanaan Warnai Gelaran Perpisahan dan Pelulusan Siswa SMPN 2 Nagrak (foto : Aab)

“Kesederhanaan acara bukan berarti hilang esensi dan makna pelulusan. Kreasi dan penampilan dari anak-anak yang mau berpisah, sudah cukup membuktikan bahwa kemampuan peserta didik bisa kita lihat bersama dengan masing-masing kreasi,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, beliau memberikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah lulus dengan hasil membanggakan, yakni 100% kelulusan. Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar para lulusan sukses dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya maupun dalam kehidupan mereka.

“Semua siswa di SMPN 2 Nagrak lulus 100 persen. Kami berharap, semuanya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Nagrak, Suherman, S.Pd juga menyampaikan sambutan singkat yang berisi ucapan selamat kepada para siswa atas kelulusan mereka di tahun ajaran 2024–2025. Ia menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan seluruh siswa yang telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik.

“Saya ucapkan selamat kepada kalian semua, semoga ilmu yang sudah didapat selama 3 tahun di sekolah bisa bermanfaat,” ucap Suherman.

“Selesai dari sini, terus tuntut lagi ilmunya di jenjang yang lebih tinggi. Karena ilmu tidak pernah akan cukup, selama hayat masih dikandung badan,” lanjut Suherman.

Foto : Aab

Suherman juga mengucapkan  terima kasih serta permohonan maaaf kepada seluruh civitas akademika SMPN 2 Nagrak, yang telah berjuang mendidik dan mengajarkan anak-anak, sehingga mereka tuntas belajar selama 3 tahun.

“Saya mewakili seluruh orangtua dan siswa, mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dan perjuangan Bapak/Ibu Guru di sekolah ini. Tidak lupa, Kami juga mohon maaf apabila selama proses pembelajaran, banyak diantara anak-anak Kami yang menjengkelkan, tidak nurut, kurang sopan kepada semuanya,” tutup Suherman.

Ditemui terpisah, dua orang perwakilan siswa SMPN 2 Nagrak kelas 9, Stella Septianingrum Azzikra yang meraih nilai kelulusan tertinggi pertama  dan Risalma Khanza Febriandini yang meraih nilai kelulusan tertinggi kedua, serempak mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian dan kegiatan akhir pelulusan yang sangat sederhana.

“Bagi Kami, yang penting ilmunya. Pelulusan dan perpisahan yang sederhana seperti ini gak masalah bagi Kami, yang penting kita sudah bisa menampilkan dan memperlihatkan kreasi seni dan budaya, juga kemampuan yang lainnya. Kegiatan seperti ini sudah bahagia bagi Kami,” ungkap keduanya.

“Mau gebyar, mau sederhana toh kekhidmatan acara yang bisa Kami tampilkan pada momen pelulusan ini. Terima kasih Bapak/Ibu Guru, orangtua dan seluruh teman-teman atas kebersamaan yang dibangun selama ini. Semoga dilain waktu dan kesempatan kita bisa berjumpa lagi,” pungkas Stella yang diamini Khanza.***

Foto : Aab

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Dul

Ketua DPRD Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com || DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Muttawali, S.IP, menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 yang digelar secara khidmat pada, Bertempat di Alun-Alun Palabuhanratu, Senin 02/06/2025.

Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal dan Kepala Perangkat Daerah Lingkup Kabupaten Sukabumi.

Turut hadir pula anggota DPRD H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd dari Fraksi PDI-P, H. Asep Rizwan Efendi dari Fraksi Gerindra, dan Ariestiandi dari Fraksi Demokrat.

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan masyarakat.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai nilai-nilai Pancasila sebagai semangat utama dalam membangun jati diri bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menyoroti Garuda Pancasila sebagai representasi jiwa dan semangat bangsa. Simbol negara ini mengingatkan kita akan proses historis pembentukan Pancasila yang panjang dan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa dengan beragam latar belakang.

Ketua DPRD Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Sukabumi (foto : Istimewa)

Wabup H. Andreas mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Beliau menekankan pentingnya persatuan dalam melanjutkan pembangunan demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan Indonesia yang maju.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Muttawali, S.IP, turut hadir dan mendapatkan kehormatan untuk membacakan teks Pancasila dalam upacara tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa Pancasila harus dimaknai dengan sepenuh hati oleh seluruh warga negara. Beliau menekankan bahwa kebhinekaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia harus menjadi landasan untuk mempererat persatuan dan mewujudkan keadilan.

“Kita sebagai warga negara Indonesia, Pancasila ini harus benar-benar kita maknai dengan hati yang sesungguhnya bahwa Indonesia dengan kebhinekaan kemudian harus mempererat persatuan dan berkeadilan,” ujarnya.

“Kita semua harus memaknai dari isu Pancasila itu sendiri itu yang paling utama. Mudah-mudahan dengan perayaan hari lahir Pancasila ini bisa lebih menumbuhkan rasa patriotisme kemudian rasa persatuannya, yang terakhir, kita harus berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Budi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SMPN 1 Cikembar Gelar Acara Pelulusan dengan Sederha

0

Wartain.com || Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cikembar, menggelar acara perpisahan kelas 9, bertempat di SMPN 1 Cikembar, Senin 02/06/2025.

Acara tersebut dilaksanakan sesederhana mungkin sesuai dengan tradisi, kemampuan dan kompetensi yang ada.

Dari informasi yang didapatkan siswa yang lulus tahun 2024/2025 sebanyak 350 siswa diantaranya 154 laki laki dan 196 perempuan.

Adang Hermawan, S.Pd Wakil kepsek bidang kurikulum menyebutkan, siswa dengan jumlah 350 terbagi dari kelas 9A sampai dengan 9J.

SMPN 1 Cikembar Gelar Acara Pelulusan dengan Sederha (foto : Intan)

“Semoga anak kami semua lulus, melanjutkan ke tingkat jenjang yang lebih tinggi. Pilihannya banyak, ada ke SMA, ada SMK baik negeri maupun swasta, tapi untuk sementara informasinya sudah 80% anak sudah melaporkan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ucapnya.

Lebih lanjut Adang menjelaskan bahwa SMPN 1 banyak melahirkan anak-anak yang berprestasi, ada yang di tingkat provinsi, kabupaten maupun sub rayon.

“Kalau di tingkat subrayon itu sudah otomatis yang bisa terhubung menjadi juara umum. Anak-anak yang hari ini lulus itu termasuk anak yang berprestasi,” tambahnya.

“Kemudian Kami berharap,  untuk anak anak kelas 7 dan 8 bisa mengikuti jejak kakak-kakaknya yang berprestasi,” pungkasnya.***

Foto : Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Pemkab Sukabumi Gelar Peringatan Harlah Pancasila Tingkat Kabupaten 

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2025 di Alun-Alun Palabuhanratu, Senin (2/6/2025).

Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Sukabumi, H Andreas, selaku inspektur upacara. Bertindak sebagai komandan upacara, Ipda Mudi Muldiana dari Polres Sukabumi, sedangkan pembaca naskah Pancasila adalah Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 ini mengusung tema Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati H Andreas menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dijadikan momentum untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur di tengah perkembangan zaman.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai utama dalam Pancasila harus dimaknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa yang mampu menghadapi tantangan ideologi lain seperti komunisme dan liberalisme yang tidak berakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Kita sebagai bagian dari masyarakat bangsa Indonesia yang kodratnya adalah keberagaman etnis, bahasa, adat istiadat, agama, dan golongan, harus secara serentak bersatu membela Pancasila dari siapa pun yang mencoba merongrongnya,” tegasnya.

Pemkab Sukabumi Gelar Peringatan Harlah Pancasila Tingkat Kabupaten  (foto : Istimewa)

Wabup menyatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menampilkan burung Garuda Pancasila sebagai elemen utama. Garuda bukan hanya simbol negara, tetapi juga representasi dari jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Ia menjelaskan bahwa sebagai lambang negara, Garuda mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang merepresentasikan peran Pancasila sebagai meja statis, yakni sebagai pemersatu bangsa yang majemuk. Sayap Garuda yang membentang melambangkan semangat kemerdekaan dan cita-cita luhur bangsa, yang selaras dengan peran Pancasila sebagai bintang penuntun menuju masa depan Indonesia Raya.

“Dalam konteks peringatan ke-80 tahun Hari Lahir Pancasila, keberadaan lambang Garuda menjadi pengingat akan proses historis pembentukan Pancasila, mulai dari pidato Soekarno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga rumusan final pada 18 Agustus 1945. Tiga fase tersebut merupakan satu kesatuan proses ideologis bangsa,” terangnya.

H Andreas menegaskan, pada hakikatnya, seorang Pancasilais adalah mereka yang menjadikan Pancasila sebagai jalan pikiran dan falsafah hidup bangsa. Nilai-nilai Pancasila telah menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak dahulu hingga kini.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh abdi negara dan abdi masyarakat untuk bersatu padu dan saling mengisi dalam melanjutkan pembangunan di berbagai sektor, sesuai kapasitas masing-masing. Hal ini penting untuk memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera lahir dan batin, serta agar kontribusi daerah dapat menopang kemajuan bangsa.

“Mari kita kuatkan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus sebagai pemersatu bangsa menuju Indonesia maju,” pungkasnya.

Usai memimpin upacara tingkat Kabupaten Sukabumi, Wakil Bupati H Andreas bersama jajaran Forkopimda secara virtual mengikuti upacara nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Pelataran Gedung Pancasila Jakarta.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)