26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 562

Kisah “Rujak Bangkok 27” Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Bisnis Kuliner 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pada dasarnya, membangun sebuah bisnis kedai kopi dapat dilakukan oleh semua kalangan. Tak pandang tua atau muda, asalkan bertekad dengan ketekunan, pastilah bisnisnya akan berhasil.

Seperti halnya Siska Prasetya, atau Siska panggilan akrabnya, yang sudah memiliki inisiasi untuk membangun bisnis kedai rujak ( Rujak Bangkok 27 ) sejak bulan suci Ramadhan 1446 H tahun ini tepatnya pada tahun 2025.

Awalnya, ia hanya melakukan bisnis dengan sistem online di rumah sekitar November 2024. Setelah berdiskusi dengan keluarga untuk membangun sebuah bisnis kedai rujak, maka diputuskan untuk berjualan offline.

Setelah melalui diskusi panjang dengan saudara dan kedua orang tuanya, menghasilkan buah manis berupa dukungan penuh dari kedua orang tuanya dan seluruh anggota keluarganya.

“Iya, pastinya kedua orangtua dan saudara-saudara  seneng banget dan sangat mendukung kita untuk mulai belajar berbisnis sejak sekarang. Karena itu juga, kita semangat dan yakin bisa sukses menjalani bisnis kedai rujak ini,” jelas Siska kepada wartain.com, Minggu 01/06/2025.

Sebagaimana dikatakan Siska, saat ini Ia hanyalah seorang pebisnis yang belum memiliki pengalaman dalam hal dunia usaha. Untuk mengembangkan sayap usahanya, ia dibantu oleh 15 orang karyawan untuk offline dan puluhan reseller untuk online.

Kisah “Rujak Bangkok 27” Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Bisnis Kuliner  (foto : Isop)

“Kedai Rujak Bangkok 27 buka dari pukul 11.00 s/d 21.00 WIB. Alhamdulillah, omset rata-rata di kisaran 10 juta perhari selalu saja masuk. Walaupun terkadang fluktuatif tergantung rame dan sepinya pengunjung,” ungkap Siska.

“Omset tersebut didapat dari penjualan offline dan online. Kita bersyukur juga konsumen yang order dan datang ke kedai, selain dari wilayah Sukabumi juga daei Jabodetabek serta wilayah lainnya,” tambah mojang Cirebon yang lahir di Sukabumi ini.

Ditanya terkait olahan yang jadi buruan para pemburu kuliner, Siska menyebut, para konsumen lebih banyak mencari rujak “Mix Bangkok” dengan ciri khas bumbu bangkok.

“Kita tawarkan dengan banyak varian rujak dan kudapan yang lain, mulai aneka soft drink, juice, aneka snack, asinan dan rujak. Tapi, yang best seller rujak mix bangkok, yang sering dipesan konsumen,” tutur Siska.

Bagi para pecinta kuliner, yang suka dengan berbagai aneka rujak. Mari kunjungi Kedai Rujak Bangkok 27, yang  beralamat di Jalan Alternatif Tenjo Ayu, Kp. Sikup, Desa Nangerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Sebagai informasi tambahan, Kedai Rujak Bangkok 27 ini lokasinya sangat strategis, nyaman, view nya indah. Sangat cocok untuk nongkrong anak muda dan tentunya berbagai kalangan juga. Dan yang pasti Kedai Rujak Bangkok 27  juga terus bebenah, demi menawarkan kenyamanan para konsumen. Pokonya, recommended sekali bagi para pecinta kuliner untuk datang ke Kedai Rujak Bangkok 27.***

Foto : Isop

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Dul

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Memperingati Hari Lahir Pancasila, Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya

0

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Memperingati Hari Lahir Pancasila, Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya “01 Juni 2025”

Cafe di Sukabumi “Digrebek”, Pemprov Jabar Mulai Sosialisasi Penerapan Jam Malam bagi Anak Usia Sekolah

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan sosialisasi terkait surat edaran Gubernur Jawa Barat mengenai advokasi kepada masyarakat agar anak-anak usia sekolah berada di rumah maksimal pukul 21.00 WIB. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan pencegahan berbagai perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, yang memimpin langsung kegiatan sosialisasi di Kota Sukabumi, menyatakan bahwa langkah ini adalah awal dari pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Malam ini kita memulai implementasi surat edaran gubernur terkait advokasi kepada masyarakat agar anak-anak usia sekolah, mulai dari PAUD hingga tingkat menengah, berada di rumah maksimal jam 9 malam. Ini efektif untuk menjaga kesehatan mereka dan mempersiapkan diri lebih baik untuk belajar keesokan harinya,” ujar Deden, Sabtu (1/1/2025)

Deden menyebut, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan advokasi. Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya Satpol PP, yang turut mendampingi kegiatan malam ini.

“Ini bukan hanya tanggung jawab provinsi, tapi juga tanggung jawab pemerintah kota/kabupaten. Tadi kami turun langsung ke lapangan dan belum menemukan anak-anak usia SD, SMP, ataupun SMA yang masih berada di luar rumah. Artinya, sosialisasi sudah mulai sampai,” lanjutnya.

Kebijakan ini, menurut Deden, bukan sekadar membatasi aktivitas malam hari, tetapi bagian dari pendidikan karakter melalui pendekatan Panca Waluya, yaitu menjadikan anak-anak yang bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), cageur (sehat), dan singer (terampil).

“Mau bagaimana anak kita cageur kalau masih pulang larut malam? Bagaimana bisa pinter kalau tiap malam main game online atau keluyuran? Ini semua rangkaian pendidikan karakter,” tegasnya.

Meski belum akan memberlakukan sanksi tegas, Deden menyampaikan bahwa jika ke depannya masih ditemukan anak-anak yang melanggar, pihak sekolah dan orang tua akan dilibatkan untuk pembinaan lebih lanjut.

“Kami akan hubungi kepala sekolahnya, gurunya, dan orang tuanya untuk diberikan pembinaan. Kalau sudah menyimpang jauh, kami siapkan pendidikan yang lebih disiplin,” tambahnya.

Deden juga menyinggung adanya potensi “kucing-kucingan” antara anak-anak dan petugas. Namun, ia menegaskan bahwa upaya ini bukan penertiban malam darurat, melainkan murni langkah edukatif.

“Kita ingin memberikan pemahaman. Ini bagian dari 7 kebiasaan baru dari Kemendikbud, salah satunya adalah tidur lebih cepat agar anak-anak lebih sehat dan siap belajar,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Deden berharap kebijakan ini disambut positif oleh orang tua dan masyarakat.

“Meskipun edaran ini menyasar anak-anak, sebenarnya ini ditujukan juga untuk para orang tua agar lebih aktif menjaga dan mendampingi proses tumbuh kembang anak menuju kedewasaan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Omzet Turun Jelang Idul Adha, Peternak Sapi Kurban Sukabumi Harap Perbaikan Ekonomi

0

Wartain.com || Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H, sebagian peternak sapi kurban di Sukabumi merasakan penurunan signifikan dalam omzet penjualan. Salah satunya dirasakan Haji Nurdin, pemilik Berkah Ternak, yang mengungkapkan bahwa tren penjualan tahun ini mengalami penurunan hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Biasanya seminggu sebelum Idul Adha, pesanan dari masjid-masjid sudah penuh. Tahun lalu ada yang beli sampai empat atau lima ekor. Sekarang baru satu atau dua ekor,” ujar Haji Nurdin, Sabtu (1/6/2025), di peternakannya yang berlokasi di Kampung Curuggelar Tespong, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Nurdin sudah menekuni usaha perdagangan sapi kurban selama enam tahun, dan dalam tiga tahun terakhir mulai fokus pada manajemen pakan dan kesehatan hewan secara intensif. Saat ini, ia memelihara sekitar 80 ekor sapi.

Salah satu pencapaian besar Berkah Ternak adalah terjualnya sapi jantan jenis limosin seberat 1.100 kilogram kepada Presiden Prabowo Subianto. Sapi itu dibeli pada usia satu tahun dengan bobot 260 kg seharga Rp18 juta, dan setelah perawatan selama tiga tahun, dijual dengan harga Rp110 juta.

Namun, meski pernah mendapat pesanan dari Presiden, Nurdin tak menampik bahwa kondisi pasar tahun ini cukup berat. Ia menyebut daya beli masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah, cenderung melemah.

“Sekarang beli sapi untuk kurban tujuh orang aja susah. Ada yang iuran Rp3 juta per orang, tapi masih berat. Beda dengan kalangan menengah ke atas, mereka bisa beli individu seharga Rp30–40 juta,” jelasnya.

Ia juga mencatat adanya kenaikan harga sapi dibanding tahun lalu, meski tidak terlalu signifikan. “Yang bobotnya 3 kuintal dulu kita jual Rp20–21 juta, sekarang jadi Rp22 juta. Naik Rp1–2 jutaan. Harga pakan naik, biaya perawatan juga,” terangnya.

Selain untuk kurban, Nurdin menyebut usahanya juga melayani kebutuhan hewan potong untuk hajatan dan aqiqah pada hari-hari biasa. Namun momen Idul Adha tetap menjadi puncak penjualan tahunan yang sangat diandalkan.

“Sampai sekarang kami masih berharap ada peningkatan pembeli di sisa waktu menuju Idul Adha. Biasanya mendekati hari H baru ramai, semoga begitu juga tahun ini,” tutupnya dengan nada optimis.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sapi Kurban Presiden Prabowo Jadi Kebanggaan Peternak Sukabumi

0

Wartain.com || Seekor sapi kurban milik Presiden RI Prabowo Subianto menjadi perhatian warga dan kebanggaan tersendiri bagi Haji Nurdin, seorang peternak asal Kampung Curuggelar Tespong, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Sapi jantan jenis limosin itu rencananya akan disembelih pada perayaan Idul Adha, Sabtu pagi (8/6/2025), di Masjid Gang Ampera, Ciaul, Sukabumi.

Sapi berusia empat tahun dengan bobot sekitar 1.200 kilogram tersebut merupakan hasil ternak Haji Nurdin yang telah dirawat sejak usia satu tahun. Saat dibeli seharga Rp18 juta, bobotnya masih sekitar 260 kilogram. Kini, dengan panjang mencapai 3 meter dan tinggi 1,6 meter, sapi ini tumbuh menjadi salah satu hewan kurban terbesar di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, sapi ini dibeli Bapak Presiden seharga Rp110 juta. Prosesnya melalui negosiasi, dan saya bersyukur bisa dipercaya,” ungkap Haji Nurdin (50), saat ditemui di peternakannya.

Pertumbuhan sapi ini tidak terjadi secara instan. Nurdin menjelaskan, bobot sapi bertambah rata-rata 2 kilogram per hari. Pemberian pakan dilakukan secara rutin dengan komposisi khusus seperti rami, ampas tahu, dedak, dan bahan tambahan yang dirahasiakan sebagai bagian dari strategi perawatan unggulan.

Perhatian terhadap kesehatan sapi pun sangat serius. Nurdin rutin memandikan sapi dua kali sehari, pagi dan sore, untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan secara berkala, termasuk tes darah dan kotoran, guna memastikan sapi bebas dari penyakit seperti cacingan.

“Sapi ini harus dalam kondisi prima. Kalau stres atau kurang makan, bobotnya bisa turun. Makanya kami rawat betul-betul,” jelasnya.

Pihak Dinas Peternakan juga turut memberikan arahan khusus, mengingat hewan ini merupakan kurban dari orang nomor satu di Indonesia. “Kami diminta menjaga kondisi kaki agar tidak bengkak dan memastikan kandang tetap steril,” tambah Nurdin.

Kisah sukses Haji Nurdin dalam merawat sapi Presiden menjadi contoh bagaimana dedikasi dan ketelatenan dalam beternak bisa membuahkan hasil membanggakan. Tak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga membawa nama baik Sukabumi di momen sakral Idul Adha. ***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wali Kota Sukabumi Jamu Legenda Persib, Dorong Kebangkitan Sepak Bola Daerah

0

Wartain.com || Dalam rangka menyambut laga eksibisi Persib Bandung Legend vs PERSSI Kota Sukabumi, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menggelar jamuan makan siang bersama para pemain legenda Persib di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (1/6/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan serta keakraban.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep menyampaikan apresiasi tinggi kepada para legenda Persib atas dedikasi dan kontribusi mereka terhadap dunia sepak bola nasional. Ia menilai, peran mereka tidak hanya besar di atas lapangan, tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda di Sukabumi.

“Para legenda ini telah menorehkan sejarah yang patut kita kenang. Mereka menjadi teladan bagi anak-anak muda Sukabumi yang memiliki mimpi untuk menjadi atlet profesional,” ungkap Ayep Zaki.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, semangat, disiplin, dan sportivitas yang tumbuh dari olahraga harus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah.

Usai jamuan makan siang, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi antara Persib Bandung Legend dan PERSSI Kota Sukabumi di Stadion Suryakencana. Wali Kota Ayep Zaki hadir langsung menyaksikan laga tersebut bersama Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, dan unsur pimpinan daerah lainnya.

Sebagai bentuk simbolis dukungan, Wali Kota membuka pertandingan dengan melakukan tendangan pertama di tengah lapangan, yang kemudian disambut riuh tepuk tangan dari para penonton.

Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk mengembangkan PERSSI sebagai klub kebanggaan masyarakat Sukabumi agar mampu bersaing di level nasional. Ia menyebut potensi generasi muda di Kota Sukabumi sangat besar, sehingga perlu dukungan berupa fasilitas yang layak dan pembinaan yang terstruktur.

“Pertandingan hari ini bukan sekadar hiburan, tapi menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat olahraga di Kota Sukabumi,” tegasnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian doorprize bagi penonton yang hadir, menambah semarak kebersamaan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirayakan dengan penuh semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap olahraga.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Laga Persib vs Perssi Legend di Sukabumi Tawarkan Nostalgia dan Semangat Pembinaan Pemain Muda

0

Wartain.com || Stadion Suryakencana, Kota Sukabumi, dipadati ratusan warga yang datang untuk menyaksikan laga eksibisi penuh nostalgia antara Persib Bandung Legend dan Perssi Kota Sukabumi Legend, Minggu (1/6/2025). Pertandingan spesial ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Laga berlangsung meriah dengan kehadiran para mantan bintang Persib yang sempat bersinar di era 2000-an, seperti Cucu Hidayat, Gilang Angga Kusuma, dan Suwitha Pata. Mereka kembali menunjukkan aksi-aksi khas yang pernah memukau bobotoh di masa lalu.

Salah satu kejutan dalam pertandingan ini adalah keikutsertaan Henhen Herdiana, pemain aktif yang turut mengantar Persib meraih gelar juara Liga 1 dua musim berturut-turut. Henhen tak hanya tampil gemilang di lapangan, tetapi juga jadi pusat perhatian para penonton, khususnya anak-anak dan remaja yang mengidolakan sosoknya.

“Senang banget bisa nonton langsung pemain-pemain Persib yang dulu saya kagumi. Sekarang saya ajak anak-anak juga biar mereka kenal dan semangat dukung Persib,” ujar Yana (37), warga Warudoyong, yang datang bersama keluarganya.

Yana pun berharap momen seperti ini bisa lebih sering digelar di Sukabumi. “Jangan cuma nonton di TV. Kalau bisa, pemain-pemain Persib sering diundang ke sini, supaya makin banyak yang termotivasi,” harapnya.

Henhen Herdiana mengaku antusias dengan sambutan luar biasa dari penonton. Seusai pertandingan, ia bahkan sempat dikerubungi anak-anak yang berebut ingin berfoto dan meminta tanda tangan.

“Luar biasa. Tadi banyak anak-anak yang datang nyamperin. Mungkin ini juga dampak dari euforia Persib juara kemarin. Harapannya semangat ini bisa menular ke generasi muda,” ujar Henhen.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme dari anak-anak menunjukkan potensi besar di daerah seperti Sukabumi. “Semoga dari sini lahir pemain-pemain muda berbakat. Bukan hanya untuk Persib, tapi juga untuk sepak bola Jawa Barat dan nasional,” tuturnya.

Pertandingan sendiri berlangsung seru dan berimbang. Perssi Legend unggul lebih dulu lewat penalti Fikri, sebelum akhirnya disamakan oleh sundulan Henhen Herdiana untuk Persib Legend. Skor akhir 1-1 menjadi penutup laga penuh kehangatan tersebut. ***(RAF).

Editor : Aab Abdul Malik

Siap-siap, Pemerintah Luncurkan Program BSU Bagi Pekerja 

0

Wartain.com || Pemerintah kembali meluncurkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya para pekerja berpenghasilan rendah.

BSU 2025 akan mulai disalurkan pada tanggal 5 Juni dengan besaran Rp150 ribu per bulan. Program ini menjadi angin segar bagi pekerja formal dan guru honorer yang memenuhi syarat. Namun, siapa saja sebenarnya yang berhak menerima BSU 2025?

Apa Itu Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025?
BSU adalah bantuan tunai yang diberikan pemerintah kepada pekerja dengan penghasilan rendah untuk membantu meringankan beban ekonomi. Pada 2025, BSU diberikan sebesar Rp150 ribu per bulan dan akan dicairkan sekaligus untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli, sehingga total bantuan yang diterima adalah Rp300 ribu.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan memperkuat perekonomian nasional di tengah tantangan global saat ini.

Siapa Saja yang Berhak Mendapat BSU 2025?

Untuk mendapatkan BSU 2025, penerima harus memenuhi beberapa syarat penting berikut:

* Warga Negara Indonesia (WNI).
* Terdaftar sebagai peserta aktif BPJS  Ketenagakerjaan hingga akhir Mei 2025.
* Memiliki penghasilan maksimal Rp3,5 juta per bulan atau sesuai Upah Minimum Provinsi/Kabupaten/Kota (UMP/UMK) di wilayah masing-masing.
* Bekerja di sektor formal, termasuk guru honorer, buruh pabrik, dan pekerja swasta.
* Bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, atau Polri.
* Tidak sedang menerima bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Selain pekerja formal, guru honorer juga menjadi prioritas penerima BSU 2025. Pemerintah melakukan verifikasi ulang agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lain.

Cara Daftar dan Cek Penerima BSU 2025

* Kunjungi situs resmi bsu.kemnaker.go.id saat pendaftaran dibuka.
* Isi data diri sesuai KTP dan BPJS Ketenagakerjaan.
* Unggah dokumen pendukung yang diminta seperti slip gaji dan kartu BPJS.
* Tunggu proses verifikasi dari pihak Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan.

Jadwal Pencairan BSU 2025

Penyaluran BSU 2025 akan dimulai pada tanggal 5 Juni 2025 dan berlangsung selama dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025. Dana bantuan akan langsung ditransfer ke rekening penerima yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Apakah Boleh Puasa Arafah tetapi Masih Punya Hutang Puasa Ramadhan?

0

Wartain.com || Dari beberapa penjelasan para ulama puasa Arafah boleh dilakukan walaupun masih punya hutang Puasa wajib. Tapi ada penjelasannya.

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) adalah puasa sunah yang sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya besar, di antaranya bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).

Namun, jika seseorang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, maka hukum puasa Arafah dalam kondisi itu ada dua pendapat:

1. Boleh Puasa Arafah Walau Masih Punya Hutang Ramadhan (Pendapat Mayoritas Ulama)

Sebagian besar ulama (termasuk dari mazhab Syafi’i dan Hanbali) membolehkan puasa sunah sebelum membayar hutang puasa Ramadhan, selama waktunya masih cukup untuk mengqadha nanti.

Alasannya: Puasa qadha Ramadhan waktunya panjang (hingga sebelum Ramadhan tahun berikutnya), sedangkan puasa Arafah hanya bisa dilakukan setahun sekali.

Jadi, menurut pendapat ini, boleh saja puasa Arafah meskipun belum membayar hutang puasa, asal berniat puasa sunah, bukan qadha.

2. Tidak Boleh Puasa Sunah Sebelum Membayar Qadha (Pendapat Sebagian Ulama, terutama Mazhab Hanafi dan sebagian Maliki)

Menurut pendapat ini, puasa wajib harus didahulukan, sehingga seseorang harus melunasi hutang puasanya dulu sebelum melakukan puasa sunah seperti Arafah.

Kesimpulannya jika masih punya cukup waktu untuk qadha sebelum Ramadhan berikutnya.

Ingin mendapatkan keutamaan puasa Arafah,
→ Maka boleh puasa Arafah meskipun belum bayar hutang, menurut pendapat mayoritas ulama.

Tapi kalau kamu ingin lebih hati-hati, kamu bisa niat qadha Ramadhan pada hari Arafah – sehingga bisa mendapatkan pahala puasa wajib plus waktu yang mulia.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bangun Sinergitas, PWI Kabupaten Sukabumi Hadiri Milad Paksi Extrass ke-55

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi mengikuti rangkaian kegiatan Milad Paksi Extrass ke-55 di Kawasan Wisata Pondok Halimun Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/5/2025).

Rangkaian kegiatan Milad Paksi Extrass ke-55 meliputi gerakan bersih-bersih sampah, penanaman pohon dan diskusi seputar menjaga lingkungan dengan tema “Save Sukabumi Utara”, dengan Keynote speaker Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo.

Dari jajaran Pengurus PWI Kabupaten Sukabumi, nampak hadir Ketua Mulya Hermawan, Sekretaris Nuruddin Zain (Anom), Penasehat A. Solihin (Avhes), Ketua PWI Peduli Aris Wanto dan Bidang Organisasi Fitra Yudi.

Disela-sela acara, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Mulya Hermawan menyampaikan rasa bangga dengan kehadiran Paksi Extrass, organisasi para aktivis lingkungan yang telah berkontribusi dalam menjaga dan memelihara lingkungan alam sejak tahun 1970.

“Selamat Ulang Tahun Paksi Extrass yang ke- 55. Semakin matang usianya, semakin bermanfaat aksi nyata dalam memelihara dan menjaga lingkungan, serta berdaya guna bagi masyarakat Sukabumi,” ujar Mulya.

Paksi Extrass, dalam penilaian Mulya, merupakan ujung tombak penjaga alam di Sukabumi. Aksi bersih-bersih dan menanam pohon di kawasan wisata Pondok Halimun Selabintana, serta menggelar diskusi khusus dengan tema Save Sukabumi Utara, ini sebagai bentuk nyata dalam menjaga lingkungan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kegiatan hari ini memberi contoh kepada kita semua untuk peduli lingkungan dengan berkontribusi menyumbangkan pemikiran, aksi nyata membersihkan lingkungan, menanam serta merawat pohon demi kelestarian alam Sukabumi,” jelasnya.

Mulya menambahkan, slogan Save Sukabumi Utara yang digaungkan Paksi Extrass diharapkan memberi dampak positif dan memotivasi masyarakat untuk melakukan aksi nyata dalam menata dan merawat alam.

“Musibah banjir dan longsor yang makin marak menjadi alarm bagi kita untuk melindungi alam,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)