26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 580

Ujang Fahpulwaton Sekretaris Forum Parlemen Jabar : Permohonan Maaf KDM Bagus, Turunkan Tensi Politik di Jabar  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Perseteruan Gubernur Jabar dan Anggota DPRD Jabar semakin memanas setelah ada nya Pidato Gubernur Jabar saat Musrenbang di Kabupaten Cirebon pada 7 mei 2025 yang di tonton masyarakat luas melalui konten media sosialnya.

Dedi menilai para legislator tak menunjukkan sikap saling menghargai sebagai sesama pemangku kebijakan.

“Musrenbang forum yang sakral, diundang tak mau datang. Ingin dihargai, tapi tak pernah menghargai. Ingin dilibatkan, tapi tidak pernah mau terlibat,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di instagramnya.

Pernyataan tersebut menjadi pemicu terjadi nya perseteruan antara Gubernur Jabar dengan Anggota DPRD Jabar yang berimbas pada terjadi nya interupsi dan Walk Out saat pelaksanaan sidang Paripurna yang dilakukan oleh anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDIP yaitu Doni dan Memo Hermawan yang mengakibatkan terjadi pro kontra di kalangan publik Jabar atas kejadian tersebut.

H. Ujang Fahpulwaton Sekretaris Forum Parlemen Jabar sekaligus Politisi Partai Hanura menilai Permintaan maaf yang disampaikan Gubernur tersebut merupakan hal baik dan bisa mengurangi tensi panas nya hubungan Gubernur dan Anggota DPRD Jabar.

“Semoga permintaan maaf itu menjadi awal yang baik terjalin nya hubungan Gubernur Jabar dengan DPRD Jabar sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah sesuai dengan Undang Undang No. 23 tahun 2014,” harapnya.

“Tapi, permintaan maaf itu bukan sekedar basa basi atau guyonan belaka, tapi benar- benar datang dari ke inginan Dedi mulyadi sebagai Gubernur Jabar untuk memperbaiki hubungan nya dengan pimpinan dan Anggota Dewan secara keseluruhan,” pungkasnya.

Meski begitu, KDM mengaku senang jika ada orang yang memarahinya. Karena dia tahu orang yang memarahinya bakal terkenal.

“Dan saya seneng kalau dimarahin pak, karena saya tahu yang marahin saya juga makin terkenal,” ucap Dedi sedikit tertawa.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ratusan PMI G to G Korea Selatan Diberangkatkan KemenP2MI 

0

Wartain.com || Tak ada yang tahu persis, kapan dan bagaimana kesuksesan diperoleh. Namun, pemuda ini enggan menunggu. Ia merebut kesempatan yang ada.

Jalan menuju mimpi itu akhirnya datang juga pada siang pertengahan bulan Mei. Ia segera berangkat ke Korea Selatan (Korsel) menjadi pekerja migran Indonesia skema G to G.

Dalam benaknya, keinginan meraih masa depan dan menjadi tulang punggung mensejahterakan keluarga telah di depan mata.

Bukan main gembira ketika ia mengetahui mimpinya didukung penuh Menteri P2MI Abdul Kadir Karding. Tak hanya dalam kata, tapi diwujudkan dengan kehadiran langsung.

Pemuda itu berterima kasih, Menteri Karding menyempatkan datang melepas dirinya bersama 292 pemuda-pemudi calon pekerja migran lain yang segera ke Korsel.

Kisah nyata pekerja migran program G to G membawa bekal modal dan sukses menjadi pebisnis di tanah air turut dibagian Menteri Karding dalam acara di BBPPMPV Depok itu.

Pemuda itu semakin termotivasi. Baginya, Menteri Karding telah merangkul dan mendorong semangat anak muda yang ingin sukses dengan kerja di luar negeri secara legal.

Pemuda itu kini fokus mengejar harapan di Korsel. Kita doakan seperti yang sudah-sudah menjadi pekerja Indonesia yang “Pergi Migran Pulang Juragan.” (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

BMKG Sebut, Musim Peralihan Waspada Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pada musim peralihan hujan ke kemarau pada Mei 2025 ini, ternyata hujan ringan hingga lebat masih terjadi di banyak wilayah Indonesia. Bahkan, hujan tersebut tak jarang disertai petir atau angin kencang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada minggu terakhir Mei 2025 dinamika cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih menunjukkan pola peralihan musim. Hal itu ditandai cuaca yang cepat berubah, pagi menjelang siang cenderung cerah dan sore ke malam berubah menjadi hujan.

“Meskipun sebagian wilayah sudah memasuki musim kemarau, curah hujan yang terindikasi signifikan masih kerap terjadi, terutama pada sore hingga malam hari. Di sisi lain, suhu udara yang menyengat pada siang hari terasa relatif lebih hangat akibat kelembaban udara yang lembab,” kata BMKG dalam website-nya dilansir Selasa (20/5/2025).

Penyebab Hujan di Awal Musim Kemarau
Lebih lanjut BMKG menerangkan cuaca yang masih hujan ini disebabkan kondisi atmosfer yang labil. Hal itu dipicu oleh interaksi suhu permukaan laut, tekanan udara, dan kelembaban yang tinggi.

“Sehingga memungkinkan adanya pembentukan awan konvektif seperti Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, angin kencang, hingga hujan es,” jelas BMKG.

Dalam sepekan terakhir, hujan lebat telah menimbulkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Mulai dari Aceh, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, DKI Jakarta dan masih banyak lagi.

BMKG mengungkap aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) masih terpantau aktif di Benua Maritim. Selain itu, gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial cenderung persisten berpropagasi di wilayah Indonesia.

Kondisi-kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan di bagian barat Indonesia. MJO dan gelombang atmosfer membuat hujan lebat masih sering terjadi, meski banyak wilayah yang terindikasi memasuki awal musim kemarau pada akhir Mei ini.

Hujan Masih Berpotensi Turun Sepekan ke Depan

Dalam satu minggu ke depan (20-26 Mei 2025), BMKG memprediksi fenomena MJO konsisten ada di wilayah Indonesia. Begitu pun dengan gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan akan memasuki beberapa hari ke depan.

Sehingga BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir dan sebagainya. BMKG pun memberikan pemetaan prospek cuaca di wilayah Indonesia untuk satu minggu ke depan. Ini prediksinya:

Periode 20-22 Mei 2025

Siaga (hujan lebat – sangat lebat) : Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Selatan
Awas (hujan sangat lebat – ekstrem) : Jawa Timur
Angin kencang : Maluku dan Nusa Tenggara Timur
Periode 23 – 26 Mei 2025
Selama periode ini, cuaca Indonesia didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, peningkatan hujan perlu diwaspadai di beberapa daerah seperti Aceh, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Bali, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

“Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,” imbau BMKG.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Siswa Pendidikan Karakter Panca Waluya Bersimpuh Dihadapan Orangtua, Dedi Mulyadi : Ini Tentang Rasa dan Cinta

0
Oplus_131072

Wartain.com || “Ini tentang rasa, hati, dan cinta. Itulah ungkapan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi usai melihat para siswa bersimpuh di hadapan orang tuanya,” ungkap Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan.

“Mereka adalah siswa yang mengikuti Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya selama 18 hari. Hari ini, tepat pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tingkat Jabar, mereka tak hanya hadir mengikuti upacara, tapi juga tampil, seraya menegaskan bahwa perubahan itu ada dan nyata,” ucap Gubernur Jabar.

“Alhamdulillah merasa bangga, banyak perubahan. Ia lebih santun, kata-kata yang diucapkan lebih baik. Belum pernah saya temuin sebelumnya tadi dia meluk sampai nangis-nangis. Kalau tidak pernah anak saya meluk,” ungkap Dasep, salah satu orang tua siswa yang hadir di Gedung Sate, Selasa (20/5/2025)

Sebanyak 273 siswa hadir menjadi peserta dan beberapa di antaranya menjadi petugas upacara. Usai menjalani upacara, seluruh siswa mengikuti parade defile baris-berbaris yang dibagi menjadi beberapa peleton bersama 11 pasukan TNI/Polri.

Setelah mengikuti rangkaian acara di Gedung Sate, seluruh peserta dan orang tua bertolak ke Gedung Pakuan untuk menghadiri jamuan makan siang dari Gubernur Jabar.

“Ini kan urusannya soal rasa, hati, dan cinta. Siapa sih orang tua yang tidak terharu bertemu anaknya yang sudah berubah,” ungkap Gubernur.

Program ini, rencananya akan dikembangkan menjadi Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa yang akan tetap berpusat di Dodik Bela Negara.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Deden Saepul Hidayat pun menegaskan, Harkitnas Ke-117 harus dijadikan momentum untuk kebangkitan pendidikan di Jabar.***

Foto : Disdik Jabar

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Salam Damai Indonesia Maju, Majelis Dzikir Merah Putih Menyapa Seluruh Rakyat Indonesia

0

Oleh : Ikin Abdurrahman/Direktur Majelis Dzikir Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih

Bagian Kedua

2. RAHMAT, Kasih Sayang

Wartain.com || Misi aplikatif kedua adalah menaburkan dan menumbuh suburkan rahmat ALLAH.

Rahmat artinya dasarnya adalah kasih sayang, welas asih “silih-asah” (saling mengasah, menajamkan), “silih-asih” (saling mengasihi), “silih-asuh” (saling mengasuh), “silih-wangi” (saling mewangikan, mengharumkan) antar sesama seaqidah, sebangsa senegara, sesama manusia (lintas keyakinan, ras, etnis dan golongan), serta sesama makhluk hidup.

Rahmat ALLAH artinya kasih sayang atau belas kasih yang diberikan ALLAH kepada semua makhluk-Nya. Rahmat ini mencakup berbagai bentuk, seperti anugerah, nikmat, berkah, dan karunia, yang menunjukkan keagungan dan sifat-sifat ALLAH Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (Ar-Rahman dan Ar-Rahim).

Rahmat ALLAH adalah pemberian yang diberikan kepada semua makhluk hidup, termasuk manusia, sebagai bukti keagungan dan kasih sayang-Nya.
Rahmat ALLAH tidak terbatas pada satu bentuk saja, tetapi dapat manifest dalam berbagai bentuk seperti kenikmatan, keberkahan, dan juga dalam bentuk ujian yang dapat mendidik dan meningkatkan iman.

ALLAH juga memberikan rahmat dalam bentuk pengampunan (maghfirah) bagi hamba-hamba-Nya yang berdosa, sehingga mereka tidak perlu putus asa dari rahmat ALLAH.

Sebagai hamba ALLAH, manusia harus berusaha untuk memanfa’atkan rahmat ALLAH di dunia dan akhirat, serta selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.

Konsep Islam Rahmatan lil-‘Alamin, yang berarti Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, menunjukkan bahwa Islam hadir di dunia untuk membawa kedamaian dan kasih sayang bagi semua makhluk.
Seseorang dapat memperoleh rahmat ALLAH dengan menjadi sosok yang mencerminkan sifat kasih sayang, taat kepada ALLAH dan Rasul, serta berusaha menjadi orang baik.

Rahmat ALLAH adalah manifestasi dari dua sifat ALLAH yang utama, yaitu Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang).

Rahmatullah artinya sifat ALLAH sebagai Pemberi Rahmat yang melimpah kepada hamba-hamba-Nya. Terdiri dari dua kata, yaitu “rahmat” yang berarti rahmat (kasih sayang) atau belas kasih, dan “ALLAH” yang merujuk kepada Nama Dzat Tuhan dalam ajaran Islam. Ini mencerminkan bahwa ALLAH adalah sumber segala kebaikan dan kebaikan, dan rahmat-Nya mencakup segala aspek kehidupan. ALLAH memberikan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya tanpa henti, tanpa jedah, dan tanpa batas.

Rahmatullah artinya menggambarkan sifat ALLAH yang penuh belas kasih terhadap seluruh makhluk-Nya. ALLAH dalam Islam dijelaskan sebagai Ar-Rahmaan (Maha Pengasih) dan Ar-Rahiim (Maha Penyayang). Ini menunjukkan rahmat ALLAH adalah rahmat yang sangat luas dan menyeluruh, yang mencakup semua aspek kehidupan. Belas kasih ALLAH ini tidak terbatas oleh waktu, tempat, atau tindakan. ALLAH memberikan rahmat-Nya kepada seluruh ciptaan-Nya, tanpa memandang apakah seseorang pantas atau tidak. Ini adalah pengingat yang kuat bagi umat Muslim untuk selalu mengandalkan rahmat ALLAH dalam hidup mereka, memohon ampunan, dan berusaha hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

Di antara nama ALLAH yang sering disebut dalam Al-Qur’an adalah “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim”. Nama ini menunjukkan keluasan rahmat ALLAH.

Nama Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) disebut dalam Al-Qur’an sebanyak lima puluh tujuh kali (57x), di antaranya :
Firman-Nya,

إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi melainkan akan datang kepada Ar-Rahman sebagai hamba.” (QS. Maryam : 93)

Firman-Nya,

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy.” (QS. Ṭāhā : 5)

Firman-Nya,

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَنِ وَكَانَ يَوْماً عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيراً

“Kerajaan pada hari itu hanyalah milik Ar-Rahman. Dan itu adalah hari yang berat bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Furqan : 26)

Adapun nama Ar-Rahim disebut sebanyak seratus empat belas kali (114x), di antaranya :
Firman ALLAH Ta’ala,

إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah : 37)

Firman-Nya,
إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya ALLAH terhadap manusia itu Maha Lembut lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 143)

Firman-Nya,

فَمَن تَابَ مِن بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Barangsiapa bertobat setelah kezaliman yang dilakukannya dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya ALLAH menerima tobatnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ma’idah : 39)
(Lihat An-Nahju Al-Asma, hal. 75-78(.

Untuk mengetahui kandungan makna dari kedua nama ALLAH tersebut dengan menyeluruh, maka perlu kita ketahui terlebih dahulu makna kata “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim” secara bahasa, kemudian dalam konteksnya sebagai nama ALLAH Ta’ala.

Kedua kata, Ar-Rahman ( الرَّحْمَن ) dan Ar-Rahim ( الرَّحِيم ), berasal dari kata dasar yang sama, yaitu rahmah ( الرَّحْمَةِ ), yang bermakna kasih sayang, kelembutan, dan belas kasih. Keduanya dibentuk dalam pola yang menunjukkan bentuk mubalaghah (superlative, penekanan makna intensitas atau kelimpahan), namun Ar-Rahman memiliki tingkat mubalaghah yang lebih kuat dibandingkan Ar-Rahim.
(Lihat : Tafsīr Ibni Katsīr, 1 : 124; Tafsīr ath-Ṭabarī, 1 : 124 dan 5 : 530; lihat juga Al-Miṣbāḥ al-Munīr fī Gharīb Syarḥ al-Kabīr – al-Fayyūmī, 1 : 223).

Ibnu Faris rahimahullah mengatakan,

(‌رحم) الرَّاءُ وَالْحَاءُ وَالْمِيمُ أَصْلٌ وَاحِدٌ يَدُلُّ عَلَى الرِّقَّةِ وَالْعَطْفِ وَالرَّأْفَةِ

“Akar kata “ر-ح-م” menunjukkan makna dasar kelembutan, kasih sayang, dan belas kasih.”
(Lihat Maqāyīs al-Lughah – Ibnu Fāris, 2: 498).

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan firman ayat pertama dari surah Al-Fatihah, beliau menukil ucapan Abu ‘Ali Al-Farisi. Beliau mengatakan,

قَالَ أَبُو عَلِيٍّ الْفَارِسِيُّ: الرَّحْمَنُ: اسْمٌ عَامٌّ فِي جَمِيعِ أَنْوَاعِ الرَّحْمَةِ يَخْتَصُّ بِهِ اللَّهُ تَعَالَى، وَالرَّحِيمُ إِنَّمَا هُوَ مِنْ جِهَةِ الْمُؤْمِنِينَ،قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا} [الْأَحْزَابِ: 43]

“Abu ‘Ali al-Fārisī berkata, ‘Ar-Rahman adalah nama umum bagi seluruh jenis rahmat yang menjadi kekhususan Allah Ta’ala; sedangkan Ar-Rahim adalah rahmat yang bersifat khusus kepada kaum mukminin.’ Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.’ (QS. Al-Aḥzāb : 43).”
(Lihat Tafsīr Ibni Katsīr, 1 : 125).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Si’diy rahimahullah ketika menafsirkan ayat tersebut, beliau mengatakan,

{الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} اسمان دالان على أنه تعالى ذو الرحمة الواسعة العظيمة التي وسعت كل شيء، وعمت كل حي، وكتبها للمتقين المتبعين لأنبيائه ورسله. فهؤلاء لهم الرحمة المطلقة، ومن عداهم فلهم نصيب منها.

“Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah dua nama yang menunjukkan bahwa Allah memiliki rahmat yang sangat luas dan agung, yang meliputi segala sesuatu dan mencakup seluruh makhluk hidup. Namun, Allah menuliskan rahmat tersebut secara khusus bagi orang-orang yang bertakwa dan mengikuti para nabi dan rasul-Nya. Mereka inilah yang mendapatkan rahmat secara mutlak, sementara selain mereka mendapatkan bagian tertentu darinya.”
(Lihat Taysīr al-Karīm ar-Raḥmān, hal. 39)

Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah mengatakan tentang makna kedua nama ini,“Kedua nama ini disebutkan secara beriringan dalam banyak tempat di dalam Al-Qur’an. Masing-masing menunjukkan bahwa sifat rahmat adalah sifat tetap (melekat) bagi ALLAH. Namun, penyandingan keduanya menunjukkan bahwa rahmat itu tidak hanya sebagai sifat, tetapi juga sebagai tindakan nyata yang berdampak pada makhluk. Ar-Rahman bermakna Dzat yang memiliki sifat rahmat. Ar-Rahim bermakna Dzat yang memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya.

Karena itu, ALLAH menyebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), “Dan DIA Maha Penyayang (rahiim) kepada orang-orang yang beriman” (QS. At-Taubah : 117), namun tidak pernah disebut : Rahman terhadap para hamba atau Rahman terhadap kaum mu’minin. Hal ini karena Ar-Rahman datang dalam bentuk fa‘lān, yang menunjukkan sifat yang tetap, sempurna, dan melekat. Sementara Ar-Rahim menunjukkan sifat yang sampai kepada yang dirahmati, yaitu orang-orang beriman.
Maka dalam dua nama ini terdapat isyarat tentang kesempurnaan dan keluasan rahmat ALLAH yang meliputi segalanya. Semua kebaikan, nikmat, dan kebahagiaan yang ada di alam atas dan bawah adalah dampak dari rahmat-Nya. Demikian pula segala keburukan, bencana, dan penderitaan yang disingkirkan dari makhluk adalah bentuk lain dari rahmat-Nya. Sebab, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Dia, dan tidak ada yang mampu menolak keburukan selain Dia. Dialah yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”
(Lihat Fiqh al-Asmā’ al-Ḥusnā, hal. 97-98).

Penetapan nama “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim” bagi ALLAH Ta’ala memiliki banyak konsekuensi, baik dari sisi sifat dan pengkhabaran terhadap ALLAH, maupun dari sisi hamba. Berikut ini beberapa konsekunsinya dari sisi hamba mengimani bahwa “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim” sebagai nama ALLAH, dan menetapkan sifat rahmat bagi-Nya Hal ini sebagaimana telah disampaikan di atas, tentang dalil dari kedua nama. Selain itu, wajib bagi kita untuk menetapkan sifat rahmat bagi-Nya, yang ini merupakan kandungan dari kedua nama tersebut.

Salah satu sifat ALLAH yang tetap dan kokoh berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah adalah sifat rahmat (kasih sayang). Ia adalah sifat kesempurnaan yang layak bagi keagungan ALLAH, sebagaimana sifat-sifat-Nya yang lain. Tidak diperbolehkan menolak atau menafsirkan sifat ini dengan makna yang menyimpang, karena hal tersebut termasuk bentuk penyimpangan terhadap nama-nama-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah telah membantah dengan panjang lebar pendapat bahwa rahmat ALLAH adalah majaz dalam kitabnya As-Ṣawā‘iq al-Mursalah ‘ala al-Jahmiyyah wa al-Mu‘aṭṭilah, dengan bantahan yang tidak ada tandingannya.
(Lihat An-Nahjul Asma, hal. 80-85).

Akhlak kasih sayang termasuk akhlak yang mulia dan sangat dianjurkan dalam Islam. ALLAH memuji Rasul-Nya dengan sifat ini dalam firman-Nya,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiyā’ : 107)

Di antara nama Nabi ﷺ adalah Nabiyyur-Rahmah ( نبيُّ الرَّحْمة ). Bahkan beliau juga memuji sahabat terbaiknya karena sifat ini. Dalam hadis disebutkan,

أرْحمُ أُمتي بأمتي: أبو بكر

“Orang yang paling penyayang terhadap umatku adalah Abu Bakar …” (HR. Ahmad)

Rasulullah ﷺ juga bersabda,

إنما يَرْحمُ اللهُ مِنْ عبَادِه الرُّحَمَاء

“Sesungguhnya ALLAH hanya merahmati hamba-hamba-Nya yang penyayang.”
Dalam riwayat yang lain,

لا يَرْحَمُ الله مِنْ عبادِه؛ إلا الرُّحَمَاء

“ALLAH tidak akan merahmati hamba-hamba-Nya kecuali yang penyayang.” (HR, Muttafaqun ‘alaihi)
(Lihat An-Nahjul Asma, hal. 91)

Mengetahui betapa luas dan besarnya rahmat ALLAH akan menumbuhkan rasa harap (raja’) yang kuat dalam hati hamba. Ia akan menggantungkan seluruh kebutuhannya kepada ALLAH, menunjukkan rasa butuh dan ketergantungannya kepada-Nya, serta menyadari bahwa semua kebaikan hanya datang dari-Nya. Sebagaimana firman-Nya,

يَأَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Wahai manusia, kalian semua adalah orang-orang fakir (butuh) kepada ALLAH, sedangkan ALLAH Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Fāṭhir : 15)

Rasa harap ini akan membuahkan berbagai bentuk ibadah lahir maupun batin, tergantung pada tingkat pengenalan dan ilmu seorang hamba terhadap Rabb-nya.
(Lihat Fiqh al-Asmā’ al-Ḥusnā, hal. 33).

Seorang hamba, setiap kali ketaatannya semakin besar, kedekatannya kepada Rabb-nya semakin kuat, dan usahanya dalam mendekatkan diri kepada ALLAH semakin intens; maka akan semakin besar pula bagian rahmat yang layak ia terima. Hal ini ditegaskan dalam beberapa ayat, di antaranya firman ALLAH,

وَهَـذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan ini adalah Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan, penuh berkah. Maka ikutilah ia dan bertaqwalah agar kalian dirahmati.” (QS. Al-An‘ām : 155)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul agar kalian dirahmati.” (QS. An-Nūr : 56)

Ayat-ayat ini dan banyak lainnya menunjukkan bahwa rahmat ALLAH sangat erat kaitannya dengan ketaatan, taqwa, dan amal ihsan seorang hamba. Semakin kuat hal itu dalam diri seorang mukmin, maka semakin dekat pula rahmat ALLAH kepadanya.
(Lihat Fiqh al-Asmā’ al-Ḥusnā, hal. 99).

Dan hanya kepada ALLAH-lah kita memohon, semoga DIA memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh dengan rahmat-Nya, serta menganugerahkan kepada kita rahmat-Nya yang telah DIA tetapkan bagi para wali-Nya yang beriman. Sesungguhnya DIA Maha Dermawan lagi Maha Pemurah, dan DIA adalah Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.****

Bersambung…

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional, Bangkit Bersama Wujud Indonesia Kuat

0
DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional, Bangkit Bersama Wujud Indonesia Kuat

Lima Tahun Kekeringan, Petani di Desa Padabeunghar Menanti Kehadiran Air Kehidupan

0

Wartain.com || Sudah lima tahun lamanya para petani di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, hidup dalam ketidakpastian. Harapan panen yang dulu menjadi rutinitas kini berubah menjadi penantian panjang. Lahan seluas 50 hektare di Kedusunan Leuwipendeuy dan Kedusunan Padabeunghar dibiarkan terlantar, hanya ditumbuhi rumput dan semak belukar.

Penyebab utamanya kerusakan parah pada saluran Irigasi Jentreng, yang menjadi sumber utama pengairan lahan pertanian. Irigasi yang membentang sepanjang 500 meter dan memiliki tinggi lima meter itu rusak berat akibat banjir bandang Sungai Cimandiri yang melanda lima tahun lalu. Sejak saat itu, pasokan air ke sawah-sawah warga pun terputus total.

“Sudah tidak ada yang bisa dikerjakan. Tidak ada air, sawah tidak bisa ditanam. Kami hanya bisa pasrah,” ujar Asep Kamho (52), tokoh masyarakat yang kini dipercaya memimpin panitia perbaikan irigasi, Senin (19/5/2025). Ia menyebutkan, selain merusak irigasi, banjir bandang juga menyeret dua hektare lahan milik warga, memperparah penderitaan petani.

Kini, bersama kelompok tani dan warga, Asep mencoba menghimpun kekuatan. Musyawarah digelar, panitia dibentuk. Namun keterbatasan dana menjadi tembok tinggi yang belum terpecahkan. Estimasi biaya pembangunan kembali irigasi mencapai Rp2,5 miliar—jumlah yang jauh dari jangkauan kemampuan swadaya masyarakat.

Sunarto (49), petani dari Kampung Padabeunghar, hanya bisa mengandalkan air hujan. Di atas lahan 1.600 meter persegi miliknya, ia biasanya bisa memanen hingga 1 ton padi per musim. Tapi kini, hasilnya nihil. “Kalau normal, bisa tanam tiga kali setahun. Sekarang, satu kali saja belum tentu. Kerugian bisa sampai Rp4,5 juta per musim,” keluhnya.

Beberapa kali kelompok tani berinisiatif memperbaiki irigasi dengan peralatan seadanya—menggunakan drum, bambu, dan bahan bekas. Tapi kondisi geografis yang rawan longsor dan cuaca ekstrem membuat perbaikan itu tak bertahan lama.

Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, mengakui bahwa kerusakan irigasi terjadi jauh sebelum ia menjabat. Namun dampaknya terus dirasakan hingga kini. “Bukan hanya untuk sawah. Irigasi ini juga digunakan untuk kolam ikan dan kebutuhan sehari-hari di dua kedusunan. Warga empat kampung sangat tergantung pada saluran ini,” ujarnya.

Sebagian besar lahan kini beralih fungsi. Tanaman yang lebih tahan kekeringan seperti jagung, ubi, dan cabai menjadi pilihan, meskipun nilai ekonominya tak sebanding dengan padi.

Pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan ke berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan provinsi. Namun karena Sungai Cimandiri berada di bawah kewenangan PSDA Provinsi Jawa Barat, penanganan pun belum menunjukkan progres berarti.

“Kami sudah survei, ajukan proposal, bentuk panitia. Tapi sampai hari ini belum ada kejelasan. Harapan kami, ada perhatian dari provinsi atau pusat. Warga hanya ingin bisa menanam kembali. Yang kami butuhkan hanya satu: air,” tegas Ence.

Di tengah keterbatasan dan kondisi tanah yang terus tergerus arus sungai, warga Desa Padabeunghar masih menjaga harapan. Bahwa suatu hari nanti, air akan kembali mengalir ke lahan mereka. Bahwa kehidupan di tanah pertanian yang lama terabaikan akan bangkit kembali.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kota Sukabumi Bangun Diplomasi Kota Lewat Audiensi dengan Irish Chamber of Commerce

0

Wartain.com || Upaya memperluas jejaring internasional terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi sebagai bagian dari strategi pembangunan kota yang inklusif dan berdaya saing global. Hal ini ditunjukkan melalui audiensi dengan Irish Chamber of Commerce Indonesia yang berlangsung pada Selasa (20/5/2025) di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi.

Dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dan Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, pertemuan ini menjadi langkah konkret diplomasi kota atau city diplomacy yang menjembatani kolaborasi lintas negara, khususnya antara Kota Sukabumi dan Irlandia. Delegasi dari Irlandia dipimpin oleh Michael Noble, Ketua Irish Chamber of Commerce, yang menyampaikan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis dalam penguatan kerja sama sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan ekonomi kreatif.

“Kami percaya bahwa Sukabumi memiliki banyak potensi yang bisa diangkat ke tingkat global, terutama melalui pendekatan kerja sama yang bersifat jangka panjang dan saling menguntungkan,” ujar Michael dalam sambutannya.

Wakil Wali Kota Bobby Maulana memperkenalkan Sukabumi sebagai kota yang kaya akan nilai budaya, memiliki masyarakat yang ramah, dan didukung oleh sektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat. “Kami menyambut baik inisiatif Irish Chamber. Kami percaya kolaborasi ini akan membuka peluang baru, terutama bagi pelaku UMKM dan sektor industri kreatif lokal,” kata Bobby.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah menjajaki kemungkinan promosi produk unggulan lokal di pasar Eropa. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmat Sukandar, yang turut hadir, memaparkan ragam potensi daerah, dari kuliner hingga batik khas Sukabumi seperti Lokatmala, Kenari, dan Geulis.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi lokal kami tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki nilai budaya tinggi yang layak untuk dikenalkan di pasar global,” ujar Rahmat.

Lebih dari sekadar kunjungan kehormatan, audiensi ini dipandang sebagai awal dari babak baru kerja sama internasional berbasis kekuatan lokal. Pemerintah Kota Sukabumi berharap diplomasi kota yang digagas ini dapat membuka akses terhadap investasi, pertukaran budaya, serta peningkatan kapasitas SDM melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan komunitas bisnis Irlandia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Coaching dan Mentoring Jadi Strategi Transformasi ASN di Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong transformasi birokrasi melalui penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satu langkah strategis dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Coaching dan Mentoring bagi ASN, Selasa (20/5/2025).

Bimtek yang dilaksanakan di Aula BKPSDM ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat dari BPSDM Provinsi Jawa Barat, serta para administrator dari berbagai perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menekankan bahwa coaching dan mentoring bukan sekadar metode pelatihan, melainkan bagian dari strategi pembinaan SDM untuk menciptakan birokrasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan. “ASN harus mampu menjadi katalis perubahan, bukan sekadar pelaksana kebijakan. Melalui coaching dan mentoring, kita dorong terwujudnya budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern, ASN tidak hanya dituntut memahami aturan, tetapi juga mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen perubahan. “Transformasi SDM adalah pondasi utama menuju pelayanan publik yang prima,” tegasnya.

Selain itu, bimtek ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN terhadap nilai-nilai moral dan etika, serta menjaga netralitas politik. Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjauhi praktik menyimpang dan mendorong ASN menjadi teladan bagi masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Sukabumi yang difokuskan pada isu strategis seperti penanggulangan stunting, peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan tenaga pendidik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

Melalui bimtek ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap ASN tidak hanya siap menghadapi kompleksitas birokrasi, tetapi juga mampu menjadi pendorong utama terwujudnya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sri Mulyani Sebut Efisiensi Anggaran akan Berlanjut di Tahun 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan efisiensi anggaran akan tetap dilakukan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dalam penyusunannya dipastikan akan melihat berdasarkan evaluasi tahun ini.

Demikian kata Sri Mulyani usai menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) tahun 2026, di rapat paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan III. Dokumen itu akan menjadi bahan pembahasan awal penyusunan APBN 2026.

“Ini kan masih sekitar dua bulan lagi ya, jadi kinerja dari kementerian/lembaga dan langkah-langkah efisiensi mereka tentu akan masuk di dalam pertimbangan untuk penyusunan pagu dari anggaran APBN,” kata Sri Mulyani kepada wartawan di Gedung DPR RI, Selasa (20/5/2025).

“Pasti dilakukan, itu tadi. Jadi kalau mau disampaikan jawaban saya, tegas iya dilakukan (efisiensi),” tambahnya.

Sri Mulyani menyebut efisiensi dilakukan untuk penguatan kualitas belanja agar lebih produktif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Melalui penguatan kualitas belanja tersebut, belanja negara akan dialokasikan di kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB di 2026.

“Pemerintah memperbaiki sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah untuk peningkatan kualitas belanja daerah agar lebih produktif, perbaikan kualitas layanan publik dan penguatan kemandirian daerah. Melalui penguatan kualitas belanja tersebut, belanja negara dialokasikan di kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB,” beber Sri Mulyani.

Dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi dan sosial untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera, strategi jangka menengah difokuskan pada delapan strategi yang mendukung agenda pembangunan yakni (i) ketahanan pangan; (ii) ketahanan energi; (iii) Makan Bergizi Gratis (MBG); (iv) program pendidikan; (v) program kesehatan; (vi) pembangunan desa, koperasi dan UMKM; (vii) pertahanan semesta; serta (viii) akselerasi investasi dan perdagangan global.

“Strateginya mengacu pada Asta Cita 8 prioritasnya Bapak Presiden baru dan kita optimalkan berdasarkan program-program yang didevelop oleh kementerian dan lembaga, tentu saja dengan arahan dan guidance dari Bapak Presiden,” imbuh Sri Mulyani.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)