26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 69

Ketua PWI Sukabumi Teken Komitmen Bersama Kawal SPMB 2026 yang Bersih dan Transparan

0

Wartain.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain, ikut menandatangani Komitmen Bersama Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Penandatanganan berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani No. 36, Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi ini turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Dinas Pendidikan, dan berbagai lembaga terkait.

Kehadiran PWI dalam agenda tersebut menjadi bentuk keterlibatan pers dalam mengawal proses penerimaan murid baru agar berjalan bersih dari praktik penyimpangan.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain, menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hak pendidikan anak-anak terpenuhi tanpa kecurangan. Ia menyatakan kesiapan jurnalis untuk mengawasi jalannya SPMB di lapangan.

“Kami di PWI berkomitmen penuh mendukung SPMB yang bersih. Pers akan menempatkan diri sebagai mata dan telinga masyarakat untuk memastikan tidak ada praktik percaloan, intimidasi, ataupun titip-menitip bangku kosong yang merugikan siswa yang benar-benar berhak,” ujar Nuruddin yang akrab disapa Kang Anom, usai acara.

Menurutnya, penandatanganan komitmen ini sejalan dengan fungsi pers yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pers, kata dia, berperan sebagai media informasi, pendidikan, sekaligus kontrol sosial.

“Melalui fungsi kontrol sosial, pers harus hadir sebagai pilar pengawas jalannya kebijakan publik, termasuk dalam SPMB ini. Kami berharap bisa berjalan dengan amanah dan berintegritas guna menjaga hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan adil,” pungkas Kang Anom.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Warga Padati Kantor Kecamatan Urus IKD untuk Syarat SPMB SMA/SMK 2026

0

Wartain.com – Pelayanan administrasi di sejumlah kantor kecamatan di Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan kunjungan warga dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya terjadi di Kecamatan Cikembar, di mana masyarakat ramai mendatangi kantor kecamatan untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD), Selasa 26/05/2026.

Meningkatnya antrean warga tersebut dipicu oleh pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Barat. IKD kini menjadi salah satu dokumen pendukung dalam proses verifikasi data domisili calon peserta didik.

Camat Cikembar, Asep Rusli Rusmawijaya, mengatakan masyarakat mulai menyadari pentingnya aktivasi IKD karena berkaitan langsung dengan proses pendaftaran sekolah tingkat SMA dan SMK.

Menurutnya, IKD merupakan bentuk digital dari KTP elektronik yang dapat diakses melalui aplikasi di telepon pintar. Sistem tersebut dikelola Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk mempermudah pelayanan administrasi publik secara digital.

“Sekarang masyarakat banyak datang ke kecamatan untuk mengaktifkan IKD karena menjadi salah satu syarat penunjang dalam proses domisili SPMB SMA,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, penentuan domisili dalam SPMB tahun ini dilakukan secara digital dengan dukungan data kependudukan berbasis koordinat GPS. Karena itu, masyarakat yang belum memiliki IKD aktif harus segera melakukan registrasi agar data kependudukan dapat terintegrasi dengan sistem penerimaan siswa baru.

Lonjakan pengurusan IKD tersebut terjadi setelah terbitnya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 420/Kep.207-Disdik/2026 tentang Petunjuk Teknis SPMB SMA, SMK, dan SLB Tahun Ajaran 2026/2027. Aturan tersebut merupakan penyempurnaan sistem penerimaan sebelumnya yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.

Dalam kebijakan terbaru itu, sistem zonasi resmi diganti menjadi jalur domisili berbasis rayon dengan kuota minimal 30 persen untuk jenjang SMA. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memperketat validasi data kependudukan melalui ketentuan Kartu Keluarga yang minimal telah terbit satu tahun sebelum pendaftaran.

Selain jalur domisili, SPMB tahun ini juga membuka jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, anak terlantar, serta peserta didik berkebutuhan khusus tertentu. Sementara jalur prestasi kini dilengkapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) guna meningkatkan objektivitas seleksi.

Asep menuturkan, kondisi antrean pengurusan IKD tidak hanya terjadi di Kecamatan Cikembar, tetapi juga hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan wilayah Jawa Barat lainnya.

“Karena pengaksesannya dilakukan secara bersamaan dari banyak daerah, server pusat terkadang mengalami keterlambatan atau lag,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat lebih awal mengaktifkan identitas kependudukan digital agar tidak menumpuk saat dibutuhkan untuk kepentingan administrasi tertentu. Pemerintah sendiri terus mendorong pelaksanaan SPMB 2026 dilakukan secara daring, transparan, gratis, dan akuntabel.

Selain itu, pemetaan calon peserta didik melalui akun digital juga mulai diterapkan untuk memastikan seluruh siswa memperoleh akses pendidikan secara merata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Festival Kurban Kreatif Sambut Iduladha, Santri di Sukabumi Tampilkan Kabaret dan Hias Domba Bertema Sejarah Sunda

0
Oplus_131072

Wartain.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana berbeda tampak di lingkungan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Para santri tidak hanya disibukkan dengan persiapan ibadah kurban, tetapi juga menghadirkan festival kreatif yang memadukan seni pertunjukan, edukasi, dan kepedulian terhadap hewan.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (26/5/2026) tersebut menghadirkan konsep unik berupa dekorasi hewan kurban yang dikemas dalam pertunjukan kabaret bertema religi dan sejarah lokal. Kambing serta domba yang akan dikurbankan dilibatkan sebagai bagian dari alur cerita yang diperankan para santri.

Beragam atribut dan properti digunakan untuk memperkuat penampilan. Menariknya, sebagian besar perlengkapan dibuat dari bahan bekas dan barang daur ulang sebagai bentuk kreativitas sekaligus efisiensi biaya.

Salah satu kelompok peserta menarik perhatian lewat penampilan bertema “Milangkala Tatar Sunda”. Dalam pertunjukan tersebut, domba dihias menyerupai pasukan pengawal yang menarik kereta kencana pembawa mahkota Binokasih, menghadirkan nuansa budaya Sunda yang kental.

Santriwati kelas 11 MA Terpadu Al Irsyad, Amira Faiza Azmi, mengungkapkan proses persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.

“Persiapannya cukup menantang karena waktunya kurang dari satu minggu. Untuk dekorasi dan properti kami memanfaatkan barang yang tersedia, seperti triplek bekas, sehingga tidak membutuhkan biaya besar,” ujar Amira.

Ia menjelaskan, dalam alur cerita yang ditampilkan, domba berperan sebagai prajurit yang mengawal penjemputan mahkota.

“Selanjutnya mahkota itu akan diserahkan oleh Bapak Kiai Haji Muhammad Fajar Laksana kepada Bapak Dedi Mulyadi,” katanya.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH M Fajar Laksana, menuturkan kegiatan tersebut bukan sekadar menampilkan hewan dengan dekorasi menarik. Menurutnya, festival ini menjadi media pembelajaran agar santri memahami cara memperlakukan hewan dengan baik.

“Santri diajak menyusun cerita dan menghadirkan domba sebagai bagian dari pertunjukan. Dari sini kreativitas mereka dilatih sekaligus belajar membangun hubungan yang baik dengan hewan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terdapat nilai pendidikan fiqih yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut, terutama mengenai adab terhadap hewan kurban. Hewan yang akan dikurbankan, menurutnya, tetap harus diperlakukan dengan baik, dirawat, dibersihkan, dan dijaga kenyamanannya sebelum proses penyembelihan.

“Dalam ajaran Islam, proses kurban juga mengajarkan adab. Hewan tidak boleh diperlakukan secara kasar atau menimbulkan kesan menyiksa, baik domba maupun sapi,” tutupnya.

Melalui festival ini, Ponpes Dzikir Al Fath ingin menanamkan pesan bahwa ibadah kurban tidak hanya berbicara tentang penyembelihan, tetapi juga tentang kepedulian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap makhluk hidup.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026

0

Wartain.com  – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memastikan kesiapan penuh sistem kelistrikan selama perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dan Hari Raya Waisak 2570 BE. Kesiapan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati layanan publik dengan nyaman selama periode libur hari raya.

Sebagai bagian dari Siaga Kelistrikan Hari Raya Idul Adha dan Waisak 2026, PLN UID Jawa Barat mengerahkan sebanyak 4.993 personel yang disiagakan di 289 posko yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.

Untuk mendukung keandalan pasokan listrik, PLN UID Jawa Barat juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung, antara lain 32 unit UPS Mobile, 124 unit gardu bergerak, serta material cadangan dan peralatan teknis lainnya guna mengantisipasi potensi gangguan selama masa siaga berlangsung.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengatakan bahwa PLN melakukan pengamanan sistem kelistrikan secara menyeluruh mengingat tingginya aktivitas masyarakat selama momentum hari besar keagamaan.

“PLN UID Jawa Barat all out menjaga keandalan sistem kelistrikan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Hari Raya Idul Adha dan Waisak dengan tenang dan nyaman. Listrik memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ibadah, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga pusat keramaian selama libur hari raya,” ujar Sugeng, Selasa 25/05/2026.

PLN UID Jawa Barat juga melakukan pengamanan pasokan listrik pada berbagai lokasi prioritas yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Terdapat 132 masjid, 58 vihara, 55 lokasi keramaian dan tempat wisata, 59 pusat perbelanjaan, serta 121 rumah sakit umum yang mendapat perhatian khusus selama masa siaga.

Selain itu, pengamanan dilakukan pada 151 lokasi VVIP dan VIP, termasuk kantor pemerintahan dan instansi strategis guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama periode libur nasional.

Dari sisi sistem kelistrikan, PLN UID Jawa Barat mencatat daya mampu pasok sebesar 16.106 megawatt (MW). Sementara pada Hari Raya Idul Adha 1447 H tanggal 27 Mei 2026, beban puncak diperkirakan mencapai 7.061 MW dengan cadangan daya sebesar 9.045 MW. Kondisi ini menunjukkan sistem kelistrikan Jawa Barat berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain kesiapan petugas di lapangan, PLN UID Jawa Barat juga memastikan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile tetap dapat diakses selama 24 jam.

Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat melakukan berbagai layanan kelistrikan seperti pembayaran tagihan, pembelian token, pengaduan gangguan, hingga permohonan layanan listrik secara cepat dan praktis tanpa harus datang ke kantor PLN.

“Masyarakat kini semakin mengandalkan layanan digital. Karena itu, PLN Mobile dan seluruh petugas kami tetap bersiaga 24 jam untuk memastikan kebutuhan pelanggan dapat terlayani dengan cepat selama libur hari raya,” tambah Sugeng.

PLN UID Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak selama libur Idul Adha dan Waisak, serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.

Melalui kesiapan personel, infrastruktur, dan layanan digital tersebut, PLN UID Jawa Barat berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menikmati suasana hari raya dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Keluarga Besar Wartain.com, Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H

0
Oplus_131072

Wartain.com – Keluarga Besar  Wartain.com, melalui CEO Siti Ratna Maymunah S.Pd, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh pembaca, mitra kerja, karyawan, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Ucapan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan salat Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dalam pesannya, Siti Ratna Maymunah, S.Pd menekankan bahwa Idul Adha adalah momentum refleksi untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga semangat pengorbanan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbagi, peduli, dan menjaga solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya, Selasa 26/05/2026.

Menurutnya, makna kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan semata. Lebih dari itu, Idul Adha mengingatkan setiap individu untuk rela melepaskan ego dan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar.

“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan. Tentang bagaimana kita belajar memberi tanpa mengharapkan balasan, dan bagaimana kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Sebagai pemimpin media digital, Siti Ratna Maymunah, S.Pd, juga menyoroti peran pers dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa Wartain.com berkomitmen menghadirkan informasi yang tidak hanya aktual, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Keluarga Besar Wartain.com, Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H (Foto : Alvin)

“Sebagai media, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi ruang publik yang sehat. Kami ingin setiap berita yang kami sajikan bisa mendorong masyarakat untuk berpikir positif, peduli, dan bergerak bersama membangun bangsa,” katanya.

Siti Ratna Maymunah, S.Pd menambahkan, di tengah tantangan ekonomi dan sosial saat ini, semangat Idul Adha menjadi penting untuk menjaga optimisme. Nilai berbagi dan saling menguatkan diharapkan bisa membantu masyarakat melewati masa sulit dengan lebih tangguh.

Ia juga mengajak seluruh tim Wartain.com untuk menjadikan Idul Adha sebagai pengingat agar bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan empati terhadap sesama.

“Perayaan ini bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemanusiaan dan solidaritas adalah nilai universal yang harus dijaga,” jelasnya.

Menutup pesannya, Siti Ratna Maymunah, S.Pd berharap Idul Adha 1447 H membawa keberkahan, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh keluarga besar Wartain.com serta masyarakat Indonesia secara luas.

“Semoga setiap pengorbanan kecil yang kita lakukan hari ini tumbuh menjadi keberkahan besar di masa depan. Selamat merayakan Idul Adha 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H, Tekankan Makna Keikhlasan Berkurban

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M kepada seluruh masyarakat. Ucapan tersebut disampaikan oleh drh. Asep Kurnadi, selaku Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, pada Selasa 26/05/2026.

Dalam pesan yang disampaikan, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, mengajak masyarakat memaknai Idul Adha sebagai momentum memperkuat keikhlasan.

“Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga setiap bagian kecil dari hidup yang kita ikhlaskan hari ini tumbuh menjadi keberkahan besar yang tak pernah kita duga datangnya dari Allah SWT,” ucap Kadis.

Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Hari raya kurban ini diperingati umat Islam dengan menyembelih hewan kurban sebagai wujud keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Di Kabupaten Sukabumi, perayaan biasanya dipusatkan di masjid dan lapangan terbuka di setiap kecamatan.

Sebagai instansi yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi juga memiliki peran penting menjelang Idul Adha. Setiap tahun dinas peternakan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan yang disembelih sehat, layak konsumsi, dan bebas dari penyakit.

“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan, tapi juga tentang memastikan prosesnya berjalan sesuai syariat dan menjaga kesehatan masyarakat. Kami terus melakukan pengawasan agar hewan kurban yang beredar aman,” ujar drh. Asep Kurnadi.

Ucapan resmi ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Sukabumi. Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi juga mengimbau warga, untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan pasca penyembelihan agar perayaan berjalan khidmat dan sehat.

Dengan semangat keikhlasan yang digaungkan, Idul Adha 1447 H di Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum berbagi dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tradisi Antar Makanan Jelang Hari Raya, Kini Hampir Punah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dua atau sehari  sebelum Idul Fitri atau Idul Adha tiba, aroma opor ayam, rendang, dan kue kering dulu selalu menyeruak dari dapur ke dapur. Anak-anak membawa bungkusan anyaman daun pisang atau besek bambu, berkeliling dari rumah ke rumah tetangga. Kini, tradisi antar makanan jelang hari raya itu hampir punah ditelan perubahan zaman.

Di Kampung Cikawung, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tradisi ini masih melekat di ingatan warga berusia 50 tahun ke atas. Dahulu, ibu-ibu bergotong royong memasak besar-besaran tiga-dua hari sebelum Lebaran. Hasil masakan itu dibagi rata ke seluruh tetangga, tanpa memandang status ekonomi.

“Kalau dulu, belum afdol rasanya kalau belum nyobain opor buatan tetangga sebelah. Kami tukar-tukaran kue, tukar-tukaran lauk. Rasanya lebih hangat,” kenang Mak Ening (59) tahun, yang masih mengingat kebiasaan itu, Selasa 26/05/2026.

Tradisi ini bukan sekadar berbagi makanan. Ia menjadi cara warga menjaga silaturahmi dan saling menguatkan sebelum hari raya tiba. Tidak ada yang merasa sendiri, karena setiap rumah selalu mendapat jatah makanan dari tetangga.

Kini pemandangan itu nyaris tidak terlihat lagi. Banyak rumah yang tertutup rapat menjelang Lebaran. Anak-anak tidak lagi terlihat membawa besek keliling kampung. Yang ada hanya kurir paket dan tumpukan hampers dari toko kue.

Perubahan gaya hidup menjadi penyebab utama memudarnya tradisi ini. Kesibukan kerja membuat ibu-ibu tidak lagi punya waktu memasak dalam jumlah besar. Banyak keluarga memilih membeli makanan jadi karena dianggap lebih praktis dan efisien.

Selain itu, rasa sungkan juga mulai muncul. Sebagian warga merasa malu jika masakan rumahan mereka kalah enak dibanding kue pabrikan. Perlahan, kebiasaan berbagi makanan buatan sendiri tergantikan oleh bingkisan bermerek yang seragam.

Perkembangan teknologi dan media sosial juga turut mengubah pola interaksi warga. Ucapan selamat dan silaturahmi kini cukup disampaikan lewat pesan singkat atau unggahan di media sosial. Kontak fisik dan tatap muka yang dulu menjadi inti tradisi ini perlahan menghilang.

Padahal bagi antropolog budaya, tradisi antar makanan adalah media komunikasi sosial yang kuat. Lewat sepiring opor atau sepotong kue cincin, pesan kepedulian dan kebersamaan tersampaikan tanpa perlu banyak kata.

Beberapa komunitas di daerah mulai mencoba menghidupkan kembali tradisi ini. Salahsatunya di Kampung Cikawung ini, muncul gerakan “Tukar Kue Lebaran” antar tetangga yang diinisiasi lewat beberapa komunitas warga. Meski skalanya kecil, kegiatan ini mendapat sambutan hangat.

“Kalau tradisi ini hilang, yang hilang bukan hanya makanannya, tapi juga rasa gotong royong dan kepedulian antar tetangga. Padahal itu yang membuat hari raya terasa berbeda,” ujar Ejang, (52) tahun, salah satu penggagas kegiatan tukar kue di lingkungannya.

Upaya kecil ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa makna hari raya bukan hanya soal berkumpul bersama keluarga sendiri, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Usai Laga Persib VS Persija pada Pekan ke-32

0
Oplus_131072

Wartain.com – Laga panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di pekan ke-32 Super League 2025/2026 berbuntut panjang. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan enam sanksi kepada pemain dan kedua klub menyusul insiden di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Persib itu memang berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal. Seharusnya digelar di SUGBK Jakarta, laga terpaksa dipindah ke Samarinda karena terkendala izin keramaian.

Di lapangan, Maung Bandung tampil lebih efektif lewat dua gol Adam Alis. Kemenangan itu sekaligus memperbesar peluang Persib menuju gelar juara Super League musim ini. Sementara bagi Persija, kekalahan tersebut memupus harapan mereka dalam perburuan trofi.

Drama belum berhenti saat peluit panjang berbunyi. Ketegangan antarpemain berlanjut di luar lapangan dan menjadi sorotan Komdis PSSI dalam sidang disiplin.

Dari kubu Persib, kapten tim Marc Klok mendapat teguran keras karena dianggap melakukan provokasi dengan mengajak suporter bernyanyi. Rekan setimnya, Beckham Putra Nugraha, juga dihukum karena selebrasi berlebihan yang memancing emosi pemain lawan. Persib sebagai klub juga diwajibkan mengganti kerugian material akibat perusakan kursi plastik di stadion dan menerima teguran resmi.

Di kubu Persija, tiga pemain ikut dijatuhi sanksi. Witan Sulaeman, Rizki Ridho dan Carlos Eduardo juga terkena sanksi yang sama berupa teguran keras atas insiden pasca pertandingan.

Komdis PSSI menegaskan seluruh sanksi diberikan untuk menjaga sportivitas dan ketertiban kompetisi. Hingga kini, kedua klub belum menyampaikan pernyataan resmi terkait putusan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dampingi Wakil Gubernur Provinsi Hebei China Bertemu Menko Perekonomian RI, Bamsoet Dorong Investor China Bangun Data Center di Indonesia

0

JAKARTA, WARTAIN.COM – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong masuknya investasi dari China untuk mempercepat pengembangan ekosistem data center nasional, sekaligus menegaskan bahwa penguatan sektor digital harus berjalan beriringan dengan perbaikan tata kelola perdagangan dan logistik nasional. Indonesia memiliki pasar digital yang tumbuh sangat cepat dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat, namun di sisi lain masih menghadapi persoalan klasik di sektor shipping line yang selama puluhan tahun menjadi sumber kebocoran devisa dan tingginya biaya ekonomi nasional.

Bamsoet menilai momentum pengembangan data center di Indonesia saat ini sangat tepat. Dengan populasi digital yang terus tumbuh dan jumlah pengguna internet yang telah menembus lebih dari 350 juta koneksi perangkat, kebutuhan terhadap cloud, penyimpanan data, layanan AI, serta infrastruktur digital meningkat tajam. Proyeksi pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai USD 9,43 miliar pada tahun 2030, didorong kebutuhan cloud, AI, serta transformasi digital lintas sektor.

“Investor dari China memiliki kapasitas teknologi, pembiayaan, dan pengalaman membangun ekosistem digital berskala besar yang bisa dipadukan dengan potensi dalam negeri. Indonesia harus menjadi tujuan utama investasi tersebut dengan menawarkan kepastian regulasi, ketersediaan energi, insentif fiskal, dan kemudahan perizinan,” ujar Bamsoet usai mendampingi Wakil Gubernur Provinsi Hebei China Zhao Chenxin bersama para pengusaha China bertemu Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (26/5/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, Indonesia memiliki daya tarik yang besar di mata investor internasional. Selain didukung populasi digital yang masif dan penetrasi internet yang terus meningkat, pemerintah juga telah membuka ruang investasi yang lebih kompetitif melalui insentif fiskal, kawasan ekonomi khusus, serta fleksibilitas kepemilikan modal asing di sektor infrastruktur digital.

Sejumlah kawasan memiliki peluang besar pengembangan data center berskala internasional. Semisal, kawasan Batam memiliki posisi strategis karena kedekatan konektivitas dengan Singapura, sementara koridor industri Jawa seperti Cikarang memiliki keunggulan pasokan energi dan jaringan. Di bagian timur Indonesia, Manado dinilai mulai diperhitungkan karena tersambung ke jaringan kabel bawah laut internasional yang membuka akses langsung ke pasar Amerika Serikat.

“Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi kekuatan baru industri data center di Asia. Kita mempunyai pasar digital terbesar di Asia Tenggara, posisi geografis strategis, kebutuhan komputasi yang terus melonjak karena perkembangan artificial intelligence, serta dukungan kebijakan pemerintah yang semakin kompetitif,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor Keagenan dan Industri (ARDIN) Indonesia) ini juga menyoroti persoalan shipping line yang selama ini menjadi salah satu titik lemah ekonomi nasional. Ketergantungan terhadap kapal asing untuk angkutan ekspor-impor membuat biaya logistik tinggi dan devisa terus mengalir keluar. Biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran lebih dari 14 persen terhadap PDB dan menjadi tantangan besar bagi efisiensi perdagangan nasional. Persoalan tersebut diperparah oleh lamanya waktu tunggu pelabuhan, lemahnya integrasi rantai pasok, serta minimnya utilisasi galangan kapal domestik.

“Selama angkutan laut ekspor-impor masih didominasi pihak asing dan tata kelola perdagangan belum transparan, maka keuntungan ekonomi nasional akan terus bocor. Kita memerlukan pembenahan menyeluruh mulai dari pelabuhan, kepabeanan, sistem ekspor, hingga penguatan armada nasional,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembenahan tata kelola perdagangan dan pengetatan pengawasan ekspor komoditas strategis. Menurut Bamsoet praktik manipulasi dokumen ekspor, under-invoicing, transfer pricing, serta penempatan keuntungan di luar negeri telah lama menjadi sumber kebocoran ekonomi nasional. Kebijakan penguatan pengawasan melalui sistem ekspor yang lebih terintegrasi dan kewajiban penempatan devisa hasil ekspor di dalam negeri dinilai sebagai langkah untuk mengembalikan manfaat perdagangan kepada perekonomian nasional.

“Setiap dolar hasil ekspor sumber daya alam harus memberikan dampak bagi pembangunan nasional. Negara tidak boleh kehilangan ruang fiskal karena manipulasi perdagangan atau lemahnya pengawasan. Pembenahan shipping line, penguatan industri maritim, dan pembangunan data center harus menjadi satu paket transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri dan ekonomi digital yang berdaulat,” pungkas Bamsoet. (*)

Editor : Abdul Salam

Catatan Politik Bamsoet : Fiskal 2027 Untuk Pulihkan Kinerja Ekonomi Nasional

0

Oleh : Bambang Soesatyo

Wartain.com – Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) lImu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan)

KERANGKA Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR pada 20 Mei 2026 patut dipahami sebagai upaya pemerintah merespons ragam masalah yang mengemuka saat ini. Pemerintah tetap fokus pada upaya penguatan daya tahan ekonomi nasional dengan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, arah kebijakan fiskal 2027 juga realistis dan terukur, karena berpijak pada fakta perlambatan ekonomi dunia, tensi geopolitik, perang dagang, serta tekanan suku bunga global. Kendati realistis dan terukur, pemerintah tetap mampu menjaga optimisme tentang prospek ekonomi nasional dengan target pertumbuhan 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Target itu memperlihatkan keberanian pemerintah mengambil langkah strategis menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi semua elemen masyarakat. Perhatian ekstra hari-hari ini memang harus terarah pada peningkatan kesejahteraan bersama. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen perjuangan negara untuk memastikan terwujudnya perbaikan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Memahaminya secara komprehensif, dan dalam konteks kekinian, arah kebijakan fiskal 2027 dimaknai sebagai strategi dan solusi dari pemerintah untuk merespons ragam masalah yang mengemuka saat ini. Cakupan masalahnya cukup luas. Di sektor ekonomi misalnya, ditandai dengan penurunan daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga dan tingginya angka pengangguran akibat stagnasi bisnis dan industri.

Semua elemen masyarakat tentu sangat berharap arah kebijakan fiskal dan APBN 2027 menjadi solusi bagi peningkatan kinerja perekonomian nasional, sekaligus sebagai motor penggerak pertumbuhan yang berkualitas. Salah satu aspek terpenting dari fokus kebijakan fiskal tahun mendatang adalah tetap menjaga dan merawat harga energi pada level yang moderat.

Di tengah ketidakpastian dewasa ini, peduli pada harga energi selalu relevan, karena energi menjadi salah satu faktor produksi. Semua orang tahu bahwa kaitannya dengan biaya produksi dan distribusi sangat signifikan. Harga energi yang moderat akan membebaskan sektor industri dan bisnis bebas dari kecenderungan stagnasi saat ini. Industri manufaktur akan terdorong berproduksi dan berpeluang menyerap tenaga kerja.

Maka, dari KEM-PPKF 2027 yang telah dipaparkan Presiden, para menteri di bidang ekonomi diharapkan lebih kreatif dan berani dalam merumuskan kebijakan untuk menemukan jalan keluar yang dapat mengatasi stagnasi sektor industri dan bisnis saat ini. Misalnya, keberanian dan kemauan untuk mengkreasi kebijakan yang fokus pada perlindungan pasar dalam negeri dari serbuan produk asing yang masuk dengan cara ilegal.

Sejauh yang dipahami oleh pelaku bisnis dan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), salah satu penyebab stagnasi saat ini adalah impor ilegal atau penyelundupan produk-produk manufaktur yang dijual di pasar lokal dengan harga dumping. Maka, kesungguhan dan keberhasilan memerangi impor ilegal itu akan mampu menghidupkan kembali aktivitas produktif di sektor industri dan bisnis dalam negeri. Industri dan bisnis yang produktif pada gilirannya akan membuka lapangan kerja.

Selain memerangi penyelundupan produk manufaktur, semangat kebijakan fiskal dan APBN 2027 dengan target pertumbuhannya menyegarkan ingatan tentang kebijakan Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.47 tahun 2024. Ini adalah kebijakan tentang penghapusan utang macet untuk tidak kurang dari satu (1) juta pengusaha kecil, meliputi pelaku UMKM, petani dan nelayan.

Kebijakan ini bertujuan memberi ruang gerak bagi jutaan UMKM, petani dan nelayan untuk bangkit kembali dari himpitan utang. Di sepanjang periode waktu kejayaannya, UMKM Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional berkat kontribusinya yang pernah mencapai 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Daya serap angkatan kerja UMKM mencapai hingga 97 persen. Tidak mengherankan karena jumlah UMKM yang produktif pada tahun 2023 – menurut Badan Pusat Statistik (BPS) — mencapai 59 juta unit usaha dengan produk dan jasa yang sangat beragam.

Fakta historis ini menunjukan adanya potensi besar yang idealnya tidak diabaikan begitu saja. Tantangannya adalah bagaimana membangkitkan dan memulihkan kembali kekuatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Kebijakan fiskal dan APBN 2027 diharapkan dapat menjadi tahap awal dari upaya memulihkan kekuatan UMKM itu.

Untuk memulihkan kinerja perekonomian nasional, dapat dikatakan bahwa Presiden Prabowo sejatinya sudah all out. Selain membuka ruang bagi pemulihan kekuataan UMKM, nelayan dan petani melalui PP No.47/2024, Presiden pun sudah membawa komitmen investasi asing bernilai Rp 1.314 triliun dari rangkaian kunjungan kerja ke berbagai negara. Merealisasikan semua komitmen itu tentu saja menjadi tantangan bagi para pembantu presiden.

Agar kebijakan fiskal dan APBN 2027 ekfektif memulihkan kinerja perekonomian nasional, persolan di sejumlah sektor lain pun tak boleh luput dari perhatian karena keterkaitannya memang signifikan. Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) harus terus diperangi dengan penuh kesungguhan. Efektivitas penegakan hukum harus terus ditingkatkan demi terwujudnya kepastian. Selain itu, birokrasi yang tak efisien tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Salah satu contoh kasus inefisiensi birokrasi yang sempat marak diperbincangkan adalah fakta tentang seorang pejabat eselon I yang diberhentikan karena dia diasumsikan meloloskan anggaran, padahal proposal anggaran itu sebelumnya sudah ditolak.***

Editor : Abdul Salam