26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 70

Pasangan Calon Nomor Urut 1 Siap Pimpin BEM FH Unpas dengan Semangat “BERANI” dan “SEHATI”

0

Wartain.com – Kontestasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pasundan (BEM FH Unpas) mulai mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa. Pasangan calon nomor urut 1, Hafidz Januar Rizky dan Rajwa Khairunnisa, menyatakan kesiapan mereka untuk maju dan membawa perubahan bagi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pasundan.

Dengan mengusung tagline “BERANI” dan “SEHATI”, pasangan ini hadir membawa visi kepemimpinan yang aktif, inklusif, serta berorientasi pada aspirasi mahasiswa. Tagline BERANI memiliki makna Bergerak, Advokatif, Naratif, dan Intelektual. Melalui konsep tersebut, Hafidz dan Rajwa ingin menjadikan BEM FH Unpas sebagai organisasi yang mampu bergerak nyata dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa serta menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis dan solutif.

Hafidz Januar Rizky mengatakan bahwa mahasiswa hukum harus memiliki keberanian untuk menyuarakan aspirasi serta memberikan kontribusi positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, BEM tidak hanya berfungsi sebagai organisasi formal mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah perjuangan dan pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa Fakultas Hukum.

“Kami ingin menghadirkan BEM yang aktif bergerak, responsif terhadap persoalan mahasiswa, dan mampu menjadi jembatan komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan pihak kampus,” ujar Hafidz.

Sementara itu, Rajwa Khairunnisa menjelaskan bahwa semangat SEHATI yang mereka usung memiliki arti Sinergis, Empatis, Harmonis, Integritas, dan Inklusif. Nilai tersebut menjadi dasar bagi pasangan nomor urut 1 dalam membangun organisasi yang terbuka serta mampu merangkul seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang.

“Kami ingin menciptakan suasana organisasi yang nyaman, harmonis, dan penuh rasa kekeluargaan. BEM harus menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa FH Unpas,” kata Rajwa.

Pasangan calon nomor urut 1 tersebut juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kegiatan akademik, sosial, dan advokasi mahasiswa. Mereka berharap BEM FH Unpas dapat menjadi organisasi yang lebih progresif serta mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

Dengan semangat “BERANI” dan “SEHATI”, Hafidz Januar Rizky dan Rajwa Khairunnisa optimistis mampu membawa perubahan positif serta membangun BEM FH Unpas yang lebih solid, aktif, dan berintegritas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(MNL/Biro Bandung)

Jelang Idul Adha, Arus Lalu Lintas di Cibadak Macet Panjang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kepadatan kendaraan melanda ruas Jalan Cibadak menjelang perayaan Idul Adha 1447 H. Sejak pagi hari, arus lalu lintas dari arah Sukabumi menuju Bogor dan sebaliknya tampak tersendat dan merayap lambat, Selasa 26/05/2026

Peningkatan volume kendaraan terjadi hampir di sepanjang jalur utama Cibadak, semenjak keluar pintu tol Parungkuda. Kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk pengangkut barang bercampur menjadi satu, membuat laju kendaraan sulit bergerak cepat.

Titik kemacetan terparah terpantau di sekitar kawasan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan Cibadak. Aktivitas warga yang keluar masuk area tersebut menambah kepadatan di badan jalan.

Sejumlah pengendara mengaku waktu tempuh mereka membengkak berkali lipat. Rute yang biasanya hanya memakan waktu 20 menit kini harus ditempuh lebih dari satu jam.

“Macetnya parah dari pertigaan Cibadak sampai ke arah pasar. Mobil merayap, banyak juga motor yang selip-selip di sela-sela kendaraan,” ujar Andi, warga yang hendak membeli kebutuhan lebaran.

Lonjakan arus ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Idul Adha. Banyak warga mulai berbelanja kebutuhan ibadah kurban, bahan pokok, dan perlengkapan keluarga.

Pedagang hewan kurban yang mulai berjualan di pinggir jalan juga turut mempersempit ruang gerak kendaraan. Beberapa lokasi bahkan memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat penampungan sementara.

Petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi sudah diterjunkan sejak pagi. Mereka berjaga di titik-titik rawan untuk mengatur arus dan mencegah kemacetan semakin parah.

Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalur dan penertiban parkir liar diterapkan di beberapa lokasi. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan yang terjadi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang akan melintas di jalur Cibadak untuk mengatur waktu perjalanan. Penggunaan jalur alternatif juga disarankan agar tidak terjebak kemacetan panjang.

Idul Adha tahun ini jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tradisi persiapan kurban dan mobilitas warga biasanya meningkat beberapa hari sebelumnya, sehingga kepadatan serupa berpotensi berulang hingga H+1.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kadisdik Tegaskan SPMB Harus Transparan dan Bebas Diskriminasi

0

Wartain.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena menegaskan pentingnya seluruh satuan pendidikan melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 sesuai petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penandatanganan komitmen bersama SPMB Ramah Tahun 2026. Menurutnya, komitmen bersama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel.

“Kepada seluruh kepala sekolah dan jajaran pelaksana, dimohon agar petunjuk teknis yang telah disepakati benar-benar dilaksanakan secara konsisten,” ujarnya.

Deden menekankan pentingnya menjunjung prinsip keterbukaan informasi dan non-diskriminasi dalam setiap tahapan seleksi.

Selain itu, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara ramah, informatif, dan mudah diakses oleh orang tua maupun calon peserta didik.

Ia juga meminta agar sosialisasi mengenai prosedur, jadwal, dan kriteria penerimaan dilakukan secara luas agar masyarakat memahami mekanisme SPMB dengan baik.

Menurutnya, pengawasan bersama perlu diperkuat guna mencegah terjadinya kecurangan, percaloan, maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan saluran informasi resmi dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan agar dapat segera ditangani,” ungkapnya.

Deden berharap, melalui komitmen bersama tersebut, pelaksanaan SPMB Tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan berkualitas serta mendukung terwujudnya generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Tegaskan SPMB Harus Transparan dan Non Diskriminatif

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan pentingnya seluruh satuan pendidikan menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara taat azas, transparan, dan bebas diskriminasi. Hal tersebut disampaikannya saat penandatanganan komitmen bersama SPMB Ramah Tahun 2026.

Menurut Bupati, seluruh sekolah harus berkomitmen melaksanakan petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku secara konsisten demi menjamin keadilan bagi masyarakat dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Kita harus menjamin prinsip keterbukaan dan non diskriminasi dalam setiap tahapan seleksi dan penerimaan. Hak peserta didik harus diutamakan sesuai jalur domisili, prestasi, mutasi, maupun afirmasi sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku,” ujar H. Asep Japar.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas pelaksanaan SPMB melalui pengawasan bersama agar tidak terjadi kecurangan, percaloan, ataupun penyalahgunaan kewenangan. Selain itu, pelayanan administrasi kepada masyarakat diminta tetap ramah, informatif, dan mudah diakses.

“Saya berharap komitmen bersama ini mampu memperkuat sinergi dan tanggung jawab seluruh pihak dalam mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang berkualitas.

Dengan begitu, kita dapat mendukung lahirnya generasi muda Kabupaten Sukabumi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Bupati pun mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan saluran informasi resmi dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan selama proses SPMB berlangsung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polres Sukabumi Kota Salurkan Puluhan Hewan Kurban Lewat Program BerQURMA

0

Wartain.com – Dalam rangka menyambut Iduladha 1447 Hijriah, Polres Sukabumi Kota menyalurkan puluhan hewan kurban kepada sejumlah penerima manfaat melalui program BerQURMA (Berqurban Prima). Penyerahan dilakukan di halaman Mapolsek Warudoyong, Selasa (26/5/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, pelaksanaan kurban tahun ini membawa semangat pelayanan dan pengabdian yang diwujudkan melalui tema “Menyembelih Ego, Menghidupkan Pengabdian”.

“Melalui tema BerQURMA atau Qurban Prima dengan semangat ‘Menyembelih Ego, Menghidupkan Pengabdian’, kami ingin menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta pelayanan prima Kepolisian dalam setiap pelaksanaan tugas kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada peringatan Iduladha tahun ini Polres Sukabumi Kota menyiapkan total 79 hewan kurban yang terdiri dari 31 ekor sapi dan 48 ekor kambing.

Hewan-hewan tersebut kemudian didistribusikan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, meliputi delapan yayasan, 24 pondok pesantren, tujuh masjid dan majelis taklim, serta lima organisasi kemasyarakatan.

Tidak hanya penyaluran hewan kurban, Polres Sukabumi Kota juga menyiapkan agenda lanjutan berupa pembagian sekitar 1.000 paket daging kurban kepada masyarakat pada hari berikutnya.

AKBP Sentot berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang humanis, presisi, dan selalu hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

H-1 Iduladha, Harga Beras Ketan dan Bumbu Dapur di Pasar Palabuhanratu Melonjak, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu

0

Wartain.com – H-1 menjelang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah, sejumlah harga komoditas pangan di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai merangkak naik. Lonjakan paling signifikan terjadi pada beras ketan dan kelompok bumbu dapur, sementara komoditas daging ayam terpantau relatif stabil. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (26/5/2026), kenaikan harga komoditas ini dipicu oleh tingginya permintaan warga yang hendak mempersiapkan hidangan khas lebaran.

Di sektor beras, harga beras premium jenis Pandan Wangi di Toko Saroha mengalami kenaikan yang konstan selama lima bulan terakhir, dari Rp420.000 menjadi Rp440.000 per karung. Namun, lonjakan paling ekstrem justru terjadi pada jenis beras ketan.

“Yang melambung tinggi sebelum Iduladha ini beras ketan, sekarang sudah Rp24.000 per kilo dari harga awalnya Rp18.500. Kenaikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum Idulfitri lalu, dan sampai sekarang terus naik,” ujar Rahmawan, seorang pegawai toko beras di Pasar Palabuhanratu.

Tak hanya beras, harga minyak goreng kemasan juga ikut terkerek naik. Minyak Kita yang biasanya dibanderol Rp20.000 kini dijual Rp21.000 per liter. Sementara Minyak Fetta mengalami kenaikan cukup tajam dari harga awal Rp35.000 menjadi Rp43.000 per kemasan. Kenaikan ini pun tercatat sudah terjadi sejak menjelang lebaran Idulfitri lalu.

Beralih ke lapak sayuran, komoditas bumbu dapur terpantau kompak naik tajam, terutama cabai dan bawang-bawangan. Di Toko Sayuran Dian, cabai merah dan cabai rawit yang semula Rp60.000 kini menembus Rp70.000 per kilogram. Kenaikan ini diikuti oleh bawang merah yang melonjak dari Rp40.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, serta bawang putih yang naik ke angka Rp50.000 dari harga awal Rp40.000 per kilogram.

“Untuk cabai dan bawang memang naik semua rata-rata Rp10.000 sampai Rp15.000 per kilo menjelang lebaran ini. Tapi kalau untuk sayuran segar lainnya alhamdulillah masih stabil, tidak ada kenaikan,” jelas Dian, pemilik Toko Sayuran Dian.

Sementara itu untuk komoditas pelengkap menu lebaran, PD Yuhay melaporkan bahwa harga daging ayam broiler masih bertahan di angka stabil, yakni Rp40.000 per kilogram. Meski demikian, dari segi volume pembeli, suasana jelang Iduladha kali ini diakui sedikit ramai namun tidak sepadat saat momentum Idulfitri.

Peningkatan aktivitas belanja yang cukup signifikan justru terlihat di lapak daging sapi dan kerbau. Harga daging sapi yang pada hari biasa dijual Rp140.000 per kilogram, kini merangkak naik menjadi Rp150.000 per kilogram pada H-1 lebaran.

“Sekring Rp150.000 per kilo, harga ini memang tergantung dari stok daging yang tersedia. Menjelang H-1 ini kondisinya lumayan ramai pembeli dibandingkan hari kemarin,” ungkap Deuih, pedagang di Kios Pak Amek Bungsu Jaya.

Meski terjadi lonjakan harga pada beberapa bahan pokok penting, aktivitas transaksi di Pasar Semi Modern Palabuhanratu tetap berjalan kondusif. Warga terlihat tetap memadati pasar demi memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya kurban yang jatuh pada esok hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Panen Raya Ciemas: Simfoni Rasa Syukur, Ketahanan Pangan, dan Kedaulatan Ekonomi Sukabumi

0

Wartain.com  – Kecamatan Ciemas resmi dikukuhkan sebagai wilayah penopang utama swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, saat menghadiri Gerakan Panen Padi bersama unsur Forkopimda di lahan pertanian Kelompok Tani Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Senin (25/5/2026).

Aktivitas panen raya ini bukan sekadar rutinitas agraris, melainkan representasi nyata dari keterikatan mendalam antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Keberhasilan ini sekaligus memperkokoh posisi Kabupaten Sukabumi yang baru saja menyabet penghargaan peringkat kedua sektor pertanian nasional dari Presiden Republik Indonesia.

*Spiritual: Manifestasi Rasa Syukur dan Berkah Bumi*

Bagi masyarakat Ciemas, melimpahnya hasil panen adalah bentuk berkah spiritual yang wajib disyukuri. Bupati Asep Japar mengawali sambutannya dengan untaian doa dan apresiasi mendalam atas sinergi kerja keras manusia dan rida Yang Maha Kuasa.

“Alhamdulillah, prestasi nasional ini menjadi kebanggaan bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh kelompok tani yang tiada henti menjaga produktivitas bumi Sukabumi,” ujar H. Asep Japar.

Panen ini menjadi simbol bahwa tanah yang dirawat dengan keikhlasan akan menghasilkan keberkahan pangan yang melimpah bagi masyarakat.

*Budaya: Gotong Royong dan Tradisi Merawat Tanah*

Secara kultural, Gerakan Panen Padi ini menegaskan kembali kuatnya budaya gotong royong (silih asuh) yang menjadi urat nadi petani Sunda di Sukabumi. Kehadiran pemimpin daerah di tengah sawah membaur dengan kelompok tani mencerminkan tradisi penghormatan terhadap tanah sebagai sumber kehidupan.

Guna menjaga nilai-nilai luhur agraria ini dari gerusan modernisasi yang merugikan, Pemkab Sukabumi melakukan intervensi budaya ekonomi melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Langkah ini dirancang untuk memutus rantai praktik ijon yang kerap menjerat petani secara finansial dan mencederai keadilan sosial di pedesaan.

*Ekonomi: Daulat Pangan dan Program Makan Bergizi Gratis*

Dari kacamata ekonomi, Ciemas kini diproyeksikan menjadi episentrum perputaran uang sektor pertanian lokal. Bupati menegaskan bahwa stabilitas harga gabah harus berpihak pada kesejahteraan petani, bukan tengkulak.

“Petani harus mendapatkan harga jual yang baik dan menguntungkan. Hasil pertanian kita harus bisa diserap dan dimanfaatkan di Sukabumi sendiri,” tegas Bupati.

Strategi hilirisasi ekonomi pangan ini akan diintegrasikan langsung dengan program nasional. Bupati berharap hasil panen Ciemas menjadi pemasok utama kebutuhan beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sukabumi. Langkah taktis ini diambil agar perputaran modal tetap berada di dalam daerah.

“Jangan sampai kebutuhan dapur MBG mengambil beras dari luar daerah. Kita ingin hasil tani masyarakat Sukabumi menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” pungkasnya.

Sebagai langkah konkret pendukung produktivitas, Bupati bersama Forkopimda menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Tamanjaya. Selain itu, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi prioritas pembangunan ke depan demi memastikan pasokan air tawar mengalir lancar, merawat denyut nadi pertanian Ciemas yang berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hak Buruh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerja di Banjar Belum Terdaftar BPJS

0

Wartain.com – Persoalan perlindungan tenaga kerja kembali menjadi sorotan di Kota Banjar. Sejumlah buruh mengaku masih bekerja tanpa terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, meski program tersebut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Namun, di lapangan masih ditemukan pekerja yang belum memperoleh perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) maupun Jaminan Hari Tua (JHT).

Salah seorang pekerja pabrik di Kota Banjar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, risiko kerja yang dihadapi setiap hari tidak sebanding dengan perlindungan yang diterima.

“Kami bekerja dengan risiko yang cukup tinggi. Kalau terjadi kecelakaan kerja, sebagian besar biaya harus ditanggung sendiri karena belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Kondisi itu dinilai membuat pekerja berada dalam posisi rentan, terutama ketika terjadi kecelakaan kerja maupun musibah lain yang berdampak pada kemampuan ekonomi keluarga.

Menanggapi persoalan tersebut, sejumlah aktivis buruh meminta pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang belum memenuhi kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerjanya.

Ketua Forum Solidaritas Buruh (FSB) Kota Banjar, Endang, mengatakan pihaknya akan terus mendorong penegakan aturan ketenagakerjaan agar hak-hak pekerja dapat terpenuhi secara maksimal.

“Kami berharap seluruh perusahaan mematuhi aturan yang berlaku terkait perlindungan tenaga kerja. Hak buruh harus dipenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Endang.

FSB juga mendorong adanya langkah konkret dari pihak terkait, mulai dari pendataan perusahaan, pengawasan rutin, hingga pemberian sanksi administratif bagi perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan.

Selain itu, para pekerja berharap tersedia mekanisme pengaduan yang aman agar buruh dapat melaporkan persoalan ketenagakerjaan tanpa rasa khawatir terhadap intimidasi maupun ancaman kehilangan pekerjaan.

Masyarakat menilai, selain mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah, perlindungan terhadap tenaga kerja juga perlu menjadi perhatian serius. Jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, manusiawi, dan berkeadilan bagi para pekerja di Kota Banjar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

BMKG: Sukabumi Diprakirakan Cerah Berawan dan Hujan Ringan pada 26 Mei 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kabupaten Sukabumi diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan sepanjang hari pada Selasa, 26 Mei 2026. Kondisi ini dinilai cukup bersahabat untuk aktivitas masyarakat di luar ruangan.

Berdasarkan data prakiraan cuaca terkini, suhu di wilayah Sukabumi akan bergerak pada kisaran 19°C di pagi hari hingga 29°C pada siang hari. Matahari terbit pukul 05:56 WIB dan terbenam pada 17:42 WIB.

Memasuki pagi hari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, langit Sukabumi diprakirakan berawan sebagian dengan suhu 24-27°C. Kelembapan udara berada di angka 76%-87%, sementara peluang hujan sangat kecil hanya 3-4%.

Siang hari menjadi waktu dengan suhu paling tinggi. Pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, suhu bertahan di 28°C dengan kondisi berawan sebagian hingga berawan tebal. Peluang hujan meningkat sedikit menjadi 6-12%. Indeks UV pada jam-jam ini mencapai level sangat tinggi hingga 10, sehingga masyarakat diimbau menggunakan pelindung kulit saat beraktivitas di luar.

Memasuki sore hingga malam hari, cuaca tetap didominasi berawan sebagian dan berawan tebal. Suhu turun perlahan dari 28°C menjadi 21°C. Kelembapan udara meningkat hingga 97%, namun peluang hujan tetap rendah di bawah 10%.

Angin bertiup dari arah barat daya hingga selatan dengan kecepatan 2-12 km/jam, tergolong angin sepoi-sepoi. Kualitas udara di Sukabumi juga terpantau baik dengan indeks AQI 48.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca meski peluang hujan rendah. Membawa payung atau jas hujan ringan disarankan untuk berjaga-jaga, terutama pada sore hari.

Prakiraan ini berlaku untuk wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya. Informasi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Bale Bambu Pinggir Jalan di Cibeureum Sukabumi, Polisi Lakukan Penyelidikan

0

Wartain.com – Warga Jalan Sarasa, Kampung Bungbulang, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi dikejutkan dengan penemuan seorang pria paruh baya yang ditemukan meninggal dunia di sebuah bale bambu di pinggir jalan, Senin (25/5/2026) pagi.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 06.45 WIB. Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terlihat berada di sekitar lokasi dalam kondisi beristirahat.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya sempat terbangun. Namun saat diajak berbicara, respons yang diberikan dinilai tidak normal dan pembicaraannya tidak nyambung.

Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian berinisiatif mengantar korban menuju rumah kerabat mantan istrinya. Namun di tengah perjalanan, korban mengeluhkan tidak sanggup melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Setelah beberapa meter korban tidak kuat dan ditidurkan di bale bambu,” kata Ade, Senin 25 Mei 2026.

Warga yang mengetahui kondisi tersebut kemudian ikut memeriksa keadaan korban. Namun saat dicek kembali, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Saksi memanggil beberapa warga, setelah itu benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian menghubungi kepolisian sektor Cibeureum,” tuturnya.

Petugas kepolisian bersama Unit Inafis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Dari hasil pendataan sementara, korban diketahui berinisial EH (61), warga Kampung Bungbulang, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Korban sehari-hari bekerja sebagai petani.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

“Hingga saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti meninggalnya korban,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik