Wartain.com || Guna mengantisipasi penyebaran DBD, Puskesmas Gunungguruh melakukan fogging di Kp Pasir Badak, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 29/06/2024.
Fogging tersebut dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan semakin menyebarnya penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk. Dimana, berdasarkan data di Puskesmas Gunugguruh, wabah penyakit DBD tersebut angkanya cukup tinggi.
Di temui jurnalis wartain.com Eri Kustiawan,Amd.Kep Penanggung jawab program DBD Puskesmas Gunungguruh menyebutkan baru baru ini ada beberapa yang terkena cikungunyah.
“Kita dapat laporan dari warga bahwa ada beberapa warga yang terkena penyakit cikungunyah dan DBD sehingga harus segera ditangani oleh puskesmas setempat,” ucapnya.
“Laporan tersebut kami terima dan langsung melaksanakan fogging atau pengasapan supaya tidak terus banyak yang terjangkit,” tambahnya.
Kemudian Eri berpesan kepada warga agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, serta membiasakan selalu hidup bersih dan sehat.

“Saya berharap, masyarakat selalu membiasakan hidup bersih dan sehat. Jangan lupa juga jaga lingkungan, bersihkan segera tempat-tempat yang dimungkinkan dipakai sarang nyamuk,” harap Eri.
Pelaksanaan fogging sendiri akan terus dilakukan di desa yang lainnya. Karena ini bentuk ikhtiar Puskesmas Gunungguruh dalam mencegah penyebaran DBD
“Kami juga akan melaksanakan lagi fogging tersebut di Desa Sirnaresmi rencananya hari Selasa mendatang,” pungkas Eri.
Berdasarkan pantauan, Fogging tersebut didampingi oleh RT, RW juga warga lain guna untuk memaksimalkan proses nya.
Sebagai bahan informasi, fogging atau pengasapan adalah sebuah teknik yang dipakai untuk membunuh para serangga yang melibatkan pemakaian semprotan pestisida murni yang diarahkan oleh sebuah pompa udara. Dalam beberapa kasus, uap air panas dipakai untuk menyemprot dan didiamkan dalam waktu yang lama.***
Foto : wartain.com/Intan
Editor : Aab Abdul Malik
Reporter : Intan Fitri Utami
