26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 71

Pemkot Sukabumi Dorong ASN Purnabakti Tetap Berkontribusi, Mulai dari Pengelolaan Sampah di Lingkungan

0

Wartain.com – Masa pensiun dinilai bukan menjadi akhir dari pengabdian kepada masyarakat. Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menghadiri acara pelepasan 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sukabumi yang memasuki masa purnabakti per 1 Juni 2026 di Ruang Utama Setda Kota Sukabumi, Senin (25/5/2026).

Dalam sambutannya, Bobby mengapresiasi dedikasi para ASN yang telah menyelesaikan masa tugas selama bertahun-tahun di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Ia menyebut purnabakti sebagai fase baru yang tetap membuka ruang untuk terus memberi manfaat kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, masa purna tugas ini merupakan hal yang patut disyukuri. Pengabdian sebagai ASN memang telah selesai, namun semangat untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat tidak boleh berhenti,” ujar Bobby Maulana.

Menurutnya, para pensiunan memiliki modal pengalaman, jejaring, dan pengetahuan yang masih sangat relevan untuk ikut mendorong perubahan positif di lingkungan sekitar.

Karena itu, Bobby mengajak para ASN purnabakti untuk mengambil peran dalam mendukung program pembangunan daerah, salah satunya melalui gerakan peduli lingkungan yang dimulai dari rumah tangga.

“Bapak dan ibu bisa menjadi agen pemerintah di lingkungan masing-masing dengan mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Hal-hal sederhana seperti pengelolaan maggot dan pembuatan biopori bisa menjadi langkah nyata menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam persoalan lingkungan tidak harus melalui program besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti pengelolaan sampah organik dan pembuatan resapan air, dapat memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan perkotaan.

Bobby berharap semangat pengabdian yang selama ini dijalankan saat menjadi ASN tetap terjaga meskipun telah memasuki masa pensiun. Menurutnya, produktivitas dan aktivitas sosial menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hidup di masa purnatugas.

“Semoga Kota Sukabumi semakin bersih dan sehat, serta bapak ibu semua tetap produktif, tetap bergerak, dan bergembira dalam menjalani masa purna tugas,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, Pemkot Sukabumi Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Aktif dan Sehat

0

Wartain.com – Momentum peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kota Sukabumi dimanfaatkan untuk menguatkan kampanye hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Perwatusi Kota Sukabumi itu digelar di Gedung Juang 45, Senin (25/05/2026), dan dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana bersama Ketua PKK Bidang I sekaligus Pembina Perwatusi, Kia Florita.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Maulana menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus Perwatusi yang baru dilantik sekaligus memberikan apresiasi kepada para lanjut usia yang terus menunjukkan semangat menjalani hidup sehat dan produktif.

Menurutnya, para lansia memiliki peran penting sebagai contoh bagi generasi muda, terutama dalam membangun kebiasaan hidup aktif dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar.

“Gaya hidup pasif akibat terlalu banyak menggunakan gadget dan minim aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab meningkatnya berbagai penyakit di usia muda,” kata Bobby.

Ia menilai perubahan pola hidup saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Menjaga kesehatan, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui pola makan yang baik tetapi juga harus dibarengi aktivitas fisik yang cukup.

Sebagai contoh, Bobby menyebut sosok dr. Mulyono, pendiri Perwatusi, yang hingga usia 93 tahun masih tetap aktif dan menjadi inspirasi dalam menerapkan gaya hidup sehat.

“Kami berharap kepengurusan Perwatusi yang baru dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengkampanyekan kesehatan tulang, perawatan lansia, dan gaya hidup sehat kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Pembina Perwatusi Kia Florita turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru menerima amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan tugas dengan komitmen dan tanggung jawab.

“Perwatusi diharapkan terus aktif menjadi wadah edukasi kesehatan tulang dan penggerak pola hidup sehat melalui berbagai program nyata bagi masyarakat, khususnya lansia,” kata Kia.

Ia juga mendorong agar Perwatusi terus menjaga kekompakan organisasi, memperkuat semangat pengabdian, dan menghadirkan inovasi program sehingga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat Kota Sukabumi yang lebih sehat, aktif, dan sejahtera.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Caesar Almunir P.S, Aktivis Muda yang Tempa Kepemimpinan Lewat Organisasi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Nama Caesar Almunir P.S, dikenal di kalangan aktivis mahasiswa Sukabumi sebagai sosok yang aktif mengawal isu hukum, HAM, dan pemberdayaan masyarakat. Selama menempuh studi, ia menempa kapasitas kepemimpinan melalui berbagai organisasi kampus maupun eksternal.

Di lingkungan kampus, Caesar pernah menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa dan dipercaya menjabat di Kementerian Luar Negeri BEM. Pengalaman itu menjadi pintu masuknya dalam memahami dinamika organisasi dan jejaring antar mahasiswa.

Kiprahnya semakin terlihat saat menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat As-Syafi’i Cabang Sukabumi. Setelahnya, ia dipercaya mengisi posisi Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia HMI Cabang Sukabumi. Di dua peran tersebut, ia aktif mengadvokasi isu-isu kerakyatan dan memperkuat kaderisasi organisasi.

Selain di HMI, Caesar juga aktif di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam sebagai Direktur Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat. Melalui lembaga ini, ia terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan hukum dan program pengabdian masyarakat di wilayah Sukabumi.

Di luar kampus, Caesar memperluas keterlibatannya di berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia menilai pengalaman lintas organisasi menjadi modal penting untuk menjawab tantangan generasi muda dalam menyambut bonus demografi.

Bagi Caesar, semangat pengabdian harus menjadi fondasi kepemimpinan. Konsep itu ia tuangkan dalam gagasan “Gemilang Aradhana”. _Gemilang_ menggambarkan kejayaan, keberhasilan, dan capaian luar biasa, sementara _Aradhana_ yang berasal dari bahasa Sansekerta berarti pengabdian atau persembahan.

“Gemilang Aradhana adalah kepemimpinan yang berdedikasi penuh untuk mencapai kejayaan dengan semangat pengabdian. Ini tentang komitmen terhadap kemajuan, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Dengan rekam jejak organisasi yang solid, Caesar berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan harapan pemuda Indonesia menuju Indonesia Emas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pendaftaran Sekolah Maung di SMAN 2 Kota Sukabumi Dibuka, Kuota 384 Siswa dan Server Sempat Terkendala

0

Wartain.com – Pendaftaran peserta didik untuk program Sekolah Maung (Manusia Unggul) resmi dibuka mulai Senin (25/5/2026). Dari total 41 sekolah yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai penyelenggara program tersebut, SMA Negeri 2 Kota Sukabumi menjadi salah satu sekolah yang mulai melaksanakan tahapan penerimaan.

Humas SPMB SMAN 2 Sukabumi, Shanny Santosa Wijaya, mengatakan proses pendaftaran Sekolah Maung berlangsung lebih awal dibandingkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) reguler. Tahapan pendaftaran dibuka mulai 25 hingga 29 Mei 2026.

“Kita sudah menyiapkan ruangan pelayanan untuk SPMB Sekolah Maung di ruang panitia SPMB SMA 2. Pendaftaran dan juga layanan konsultasi dibuka per hari ini sampai dengan hari terakhir di tanggal 29 nanti,” kata Shanny, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan jauh sebelum pembukaan pendaftaran. Sekolah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah, operator, hingga bagian kesiswaan SMP di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi agar informasi program dapat tersampaikan secara merata.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini disebut cukup tinggi. Salah satu faktor pendorongnya adalah sistem penerimaan yang tidak dibatasi wilayah domisili, selama calon peserta didik masih tercatat sebagai warga Jawa Barat.

“Dalam persiapan juga kita tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk KCD dan juga Dinas Provinsi Jawa Barat terkait dengan hal-hal yang misalnya ada perubahan juknis karena sampai hari ini masih ada beberapa juknis yang berubah,” sebutnya.

Meski peminat diperkirakan cukup besar, jumlah peserta didik yang diterima tetap dibatasi. Sekolah menyiapkan kuota maksimal 384 siswa yang dibagi ke dalam 12 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 32 siswa.

Penerimaan dilakukan melalui tiga jalur seleksi. Jalur Potensi Akademik mendapat alokasi 10 persen dengan penilaian melalui Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilaksanakan psikolog atau tim profesional. Kriteria yang digunakan meliputi IQ minimal 130, tingkat kreativitas tinggi, serta komitmen yang kuat terhadap tugas.

Sementara itu, jalur Kompetensi Akademik memperoleh kuota terbesar yakni 70 persen. Penilaian dilakukan berdasarkan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 50 persen, serta prestasi akademik sebesar 20 persen.

Adapun jalur Kompetensi Non Akademik mendapat porsi 20 persen, dengan penilaian berdasarkan prestasi di bidang olahraga, seni, bahasa, keagamaan, serta pengalaman kepemimpinan seperti OSIS dan Pramuka.

Perbedaan lain yang akan diterapkan di Sekolah Maung berada pada sistem pembelajaran. Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, kurikulum yang digunakan merupakan perpaduan antara Kurikulum Nasional, Internasional, dan Keahlian.

“Tenaga pengajar Sekolah Maung akan melaksanakan assesment terlebih dahulu agar dapat mengetahui kemampuan awal, potensi, karakter, serta kebutuhan belajar peserta didik sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang tepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” ujar Shanny.

Di hari pertama pembukaan pendaftaran, sekolah juga menghadapi kendala teknis berupa tingginya akses ke sistem yang menyebabkan server belum berjalan optimal.

“Di hari pertama, udah ada banyak yang daftar. Kita server-nya masih down. Jadi kita belum tahu jumlah sementara yang mendaftar. Jadi kemungkinan besar baru normal itu biasanya hari kedua,” jelasnya.

Pendaftaran Sekolah Maung dapat dilakukan secara langsung maupun daring melalui laman resmi. Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran pada 25–29 Mei 2026, dilanjutkan verifikasi 25 Mei–2 Juni, uji kompetensi 3 Juni, pengumuman 8 Juni, hingga daftar ulang pada 9–10 Juni 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sambut Garuda Championship Series, Timnas Indonesia Siap Tantang Oman dan Mozambik di GBK

0

Wartain.com – Tim Nasional (Timnas) Indonesia resmi mengumumkan partisipasinya dalam turnamen persahabatan internasional bertajuk “Garuda Championship Series”. Berdasarkan rilis resmi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), skuad Garuda dijadwalkan akan menjajal kekuatan dua tim dari konfederasi berbeda, yaitu Timnas Oman (OMA) dan Timnas Mozambik (MOZ). Agenda ini menjadi langkah strategis PSSI dalam memanfaatkan jeda internasional untuk menguji kedalaman skuad sekaligus mendongkrak posisi Indonesia di peringkat FIFA. Senin, 25 Mei 2026.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang berlokasi di Jakarta secara resmi dipilih sebagai arena pertempuran tunggal untuk seluruh rangkaian pertandingan ini. Dipilihnya stadion berkapasitas besar ini diharapkan mampu menghadirkan atmosfer magis dan tekanan mental bagi tim tamu lewat kehadiran puluhan ribu suporter fanatik Merah Putih. Visual resmi turnamen juga telah menampilkan deretan pemain pilar Timnas Indonesia yang mengenakan jersi kandang terbaru, siap menyambut laga bergengsi tersebut.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang telah dirilis, anak asuh Timnas Indonesia terlebih dahulu akan menghadapi tantangan berat dari wakil Timur Tengah, Oman, pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Berselang empat hari kemudian, tepatnya pada hari Selasa, 9 Juni 2026, perjuangan skuad Garuda akan berlanjut dengan menjamu kekuatan fisik dari wakil Afrika, Mozambik. Kepastian jadwal ini memberikan waktu istirahat dan evaluasi taktis yang cukup bagi tim kepelatihan di antara kedua laga.

Kedua pertandingan internasional dalam ajang Garuda Championship Series ini dipastikan akan digelar pada malam hari, dengan waktu sepak mula (kick-off) tepat pukul 20.00 WIB. Pemilihan waktu malam hari ini dinilai ideal agar para pemain dapat tampil dengan performa fisik maksimal di bawah cuaca Jakarta yang lebih bersahabat, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pendukung layar kaca maupun penonton yang hadir langsung di stadion.

Menjelang laga krusial tersebut, internal Timnas Indonesia dilaporkan sudah mulai bergerak cepat dalam melakukan persiapan. Dalam dokumentasi resmi, para pemain pilar senior maupun pemain keturunan sudah mulai berkumpul dan melakoni sesi latihan fisik serta taktis secara intensif di lapangan. Fokus utama tim kepelatihan saat ini adalah membangun chemistry antarlini dan meredam kelebihan koordinasi bermain dari Oman serta keunggulan fisik yang menjadi ciri khas Mozambik.

Melalui persiapan yang matang dan dukungan penuh publik sendiri di GBK, Timnas Indonesia membidik poin penuh di kandang demi memperbaiki posisi di peringkat dunia. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang uji coba, melainkan panggung pembuktian sejauh mana perkembangan kualitas sepak bola Indonesia di level internasional. Antusiasme masyarakat sepak bola tanah air pun kini mulai memuncak, menunggu taktik jitu yang akan diperagakan di lapangan hijau.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Bupati Sukabumi Tinjau Lokasi Pascabanjir di Puskesmas Palabuhanratu, Jembatan Ciranca Akan Dibongkar 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir di Kantor Puskesmas Palabuhanratu, Senin (25/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak banjir yang melanda kawasan tersebut.

Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu, Bupati Sukabumi didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan unsur Forkopimcam Palabuhanratu.

Setibanya di lokasi, Bupati melakukan pengecekan sejumlah ruangan di Kantor Puskesmas Palabuhanratu yang terdampak banjir guna memastikan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan pascabencana.

Selain meninjau area terdampak, Bupati Sukabumi juga secara simbolis melakukan pembongkaran Jembatan Sungai Ciranca yang berada tepat di depan Kantor Puskesmas Palabuhanratu.

Pembongkaran tersebut dilakukan karena jembatan dinilai menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya aliran air saat banjir terjadi.

Berdasarkan rencana pemerintah daerah, jembatan tersebut akan dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih tinggi sekitar 50 sentimeter dan diperlebar hingga 4 meter dari bangunan sebelumnya.

Pembangunan jembatan nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan penataan infrastruktur di wilayah terdampak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Damkar, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Camat Palabuhanratu, serta Kapolsek Palabuhanratu.

Sementara itu, hingga saat ini petugas gabungan masih terus melakukan pembersihan material sisa banjir di sekitar lokasi guna mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas pelayanan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lampu Mati, Danantara, dan Ujian Nyali di Sumatra

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/Aktivis 98, Sekjen PPJNA 98, Penasehat SMSI/PWI Kab.Sukabumi, Presidium MD KAHMI Sukabumi, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi

Wartain.com – Gelap gulita yang tiba-tiba melanda Sumatra paska-pidato berani Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei di Gedung MPR/DPR RI memicu diskursus hangat di tengah masyarakat.

Saat Presiden dengan tegas mengumumkan bahwa tata kelola dan ekspor komoditas strategis seperti CPO, nikel, dan batu bara wajib satu pintu melalui Danantara guna menghentikan kebocoran dan manipulasi, gardu-gardu listrik di Sumatra justru tumbang. Kebetulan yang teramat presisi ini tentu mengundang tanya: apakah ini murni gangguan teknis, atau sebuah “pesan gelap” dari pihak yang terusik?

Berikut adalah analisis dari berbagai sudut pandang terkait teka-teki blackout Sumatra.

*Benturan Arus Modal dan Kedaulatan*

Secara hitungan kue ekonomi, kebijakan satu pintu via Danantara adalah ancaman langsung bagi para pemburu rente. Selama ini, manipulasi data ekspor dan pencurian Sumber Daya Alam (SDA) menjadi ladang basah yang menghasilkan triliunan rupiah di bawah meja. Ketika celah ini ditutup paksa, perputaran uang haram tersebut tersumbat. Blackout listrik dalam skala masif secara ekonomi bisa dibaca sebagai upaya menciptakan sentimen negatif instan: sebuah demonstrasi bahwa ketidakpatuhan terhadap sistem lama akan dibayar mahal dengan kelumpuhan aktivitas ekonomi warga.

*Gertakan Balik para Oligarki ?*

Dalam panggung politik, tidak ada hal yang terjadi tanpa sengaja. Pidato Presiden Prabowo adalah pernyataan perang terbuka terhadap oligarki nakal. Jika pemadaman ini adalah sabotase jaringan, maka ini adalah bentuk counter-attack atau gertakan balik yang sangat taktis. Dengan memadamkan Sumatra—lumbung batu bara dan sawit—aktor di balik layar seolah ingin menunjukkan taringnya, menguji seberapa kuat nyali dan komitmen pemerintahan baru dalam menegakkan aturan main yang bersih.

*Kerentanan Infrastruktur Vital*

Dari kacamata ketahanan nasional, peristiwa ini menjadi alarm keras. Jaringan listrik adalah infrastruktur vital nasional (critical infrastructure). Jika sistem sepenting ini begitu mudah lumpuh—baik karena kelalaian internal maupun infiltrasi eksternal—artinya ada celah besar dalam aspek keamanan energi kita. Ketahanan nasional tidak hanya bicara soal moncong senjata, tetapi juga bagaimana mengamankan saklar lampu dan pasokan daya dari sabotase tangan-tangan tak terlihat yang ingin mendestabilisasi negara.

*Dialektika Gelap dan Terang*

Secara filosofis, situasi ini mencerminkan hukum dialektika klasik. Setiap ada gerakan menuju perubahan yang terang (tata kelola yang jujur), akan selalu muncul resistensi dari kegelapan (korupsi dan keserakahan). Kegelapan tidak pernah menyerah begitu saja ketika wilayahnya direbut. Pemadaman listrik di Sumatra adalah simbol visual yang sempurna dari benturan eksistensial ini: perjuangan kolektif bangsa untuk keluar dari “kegelapan struktural” menuju transparansi.

*Ujian Mental dan Solidaritas*

Dari sisi spiritual, musibah atau ujian ini adalah momentum pembersihan dan pengujian niat. Pembersihan sebuah bangsa dari praktik korup yang mengakar puluhan tahun selalu membutuhkan pengorbanan dan ketabahan. Kegelapan fisik sesaat di Sumatra justru menyalakan api kesadaran dan solidaritas spiritual di hati rakyat. Ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menegakkan keadilan sosial demi kemakmuran rakyat banyak adalah jalan sunyi yang penuh rintangan, namun wajib dimenangkan.

*Catatan Penutup: Rakyat Berdiri Bersama Presiden*

Apapun penyebab teknis di balik layarnya, satu hal yang pasti: upaya pelemahan terhadap kebijakan yang membela aset negara tidak akan membuat rakyat mundur.

Jika blackout ini dirancang untuk memicu kemarahan rakyat kepada pemerintah, maka strategi itu keliru besar. Rakyat Sumatra dan seluruh Indonesia justru makin solid berdiri di belakang Presiden Prabowo Subianto untuk menyikat habis para manipulator SDA.

Senter boleh dinyalakan, lilin boleh dibakar, tetapi semangat untuk mendukung tata kelola SDA yang bersih dan dan berdaulat lewat Danantara tidak akan bisa dipadamkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Kebangkitan Nasional, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen Lewat Program “MeiLaju Lebih Terang”

0

Wartaun.com – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, PT PLN (Persero) menghadirkan program promo tambah daya bertajuk “MeiLaju Lebih Terang” dengan memberikan diskon biaya tambah daya sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga satu fasa seluruh golongan tarif.

Program ini berlaku mulai 20 Mei hingga 2 Juni 2026 dan dapat diakses secara eksklusif melalui aplikasi PLN Mobile. Kehadiran promo ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung kenyamanan dan produktivitas masyarakat yang semakin mengandalkan listrik dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai dari memasak menggunakan kompor listrik, memanfaatkan water heater, mengisi daya kendaraan listrik, hingga bekerja menggunakan laptop dan perangkat elektronik lainnya kini menjadi bagian dari gaya hidup modern berbasis listrik atau electrifying lifestyle.

General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi saat yang tepat untuk mendorong masyarakat semakin produktif melalui pemanfaatan listrik yang nyaman, praktis, dan efisien.

“Melalui program MeiLaju Lebih Terang, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Listrik yang andal bukan hanya mendukung kenyamanan di rumah, tetapi juga menjadi penggerak produktivitas, aktivitas usaha, hingga gaya hidup modern berbasis energi bersih,” ujar Sugeng.

Ia menambahkan, kebutuhan listrik masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan berbagai peralatan elektronik rumah tangga dan kendaraan listrik. Karena itu, kemudahan tambah daya dengan diskon 50 persen diharapkan dapat membantu pelanggan menikmati listrik yang lebih optimal tanpa khawatir listrik turun saat banyak peralatan digunakan bersamaan.

“PLN ingin hadir mendukung aktivitas masyarakat sejak pagi hingga malam hari. Dari menyiapkan sarapan dengan peralatan listrik, bekerja dari rumah, hingga pengisian kendaraan listrik, semuanya membutuhkan pasokan listrik yang cukup dan andal,” tambahnya.

Untuk mendapatkan promo ini, pelanggan cukup melakukan transaksi pembelian token atau pembayaran tagihan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah transaksi berhasil, pelanggan dapat menekan banner event “MeiLaju Lebih Terang” dan mengklaim e-voucher tambah daya pada menu reward.

Selanjutnya, pelanggan dapat mengajukan perubahan daya melalui fitur “Ubah Daya & Migrasi” di PLN Mobile dengan memasukkan kode voucher agar otomatis memperoleh potongan biaya sebesar 50 persen. Setelah pembayaran selesai, petugas PLN akan melakukan proses penyambungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui program ini, PLN mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan listrik di rumah sekaligus mendukung transformasi gaya hidup yang lebih modern, praktis, dan ramah lingkungan.

Program MeiLaju Lebih Terang juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin mudah diakses, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital dan transisi energi saat ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Aab)

Jampang Edu Fest 2026 Jadi Wadah Kreativitas dan Kolaborasi Pendidikan di Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com – Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan melalui pelaksanaan Jampang Edu Fest 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi, kreativitas, dan kolaborasi bagi seluruh insan pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Jampang Edu Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan peserta didik, tenaga pendidik, serta berbagai elemen pendidikan lainnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan potensi dan inovasi, tetapi juga mempererat semangat kebersamaan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan inspiratif.

Melalui momentum tersebut, diharapkan seluruh insan pendidikan dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas, Jampang Edu Fest 2026 juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap lahirnya generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat melalui nilai-nilai BerAKHLAK serta visi Sukabumi MUBARAKAH, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.

Dengan terselenggaranya Jampang Edu Fest 2026, diharapkan dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi semakin berkembang, inovatif, dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul di berbagai bidang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Apel Pagi dan Pengajian MTA di Disdik Sukabumi Perkuat Disiplin dan Spirit Pelayanan

0

Wartain.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan apel pagi yang dirangkaikan dengan pengajian MTA di lingkungan kantor Disdik Kabupaten Sukabumi, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh aparatur sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan nilai spiritual dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pelaksanaan apel pagi berlangsung dengan khidmat dan tertib.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kerja serta memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian MTA yang diisi dengan tausiyah dan pembinaan rohani.

Melalui pengajian tersebut, para pegawai diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kegiatan rutin seperti apel pagi dan pengajian menjadi sarana penting untuk membangun karakter aparatur yang disiplin, profesional, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

“Melalui kegiatan ini, semoga seluruh aparatur senantiasa diberikan semangat, kedisiplinan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dengan adanya kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara rutin, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap tercipta lingkungan kerja yang harmonis, religius, dan produktif demi mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)