26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 75

Euforia Persib Juara Tak Hanya di Bandung, Bobotoh dari Sukabumi hingga Banten Ikut Merayakan

0
Euforia Persib Juara Tak Hanya di Bandung, Bobotoh dari Sukabumi hingga Banten Ikut Merayakan (Foto : MR)

Wartain.com – Euforia kemenangan Persib Bandung di BRI Super League 2026 tidak hanya dirasakan warga Bandung. Bobotoh dari berbagai penjuru kota tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan hat-trick juara Pangeran Biru, Minggu (24/5/2026).

Salah satunya datang dari Kabupaten Sukabumi. Helvy Agustini, mahasiswi semester 6 UPI Bandung yang tergabung dalam komunitas “Maung Geulis”, ikut ambil bagian dalam konvoi kemenangan bersama ribuan suporter lainnya.

Bagi Helvy, perayaan ini bukan sekadar hura-hura. Ia menilai kemenangan Persib adalah buah dari perjuangan panjang seluruh elemen tim.

“Kami ikut merayakan bukan untuk hura-hura, akan tetapi lebih kepada penghargaan atas semua perjuangan, baik pemain, manajemen maupun bobotoh yang selalu setia mendukung tim kesayangannya,” ujarnya di sela konvoi.

Semangat serupa juga disampaikan Bobotoh asal Rangkasbitung, Banten, Muzaika Rival. Ia sengaja datang ke Bandung untuk menyaksikan langsung euforia juara yang bersejarah bagi Persib.

Rival menyebut hat-trick juara ini sebagai torehan luar biasa dalam sejarah sepak bola Indonesia. Menurutnya, belum ada klub lain yang mampu mencapainya dalam format Liga Super.

Pemandangan bobotoh yang ikut merayakan kemenangan hatrick Persib Bandung, membirukan tiap sudut Kota Bandung (Foto : MR)

“Ini pertama kali. Persib berhasil mencetak sejarah. Baru tahun ini klub di Indonesia yang berhasil mencetak hattrick. Luar biasa Persib. Selamat buat Persib,” kata Rival penuh bangga.

Kehadiran Bobotoh dari luar Bandung menunjukkan betapa luasnya basis dukungan Persib. Dukungan itu datang dari berbagai daerah, mulai dari Sukabumi, Banten, hingga wilayah Jawa Barat lainnya yang menggelar nobar serentak.

Sebelumnya, ribuan Bobotoh Sukabumi juga memadati Lapang Gumbira Nagrak untuk nobar laga penentuan melawan Persijap Jepara. Acara yang digagas Pemkab Sukabumi itu menjadi bukti bahwa kecintaan pada Persib menyebar hingga ke pelosok.

Kini, setelah pesta juara selesai, harapan besar tertuju pada masa depan tim. Baik Helvy maupun Rival sepakat bahwa Persib harus terus meningkatkan prestasi, tidak hanya di level nasional.

“Prestasinya terus ditingkatkan. Kami sangat berharap Persib menjadi yang terbaik di tingkat Asia,” tandas Rival yang diamini Helvy.

Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, Bobotoh optimistis Maung Bandung bisa membawa nama Indonesia berkibar lebih tinggi di panggung Asia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Konvoi Juara! Persib Bikin Bandung Membiru Usai Hat-Trick 

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kota Bandung kembali berubah menjadi lautan biru. Ribuan Bobotoh tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan gelar juara Persib Bandung di BRI Super League 2026, Minggu (24/5/2026). Euforia ini pecah sesaat setelah peluit panjang berbunyi, memastikan Pangeran Biru mengunci posisi puncak klasemen.

Konvoi kemenangan menjadi puncak perayaan. Para pemain Persib terlihat berdiri di atas kendaraan terbuka, melambai dan menyapa suporter yang memadati setiap sudut jalan. Momen ini menjadi simbol kebersamaan antara tim dan pendukung yang tak pernah surut memberi dukungan.

Bendera biru, syal, dan atribut khas Persib mendominasi pemandangan. Yel-yel “PERSIB JUARA” dan lagu kebanggaan klub menggema sepanjang rute arak-arakan. Caption “PERSIB JUARA, BANDUNG MEMBIRU” yang muncul di siaran langsung seolah menjadi cerminan nyata kondisi kota saat itu.

Petugas kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya konvoi. Mereka mengawal kendaraan para pemain agar tetap tertib di tengah kerumunan suporter. Kehadiran aparat membuat arus perayaan berjalan lancar meski lalu lintas sempat lumpuh total.

Kemacetan panjang terjadi di beberapa ruas jalan utama Bandung. Namun tak ada keluhan dari warga. Klakson kendaraan, teriakan suporter, dan kibaran bendera biru justru menciptakan suasana meriah yang sulit dilupakan.

Gelar juara musim ini memiliki makna spesial bagi Persib. Tim kebanggaan Jawa Barat berhasil meraih hat-trick, menjadi juara tiga musim berturut-turut. Capaian ini mengukuhkan dominasi Persib di sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Keberhasilan itu dipastikan setelah Persib menutup musim dengan 79 poin. Hasil imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga terakhir sudah cukup untuk menjaga jarak aman dari pesaing terdekat di klasemen akhir.

Bagi Bobotoh, kemenangan ini bukan hanya soal trofi. Ini adalah bukti kesetiaan yang terus menyala meski harus menempuh perjalanan jauh, begadang, hingga berdesak-desakan di lokasi nobar. Setiap sorakan adalah bentuk cinta yang tak lekang oleh waktu.

Perayaan di Bandung juga menjadi penutup manis bagi puluhan ribu Bobotoh yang sebelumnya menggelar nobar di berbagai daerah, termasuk di Lapang Gumbira Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Semangat yang sama terasa, meski jarak memisahkan.

Dengan berakhirnya musim 2026, Persib kini mengalihkan fokus pada persiapan kompetisi mendatang. Namun untuk malam ini, Bandung sepenuhnya milik Bobotoh. Kota kembang memang benar-benar membiru, merayakan sejarah baru yang ditorehkan tim kebanggaannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Persib Bandung Juara, Bupati Rayakan Bersama Masyarakat

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama bobotoh merayakan keberhasilan Persib Bandung yang kembali juara BRI Super League 2026. Hal itu berlangsung di Lapang Sepakbola Gumbira, Kecamatan Nagrak, Sabtu, 23 Mei 2026. Semua menyaksikan pertandingan tersebut dimana hasil akhirnya imbang 0-0

Hasil tersebut menjadikan Lapang Sepakbola Gumbira pun langsung bergemuruh. Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, hingga kepala perangkat daerah Kabupaten Sukabumi turut bersuka cita atas capaian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menilai baik hasil pertandingan antara Persib Bandung kontra Persijap Jepara dimana Persib Bandung cukup dengan hasil imbang untuk kembali meraih posisi juara

“Hasil pertandingan mantap. Kami pun bersyukur Persib kembali Juara di tahun ini,” ujarnya.

Bupati pun berterima kasih kepada para boboth yang turut nobar di Lapang Sepakbola Gumbira, Nagrak. Apalagi kegiatannya berjalan lancar dan kondusif.

“Terima kasih kepada para bobotoh Persib,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

BMKG Prakirakan Sukabumi Diguyur Hujan dan Badai Petir Sepanjang Minggu 24 Mei 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi diminta mewaspadai cuaca ekstrem pada Minggu (24/5/2026). Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, wilayah Sukabumi akan diguyur hujan dan badai petir hampir sepanjang siang hingga malam hari.

Pagi hari diprakirakan masih berawan tebal dengan suhu berkisar 22-25°C. Peluang hujan pada jam 07.00-09.00 WIB masih rendah, sekitar 19%, sehingga aktivitas luar ruangan masih bisa dilakukan dengan aman.

Memasuki siang hari, kondisi berubah signifikan. Hujan ringan mulai turun pukul 10.00 WIB, lalu meningkat menjadi badai petir mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Peluang hujan saat itu mencapai 75-100% dengan suhu bertahan di 25-26°C dan kelembapan tinggi 82-87%.

“Siang hari perlu diwaspadai. Badai petir diprediksi berlangsung beberapa jam dengan curah hujan tinggi,” demikian mengacu data prakiraan cuaca terkini.

Sore hingga malam hari, hujan masih mengguyur hingga pukul 17.00 WIB sebelum berangsur mereda menjadi berawan dan hujan ringan. Suhu turun ke 22-24°C dengan kelembapan yang bisa mencapai 100%.

Selain hujan, angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 3-11 km/jam sepanjang hari. Indeks UV mencapai titik tertinggi 7 atau kategori tinggi pada siang hari, sehingga warga yang beraktivitas di luar disarankan menggunakan pelindung.

Matahari diperkirakan terbit pukul 05.56 WIB dan terbenam pukul 17.42 WIB. Suhu harian diprakirakan bergerak antara 20°C sebagai suhu terendah dan 27°C sebagai suhu tertinggi.

Dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini, warga diimbau membawa perlengkapan hujan dan berhati-hati terhadap jalan licin serta potensi genangan air saat badai petir berlangsung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ribuan Bobotoh Padati Lapang Gumbira, Nobar Persib di Nagrak Berujung Konvoi Juara

0
Oplus_131072

Wartain.com – Lapang Sepakbola Gumbira, Kecamatan Nagrak, berubah menjadi lautan biru pada Sabtu (23/5/2026). Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar nonton bareng laga penentuan Persib Bandung vs Persijap Jepara di ajang BRI Super League 2026, dan hasilnya berujung pesta juara.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan jalan santai berhadiah, dilanjutkan senam bersama yang dipimpin langsung Bupati Sukabumi Asep Japar. Kegiatan ini menjadi simbol dukungan penuh warga Sukabumi untuk Persib agar mengunci gelar juara musim ini.

Memasuki sore, ribuan Bobotoh dari berbagai pelosok memadati area lapangan. Kaos biru, bendera, terompet, hingga penampilan drumband membuat suasana semakin panas menjelang kick-off.

Kepala Bidang Olahraga Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Ridwan Hermawan, menyebut persiapan acara berjalan lancar berkat koordinasi lintas sektor dan pelaku ekonomi kreatif selama sepekan terakhir.

“Persiapan dilakukan bersama lintas sektor dan ekraf. Alhamdulillah tidak ada kendala karena kegiatan ini digagas langsung oleh pimpinan,” ujarnya.

Menurut Ridwan, antusiasme warga membuktikan olahraga bisa menjadi perekat sosial sekaligus penggerak ekonomi. Kehadiran ribuan pengunjung memberi dampak langsung pada UMKM lokal yang berjualan di sekitar lokasi.

“UMKM ikut meningkat. Jadi tidak sebatas menonton pertandingan saja, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Laga berakhir imbang 0-0, namun hasil itu cukup mengantarkan Persib finis di puncak klasemen dengan 79 poin. Pangeran Biru pun mencetak hat-trick juara tiga musim berturut-turut di BRI Super League 2026.

Peluit panjang berbunyi, euforia langsung pecah. Ribuan Bobotoh berhamburan ke tengah lapangan, menyanyikan yel-yel juara dan mengibarkan bendera raksasa. Flare biru menyala bergantian, membelah langit Nagrak.

Selepas itu, konvoi kendaraan roda dua dan empat memadati Jalan Raya Nagrak hingga beberapa kilometer. Klakson bersahutan mengiringi kibaran syal biru di sepanjang jalan. Meski arus lalu lintas lumpuh, warga sekitar tampak memaklumi.

Kemacetan dianggap “pajak” perayaan yang wajar, karena seluruh elemen masyarakat sedang merayakan satu hal yang sama: Persib Juara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gagasan Cikembar: Ikhtiar SMSI Sukabumi Kawal Ketahanan Pangan hingga Investasi

0

Wartain.com – Sore di Cikembar, Sabtu (23/05/2026), mendadak terasa magis. Angin pegunungan yang sejuk berpadu dengan kehangatan cangkir-cangkir kopi yang terus mengepul. Di bawah langit senja itu, para pemilik dan pimpinan media siber yang bernaung di bawah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya berkumpul. Duduk melingkar secara lesehan, mereka melepaskan sejenak atribut formal korporasi untuk memulai sebuah sawala—sebuah tradisi diskusi komunal khas Sunda yang mengalir, akrab, namun sarat akan muatan intelektual.

Secara filosofis, pertemuan sore itu adalah wujud nyata dari dialektika yang merdeka. Di tengah gempuran arus informasi digital yang serba cepat dan sering kali dangkal, para jurnalis ini mengambil jeda spiritual. Mereka merenungkan kembali hakikat jurnalisme bukan sekadar sebagai industri pencari klik, melainkan sebagai penuntun moral dan kultural masyarakat. Pertemuan ini merekatkan kembali nilai sosial-budaya silih asih, silih asah, silih asuh untuk membangun Sukabumi dari ruang digital.

Diskusi bergulir hangat secara bergiliran. Ketua SMSI Sukabumi Raya, “Sule” Sulaeman juga sebagai CEO Jurnal Sukabumi, membuka pemantik dengan menekankan pentingnya optimalisasi peran SMSI. Nuruddin Syamsi Zein panggilan akrab Abah Anom, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, menimpali dengan refleksi tajam tentang integritas pers lokal. Suasana makin hidup lewat adu gagasan yang dinamis antara Ariswanto (Sekretaris SMSI/CEO Lingkarpena.id) dan Kang Asep (CEO Sukabumizone) saat membedah tantangan media masa kini.

Sudut pandang manajemen yang adaptif dipaparkan oleh Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com/Bendahara SMSI), disusul energi segar khas anak muda dari M. Rafi Asyam (CEO Bisnisnews.net) serta Bung Gunta (CEO Patroli). Sementara dari kacamata edukasi, Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih mengingatkan pentingnya membumikan konten lokal, yang kemudian dirangkum secara bijak dan penuh kedalaman oleh Aam Abdul Salam selaku Penasehat SMSI/PWI Kabupaten Sukabumi juga mendapat amanah sebagai Presidium MD KAHMI Sukabumi.

Satu benang merah spiritual dan sosial lahir dari adu pikiran ini: SMSI Sukabumi Raya harus mengoptimalkan gerakan literasi publik demi mendukung program strategis Bupati Sukabumi, yang tegak lurus dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Literasi digital yang sehat menjadi kunci utama untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara spiritual, gerakan memberi makan ini adalah cerminan akhlak mulia para wali, aulia Allah, dan para sahabat Nabi. Menjaga, melindungi, serta memberi makan anak-anak yatim, pelajar, dan santri adalah seruan profetis yang harus dikawal bersama lewat narasi media yang edukatif.

Lebih jauh lagi, literasi yang kuat akan membantu daerah dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari potensi tambang emas hingga keindahan pariwisata alam Sukabumi yang mendunia. Melalui peran aktif media siber yang berimbang dan mencerahkan, masyarakat akan tercerahkan untuk menjaga lingkungan, sementara iklim investasi di Kabupaten Sukabumi tetap berjalan kondusif, aman, dan bebas dari distorsi informasi.

Ketika malam akhirnya menjemput di Cikembar, cangkir kopi mungkin sudah mengering. Namun, api gagasan, komitmen literasi, dan getaran spiritual yang lahir dari diskusi sabtu sore itu baru saja dimulai untuk menerangi jalan pembangunan Sukabumi Raya.***

Editor : AS

Banjir Bandang Terjang Curug Cikaso Sukabumi, Sejumlah Wisatawan Sempat Terseret Arus

0

Wartain.com – Banjir bandang secara tiba-tiba menerjang kawasan wisata Curug Cikaso di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) sore. Sejumlah pengunjung yang berada di sekitar aliran sungai sempat terbawa arus deras sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan membuat suasana lokasi wisata berubah mencekam dalam hitungan menit. Sebelumnya, kondisi sungai masih terlihat normal dan belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan debit air.

Petugas pintu masuk Curug Cikaso, Gojal, mengatakan hingga sekitar pukul 15.00 WIB kondisi air masih aman untuk aktivitas wisata.

“Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Dari pukul 15.00 WIB ke bawah air masih normal,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Saat kejadian, jumlah wisatawan yang berada di lokasi tidak terlalu banyak. Terdapat empat pelajar putri dari salah satu SMK di Kecamatan Jampangkulon, beberapa pesepeda, serta pengunjung lain yang sedang menikmati suasana kawasan curug.

Insiden bermula ketika empat pelajar tersebut berada di area sekitar air terjun untuk berfoto. Tanpa diduga, aliran deras dari arah hulu datang dan menyeret dua orang di antaranya.

Dua pelajar lainnya berhasil lebih dulu diamankan oleh petugas Balawista sebelum kondisi sungai semakin berbahaya.

Gojal mengaku sebelumnya telah meminta petugas di lapangan agar meningkatkan kewaspadaan dan terus mengingatkan wisatawan untuk tidak berada terlalu dekat dengan aliran sungai.

“Saya sebelumnya sudah mengingatkan petugas Balawista agar selalu waspada dan mengingatkan pengunjung supaya hati-hati,” katanya.

Kepanikan sempat terjadi ketika suara gemuruh air disertai material kayu dan ranting mulai memenuhi aliran sungai. Pengunjung yang berada di sekitar lokasi langsung menjauh untuk mencari tempat aman.

Proses penyelamatan dilakukan secara cepat dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas Balawista, warga sekitar, rombongan pesepeda, hingga pengemudi perahu wisata yang berada di lokasi.

Seluruh wisatawan yang sempat terdampak akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Hari itu pengunjung tidak terlalu ramai. Selain empat pelajar itu, ada juga dua turis asing, tetapi mereka berada di lokasi aman. Alhamdulillah semua selamat, termasuk berkat bantuan para pesepeda dan Balawista,” ungkap Gojal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi banjir bandang di kawasan wisata alam dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk ketika cuaca di lokasi tampak cerah. Kondisi tersebut umumnya dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu sungai yang tidak selalu terlihat oleh pengunjung di area wisata.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

DPRD Kota Sukabumi Soroti Turunnya Transfer Dana dari Pemprov Jabar, Nilainya Disebut Jauh Menyusut

0

Wartain.com – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet, menyoroti menurunnya alokasi bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi pada periode kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Menurutnya, nilai transfer yang diterima saat ini mengalami penurunan signifikan dibanding periode sebelumnya.

Henry menyebut, total bantuan keuangan yang diterima Kota Sukabumi dari Pemprov Jabar saat ini hanya sekitar Rp1,5 miliar. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan masa pemerintahan sebelumnya.

“Sekarang kita cuma menerima dana bantuan dari provinsi itu hanya Rp1,5 miliar dari Rp80 miliar di kepemimpinan Ridwan Kamil,” kata Henry, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, tren penyaluran bantuan keuangan dari pemerintah provinsi ke Kota Sukabumi memang terus mengalami perubahan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Henry, pada masa kepemimpinan Ahmad Heryawan, Kota Sukabumi menerima transfer dana sebesar Rp113 miliar.
Kemudian pada era Ridwan Kamil jumlah tersebut berada di angka Rp80 miliar, sementara pada periode Dedi Mulyadi turun menjadi Rp1,5 miliar.

Menurutnya, penyesuaian anggaran karena efisiensi masih dapat dipahami, namun besaran pengurangan dinilai terlalu tajam dan berdampak pada ruang gerak pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

“Kalau pun ada pengurangan jangan sampai Rp1,5 miliar banget. Idealnya meski karena efisiensi minimal Rp40 miliar atau Rp50 miliar-lah, jangan dari Rp80 miliar langsung turun ke Rp1,5 miliar supaya kita ada dana tambahan sedikit untuk program-program itu ada anggarannya,” ujarnya.

Selain menyinggung transfer keuangan, Henry juga menyoroti tidak adanya alokasi bantuan iuran BPJS dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kota Sukabumi pada tahun ini.

Ia menyebut, pada tahun-tahun sebelumnya Kota Sukabumi masih mendapatkan dukungan pembiayaan dari provinsi, termasuk untuk sektor kesehatan.

“BPJS bantuan provinsi untuk Kota Sukabumi tahun ini tidak ada, biasanya kita dapat bantuan 40 persen kini tidak. Kita lebih memerlukan bantuan untuk orang sakit daripada ada program arak-arakan naik kuda seperti raja,” tutup Henry.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Euforia Juara Persib, Ribuan Bobotoh Konvoi Padati Jalanan Kota Sukabumi

0

Wartain.com – Euforia kemenangan Persib Bandung sebagai juara Super League musim 2025/2026 langsung terasa di Kota Sukabumi. Ribuan bobotoh turun ke jalan menggelar konvoi dan memadati sejumlah ruas jalan untuk merayakan keberhasilan Maung Bandung mempertahankan gelar.

Salah satu titik yang menjadi pusat keramaian berada di Jalan R Syamsudin SH, tepatnya di depan Balai Kota Sukabumi. Arus kendaraan di kawasan tersebut sempat mengalami kepadatan akibat tingginya antusiasme masyarakat yang ikut merayakan momen juara.

Suasana berbeda terlihat di berbagai sudut kota. Warga yang biasanya tidak melihat kondisi jalan seramai itu ikut menyaksikan konvoi, sementara anak-anak turut turun ke jalan membawa bendera Persib dan menyemarakkan perayaan.

Bobotoh tampak mengenakan atribut khas Maung Bandung dan mengibarkan bendera berukuran besar. Sorakan “Juara” terus terdengar sepanjang jalur konvoi. Sejumlah petasan dan flare juga turut dinyalakan untuk menambah kemeriahan suasana.

“Alhamdulillah hari ini bisa juara lagi, Three Peat! Semoga tahun depan bisa juara lagi dan konvoi lagi,” ujar Ali (25), salah seorang bobotoh yang ikut dalam konvoi.

Untuk menjaga situasi tetap aman dan lalu lintas tetap berjalan, aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait disiagakan di sejumlah titik.

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Ridwan Sandhi Maulana, mengatakan pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas dan menempatkan personel di jalur yang dilalui rombongan bobotoh.

“Kita menempatkan personel di setiap persimpangan ataupun titik-titik yang nantinya dipergunakan jalan untuk Bobotoh. Antara lain Jalan R. Syamsudin SH, Jalan Suryakencana, Bhayangkara, Kiai Haji Sanusi, sampai nanti titik akhir di Jalur Lingkar Selatan,” ujar Ridwan kepada wartaincom, Sabtu (23/5/2026).

Sebanyak sekitar 200 personel diterjunkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas. Pengamanan juga melibatkan unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

“Kami sudah menempatkan titik-titik personel di titik-titik kerawanan seperti persimpangan-persimpangan yang tadi kami sebutkan. Dan itu kami semua sudah isi masing-masing personel, baik dari Satlantas maupun fungsi-fungsi lain ataupun instansi lain seperti TNI dan juga stakeholder terkait seperti pemerintahan, Dishub dan Pol PP,” lanjutnya.

Selanjutnya konvoi akan dilanjutkan melewati Jalan Suryakencana, Jalan Bhayangkara, Jalan KH Ahmad Sanusi, dan berakhir di Terminal Tipe A Kota Sukabumi.

Sebelumnya, Persib Bandung memastikan diri menjadi juara Super League 2025/2026 usai bermain imbang melawan Persijap Jepara. Hasil tersebut membuat Persib menutup musim di puncak klasemen dengan raihan 79 poin, unggul atas Borneo FC melalui keunggulan head to head.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Viking Batam Nobar Penentuan Juara Persib, Pakuba Dipenuhi Lautan Biru

0
Oplus_131072

Wartain.com – Komunitas Viking Batam menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung versus Persijap Jepara, di Pasar Kuliner Batam (Pakuba), tepatnya di Komplek Buana Central Park, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Suasana nobar berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 100 orang pendukung Persib. Sabtu (23/5/2026).

Para Bobotoh yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua.

Pakuba sendiri diketahui menjadi tempat favorit komunitas Viking Batam untuk menggelar nobar setiap Persib Bandung bertanding.

Mayoritas pendukung Persib di Kota Batam merupakan paray perantau asal Jawa Barat. Namun, tidak sedikit pula warga Batam yang memang mengidolakan Persib Bandung dan tergabung dalam komunitas Viking Batam.

Pertandingan kali ini menjadi momen penting bagi Persib Bandung karena menjadi penentu gelar juara. Antusiasme para pendukung pun terlihat membludak hingga kawasan nobar dipenuhi warna biru khas Persib, membuat Batam seolah berubah menjadi lautan biru.

Salah satu anggota Viking Batam, Anisa (27) asal Sukabumi, Jabar, mengaku sengaja datang bersama suami dan putra kecilnya menyaksikan langsung perjuangan Persib Bandung dalam laga penentuan juara tersebut. Ia mengaku suasana pertandingan terasa menegangkan sejak awal hingga akhir laga. Menurutnya, momen saat Persib dipastikan menjadi juara membuat dirinya sangat terharu dan bangga bisa menjadi bagian dari Viking Batam meski berada jauh dari tanah kelahirannya di Jawa Barat.

“Saya sengaja datang bersama keluarga kecil saya ini yang kebetulan suami kerja disini (Batam) ingin merasakan langsung suasana perjuangan Persib malam ini. Dari awal pertandingan sampai akhir rasanya tegang, apalagi ini penentuan juara. Pas Persib dipastikan juara, saya benar-benar terharu sampai hampir menangis. Bangga sekali jadi bagian dari Viking Batam meski berada jauh dari tanah Sunda,” ujar Anisa dengan penuh rasa haru.

Setelah peluit panjang dibunyikan dan Persib Bandung dipastikan menjadi juara, suasana nobar pun pecah dengan sorak kegembiraan para Bobotoh. Sejumlah pendukung tampak berpelukan, bernyanyi bersama, hingga meneteskan air mata haru.

Sebagian penonton hadir bersama keluarga maupun pasangan untuk merayakan momen bersejarah tersebut. Kebersamaan dan rasa bangga sebagai pendukung Persib Bandung begitu terasa sepanjang acara nobar berlangsung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)