Wartain.com || Da’iyah muda asal Sukabumi, Fifah, harus menghentikan langkahnya di panggung dakwah nasional Akademi Sahur Indonesia setelah tampil pada babak TOP 16 Kloter Jabal Uhud yang disiarkan langsung oleh Indosiar, Kamis (5/3/2026).
Dalam babak tersebut, Fifah tampil sebagai peserta kedua setelah Rizkom. Ia bersaing bersama tiga peserta lainnyaFifah Tersingkir di TOP 16 AKSI Indosiar, Warga Sukabumi Ikut Bersedih dalam Kloter Jabal Uhud, yakni Rizkom, Thalita, dan Ambo Tang, yang sama-sama memperebutkan tiket menuju babak TOP 12.
Babak TOP 16 ini menjadi tahap penting bagi para peserta, karena hanya peserta dengan nilai terbaik yang berhak melanjutkan perjuangan ke babak TOP 12.y
Namun, langkah Fifah harus terhenti setelah total nilai yang diperolehnya belum mampu mengantarkannya ke babak berikutnya.
Dalam penampilannya, Fifah membawakan materi dakwah bertema “FOMO: Ikut Tren Boleh, Hilang Arah Jangan.” Tema tersebut dinilai relevany dengan kondisi generasi muda saat ini yang kerap mengikuti tren tanpa mempertimbangkan nilai dan arah hidup.
Dengan gaya penyampaian yang lugas dan penuh percaya diri, Fifah berhasil menarik perhatian para juri dan penonton. Dakwah yang ia sampaikan juga sarat dengan pesan agar generasi muda tetap memiliki prinsip di tengah derasnya arus tren di media sosial.
Salah satu juri, Mamah Dedeh, memberikan apresiasi terhadap penampilan Fifah. Dalam komentarnya, ia menilai Fifah memiliki potensi besar sebagai pendakwah muda.
“Jadi kalau saya melihat Ini sudah benar-benar bagus, memang sudah perceramah yang jadi ini,” ujar Mamah Dedeh saat memberikan tanggapan terhadap penampilan Fifah di panggung AKSI.
Meski mendapat apresiasi dari juri, total nilai yang diperoleh Fifah yakni 363 poin belum cukup untuk membawanya melaju ke babak TOP 12, sehingga langkahnya harus terhenti di babak TOP 16.
Kabar terhentinya langkah Fifah di panggung AKSI juga mengejutkan para penggemarnya. Sejumlah pendukung terlihat menyampaikan kesedihan mereka, termasuk masyarakat Sukabumi yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada da’iyah muda tersebut.
Meski demikian, Fifah mengaku tetap bersyukur atas perjalanan yang telah ia lalui. “Mungkin langkah ini terhenti di sini, tapi insyaallah semangat dakwah akan tetap terus di hati,” ujarnya, menegaskan bahwa perjuangannya dalam berdakwah tidak akan berhenti meski tak lagi berada di panggung AKSI.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
