Wartain.com || Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri umum, Farmasi dan Kesehatan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB KIKES KSBSI) Sukabumi Raya, mengadakan deklarasi dukungan terhadap pasangan Iyos Somantri-Zainul, pada Pilkada 2024.
Dari kegiatan tersebut terlihat, ratusan buruh yang diwadahi oleh forum tersebut menyatakan dukungan kepada paslon Iyos dan Zainul di Pilkada nanti.
Deklarasi tersebut dilaksanakan di aula Hotel Augusta Cikukulu, Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Minggu 15/9/2024.
“Ya, kemarin di aula Hotel Augusta Cikukulu telah dilaksanakan Deklarasi Buruh Sukabumi untuk pasangan Iyos Somantri – Zainul yang merupakan calon bupati dan calon wakil bupati Sukabumi 2024-2029,” kata Kordinator deklarasi pasangan Iyos Somantri-Zainul, Nendar Supriyatna, kepada jurnalis wartai.com, Senin 16/9/2024.
Diketahui ia juga menjabat sebagai Ketua FSB KIKES KSBSI Sukabumi Raya juga menyebutkan bahwa deklarasi ini merupakan sikap politik para buruh Sukabumi yang sudah jenuh dengan persoalan pungli pencari kerja.
“Serta pembenahan system ketenagakerjaan melalui fungsi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, yang selama ini tidak dijalankan oleh bupati selaku Ketua LKS Tripartit berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Nendar.
Iapun berharap seluruh buruh di Kabupaten Sukabumi agar menentukan sikap politik yang sama dalam memilih pasangan calon (paslon). Menurutnya, banyak hal yang perlu ada solusi dari Pemerintah Daerah (Pemda) terkait buruh.
Nendar melanjutkan soal pungutan liar (pungli) bagi pencari kerja, rentenir, persentasi buruh laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan pekerjaan.
“Serta persentasi yang KTP Sukabumi serta luar Sukabumi. Maka dari itu, perlu adanya system yang mengatur sehingga warga Sukabumi tidak hanya jadi penonton warga luar yang bekerja di Kabupaten Sukabumi,” tuturnya.
“Kami yakin dengan keputusan dukungan ini adalah yang terbaik bagi buruh, dan ini adalah harapan baru bagi nasib buruh di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya Nendar.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
