Wartain.com || Lapangan Yasmin di RW 11 Situawi Pasir, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi menjadi pusat perhatian warga pada Sabtu (21/6/2025) saat digelarnya acara “Hajat Lembur” sebagai bentuk rasa syukur atas berakhirnya Tahun Pelajaran 2024–2025. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir dan secara resmi membuka kegiatan tersebut, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kegiatan Hajat Lembur tahun ini tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum mempererat sinergi antara warga, institusi pendidikan, dan pemerintah dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa Hajat Lembur bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cermin dari semangat gotong royong dan nilai-nilai budaya lokal yang patut dipertahankan di tengah perubahan zaman.
“Alhamdulillah, kita semua diberi kesempatan berkumpul dalam keadaan sehat. Semoga acara ini menjadi perekat kebersamaan serta membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya di hadapan warga yang memadati lapangan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi anak yang unggul, tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam moral dan tanggung jawab sosial.
“Pendidikan itu tugas bersama. Anak-anak kita perlu dibimbing secara menyeluruh, baik oleh guru, orang tua, maupun lingkungan sekitar. Tujuannya bukan hanya mencetak anak pintar, tapi juga anak yang santun dan berakhlak,” jelasnya.
Selain soal pendidikan, Wakil Wali Kota juga menyentil pentingnya literasi digital. Di era informasi yang serba cepat, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyaring informasi yang dikonsumsi dan disebarkan.
“Arus digital sangat deras, maka kita harus jadi pengguna yang cerdas. Jangan biarkan media sosial dipenuhi oleh hal-hal negatif. Mari kita jadikan itu sebagai sarana edukasi dan inspirasi,” katanya.
Ia pun mengangkat isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah di banyak kawasan perkotaan. Bobby menilai edukasi soal kebersihan harus dimulai dari rumah dan sejak dini.
“Kita perlu membiasakan anak-anak untuk peduli pada lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya adalah langkah kecil yang dampaknya besar jika dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bobby menyampaikan harapan agar para pelajar yang telah menuntaskan tahun ajaran bisa melangkah ke jenjang berikutnya dengan semangat baru, serta menjadi pribadi yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Generasi masa depan harus tidak hanya cerdas, tapi juga punya integritas dan kepedulian sosial. Pendidikan yang baik dimulai dari lingkungan yang mendukung dan penuh kasih,” tutupnya.
Dengan dibukanya secara resmi Hajat Lembur oleh Wakil Wali Kota, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara holistik.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
