26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 9, 2026

Latest Posts

Hari Ketiga Opsar Longsor Cilacap: Delapan Jenazah Ditemukan, 12 Warga Masih Hilang

Wartain.com || Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali menunjukkan perkembangan signifikan pada Sabtu (15/11/2025).

Hingga pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan jenazah di tiga lokasi terdampak: Dusun Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan.

Temuan terbaru ini menambah jumlah korban meninggal menjadi sebelas jiwa. Rinciannya, dua korban ditemukan pada hari pertama, satu korban pada hari kedua, serta delapan korban pada pencarian hari ketiga. Sementara itu, masih terdapat 12 warga yang dilaporkan hilang dan terus dalam pencarian.

Sejak pagi hari, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan telah memulai operasi pada pukul 07.30 WIB. Cuaca mendung menaungi proses pencarian, namun tidak menghalangi upaya penyisiran menyeluruh oleh 520 personel yang diturunkan. Lima sektor pencarian dibentuk untuk mempercepat proses identifikasi titik-titik yang berpotensi terdapat korban.

Untuk membuka akses material longsor yang mencapai ketebalan 2 hingga 8 meter, sebanyak tujuh unit alat berat telah dikerahkan sejak pagi. Penambahan ini sesuai hasil evaluasi operasi pada malam sebelumnya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, yang meninjau langsung lokasi terdampak, mendorong percepatan operasi dengan penambahan alat berat.

“Melihat luasnya area longsor dan tingginya material, pagi ini saya minta tambahan empat unit eskavator lagi sehingga total menjadi 12 unit,” ujarnya saat meninjau lokasi di Desa Cibeunying.

Menurut Budi, pemanfaatan alat berat menjadi kunci percepatan pencarian, mengingat medan yang sulit dan volume material yang besar tidak memungkinkan pencarian manual dilakukan secara maksimal. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan waktu operasional, termasuk membuka kemungkinan alat berat bekerja 24 jam jika kondisi cuaca memungkinkan.

19 Anjing Pelacak Perkuat Pencarian

Selain personel dan alat berat, operasi SAR hari ketiga turut diperkuat 19 anjing pelacak dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan sejumlah Polres di Jawa Tengah. Mayoritas anjing pelacak yang diterjunkan merupakan ras Belgian Malinois dan German Shepherd yang telah dilatih khusus untuk mendeteksi korban tertimbun.

Salah satu unit K9, Buddy dari Polres Temanggung, menemukan empat titik yang diduga lokasi keberadaan korban tertimbun. Buddy bekerja bersama Jack D, anjing pelacak milik Polres Cilacap, dalam penyisiran siang ini.

Cuaca Masih Menjadi Ancaman

Tim SAR menyadari bahwa faktor cuaca akan sangat memengaruhi kelancaran operasi. Berdasarkan prakiraan, wilayah Kecamatan Majenang berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga tinggi hingga Minggu (16/11). Meski demikian, sepanjang hari Sabtu langit hanya mendung tanpa hujan, sehingga proses pencarian dapat berjalan optimal hingga operasi ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Upaya pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari dengan strategi dan penguatan sumber daya yang terus dioptimalkan. Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB memastikan dukungan penuh bagi seluruh tim yang bertugas di lapangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.