Wartain.com || Ramainya peristiwa pembacokan yang menimpa salah satu siswa SMP di Cicurug-Sukabumi, yang di duga dilakukan oleh salah seorang siswa MTs di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (28/08/2024) sekitar pukul 14.30 WIB, mendapat tanggapan dari Kepala MTs Darul Amsor.
Kepala MTs Darul Amsor, Suhendar mengatakan, bahwa informasi yang beredar di media sosial, yang menyebutkan pelaku pembacokan adalah siswanya adalah hoax.
“Itu tidak benar, pelaku bukan siswa di sekolah Kami,” kata Suhendar.
“Sesuai dengan aturan yang ada di Kami, untuk siswa atau pelajar yang ingin masuk ke MTs Darul Amsor itu harus membawa surat pindah dan itu harus ada konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Kepala Sekolah,” tambah Suhendar, kepada wartain.com, Sabtu 31/08/2024.
Menurut Suhendar, bahwa ketika siswa atau pelajar itu pindah harus dengan alasan, apakah pindah alamat atau kejauhan ataupun ada hal-hal yang lain yang perlu di pertanyakan.
“Kalaupun mau pindah disini itu harus mengikuti aturan yang ada di sekolah ini, baik untuk siswa pindahan maupun siswa yang baru,” jelas Suhendar.
Sementara itu, untuk masalah kedatangan pelaku pembacokan, Suhendar membenarkan bahwa pelaku sering ada di lingkungan sekolah.
“Secara administrasi pelaku tidak tercatat di sekolah kami. Namun setelah diselidiki ternyata ada salah satu temannya yang sudah pindah ke sini dan itu resmi orang tuanya sudah datang ke sekolah,” tegas Suhendar.
“Sebelumnya pelaku pernah hadir dikelas, kemudian ketika akan pulang, saya panggil dan ditanya, dia bilang ingin ikut belajar,” ucap Suhendar menirukan pelaku.
Menurutnya, bahwa pihaknya terus menyarankan agar orang tuanya untuk bisa datang ke sekolah, jika ia ingin benar-benar sekolah tersebut. Dan pihaknya pun akan mempertanyakan terlebih dahulu latar belakang dan alasan kepindahan nya tersebut.
“Jadi jika kurang baik, siapa tahu di sini bisa berubah baik, karena disini kami hadir dalam rangka mendidik,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan, secara administrasi bahwa pelaku memang belum resmi sebagai siswa di sekolah MTs Darul Amsor, karena pihak sekolah secara dokumentasi belum melayangkan surat penerimaan, dan pelaku belum melengkapi syarat – syarat kepindahan.
“Makanya kami tidak merasa bahwa pelaku pembacokan itu adalah siswa disini. Bahkan, kami pernah tegaskan bahwa tolong hadirkan orang tua kamu jika ingin sekolah di sini. Bahkan sampai kejadian ini terjadi orang tuanya belum pernah hadir ke sekolah,” tukasnya.
Walaupun demikian, pihaknya sangat prihatin dengan adanya kejadian musibah tersebut.
“Kami mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya ananda (nama/inisial di sensor-red). Semoga Almarhum Husnul Khotimah,” pungkas Suhendar.***
Foto : Ilustrasi/Kalbaronline
Editor : Aab Abdul Malik
(Redaksi)
