Wartain.com || Kenaikan kelas dan perpisahan siswa di beberapa sekolah baik formal maupun informal, khususnya di Kabupaten Sukabumi menjadi budaya yang sudah mendarah daging.
Fenomena kenaikan kelas dan perpisahan (samenan dalam Bahasa Sunda), terkadang menjadi sebuah keharusan bagi siswa yang didukung orangtuanya.
Khusus untuk Madrasah Diniyyah, gelaran kenaikan kelas dan perpisahan tersebut, yang biasa dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran, dikemas dengan berbagai kreasi dan atraksi siswa.
Mulai dari hafalan pelajaran sekolah, kreasi siswa, pawai karnaval dan hiburan lainnya.
Tentu saja, kegiatan tersebut akan banyak mengundang orang untuk datang ke tempat acara.

Tidak ketinggalan, fenomena samenan tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM terutama pedagang untuk menjajakan produknya.
Sepeti halnya yang terjadi di MDTA Nurul Huda, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.
Gelaran kenaikan kelas dan perpisahan siswa yang dilaksanakan selama dua hari tersebut menjadi tradisi yang sudah mengakar antara yang hadir dengan para pedagang.
Kepada wartain.com, Salah seorang pedagang bakso Mumud mengungkapkan, setiap tahun dirinya tidak pernah melewatkan hari spesial tersebut untuk berjualan.
“Setiap tahun saya pasti berjualan disini, kalau ada acara kenaikan kelas dan perpisahan MDTA Nurul Huda,” ungkapnya.

Mumud menuturkan, setiap kali berjualan di tempat samenan dirinya tidak kurang dari 5-6 juta dalam dua hari berjualan omset yang ia dapatkan.
“Biasanya penghasilan saya tidak kurang dari 5-6 juta selama dua hari berjualan, kadang-kadang bisa lebih,” tambahnya.
Senada, Mamat penjual sate juga mengatakan hal yang sama. Dirinya tidak pernah melewatkan moment kenaikan kelas dan perpisahan di sekolah atau madrasah.
“Pasti saya selalu mengambil moment jualan di tempat seperti ini. Biasanya kalau di tempat samenan dagangannya selalu habis terjual. Ya, lumayanlah nambah-nambah penghasilan,” katanya.
Mereka berharap, momentum kenaikan kelas dan perpisahan seperti ini terus dipertahankan. Karena selain ada unsur hiburannya juga bagi para pedagang bisa dijadikan momen jualan spesial setiap tahun.***
Foto : wartain.com/Aab
Reporter/Editor : Aab Abdul Malik
