26.7 C
Jakarta
Sabtu, Agustus 8, 2026

Latest Posts

Ketua Gema PS Sukabumi Apih Usman: Ketegasan Presiden Prabowo Selamatkan Lahan Negara untuk Rakyat

Wartain.com – Hari ini, di bawah langit Agustus yang bergetar oleh gaung 81 tahun kemerdekaan, tanah Indonesia seperti sedang melantunkan kidung syukur yang mendalam. Kemerdekaan bukan sekadar angka di atas kalender, melainkan sebuah simfoni spiritual dan gerak ekonomi yang menyatu dalam urat nadi rakyat. Di tengah momentum sakral ini, sebuah seruan jernih lahir dari selatan Sukabumi, menyuarakan harmoni antara restu langit, ketegasan pemimpin, dan peluh para petani.

Saeful Usman, atau yang akrab disapa Apih Usman, Ketua Gema PS Sukabumi, mengingatkan kita bahwa mengelola bumi adalah bentuk ibadah kebudayaan yang paling murni.

Seperti bait puisi yang menemukan ritme tegasnya, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hadir membawa angin perubahan yang berani. Langkah keras dan tegas dalam menyelamatkan kekayaan alam—merebut kembali lahan negara, menertibkan kebun sawit ilegal, hingga menguasai tambang-tambang tak berizin—adalah bentuk nyata dari kedaulatan yang selama ini dirindukan.

Ini bukan sekadar hitungan angka di atas kertas ekonomi. Ini adalah aksi spiritual untuk mengembalikan hak milik kepada yang berhak: rakyat Indonesia. Ketika modal raksasa tak lagi bisa sewenang-wenang, di sanalah keadilan sosial mulai menari di atas tanah pertiwi.

Menanam Pangan, Merawat Kehidupan

Ekonomi kerakyatan yang sejati tidak tumbuh di gedung pencakar langit, melainkan bertunas dari tanah yang basah oleh keringat petani. Bagi kawan-kawan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang telah menggenggam SK Perhutanan Sosial dari Presiden, lahan tersebut adalah kanvas kehidupan.

*Jangan biarkan telantar: Lahan kosong adalah ruang kosong yang merindukan kehidupan.

*Hijaukan ekosistem: Menanam adalah cara manusia berdialog dan merawat alam.

*Perkuat pangan: Ketahanan pangan adalah benteng pertahanan sebuah bangsa.

Gerakan menanam yang digaungkan bukan sekadar program teknis pemerintah. Ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang keren, sebuah seni menyambung hidup, di mana setiap benih yang ditanam adalah doa yang tumbuh menjadi buah dan pemenuh lambung bangsa.

Doa untuk Para Leluhur

Di balik setiap jengkal tanah yang kita tanami, ada jejak darah dan air mata para pahlawan, pendiri bangsa, para aulia, dan raja-raja Nusantara. Mereka tidak hanya mewariskan wilayah, tetapi juga menitipkan visi spiritual tentang sebuah negeri yang adil dan makmur.

Mendoakan mereka di usia kemerdekaan ke-81 ini adalah jembatan spiritual yang mengundang rahmat Allah SWT. Ketika bumi dirawat dengan keadilan ekonomi dan langit digetarkan oleh doa, maka kedamaian, kesehatan, serta kekuatan akan senantiasa memeluk seluruh rakyat Indonesia. Mari gerakkan jemari kita: menanam di bumi, melangitkan doa. (Rd.Rama Ragamulya)***

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.