26.7 C
Jakarta
Kamis, Agustus 13, 2026

Latest Posts

Kisah Dinu, Mahasiswa Tangguh yang Kuliah Sambil Berjualan dan Merawat Saudara Kecil

Wartain.com – Dibalik keberhasilannya menjadi penerima Beasiswa Sodaraku Cerdas Batch 5 Tahun 2026, tersimpan kisah perjuangan Dinu Adilah Mutmainnah, mahasiswa Universitas Mayasari Bakti yang memilih tetap kuat setelah kehilangan kedua orang tuanya.

Putri almarhum Dadan Rohman dan almarhumah Saadah Nurlaela itu menjalani kehidupan dengan mandiri. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Dinu memanfaatkan waktu luang untuk berjualan secara daring demi memenuhi kebutuhan hidup dan menunjang pendidikannya.

Tidak hanya itu, Dinu juga merawat seorang anak kecil yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Berdasarkan keterangan Dinu, anak tersebut ditinggal pergi oleh orang tuanya karena persoalan kehidupan dan kini berada dalam pengasuhannya.

Kondisi tersebut membuat Dinu harus membagi waktu antara kuliah, bekerja, dan mengurus saudaranya. Meski tidak mudah, ia memilih tetap menjalani semuanya dengan tegar.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada HBI yang telah memberikan kesempatan kepada saya mendapatkan Beasiswa Sodaraku Cerdas. Beasiswa ini sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik,” ujar Dinu. Kamis, (13/8/2026).

Menurut Dinu, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat untuk terus memperjuangkan pendidikan.

“Harapan saya, semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan seperti saya. Saya ingin menjaga amanah ini dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.

Dinu menjadi salah satu dari 12 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi yang menerima Beasiswa Sodaraku Cerdas Batch 5. Program yang diselenggarakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hidayah Berbagi Indonesia (HBI) tersebut menerima sekitar 600 pendaftar sebelum dilakukan beberapa tahapan seleksi.

Direktur LAZ HBI, Muhammad Fauzi Ridwan, S.Pd.I., mengatakan program tersebut hadir agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan.

“Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan ekonomi,” kata Fauzi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LAZ HBI, Suhdi Ade Candra, S.T.P., menegaskan penerima beasiswa diharapkan tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Bagi Dinu, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ini adalah tambahan kekuatan bagi seorang mahasiswa yang sedang berjuang membangun masa depan, sambil tetap menjalankan tanggung jawab untuk keluarganya.

Kisah Dinu menjadi gambaran bahwa kehilangan dan keterbatasan tidak harus menjadi alasan untuk menyerah. Ia memilih tetap kuliah, bekerja, merawat keluarga, dan terus mengejar cita-cita.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.