26.7 C
Jakarta
Jumat, September 18, 2026

Latest Posts

Korban Pelecehan Oknum Sekretaris Dishub Sukabumi, DP3A: Dua Sudah Diberi Pendampingan Psikolog

Wartain.com – Tiga pelajar yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi berinisial TIP, kini mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.

Kepala Sub Bagian TU UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani menyebutkan, tiga korban tersebut terdiri dari satu pelajar dari Kalapanunggal dan dua pelajar dari sekolah di Cibadak.

“Iya, tiga. Dari Kalapanunggal satu, dari sekolah Cibadak dua,” ujar Yeni, Kamis (17/9/2026).

Dari tiga korban, dua di antaranya sudah mendapatkan pendampingan psikolog. Sementara satu korban dari Kalapanunggal belum sempat menjalani asesmen psikolog.

Menurut Yeni, hal itu karena jadwal pendampingan berbarengan dengan jadwal pemeriksaan di kepolisian.

“Waktu itu hari Selasa, pendampingan psikolog untuk yang tadinya untuk semua anak. Tapi ternyata yang Kalapanunggal belum bisa dilaksanakan karena pada hari itu juga dilaksanakan BAP-nya dari polisi,” ungkapnya.

Saat ini, DP3A masih menunggu jadwal psikolog untuk melakukan asesmen terhadap satu korban yang tertunda.

“Belum fix, masih menunggu jadwal psikolog. Karena psikolognya juga sedang ada banyak kegiatan. Tidak ada yang standby di UPTD, jadi kita harus menjadwalkan juga,” ujarnya.

Sementara untuk dua korban yang sudah didampingi, hasil asesmen psikolog secara menyeluruh belum keluar karena masih perlu dianalisis lebih lanjut.

“Kalau hasil secara keseluruhan belum dapat dari psikolognya. Kemarin baru pendampingan saja, karena harus dianalisa lebih jauh dari hasil itu,” katanya.

Namun secara kasat mata, Yeni melihat ada perbedaan kondisi psikologis pada kedua korban tersebut.

“Kalau kasat mata, yang satu seperti biasa saja, yang satu memang ada sedikit syok mungkin,” tuturnya.

Yeni memastikan, status pendidikan para korban masih aktif sebagai siswa kelas tiga. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mereka juga sudah hampir rampung.

“Mereka sudah mau selesai PKL. Tinggal membuat laporan PKL kalau tidak salah. Nanti dikembalikan ke sekolah untuk mengikuti KBM selanjutnya dan mungkin ujian-ujian, karena memang sudah kelas tiga,” jelasnya.

Di sisi lain, DP3A mengingatkan seluruh instansi yang menerima siswa PKL agar memberikan perlindungan dan lingkungan kerja yang aman serta menjadi teladan bagi pelajar.

“Kita selalu mengingatkan kepada semua rekan-rekan, terutama yang di instansi. Anak-anak yang PKL itu memang memerlukan perlindungan, karena mereka ke kantor untuk belajar dunia kerja. Kita sebagai pegawai memberikan contoh yang baik,” tutupnya.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.