26.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026

Latest Posts

Rakor Lintas Sektor, Penanganan Jembatan Lewi Dinding Jampang Tengah Segera Dikaji Teknis

Wartain.com || Pemerintah Kecamatan Jampang Tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektor terkait tindak lanjut penanganan Jembatan Lewi Dinding yang berlokasi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Selasa (21/1/2026).

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Tanjungsari dengan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, serta beberapa desa lainnya.

Camat Jampang Tengah Chaerul Ichwan menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Jampang Tengah dan Forkopimcam Gunungguruh, serta perwakilan dari UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat Wilayah Sungai Cibareno.

Selain itu, hadir pula sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), BPBD Kabupaten Sukabumi, Diskominfo Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Pendidikan. Rapat juga dihadiri para kepala desa terkait dan unsur BPBD di tingkat wilayah.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan beberapa poin penting. Salah satunya, rapat telah dihadiri oleh unsur perusahaan, yaitu SCG, yang Insya Allah siap berkolaborasi dan bersinergi dalam percepatan penanganan Jembatan Widingding yang saat ini terputus,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, langkah selanjutnya adalah mendorong Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk menyusun kajian teknis atau Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan jembatan. Kajian tersebut akan memuat kebutuhan teknis, anggaran, serta material yang diperlukan.

“Setelah kajian teknis selesai, kita akan kembali duduk bersama untuk menentukan langkah-langkah terbaik dalam percepatan pembangunan jembatan dengan pola sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah, provinsi, dan pihak perusahaan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menjaga mobilitas masyarakat, disepakati bahwa pengguna Jembatan Lewi Dinding sementara dialihkan melalui jalur alternatif, bukan jembatan darurat. Jalur tersebut melintasi Desa Sirna Resmi, tepatnya di sekitar Sekolah Al-Huda, serta melalui jembatan milik PT SCG.

Pemerintah kecamatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT SCG yang telah memberikan izin kepada masyarakat untuk melintasi area perusahaan demi kelancaran aktivitas warga.

Dalam rapat tersebut, UPTD PSDA Wilayah Sungai Cibareno Provinsi Jawa Barat juga menyatakan akan melakukan intervensi teknis berupa perkuatan atau normalisasi tanggul/TPT sebagai pondasi dasar penunjang pembangunan jembatan ke depan.

Iapun berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar tahapan penanganan Jembatan Widingding dapat berjalan lancar dan jembatan tersebut segera dibangun kembali demi kepentingan bersama.

“Mudah-mudahan prosesnya berjalan baik dan jembatan ini dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.