26.7 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026

Latest Posts

Ratusan Pekerja Migran Indonesia Program G To G, Dilepas Kepala BP2MI 

Wartain.com, Tangerang ||  Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengawal langsung pelepasan 419 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Istora Senayan ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin 18/12/2023.

Ratusan PMI tersebut akan diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel) dalam skema Government to Government (G to G) untuk sektor manufaktur dan fishing.

“Jadi pelepasan 491 pekerja migran Indonesia hari ini secara resmi dilepaskan oleh Wapres KH. Ma’ruf Amin dalam acara peringatan hari Migrants Day Internasional di Istora Senayan, jadi kita kawal ke ke Bandara,” kata Benny kepada wartawan di Bandara Soekarno Hatta.

Lebih lanjut, Benny merinci total pahlawan devisa yang diberangkatkan ke Korsel dari Januari 2023 hingga hari ini sudah hampir menyentuh angka 13.000.

“Dari Januari hingga awal Desember ini sudah tercatat 13.000 ribu orang kurang lebih yang sudah diberengkatkan,” kata Benny.

Ia menyebut PMI yang ditempatkan di Korsel pada tahun 2022 mencapai 12.000 orang. Sementara 2023 BP2MI akan memberangkatkan PMI sebanyak 13.000 orang ke Korsel.

Benny mengatakan, jumlah tersebut paling tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelum dia memimpin BP2MI yang hanya menembus angka 5.000 hingga 7.000 orang per tahun. Sepanjang 2022-2023 merupakan jumlah paling besar dan pecah rekor penempatan PMI yang dilakukan BP2MI.

“Ini sejarah paling besar selama BP2MI, tahun-tahun sebelum saya memimpin BP2MI hanya bisa menampatkan sekitar 5.000 sampai 7.000 pekerja migran Indonesia ke luar negeri. Sedangkan tahun 2022 kita bisa memberangkatkan 12.000 dan tahun 2023 ini yang akan kita berangkatkan 13.000 ribu lebih sampai akhir tahun. sambung Benny.

Benny mengatakan, besarnya angka penempatan PMI secara resmi secara tidak langsung mengurangi penempatan PMI secara non prosedural alias ilegal. Terlebih lagi, pemberantasan penempatan PMI ilegal yang dilakukan pada sindikat begitu masih dilakukan BP2MI.

“Mudah-mudahan dengan animo masyarakat berangkat ke negara penempatan secara resmi bertambah banyak. Ini mengurangi mereka yang nanti menjadi korban penempatan ilegal,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Benny juga menyampaikan bakal menambah sektor pertanian dalam skema G to G untuk penempatan PMI ke Korsel pada tahun 2024.

“Kemarin kami ke Korea, Jepang dan alhamdulillah upaya tersebut untuk menambah sektor disetujui, kita juga telah memberangkatkan ratusan ribu PMI ke Korea,” tuturnya.***

Foto : BP2MI

Editor : Aab Abdul Malik

(Redaksi)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.