Wartain.com || Seorang pria berinisial H (39), warga Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pasar Pasundan, Kota Sukabumi. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/1/2026) saat korban tengah beraktivitas di pasar.
Kepada wartawan, H menuturkan bahwa kedatangannya ke Pasar Pasundan bertujuan untuk membeli bahan baku dagangan cireng isi yang biasa ia persiapkan untuk kebutuhan usaha keesokan hari. Selain berbelanja, ia juga sempat merekam suasana pasar menggunakan telepon genggamnya untuk kebutuhan konten media sosial TikTok.
“Saya datang ke pasar mau belanja bahan jualan buat besok. Sekalian juga mau ambil video suasana pasar buat dibagikan ke followers TikTok. Saya rekam saja ke sana-sini, seperti biasa,” ujar H saat ditemui, Kamis (29/1/2026).
Namun, aktivitas merekam tersebut justru memicu amarah sejumlah orang yang terekam secara tidak sengaja. H mengaku tidak mengenal orang-orang tersebut, namun tiba-tiba sekitar enam orang menghampirinya dan bersikap agresif.
“Mereka langsung marah-marah, handphone saya direbut, terus saya dikerumunin dan dibawa ke gang. Saya didorong-dorong,” ungkapnya.
H menyebutkan, dari enam orang tersebut, satu pelaku diduga melakukan pemukulan, sementara lainnya menahan dan mendorong tubuhnya sehingga ia tidak bisa melawan.
“Satu orang mukul, satu orang dorong, yang lain megangin saya. Wajah saya kena pukul di bagian pipi, bibir juga sampai bengkak,” jelasnya.
Keributan tersebut akhirnya berhasil dihentikan setelah sejumlah pedagang dan warga sekitar turun tangan melerai. H mengatakan, setelah situasi mereda, ia langsung pulang ke rumah sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Tadi ada ibu-ibu sama pedagang yang teriak dan melerai, baru setelah itu saya pulang dan bikin laporan ke polres,” katanya.
H juga mengungkapkan bahwa selama ini urusan belanja ke pasar biasanya dilakukan oleh sang istri. Namun pada hari kejadian, ia menggantikan peran tersebut karena sang istri sedang berhalangan.
“Biasanya istri yang ke pasar, tapi waktu itu lagi sibuk. Jadi saya yang belanja sekalian ambil video buat konten,” tambahnya.
Atas peristiwa tersebut, korban telah resmi melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polres setempat. Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap identitas para pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
