Wartain.com – Kota Sukabumi kembali menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Seekor sapi jenis limosin berbobot jumbo mencapai 1,170 ton telah dibeli oleh Sekretariat Presiden (Setpres) untuk disalurkan kepada masyarakat di Kota Sukabumi.
Sapi berwarna cokelat tersebut saat ini berada di lapak hewan kurban di Jalan Kibitay, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Rencananya, sapi bantuan kemasyarakatan presiden itu akan disembelih di sebuah pondok pesantren di wilayah Cigunung.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengaku telah melihat langsung kondisi sapi jumbo tersebut.
“Saya melihat langsung sapi yang dikasih oleh Presiden Prabowo Subianto, beratnya 1 ton 170 kilogram atau 1,170 ton. Tadi sudah saya lihat dan insya Allah akan dipotong di Pondok Pesantren di Cigunung,” kata Ayep, Selasa (19/5/2026).
Ayep menyebut bantuan sapi kurban dari presiden untuk masyarakat Kota Sukabumi rutin diberikan setiap tahun. Lokasi penyembelihan pun dilakukan secara bergiliran di sejumlah wilayah.
“Satu ekor. Itu rutin setiap tahun dan bergiliran. Waktu tahun pertama saya menjabat disembelih di Babakan Muncang, Ciaul. Sekarang pindah ke Cigunung, tahun depan kita pilih nanti tempat pemotongannya ya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Adrian Hariadi mengatakan, proses penentuan sapi dilakukan melalui tahapan seleksi ketat. Pemerintah daerah sebelumnya mengajukan sapi dengan bobot di atas satu ton dan kondisi kesehatan yang prima.
“Jadi awalnya kita juga menawarkan, pertama ya sapinya harus bobotnya di atas 1 ton, kondisinya sehat, nah terus dilihat, disurvei ke sini dan layak. Termasuk kita kirim-kirim dokumen ke provinsi, terus dicek ya memenuhi kriteria. Kemarin Senin dilakukan pembayaran oleh Setpres,” kata Adrian.
Menurut Adrian, bobot sapi terus mengalami peningkatan sejak pertama kali diajukan. Awalnya sapi memiliki berat sekitar 1,130 ton, namun kini bertambah menjadi 1,170 ton.
“Setiap hari ada penambahan bobot ya, karena memang terus diberi makanan, makanannya cukup banyak juga. Penawaran awalnya di 1,130 ton, sekarang sudah hampir satu bulan ini ya, itu sudah ada kenaikan 40 kilo,” ujarnya.
Pemilik lapak hewan kurban, Tisa Dera menjelaskan, sapi jantan bernama Predator itu telah dipelihara selama delapan bulan setelah didatangkan dari Jawa. Saat pertama datang, bobotnya sekitar 900 kilogram.
“Umurnya, udah tiga tahun lebih. Sudah sangat cocok untuk kurban, dagingnya sudah oke insya Allah,” ucap Tisa.
Ia mengatakan nama “Predator” diberikan karena ukuran tubuh sapi yang besar dan terlihat gagah dibanding sapi pada umumnya. Selain itu, kondisi kesehatannya juga terus dipantau oleh petugas peternakan.
“Kelebihannya tentu sapi ini sehat sesuai syariat ya. Sehat, tidak ada cacat. Dinas Peternakan juga selalu update kesehatannya, feses dan segala rupa dicek. Jadi insya Allah yang utama sehat. Dan bobot yang besar insya Allah supaya manfaatnya lebih banyak aja,” sebutnya.
Tisa juga mengaku bersyukur karena lapaknya kembali dipercaya menjadi salah satu pemasok hewan kurban bantuan Presiden.
“Alhamdulillah, kami mendapat kepercayaan dari tahun ke tahun menjadi salah satu penyuplai. Banyak sekali memang Bapak Prabowo ini pesan hewan kurban tapi kami salah satunya, sudah bertahun-tahun,” jelasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
