26.7 C
Jakarta
Senin, Oktober 26, 2026

Latest Posts

Sumpah Pemuda 2026: Rakyat Bersatu Kawal Prabowo Lawan Oligarki Hitam

Wartain.com – Momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 harus dimaknai sebagai titik balik penyatuan spiritual dan persatuan nasional seluruh elemen bangsa dalam mengawal kedaulatan Indonesia.

Pernyataan sikap bersama ini ditegaskan oleh lintas tokoh pergerakan, di antaranya Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda dan Sekjen PPJNA 98 Abdul Salam Nur Ahmad.

Ikut menyatakan sikap Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, CEO Media Bisnisnews.net M. Rafi Asyam juga Kordinator Forum UMKM Sukabumi , serta Pengasuh Majelis Sholawat Cahaya Nusantara KH. Apep Sambas.

Anto Kusumayuda menyatakan, peristiwa 28 Oktober 1928 bukan sekadar ikrar politik, melainkan penyatuan spiritual pemuda Nusantara yang melahirkan nama Indonesia.

Ikatan spiritual dan persatuan nasional masa lalu itulah yang menjadi fondasi utama dalam merebut kemerdekaan serta kedaulatan sejati pada 1945.

Menurutnya, kondisi menjelang 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki dinamika yang hampir sama.

Saat ini, ketegasan Presiden Prabowo dalam menjaga kedaulatan, membangun kemandirian ekonomi, menyelamatkan SDA, dan memberantas korupsi menghadapi tantangan besar.

Langkah berani kepala negara tersebut dinilai memicu kemarahan kelompok mafia dan oligarki hitam yang diduga berkonspirasi dengan kepentingan asing.

Kelompok tersebut ditengarai melakukan berbagai provokasi, termasuk upaya mengganggu pasar saham demi menyabotase perekonomian dan menjatuhkan pemerintahan.

Merespons hal itu, elemen masyarakat ini mengajak seluruh lapisan komponen bangsa untuk cermat, waspada, dan tidak terjebak dalam permainan konspirasi jahat tersebut.

Sementara itu, KH. Apep Sambas meninjau momentum ini dari pendekatan filosofis angka 28 Oktober.

Angka 2 merepresentasikan sifat religius dan ketenangan, yang jika bersatu dengan angka 8 sebagai simbol kesuksesan, akan menghasilkan angka 10.

Dalam esensi filosofis, angka 10 memadukan angka 1 (Esa/Tunggal) dan 0 (Kosong). Kosong di sini bermakna isi, yang menegaskan kembalinya segala urusan pada Keesaan Tuhan.

Secara spiritual, angka ini menjadi simbol penyatuan jiwa dan hati seluruh rakyat bersama Presiden Prabowo untuk mendapatkan restu langit demi memakmurkan negeri.

Aliansi tokoh ini mengajak masyarakat menjadikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan nasional menuju Indonesia mandiri.

Mereka berkomitmen mengawal kebijakan pro-rakyat kecil serta mendukung pembersihan birokrasi dari korupsi tanpa pandang bulu.

Secara spiritual, rakyat diimbau bersama-sama berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi Presiden Prabowo dan NKRI dari rongrongan oligarki hitam.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.