26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Trauma Mendalam Bayangi GM Selama 10 Tahun, Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Sukabumi Terus Bergulir

Wartain.com || Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami GM (28), perempuan asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kembali mencuat ke permukaan setelah bertahun-tahun ia pendam. Luka psikologis yang ditinggalkan sejak 2014 itu kini mendorongnya untuk bersuara dan mencari keadilan.

Kuasa hukum GM, Ferry Gustaman, mengungkapkan bahwa kliennya telah resmi melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi. Laporan itu, kata Ferry, merupakan langkah besar bagi korban yang selama satu dekade berjuang dengan trauma mendalam.

“Kemarin sudah resmi laporan. Sekarang sedang ditangani pihak kepolisian. Melihat bukti-bukti yang disampaikan, kami sangat miris terhadap kelakuan pelaku,” ujar Ferry, Jumat (21/11/2025).

Menurut Ferry, apa yang dialami GM bukan hanya sekadar peristiwa masa lalu, tetapi sebuah luka yang masih ia bawa hingga hari ini. GM disebut mengalami gangguan psikologis berkepanjangan, terutama ketika harus kembali ke kampung halamannya atau mengingat sosok terduga pelaku.

“Sejak kejadian itu, trauma berat terus membayangi. Meski sudah berlalu lebih dari sepuluh tahun, ketakutan itu muncul lagi setiap kali ada hal yang mengingatkannya pada pelaku,” jelasnya.

Kasus bermula ketika GM masih berada di bangku sekolah dan mengikuti ekstrakurikuler bola voli. Terduga pelaku, yang saat itu menjadi pelatih, diduga memanfaatkan kedudukannya untuk mendekati korban. Dengan iming-iming peningkatan kemampuan, pelaku bahkan mengajak korban untuk memasang susuk di area sensitif tubuhnya.

“Modusnya bermacam-macam, termasuk janji meningkatkan kemampuan voli hingga menawarkan beasiswa dan kebutuhan lainnya. Korban-korban yang disasar kebanyakan berasal dari keluarga menengah ke bawah,” tambah Ferry.

Selama bertahun-tahun GM memilih diam karena takut, malu, dan tekanan psikologis yang menjeratnya. Namun ketahanan fisik dan mentalnya akhirnya runtuh, hingga ia memberanikan diri mengunggah ceritanya ke media sosial. Unggahan itu membuat publik tersentak—bukan hanya karena kisahnya, tetapi karena munculnya pengakuan lain yang diduga berasal dari korban-korban serupa.

“Setelah GM speak up di medsos, banyak yang ikut bercerita. Ada indikasi kejadian ini terjadi secara berulang sejak 2014. Data para korban sudah ada pada kami,” ungkap Ferry.

Ferry berharap pihak kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut secara serius, mengingat potensi jumlah korban yang masih dapat bertambah dan besarnya dampak psikologis yang dialami GM serta korban lainnya.

“Harapan kami laporan ini segera ditanggapi. Dari bukti-bukti percakapan dan kesaksian yang masuk, dugaan jumlah korban sangat banyak,” ujarnya menegaskan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.