Oleh: AM Soleh/ Pimpinan Pondok Pesantren Cahaya Kapuas, Pontianak Kalimantan Barat
Wartain.com || Ilmu Astrologi Islam atau di pesantren-pesantren biasa disebut dengan ilmu Falak Abu Masyar, didalam kajiannya terdapat istilah 12 Buruj.
Mungkin istilah “Buruj” ini agak asing di telinga kita, padahal sebetulnya kalimat Buruj bukanlah hal yang baru, Kurang lebih sudah sejak 1440 tahun yang lalu Allah SWT di dalam Al-Qur’an telah menyebut kalimat Buruj ini pada empat ayat yang terpisah didalam empat surat yang berbeda, bahkan Allah SWT menamai salah satu Surat Dalam Al Quran dengan nama ini yaitu Surat Al Buruj (Gugusan bintang).
Berikut Ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang secara langsung menyebutkan kalimat Buruj:
1. وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan men-jadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya),
(Surat Al-Hijr, Ayat 16)
2. تَبَارَكَ ٱلَّذِي جَعَلَ فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجٗا وَقَمَرٗا مُّنِيرٗا
Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.
(Surat Al-Furqan, Ayat 61)
3. وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلۡبُرُوجِ
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
(Surat Al-Buruj, Ayat 1)
Imam Ahmad bin Ali Al-Buni dalam kitab Syamsul Ma’arif al-kubra berkata: Dalam menafsirkan kalimat Buruj sebahagian Ulama Ahli tafsir berkata: yang dimaksud Buruj pada ayat diatas adalah tempat berjalannya bintang-bintang (hari) yang tujuh, yaitu Dua belas buruj (Gugusan Bintang), yaitu :
1. Al Haml (Aries),
2. Ats-Tsaur (Taurus),
3. Al-jauza (Gemini),
4. As-Surthon (Cancer)
5. Al-Asad (Leo)
6. As-Sunbulah (Virgo)
7. Al-Mizan (Libra)
8. Al-‘Aqrob (Scorpio)
9. Al-Qous (Sagitarius)
10. Al-jadyu (Capricorn)
11. Ad-Dalyu (Aquarius)
12. Al-hout (Pisces).
Al Buni melanjutkan, bahwa Ibnu Abbas telah menetapkan penafsiran yang dipandang beliau kuat, bahwasanya yang dimaksud kalimat Buruj adalah Gugusan Bintang yang dikenal dengan Dua Belas gugusan bintang. ( Syamsul Ma’arif al-kubra).
Begitu juga dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dhohak, Al-Hasan, Qotadah dan As-sudiyu, mereka sependapat bahwa yang dimaksud dengan Buruj adalah Bintang. dan Ibn Jarir telah memilih pendapat bahwasanya yang dimaksud dengan Buruj adalah manzilah Matahari dan Bulan, yaitu dua belas gugusan bintang. (Tafsir Ibnu Katsir).
Kemudian satu lagi ayat dalam Al-Qur’an yang menyebut kalimat buruj, terdapat dalam surat An-Nisa ayat 28
4. أَيۡنَمَا تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنتُمۡ فِي بُرُوجٖ مُّشَيَّدَةٖۗ
Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh (sebagian mufasir: Gugusan Bintang di langit).
(Surat An-Nisa’, Ayat 78).
Ahli tafsir berbeda pendapat dalam menafsirkan buruj pada surat an-nisa ayat 78 ini, sebagian berpendapat: maksudnya adalah Benteng yang tinggi lagi kukuh, namun meski begitu ada juga mufassir yang memberi penafsiran bahwa makna Buruj pada ayat ini sama dengan ketiga ayat yang lainnya, yaitu bahwa makna Buruj disini adalah bermakna gugusan bintang di langit. (Ibn katsir).
Kemudian selain itu, masih banyak lagi ayat-ayat lain yang berbicara tentang konstelasi bintang dan benda-benda langit lainnya yang jumlahnya ratusan yang tersebar dalam beberapa surat yang berbeda.
Selain ayat-ayat yang jumlahnya ratusan, terdapat pula beberapa surat dalam Al Quran yang menggunakan nama benda-benda langit seperti surat An-Najm (bintang), surat Al-Qomar (Bulan), surat Al-Buruj (gugusan bintang), dan surat As-Syams (matahari).
Di dalam Al-Qur’an terdapat pula beberapa surat yang menggunakan nama waktu -yang terkait dengan pengaruh perputaran benda benda langit- seperti, surat Al-Lail (malam), surat Ad-duha (waktu Duha), surat Al-Ashr (waktu ‘Asar), dan surat Al-Falaq (waktu Subuh).
Dengan banyaknya ayat yang berulang menyebut benda benda langit dan pengaruhnya pada kehidupan manusia, terlebih dengan disematkannya nama benda-benda langit dan Perputaran Waktu sebagai nama-nama surat dalam Al-Quran, menunjukan bahwa ini adalah hal besar dan sangat penting bagi Manusia. ya,, Allah SWT hendak mengajarkan agar manusia berfikir, sehingga dari berfikir pada semua itu menghasilkan output berupa produk hasil pemikiran yang bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia, dan tentunya semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT
Ayat-ayat tentang Buruj (gugusan bintang) dan benda-benda langit inilah yang menggugah Seorang Filsuf Muslim Abu Ma’syar Al-Falaki (787 M) untuk melakukan kajian mendalam, Hal ini beliau tuliskan pada mukaddimah kitab abu Ma’syar alfalaki.
Penelitian yang beliau lakukan adalah metode ulul albab (penyatuan dzikir dan fikir). Yaitu Kajian secara Dzohir dengan melakukan pengamatan terhadap fakta-fakta konstelasi bintang dan alam semesta, sekaligus juga sisi bathin Abu Masyar bermunajat kepada Allah SWT dengan melakukan istikhoroh yang panjang, sehingga atas izin Allah SWT beliau berhasil merumuskan kodifikasi ilmu Astronomi dan Astrologi yang bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia.
Metode penelitian yang digunakan abu masyar ini berdasarkan firman Allah surat Ali Imran ayat 190-191, yang artinya :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
(Surat Ali ‘Imran, Ayat: 190 – 191).
Sehingga dari tafakkur dan tadzakkur Abu Ma’syar ini telah melahirkan karya tulis yang fenomenal dan bermanfaat bagi peradaban manusia, diantara kitab-kitab nya:
1. *Al-Madkhal Al-Kabir* (Pengantar Besar Astrologi): Kitab ini merupakan salah satu karya Abu Ma’syar yang paling terkenal, membahas tentang astrologi dan astronomi.
2. *Kitab Abu Masyar al-Falaki* kitab ini menjelaskan tentang Ilmu Hisab, Rahasia huruf Abjad Hawaz, 12 Buruj laki-laki dan 12 Buruj Wanita.
Karya-karya Abu Ma’syar al-Falaki yang ditulis kurang lebih 1200 tahun yang lalu ini sangat memengaruhi para ilmuwan Timur dan Barat, dan masih menjadi rujukan penting hingga saat ini.
Kitab Abu Ma’syar al-Falaki bukanlah kitab Ramalan Horor yang penuh takhayul dan tanpa dasar. jika ditelaah lebih dalam isi dari kitab abu masyar ini merupakan hasil istinbath (kajian mendalam) dari Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW, didalam nya merupakan sekumpulan Rumusan atau metodologi yang bisa dijadikan alat Prediksi, sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan terutama keputusan-keputusan penting.
Bahwa pada perputaran (Dawur) waktu baik jam, Hari, Bulan, dan Tahun. Pada kehidupan manusia; pada kelahiran, pada nama, ciri-ciri fisik dan Karakter. dan Pada perputaran Alam semesta. Dalam semua itu terdapat “Siklus khas dan Pola Unik” -yang telah Allah SWT tetapkan- untuk difikirkan (tafakur), dan diambil hikmah serta pelajaran daripadanya.
Pada intinya segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT, manusia hanya mampu membaca tanda-tanda atau indikator dari siklus Alam dan pola kehidupan yang memang sudah berjalan selama ribuan tahun, tujuannya agar manusia lebih berhati-hati dan siap antisipasi, sedia payung sebelum hujan, selebihnya Tawakkal hanya pada Allah SWT.
Persis seperti apa yang telah terjadi pada kisah Nabi Yusuf as yang mengambil sikap antisipatif dari ramalan tafsir mimpi sang raja, bahwa akan terjadi 7 tahun surplus dan 7 tahun paceklik. dan langkah antisipasi Nabi Yusuf yang berawal dari “ramalan mimpi raja” telah Menyelamatkan seluruh Rakyat bangsa dan negara Mesir pada waktu itu dari ancaman 7 tahun kelaparan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
