Wartain.com || Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menggelar pertemuan strategis dengan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution, Kamis (22/5/2025).
Pertemuan dilakukan guna membahas maraknya kasus penipuan berkedok rekrutmen pekerja migran asal Sumut di negara-negara seperti Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Thailand.
Kasus-kasus tersebut diketahui berujung pada praktik scamming dan eksploitasi yang menjerat banyak warga secara sistematis.
Wamen Dzulfikar menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara Pemerintah pusat dan daerah untuk menangkal migrasi non-prosedural.
“Kami mendengar langsung aspirasi Pak Gubernur. Negara harus hadir sejak dari desa, sejak niat migrasi itu tumbuh. Pelindungan pekerja migran dimulai dari pencegahan dini, edukasi, dan jalur yang sah,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung langkah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran.
“Kami siap menyediakan sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, dan sudah menunjuk dinas-dinas terkait untuk memaksimalkan potensi SDM unggul, atau apapun istilah kenegaraannya, yang relevan untuk mendukung perlindungan dan pemberdayaan calon pekerja migran,” tegas Bobby.
Gubernur Bobby juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran langsung Wamen Dzulfikar di Sumut.
Pertemuan diakhiri komitmen bersama untuk membentuk langkah taktis dan prosedural lintas sektor, serta memperkuat literasi migrasi aman dan penegakan hukum terhadap agen-agen perekrut ilegal.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
