26.7 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Latest Posts

Puluhan Santri Sukabumi Bertugas di Tanah Suci, Gabungkan Ibadah dan Pengabdian

Wartain.com || Sebanyak 21 santriwati lulusan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Sukabumi bersiap berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat. Mereka bukan hanya akan menjalani ibadah, tetapi juga bertugas sebagai pelayan umat di dua masjid suci, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, dalam program pelatihan kerja (job training).

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana, menyebutkan bahwa para santriwati tersebut telah menuntaskan pendidikan tingkat SLTA dan mengikuti serangkaian pelatihan intensif selama enam bulan hingga satu tahun.

“Mereka akan berangkat bulan ini. Para santri ini sebelumnya dibekali pelatihan bahasa Arab, bahasa Inggris, serta keterampilan kerja, termasuk penggunaan alat kebersihan modern,” ungkap KH Fajar, Jumat (25/7/2025).

Tugas yang diemban para santriwati cukup beragam. Mereka akan membantu operasional harian di dua masjid terbesar di dunia Islam, mulai dari penjagaan air zamzam, pembersihan area tawaf, penataan mushaf Al-Qur’an, hingga pelayanan terhadap jemaah haji dan umrah yang tersesat atau memerlukan bantuan.

“Di Masjidil Haram, mereka akan membantu di bagian administrasi kantor imam masjid, sementara di Masjid Nabawi mereka akan bertugas menjaga kebersihan Raudhah dan makam Rasulullah SAW, serta membantu pengelolaan Al-Qur’an di sekitar area masjid,” jelasnya.

Fajar menekankan bahwa aspek utama dalam seleksi peserta bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga akhlak dan ibadah yang konsisten. “Yang berangkat adalah mereka yang teruji akhlaknya—rajin salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan hafalan minimal lima juz. Karena ini bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian di rumah Allah,” tegasnya.

Selain melayani, para santri juga mendapatkan kesempatan berharga untuk meningkatkan ibadah mereka. Mereka bisa melaksanakan haji dan umrah, serta mengikuti halaqah tahfidz Al-Qur’an langsung di Masjidil Haram.

“Bekerja sambil beribadah adalah inti dari program ini. Selain itu, dari sisi materi, penghasilan yang diperoleh juga cukup besar. Pengalaman sebelumnya, mereka bisa mendapatkan Rp20-30 juta per bulan hanya dari tip jemaah,” tuturnya.

Hingga kini, total 50 santriwati asal Ponpes Dzikir Al Fath telah diberangkatkan dalam program serupa dan aktif melayani di Tanah Suci.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pondok pesantren tersebut. Ia menilai program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas SDM Kota Sukabumi.

“Kami sangat mendukung inisiatif seperti ini. Selain memberi peluang kerja ke luar negeri, program ini juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan keterampilan santri. Ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program ketenagakerjaan pemerintah,” kata Bobby.

Lebih lanjut, Bobby menambahkan bahwa kombinasi antara ibadah, pengalaman kerja internasional, dan penghasilan yang layak menjadi nilai tambah luar biasa bagi para peserta. “Mereka tidak hanya membawa pulang uang, tapi juga pengalaman spiritual dan keterampilan yang akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.