Wartain.com || Seorang bocah asal Kampung Kutamaneuh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, kini tengah berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Much Billal Tajudin Sopian, usia 11 tahun, harus dirawat intensif di ruang isolasi RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi setelah divonis mengidap TBC sekaligus gizi buruk. Tubuhnya tampak lemah dan kurus, hanya memiliki berat sekitar 17 kilogram.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat perjuangan orang tua Billal semakin berat. Namun perhatian datang dari berbagai pihak. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat langsung turun tangan setelah mendapatkan laporan mengenai kondisi Billal pada Rabu (3/9/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, dr. Raden Vini Adiani Dewi, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk memastikan penanganan Billal berjalan optimal.
“Kami sudah menginstruksikan pemeriksaan kepada seluruh anggota keluarga agar penularan TBC bisa dicegah sejak dini. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pemenuhan gizi anak ini,” ujarnya usai meninjau kondisi pasien di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Kamis (4/9/2025).
Ia memastikan pengobatan TBC bisa diperoleh gratis di puskesmas. Selain itu, keanggotaan BPJS Kesehatan keluarga Billal juga telah diaktifkan sehingga biaya perawatan dapat ditanggung. “TBC bisa sembuh total asalkan obat diminum teratur, pola makan dijaga, serta dukungan gizi dipenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD R Syamsudin SH, dr. Anggun Puspita Dewi, menjelaskan bahwa Billal kemungkinan sudah lama menderita sakit, hanya saja baru terdeteksi sekarang. Indikasi awal menunjukkan adanya TBC Meningitis, sehingga tim medis tengah melakukan skrining lanjutan. Selain itu, kondisi anemia juga sedang dievaluasi.
“Penanganan TBC biasanya memakan waktu hingga satu tahun, sedangkan pemulihan gizi buruk bisa lebih lama, sekitar 1-2 tahun. Saat ini pasien sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Jika kondisinya stabil, pengobatan bisa dilanjutkan dengan rawat jalan,” terangnya.
Billal diperkirakan akan dirawat inap selama 1–2 minggu, sebelum akhirnya pulang dengan pendampingan ketat dari orang tua. Nantinya, kontrol rutin di poli anak serta pemantauan dari puskesmas setempat akan dilakukan untuk memastikan pengobatan TBC dan pemulihan status gizi berjalan sesuai rencana.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
