26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Latest Posts

Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Desak Penghentian Militer di Timur Tengah

Wartain.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan komunikasi intensif melalui sambungan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), Kamis (12/3/2026). Pembicaraan tingkat tinggi ini berfokus pada upaya meredam eskalasi militer di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Berdasarkan keterangan resmi dari akun X Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, kedua pemimpin negara tersebut meninjau secara mendalam perkembangan situasi di kawasan yang kian memanas. Baik Pangeran MBS maupun Presiden Prabowo menyoroti dampak serius dari ketegangan militer ini terhadap keamanan serta stabilitas, baik di tingkat regional maupun internasional.

“Yang Mulia (Pangeran MBS) meninjau melalui telepon dengan Presiden Indonesia perkembangan eskalasi militer di kawasan dan dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional,” tulis keterangan akun X Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Prabowo secara tegas menyerukan agar seluruh aksi militer di Timur Tengah segera dihentikan demi mencegah kehancuran yang lebih luas. Ia memberikan peringatan keras bahwa ketegangan saat ini bukan hanya masalah regional, melainkan ancaman bagi tatanan global.

“Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera aksi militer di kawasan tersebut, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan,” tambah pernyataan resmi dari pihak Arab Saudi.

Komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia juga ditegaskan kembali dalam percakapan tersebut. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebelumnya mengungkapkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki niat tulus untuk mengambil peran aktif sebagai penengah di tengah konflik.

“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” ujar Menlu Sugiono.

Langkah diplomasi melalui telepon ini menandai posisi strategis Indonesia dalam peta politik internasional, khususnya dalam menjembatani kepentingan negara-negara besar di Timur Tengah. Saat ini, dunia internasional tengah menantikan langkah nyata dari hasil komunikasi antara Jakarta dan Riyadh untuk menciptakan koridor dialog yang lebih stabil.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.