26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Jembatan Gantung Ambruk dan Longsor Terjadi di Sukabumi, Satu Warga Terjatuh ke Sungai

Wartain.com || Dua peristiwa bencana terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Jembatan gantung ambruk di Kecamatan Tegalbuleud, sementara longsor melanda akses jalan penghubung di Kecamatan Caringin.

Jembatan Ambruk di Tegalbuleud

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Sebuah jembatan gantung dilaporkan ambruk saat dilintasi sejumlah warga yang menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, ambruknya jembatan diduga akibat tali seling penopang yang putus karena tidak mampu menahan beban.

Saat kejadian, terdapat lima sepeda motor yang melintas di atas jembatan tersebut. Akibatnya, satu unit sepeda motor beserta pengendaranya terjatuh ke sungai, sementara empat kendaraan lainnya tersangkut di atas jembatan yang dalam kondisi miring.

Warga sekitar segera melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu. Korban yang terjatuh berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi sehari sebelumnya, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Longsor di Caringin 

Longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Material longsor menimpa tembok penahan tanah (TPT) di jalan lingkungan yang menghubungkan Desa Caringin Kulon dan Desa Cikembang, tepatnya di Kampung Caringin Pojok, Kecamatan Caringin.

Meski terdampak, akses jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan kewaspadaan tinggi. BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Sukabumi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Saat ini, petugas Pusdalops-PB terus melakukan pemantauan kondisi wilayah melalui berbagai kanal, termasuk laporan relawan, media sosial, serta sistem pemantauan kebencanaan berbasis aplikasi dan radio komunikasi.

Masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat serta menghindari aktivitas di area rawan bencana guna meminimalisir risiko yang lebih besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.