Wartain.com – Seorang pria lansia berinisial MH (72) diduga melakukan aksi pencabulan terhadap belasan anak perempuan yang kerap bermain di pelataran masjid di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa pilu tersebut terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya saat berada di tempat pengajian. Pengakuan tersebut memicu keberanian korban lain untuk bersuara hingga akhirnya dilaporkan kepada pengurus lingkungan.
Ketua RW setempat, Hendra (52), mengonfirmasi bahwa berdasarkan data dan pengaduan dari para orang tua, jumlah korban saat ini terdata mencapai 13 anak. Korban terdiri dari anak-anak usia PAUD, SD, hingga anak yang hendak masuk jenjang SMP.
“Awalnya ada 7 anak, lalu berkembang. Setelah bada Isya dari ibu yang korban ini dikasih catatan, ternyata ada 13 orang anak perempuan semuanya,” ujar Hendra, Rabu (22/7/2026).
Aksi dugaan pencabulan tersebut rata-rata dilakukan pada siang hari saat anak-anak sedang bermain di halaman masjid maupun area gardu sekitar permukiman.
Terduga pelaku melancarkan aksinya dengan cara meraba serta mencium korban, lalu mengancam mereka agar tidak melapor.
Untuk membungkam korban, terduga pelaku MH juga menggunakan modus memberikan imbalan berupa uang jajan harian usai melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut.
“Ada ketakutan karena diancam sama si bapak ini, ‘tong bebeja’ (jangan bilang-bilang). Sambil dijajani, diberi uang Rp2.000 sampai Rp5.000. Itu pengakuan dari anak-anak,” ungkap Hendra.
Menurut Hendra, terduga pelaku MH merupakan warga pendatang yang baru tinggal selama tiga tahun di wilayahnya dan hidup bersama sang anak.
Dalam kesehariannya, terduga pelaku dikenal rajin beribadah dan tidak menunjukkan perilaku mencurigakan.
“Sehari-harinya dia baik, suka berjamaah di masjid, suka ikut pengajian. Ke masjidnya bagus, ibadahnya bagus. Nggak tahu gimanalah ya, mungkin khilaf atau gimana,” tuturnya.
Pihak pengurus RT dan RW telah mengumpulkan keluarga korban serta merangkum data awal untuk dilaporkan ke pihak kepolisian.
Menanggapi peristiwa ini, warga mengimbau agar terduga pelaku tidak lagi bermukim di lingkungan tersebut guna mencegah trauma berkepanjangan pada anak-anak.
“Dari lingkungan keinginannya si bapak ini jangan tinggal di kita lagi, karena saya khawatirkan trauma ke anak-anak. Penginnya warga saya menolak,” tegas Hendra.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
