Wartain.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa pompa air kepada kelompok tani. Bantuan ini menjadi langkah konkret mempercepat masa tanam sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai mengintai.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menggenjot produksi pangan dan memastikan keberlangsungan sektor pertanian di tengah perubahan iklim.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi Distan Kabupaten Sukabumi bersama Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Indra Zakariya Rayusman yang juga ditugaskan sebagai Penjabat Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi, pada Senin (31/8/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menyebut percepatan tanam tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sarana produksi. Petani harus dibekali fasilitas yang memadai agar bisa menghadapi tantangan di lapangan.
“Percepatan tanam harus diikuti kesiapan sarana produksi dan dukungan kepada petani. Dengan koordinasi yang kuat, kita ingin memastikan upaya menuju swasembada pangan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Aep, Rabu (2/9/2026).
Menurut Aep, air adalah penentu utama produktivitas. Karena itu kehadiran pompa air sangat vital untuk membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan di saat sumber air mulai menyusut.
Dengan adanya dukungan ini, diharapkan proses tanam bisa sesuai jadwal dan risiko penurunan produktivitas akibat kekeringan dapat ditekan.
“Pompa air ini diharapkan dapat membantu petani mempercepat tanam dan mengantisipasi kondisi kekeringan. Sarana yang diberikan harus dijaga dan dimanfaatkan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.
Aep menegaskan, target percepatan tanam bukan hanya soal mengejar angka luas tanam. Lebih dari itu, ini adalah strategi menjaga rantai produksi pangan di Kabupaten Sukabumi agar tidak terputus.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi berbagai unsur. Mulai dari kesiapan lahan, jaminan ketersediaan air, kecukupan sarana produksi, peran penyuluh, hingga kapasitas petani harus berjalan seiring.
“Ketahanan pangan harus dibangun dari lapangan. Petani membutuhkan dukungan nyata agar proses produksi dapat berjalan tepat waktu dan produktivitas tetap terjaga,” tutur Aep.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi lintas sektor dan distribusi Alsintan merupakan wujud nyata dukungan Pemda terhadap program swasembada pangan nasional di daerah.
Pemanfaatan sarana ini, lanjutnya, tidak hanya untuk menghadapi musim kering. Tetapi juga untuk memperkuat daya saing usaha tani dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.
“Yang kita dorong adalah kerja bersama. Ketika petani didukung dengan sarana yang tepat dan pendampingan yang baik, kita optimistis produksi pangan di Sukabumi semakin kuat,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
