Wartain.com – Kekhawatiran warga Kampung Leuwi Gadog, Desa Loji, Kecamatan Simpenan akhirnya mendapat jawaban. Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyatakan Pemkab sudah mengusulkan penanganan Sungai Cidadap yang gerusannya kian mendekati permukiman.
Gerusan sungai ini sudah berdampak serius. Sekitar 30 hektare sawah warga tertutup material batu dan kayu hingga tak produktif lagi. Kini ancaman meluas ke pemukiman warga.
“Sudah Kita Usulkan, Insya Allah Diprioritaskan”
Bupati Asep Japar memastikan persoalan ini masuk dalam perhatian Pemkab.
“Kita sudah mengusulkan ya untuk Sungai Cidadap itu. Tetap kita juga akan terus berupaya supaya masyarakat itu nanti khususnya para petani jangan sampai nanti dengan kondisi itu kurang baik,” kata Asep.
Ia berharap normalisasi sungai bisa masuk dalam anggaran tahun ini agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Insya Allah itu akan diprioritaskan. Mudah-mudahan masuklah dalam anggaran,” ujarnya.
Saat ditanya soal percepatan penurunan alat berat, Bupati menjawab tegas: “Ya, pasti itu.”
30 Hektare Sawah Jadi “Wahangan”
Warga sudah lama mengeluh. Dadang Suherman, Ketua RT 02/RW 06 yang mewakili warga RT 13 menyebut lahan pertanian kini berubah fungsi.
“Yang asalnya sawah, sekarang sudah jadi wahangan atau kali. Sudah bergantian dengan batu,” katanya.
Dampaknya tidak hanya ke petani pemilik lahan. Para buruh tani juga ikut terdampak karena tidak ada lagi sawah yang bisa digarap.
“Nganggur semua,” ucap Dadang.
Dengan adanya komitmen Bupati, warga Leuwi Gadog berharap normalisasi Sungai Cidadap segera terealisasi. Tujuannya melindungi sisa lahan pertanian dan mencegah gerusan meluas ke rumah warga.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
