Wartain.com || “Secara pribadi saya merasa prihatin dengan kejadian ini. Dimana sekarang lagi digembar gembornya oleh Mas Menteri (Pendidikan) itu adalah Merdeka Belajar dengan ceria gembira. Belajar itu kita untuk menjadikan anak didik kita sebagai anak kita sendiri,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang usai mengikuti upacara Hari Pancasila di Palabuhanratu, Sabtu (01/06/24).
Ia berharap, kasus yang telah dilaporkan keluarga korban ke Polres Sukabumi itu segera selesai. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil dari kepolisian.
Namun begitu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan PGRI kecamatan maupun dengan pengawas kecamatan dan meyakinkan adanya sanksi.
“Tentu, nanti ada sanksi, tentu ada sanksi. Nantinya sesuai aturan yang diberlakukan. Nantinya kita lihat dulu hasilnya bagaimana dari pihak kepolisian dulu. Kami tidak akan melangkah lebih jauh karena dari pihak korban orang tuanya sudah melaporkan ke kepolisian,” Imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Usep Wawan yang turut menyoroti kasus dugaan oknum guru menganiaya siswa tersebut juga mengungkapkan beberapa hal saat diwawancarai awak media, Minggu (02/06/2024).
Kepada awak media, Usep mengatakan bahwa semua pihak harus menyikapi kejadian ini secara bijak dan tidak bisa menghakimi sendiri untuk menentukan siapa yang benar ataupun salah.
Tentunya aksi kekerasan ini terjadi karena ada pemicu, sehingga harus dilihat dari dua sisi. Usep berharap kasus ini tidak sampai masuk ranah hukum dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Selain itu, dengan adanya kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi para guru di mana harus senantiasa bisa menahan emosi apalagi guru sekolah dasar di mana muridnya masih dalam usia bermain yang tentunya dalam mendidik harus penuh dengan kesabaran.
Evaluasi kinerja bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Sukabumi harus rutin dilakukan baik oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi maupun pihak sekolah yang menjadi tempat mengajar guru tersebut
Menurutnya, terjadinya kasus penganiayaan ini pun harus dilihat dari sebab dan akibat, apakah terjadinya kekerasan ini murni karena ulah oknum guru tersebut atau dipicu oleh kenakalan siswa yang menjadi korban penganiayaan.
“Tidak menutup kemungkinan, kemarahan guru yang mengajar pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan (PJOK) ini memuncak akibat ulah siswa tersebut atau mungkin saja apa yang dilakukan oleh anak itu sudah di luar etika,” cetusnya.
Kendati begitu, Ia juga tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh oknum guru tersebut kepada muridnya. Dari informasi yang diterimanya, guru itu menjambak hingga mencekik sampai leher anak didiknya terluka serta mengeluarkan darah.
“Apa yang dilakukan oleh oknum guru ini memang salah karena tidak seharusnya melakukan kekerasan terhadap muridnya sendiri apalagi dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi kita tidak bisa semena-mena menyalahkannya tetapi harus adil menyikapi permasalahan ini,” pungkasnya.***
Foto : ilustrasi/Shutterstock
Editor : Aab Abdul Malik
(LT)
