26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 8, 2026

Latest Posts

Lima Tahun Menunggu, Penyintas Bencana di Nyalindung Sukabumi Kini Dapat Huntap

Wartain.com || Sebanyak 129 kepala keluarga penyintas bencana pergeseran tanah di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi akhirnya bisa bernafas lega setelah mendapat hunian tetap (huntap).

Para warga mendapat bantuan huntap berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), DT Peduli, dan Dulux yang diserahkan pada Rabu (13/8/2024).

129 huntap yang diberi nama Kampung Haji BPKH tersebut dibangun diatas tanah milih Pemerintah Kabupaten Sukabumi seluas lima hektare.

“Hari ini kita telah melakukan serah terima hunian tetap Kampung Haji BPKH di kecamatan Nyalindung kabupaten Sukabumi Jawa Barat,” kata Kepala Badan Pelaksanaan BPKH Fadlul Imansyah kepada Wartain.com.

“Jadi hari ini kita melihat bahwa telah dibangun 129 unit rumah yang merupakan realokasi dari tempat hunian sebelumnya yang terkena bencana dan kami melakukan distribusi kemaslahatan melalui pembangunan ini dengan tujuan agar mereka dapat kembali melakukan aktivitas setiap hari,” tambahnya.

Selain 129 huntap, di Kampung Haji BPKH juga dibangun sebuah masjid dengan halaman luas yang dilengkapi miniatur Ka’bah, Shofa-Marwah, lemoar jumroh hingga Sumur Zam-zam.

“Ini merupakan dari sosialisasi dan edukasi dari BPKH terkait dengan rekrutmen calon jemaah haji Indonesia kami berharap dengan pembangunan Kampung Haji BPKH ini akan menjadi berkah bagi khususnya penghuni yang direlokasikan sehingga mereka paling tidak bisa memberikan kehidupan bagi keluarganya juga secara psikologi bisa teralihkan dan recovery dari bencana yang telah terjadi pada mereka pada tahun 2019,” tambah Fadlul.

Lima Tahun Menunggu, Penyintas Bencana di Nyalindung Sukabumi Kini Dapat Huntap (foto : Azi)

Hak tersebut menjadi kali ketiga BPKH membangun Kampung Haji setelah sebelumnya telah dibangun di Donggala dan Siji, Sulawesi Tengah,

“Itu merupakan bagian dari upaya kami untuk menyelamatkan penyintas dari bencana alam yang terjadi pada saat 2018 tersebut di Sulawesi Tengah baik Donggala atau Siji tersebut,” tukasnya.

Fadlul menyebut nilai anggaran untuk membangun huntap Kampung Haji BPKH menggunakan anggaran sebesar Rp8 miliar yang berasal dari hasil pengelolaan dana abadi umat yang merupakan milik calon jemaah haji yang disisihkan dari pengeluaran keuangan haji.

“Jadi setiap pembangunan dari distribusi kemaslahatan ini adalah dana yang digunakan berasal dari hasil atau nilai manfaat atas dana abadi umat yang kami kelola sekitar 3,7 sampai 3,8 triliun,” katanya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman yang hadir dalam penyerahan huntao tersebut mengapresiasi kolaborasi yang telah terbentuk dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Pihaknya juga akan mempercepat pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial agar warga merasa lebih nyaman.

“Memang kemarin jadwalnya kita sebetulnya tender dari Perkim itu baru diakhir jadi bukan dari awal. kalau dari awal kita menginginkan peresmian di akhir setela rapi semua, ternyata dari BPKH juga ingin cepat (diresmikan), penduduk juga udah tau ada beberapa ada yang enam bukan kalau misal gak disegerakan repot juga,” ujar Ade.

Sekda menekankan huntap yang telah diberikan tidak untuk diperjual belikan karena berpotensi akan merepotkan pemilik rumah.***(RAF)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.