Wartain.com || Berakhirnya masa pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi periode 2024-2029, menghasilkan dua pasangan bakal calon, yaitu; Asep Japar-Andreas dan Iyos Somantri-Zainul.
Kedua pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut, dinyatakan lolos dalam pemberkasan secara administratif, untuk selanjutnya KPU memberikan rekomendasi kepada kedua pasangan tersebut untuk melakukan chek kesehatan di RHS Bandung.
Menakar komposisi dan kekuatan parpol pengusung dan pendukung bagi kedua pasangan tersebut, maka hitung-hitungannya adalah sebagai berikut :
Pasangan Asjap-Andreas, diusung oleh 4 partai parlemen, yaitu; Golkar, PKB, PPP dan PAN ditambah 1 parpol non parlemen yaitu partai Gelora.
Sementara pasangan Iyos-Zainul diusung oleh 4 partai parlemen, yaitu ; Gerindra, PKS, Demokrat dan PDIP, ditambah 9 partai non parlemen, yaitu; NasDem, PBB, Perindo, PSI, Garuda, Hanura, PKN, Partai Buruh dan Partai Umat.

Ditemui wartain.com, juru bicara 9 partai koalisi non parlemen yang mengusung Iyos-Zainul, Jaka Susila mengungkapkan, untuk kekuatan masing-masing paslon ada keseimbangan, apalagi kalau melihat komposisi parpol parlemen.
“Kalau mengacu pada hasil Pileg 2024, sebenarnya berimbang. Asjap-Andreas dikisaran 650.694 suara, sedangkan Iyos-Zainul dikisaran 756.909 suara,” ungkap Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi tersebut, Sabtu 31/08/2024.
“Kalkulasi ini berdasar dari raihan suara parpol parlemen dan non parlemen di masing-masing kubu,” tambah Jaka.
Jaka menyebut, dari kalkulasi berdasarkan data tersebut sudah jelas, bahwa kunci kemenangan pada Pilkada nanti terletak pada suara partai non parlemen.
“Untuk pemenangan Pilkada saat ini, dengan mekanisme pemenang adalah suara terbanyak, maka partai non parlemen adalah kunci kemenangan,” tegas Jaka.
“Toh, saya masih ingat tatkala Pilkada Kota Sukabumi kalah dengan selisih 86 suara. Dengan demikian, jangankan beda puluhan, satu suara pun bisa jadi kunci kemenangan,” imbuh Jaka.

Senada, Wakil Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, Rahmat Hidayat, mengatakan kekuatan partai non parlemen jangan dipandang sebelah mata. Karena masing-masing parpol yang mengusung dan mendukung paslon sudah memiliki basis masa.
“Kami memiliki kekuatan. Suara kami dikisaran 9,4 persen dari 10 partai non parlemen,” kata mantan Ketum HMI Cabang Sukabumi ini.
“Disini sudah jelas, 1 parpol ada di kubu Asjap-Andreas, sedangkan 9 parpol ada di pihak Iyos-Zaenul. Silahkan hitung sendiri?” Tegas Rahmat.
Maka, Rahmat meyakini, apa yang diikhtiarkan oleh parpol non parlemen, menjadi sebuah keuntungan bagi pasangan Iyos-Zaenul dalam memenangkan kontestasi Pilkada nanti.
“Tentunya ikhtiar ini menjadi bagian penting dalam proses pemenangan pasangan Iyos-Zaenul. Dengan catatan semua organ bekerja keras untuk melakukan kerja-kerja politik,” pungkas Rahmat.***
Foto : istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
