26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 137

Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Polres Sukabumi dan Forkopimda Gelar Olahraga Bersama  

0

Wartain.com || Dalam momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, Polres Sukabumi dan Forkopimda Kabupaten Sukabumi menggelar olahraga bersama sebagai upaya memperkuat soliditas sekaligus memastikan kesiapan menghadapi dinamika kamtibmas.

Kegiatan yang dipusatkan di Mapolres Sukabumi, Selasa (28/4/2026), itu dilepas langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Samian bersama Sekretaris Daerah H Ade Suryaman. Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah tampak antusias mengikuti olahraga tersebut.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menegaskan, K3 bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi utama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kita harus memastikan diri kita sehat dan selamat. Karena dari situlah kita bisa menjamin keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kab. Sukabumi,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting, terutama dalam menghadapi potensi kerawanan saat May Day. Ia menyebut, olahraga bersama ini menjadi simbol penguatan sinergi lintas sektor.

Menghadapi peringatan May Day yang jatuh pada Jumat mendatang, Polres Sukabumi telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah. Salah satunya dengan memfasilitasi keberangkatan sekitar 3.000 pekerja ke DKI Jakarta.

“Lebih baik aspirasi mereka disampaikan langsung di Jakarta. Ini langkah untuk menjaga situasi kamtibmas di Sukabumi tetap aman dan terkendali,” kata Kapolres.

AKBP Samian menekankan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh pekerja yang diberangkatkan harus dipastikan dalam kondisi aman, baik saat perjalanan maupun selama mengikuti aksi.

“Berangkat 3.000, pulang harus 3.000. Jangan sampai ada masalah di jalan. Kita pastikan mereka selamat sampai tujuan dan kembali dengan aman,”tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengapresiasi kondisi hubungan industrial di Kab. Sukabumi yang dinilai kondusif. Selama lebih dari 20 bulan terakhir, aksi buruh berjalan damai dan cenderung komunikatif.

Ia juga menyinggung peningkatan Upah Minimum Regional (UMR) yang kini mencapai sekitar Rp3,8 juta sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan pekerja di Sukabumi.

“Kesejahteraan buruh di Sukabumi sudah cukup baik. Ini hasil kerja sama semua pihak, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur lainnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, AKBP Samian berharap buruh di Kabupaten Sukabumi dapat terus menjadi kekuatan positif dalam menjaga stabilitas daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman, mengapresiasi langkah Polres Sukabumi yang tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dinamika di lapangan.

Menurutnya, apa yang disampaikan Kapolres, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh unsur, baik aparat maupun masyarakat, berada dalam kondisi prima saat menjalankan aktivitas, terlebih menjelang peringatan May Day.

“Ini menjadi pesan penting bahwa menjaga kamtibmas tidak bisa dilepaskan dari kesiapan fisik dan keselamatan,” ujarnya.

Sekda menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang terbangun melalui kegiatan olahraga bersama ini menjadi modal kuat dalam menjaga stabilitas daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

May Day 2026: Syukur, Daulat, dan Perisai Merah Putih di Bawah Panji Persatuan

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen PPJNA 98, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi,  Mantan Korwil SBSI Jabar 98-99, Penggiat Dewan Tani Indonesian (DTI) Jabar, Presidium KAHMI Sukabumi 2025 – 2030

Wartain.com || Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 bukan sekadar seremoni jalanan. Ia adalah titik balik sejarah di mana keringat buruh, pekerja dan kebijakan penguasa melebur menjadi satu kekuatan pertahanan nasional. Di tengah kepungan ketidakpastian geopolitik global yang mengancam stabilitas industri, May Day tahun ini menjadi momentum sakral bagi buruh dan Presiden Prabowo Subianto untuk berdiri tegak menyelamatkan buruh dari ancaman PHK akibat krisis global dan selamatkan masa depan ekonomi Indonesia.

Benteng Spiritual: Doa dan Kerja sebagai Ibadah

Secara spiritual, perjuangan buruh adalah bentuk kemuliaan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, hubungan antara negara dan pekerja tidak lagi dilihat sebagai atasan dan bawahan, melainkan mitra dalam pengabdian kepada Alkah, Tuhan dan Tanah Air. Doa tulus dari jutaan keluarga buruh di seluruh pelosok negeri menjadi “benteng langit” yang menjaga Indonesia dari kehancuran. Keyakinan bahwa kerja keras adalah ibadah menjadi fondasi moral untuk menghadapi masa sulit ini dengan kesabaran dan ketangguhan.

Ketahanan Ekonomi: Menangkal Badai PHK

Dunia sedang berguncang. Konflik global memicu rantai pasokan yang tersendat dan mengancam industri manufaktur nasional. Namun, langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi menjadi napas buatan bagi industri kita. Persatuan buruh dan pemerintah adalah kunci untuk:
* Mencegah gelombang PHK massal melalui efisiensi yang berkeadilan.
* Menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi global.
* Memastikan roda pabrik tetap berputar demi martabat ekonomi bangsa.

Akar Budaya: Gotong Royong Melawan Provokasi

Budaya “Gotong Royong” adalah identitas asli kita yang kini sedang diuji. Di tengah kerja keras pemerintah, muncul riak-riak dari kelompok elit yang sakit hati, oligarki hitam, dan intervensi LSM/NGO asing. Mereka mencoba menunggangi aksi May Day sebagai “pemicu” untuk menciptakan instabilitas dan menggulingkan pemerintahan yang sah. Namun, buruh Indonesia yang cerdas tidak akan terjebak dalam skenario asing. Budaya musyawarah dan kekeluargaan lebih kuat daripada narasi perpecahan yang diimpor dari luar.

Nasionalisme: Merah Putih di Atas Segalanya

Nasionalisme adalah perekat terakhir. Buruh adalah baris terdepan kedaulatan nasional. Ketika kepentingan asing dan kekuatan gelap domestik mencoba menggoyang kursi kepemimpinan melalui momentum Hari Buruh, persatuan antara buruh dan Prabowo menjadi jawaban telak. Merah Putih harus tetap berkibar tinggi. Kita tidak boleh membiarkan rumah besar bernama Indonesia hancur hanya karena ambisi segelintir kelompok yang ingin memancing di air keruh.

Kesimpulan

May Day 2026 adalah ujian kesetiaan pada bangsa. Persatuan buruh bersama Presiden Prabowo, dibalut dengan doa rakyat yang tak putus, akan menjadi senjata paling ampuh. Indonesia akan selamat dari badai ekonomi global, bukan karena bantuan asing, tapi karena kita bersatu menjaga kedaulatan di bawah panji Merah Putih.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ciletuh-Palabuhanratu Kembali Raih Status UNESCO Global Geopark

0

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi di tingkat dunia. Ciletuh-Palabuhanratu resmi kembali mendapatkan kartu hijau atau green card dari UNESCO untuk melanjutkan status sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark selama empat tahun ke depan.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung UNESCO dari Paris, Prancis, dan disaksikan secara virtual oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dari Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026).

Dengan capaian ini, status Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) dipastikan tetap disandang hingga periode berikutnya. Kawasan geopark kebanggaan Sukabumi tersebut diketahui telah menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark sejak 2018.

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengaku bersyukur dan bangga atas raihan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kado indah bagi Kabupaten Sukabumi di tahun 2026.

“Semoga kita bisa terus menjaga dan memenuhi poin-poin yang harus kita laksanakan sehingga CPUGGp bisa dijaga kelestariannya dan dinikmati masyarakat seluruh dunia,” ujarnya.

Menurut Andreas, keberhasilan mempertahankan green card ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menjaga kelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu.

Pasca pengumuman ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pengelola CPUGGp akan langsung bergerak menyiapkan langkah strategis agar status tersebut tetap bertahan pada proses revalidasi berikutnya.

“Sedari sekarang, kita siapkan lagi untuk memaksimalkan di revalidasi berikutnya. Semoga kita terus mendapatkan green card kembali,” pungkasnya.

Raihan green card UNESCO ini semakin menegaskan Ciletuh-Palabuhanratu sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus laboratorium pembangunan berkelanjutan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polsek Jampangkulon Siap Amankan MTQ ke-47 Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com || Kapolsek Jampangkulon bersama anggota piket jaga menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan MTQ ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/4/2026).

Rakor digelar di Aula Kecamatan Jampangkulon dan diikuti sekitar 50 peserta. Agenda ini jadi langkah awal memastikan seluruh persiapan MTQ berjalan matang dari sisi teknis, administrasi, hingga keamanan.

Turut hadir dalam rakor Camat Jampangkulon, Danramil Jampangkulon, Kepala KUA Jampangkulon, perwakilan Dishub Jampangkulon, para kepala desa se-Kecamatan Jampangkulon, serta tamu undangan lainnya.

Rundown acara dimulai dengan pembukaan, dilanjut sambutan, sesi masukan dan tanggapan, doa, lalu penutupan. Suasana rakor berlangsung tertib dan kondusif.

Dalam sambutannya, Kapolsek Jampangkulon mengucap syukur atas terselenggaranya rakor. Ia menegaskan MTQ bukan sekadar lomba baca Al-Qur’an, tapi sarana tingkatkan iman, takwa, dan pererat ukhuwah islamiyah di masyarakat.

Karena itu, Kapolsek meminta seluruh pihak menyiapkan kegiatan sebaik mungkin. Aspek keamanan jadi perhatian utama agar jalannya MTQ aman dan nyaman bagi peserta maupun warga.

“Polsek Jampangkulon siap mendukung sepenuhnya kelancaran kegiatan MTQ, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolsek di hadapan peserta rakor.

Rakor juga mencatat poin penting: MTQ sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Sinergi Forkopimcam, KUA, Dishub, dan para kades diharapkan membuat pelaksanaan lebih solid.

Sesuai rencana, MTQ ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi akan digelar pada 4–7 Mei 2026 di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Jampangkulon menyatakan siap mengirim kafilah terbaik.

Rapat koordinasi ditutup dengan doa. Kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa kendala. Polsek Jampangkulon memastikan pengamanan akan ditingkatkan menjelang hari pelaksanaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Saeful Usman)

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, 7 Tewas 81 Luka

0
Oplus_131072

Wartain.com || Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengonfirmasi korban tewas akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah jadi tujuh orang hingga Selasa (28/4/2026) pukul 07.00 WIB.

Selain korban meninggal, puluhan penumpang lain mengalami luka-luka. “Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa pagi.

Proses evakuasi dilakukan hati-hati oleh tim gabungan dari KAI, Basarnas, dan unsur terkait. Fokus utama tim adalah mengeluarkan korban dari rangkaian yang ringsek dan mengamankan lokasi kejadian.

Bobby menyebut seluruh rangkaian KA Argo Bromo Anggrek sudah berhasil dievakuasi. “Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami evakuasi ke Stasiun Bekasi,” ujarnya.

Meski evakuasi rangkaian selesai, layanan KRL belum normal. Untuk sementara Commuter Line hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi. Naik-turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur dihentikan karena proses penanganan masih berjalan.

“Operasional kereta walaupun Commuter Line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di Stasiun Bekasi Timur ini, untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi,” jelas Bobby.

Bobby memastikan tidak ada awak KA atau petugas KAI yang menjadi korban meninggal dunia. Seluruh korban jiwa dan luka merupakan penumpang dari kedua kereta yang terlibat.

Kronologi awal bermula dari insiden di pelintasan. Sebuah taksi berwarna hijau tertabrak KRL. Setelah KRL tersebut dievakuasi, rangkaian lain tujuan Jakarta–Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Nahas, pada saat bersamaan Senin (27/4/2026) malam, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya melintas dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras tak terhindarkan.

PT KAI menyatakan investigasi penyebab kecelakaan masih berjalan. Bobby menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan KNKT dan kepolisian untuk mengusut tuntas insiden ini. Masyarakat diminta pantau info resmi terkait jadwal KRL.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Polisi Amankan Tujuh Remaja Pelaku Penyerangan Bom Molotov di Cicurug Sukabumi 

0

Wartain.com || Peristiwa kekerasan yang dialami seorang pelajar di kawasan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berhasil ditangani dengan sigap oleh pihak kepolisian.

Langkah cepat aparat tersebut dinilai sangat tepat, terbukti dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, tujuh orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan menggunakan bom molotov berhasil diamankan.

Polres Sukabumi, AKBP Samian mengatakan, setelah menerima laporan atas insiden tersebut, petugas langsung bertindak cepat alhasil dalam waktu yang singkat pelaku dapat diamankan.

“Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan. Dalam waktu singkat kami berhasil mengamankan tujuh orang tersangka yang terlibat langsung dalam aksi penyerangan tersebut,” ujar Samian, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal dari persoalan yang relatif sepele. Salah satu teman pelaku mengaku merasa tersinggung karena diduga diludahi serta mendapat intimidasi dari kelompok korban saat hendak membeli rokok.

“Awalnya rekan tersangka mengadu karena merasa diintimidasi oleh kelompok korban. Dari situ para pelaku kemudian merespons dengan menyiapkan senjata,” terang Hartono.

Ia juga menambahkan. “Tersangka HA dan IM membawa bom molotov, sementara lima lainnya membekali diri dengan berbagai jenis senjata tajam,” tambahnya.

Pada kemudian, para pelaku mendatangi lokasi korban yang biasa nongkrong dan langsung melakukan melakukan serangan.

“Lemparan molotov tersebut mengenai korban hingga mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh,” ungkapnya.

Diketahui, korban berinisial MZ mengalami luka bakar serius dan masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Sekarwangi.

Aparat kepolisian segera bertindak dengan melakukan penyelidikan intensif, yang kemudian berujung pada penangkapan tujuh orang terduga pelaku berinisial HA (19), IM (16), MN (15), AP (16), MA (15), AL (16), dan MS (16).

Barang bukti yang dipakai pelaku dalam aksi penyerangan berhasil diamankan polisi, seperti senjata tajam dan barang lainnya.

Mengingat mayoritas pelaku masih tergolong anak-anak, penanganan hukumnya akan tetap mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

Atas tindakan yang dilakukan, para tersangka dikenakan Pasal 307 ayat (1) serta Pasal 466 ayat (1) dan (2) dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengatur mengenai aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap anak di bawah umur, serta kepemilikan senjata tajam tanpa izin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Waspada Panas Ekstrem April-Mei 2026, BMKG: Bukan Heatwave, Tetap Jaga Hidrasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pesan berantai soal “El Niño merenggut nyawa” ramai beredar di WhatsApp seiring cuaca terik April-Mei 2026. Narasinya menyebut panas ekstrem Mei ini berbahaya dan mematikan. Benarkah demikian?

BMKG meluruskan. Suhu menyengat yang dirasakan bukan gelombang panas atau heatwave. Secara teknis, heatwave butuh anomali 5°C di atas rata-rata selama lima hari berturut-turut. Indonesia sebagai negara ekuator tidak mengalami kondisi itu.

Yang terjadi adalah siklus ekstrem tropis. Penyebab utamanya: gerak semu tahunan matahari yang kini berada tepat di sekitar ekuator. Akibatnya, intensitas penyinaran sangat tinggi dan durasinya lebih lama.

Faktor kedua, minimnya tutupan awan karena masa pancaroba menuju kemarau. Tanpa awan sebagai “payung alami”, radiasi matahari menghantam bumi tanpa hambatan. Tanah menyerap panas maksimal, suhu terasa menyengat meski beberapa daerah tembus 37°C.

Lalu bagaimana dengan El Niño? BMKG memang memantau potensi El Niño 2026. Dampak utamanya bukan “panas mendadak mematikan”, melainkan berkurangnya curah hujan. Risikonya ke depan: kekeringan panjang, krisis air bersih, dan gangguan ketahanan pangan.

Artinya, narasi “El Niño diam-diam merenggut nyawa” tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kepanikan. Yang perlu dilakukan adalah waspada, bukan takut berlebihan. Heatstroke tetap jadi risiko nyata tiap kemarau, bukan hanya saat ada El Niño.

Pencegahan paling dasar: jangan tunggu haus. Rasa haus tanda tubuh mulai dehidrasi. Minum air putih rutin tiap jam. Pastikan anak-anak dan lansia cukup cairan karena keduanya paling rentan.

Hindari aktivitas berat pukul 11.00–15.00. Pada jam itu radiasi matahari paling kuat. Jika harus keluar, pakai topi, payung, dan baju katun warna terang. Hindari pakaian hitam karena lebih menyerap panas.

Kenali gejala heatstroke: pusing hebat, mual muntah, kulit kering dan panas, linglung, hingga pingsan. Pertolongan pertama: pindahkan ke tempat teduh, longgarkan pakaian, kompres dengan air biasa, lalu bawa ke faskes terdekat.

Jangan lupakan hewan di sekitar. Sediakan air minum dan tempat teduh untuk hewan peliharaan maupun hewan liar. Langkah kecil ini membantu mereka bertahan di cuaca ekstrem. Terakhir, pantau info resmi dari BMKG. Sebarkan edukasi yang benar, bukan ketakutan. Siap air bersih, jaga kesehatan, dan bijak gunakan air dari sekarang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dr. Oesman Sapta-Sang Tokoh Kehidupan 

0

Wartain.com || Di tengah banalitas politik yang kerap terjebak pada kalkulasi elektoral, figur seperti Dr. Oesman Sapta menghadirkan dimensi yang lebih esensial: politik sebagai praksis nilai, bukan sekadar perebutan kuasa. Ia tidak berdiri hanya sebagai aktor, tetapi sebagai artikulator arah—menghubungkan kepemimpinan dengan makna.

Dua simbol merangkum wataknya: bola dunia di tangan kiri, buku di tangan kanan. Bola dunia merepresentasikan kesadaran geopolitik, bahwa Indonesia harus membaca dunia agar tidak dibaca oleh dunia. Sementara buku menegaskan fondasi epistemik: bahwa kebijakan tanpa gagasan hanya melahirkan kekuasaan yang dangkal.

Dalam kerangka itu, orientasinya jelas: daerah sebagai basis pembangunan, rakyat kecil sebagai sentrum perjuangan. Ini bukan retorika populis, melainkan posisi ideologis bahwa keadilan harus terdistribusi, bukan terkonsentrasi.

Bagi Bang Oso, panggilan sahabat di temen temen aktifis, kemakmuran daerah adalah elementary dari perwujudan keadilan sosial yang sesungguhnya, seperti yang dicita citakan oleh para pendiri bangsa dalam Pancasila.

Sebagai tokoh kehidupan, ia bergerak di antara idealitas dan realitas, menjaga konsistensi di tengah godaan pragmatisme. Sebab kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan, tetapi dari kedalaman keberpihakan dan keteguhan visi.

Pada akhirnya, ia merepresentasikan satu tesis sederhana namun fundamental:
politik yang berakar pada pengetahuan, berpijak pada rakyat, dan berorientasi pada kemajuan—adalah politik yang menghidupkan.***

Penulis : Budi Hermansyah/
(Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat-Periode 2009-2014)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kartu Merah Yuran Fernandes Jadi Petaka, PSM Makassar Takluk di Kandang Bali United

0

Wartain.com || Bali United berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 saat menjamu PSM Makassar dalam laga lanjutan pekan ke-30 Liga 1 2025/2026. Pertandingan yang mempertemukan dua tim besar ini berlangsung dengan tensi tinggi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Senin (27/4/2026) sore WITA.

Dominasi tim tuan rumah sudah terlihat sejak awal babak pertama, terutama setelah tim tamu harus bermain dengan 10 orang. Petaka bagi PSM Makassar muncul pada menit ke-4 ketika kapten sekaligus bek andalan mereka, Yuran Fernandes, diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Yuran diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Bali United, Teppei Uchida.

Unggul jumlah pemain membuat “Serdadu Tridatu” leluasa mengurung pertahanan lawan. Hasilnya, pada menit ke-17, Diego Campos berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan matang dari sektor sayap, Campos melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper PSM, Hilman Syah. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSM Makassar yang dijuluki “Juku Eja” mencoba bangkit melalui serangan balik cepat. Namun, kokohnya barisan pertahanan Bali United yang dikomandoi kiper Mike Hauptmeijer membuat usaha tim tamu selalu kandas. Sebaliknya, Bali United terus mencari celah untuk menggandakan keunggulan demi mengamankan poin penuh.

Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79 melalui aksi pemain senior, Irfan Jaya. Memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Teppei Uchida, Irfan Jaya berhasil melepaskan tembakan akurat yang bersarang di pojok gawang lawan. Gol ini sekaligus mengunci kemenangan Bali United menjadi 2-0 hingga peluit panjang dibunyikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Persija Jakarta Gilas Persis Solo 4-0 di GBK, Jean Mota Tampil Gemilang

0

Wartain.com || Persija Jakarta sukses mengamankan poin penuh setelah membantai Persis Solo dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senin (27/4/2026). Kemenangan ini membawa Macan Kemayoran terus menempel ketat posisi puncak klasemen.

Dominasi Persija baru membuahkan hasil di babak kedua. Allano membuka kran gol pada menit ke-52 melalui sepakan jarak jauh yang spektakuler. Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk menggandakan keunggulan. Melalui kerja sama tiki-taka yang rapi, Jean Mota mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63.

Memasuki fase akhir pertandingan, Persija semakin tidak terbendung. Menit ke-80, P. Ricardo mencetak gol ketiga memanfaatkan skema tendangan pojok setelah menerima sundulan asis matang dari Jean Mota. Pesta gol ditutup oleh Gustavo Almeida Dos Santos pada masa injury time (90+1′), yang dengan tenang menyontek bola hasil asis kedua dari Jean Mota.

Dengan hasil ini, Persija Jakarta mantap di peringkat ke-3 dengan raihan 62 poin, hanya berselisih 4 poin dari Borneo FC di posisi kedua dan Persib Bandung di puncak klasemen. Sementara itu, kekalahan ini semakin membenamkan Persis Solo di posisi ke-15, yang merupakan zona rawan degradasi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)