26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 138

Kartu Merah Yuran Fernandes Jadi Petaka, PSM Makassar Takluk di Kandang Bali United

0

Wartain.com || Bali United berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 saat menjamu PSM Makassar dalam laga lanjutan pekan ke-30 Liga 1 2025/2026. Pertandingan yang mempertemukan dua tim besar ini berlangsung dengan tensi tinggi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Senin (27/4/2026) sore WITA.

Dominasi tim tuan rumah sudah terlihat sejak awal babak pertama, terutama setelah tim tamu harus bermain dengan 10 orang. Petaka bagi PSM Makassar muncul pada menit ke-4 ketika kapten sekaligus bek andalan mereka, Yuran Fernandes, diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Yuran diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Bali United, Teppei Uchida.

Unggul jumlah pemain membuat “Serdadu Tridatu” leluasa mengurung pertahanan lawan. Hasilnya, pada menit ke-17, Diego Campos berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan matang dari sektor sayap, Campos melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper PSM, Hilman Syah. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSM Makassar yang dijuluki “Juku Eja” mencoba bangkit melalui serangan balik cepat. Namun, kokohnya barisan pertahanan Bali United yang dikomandoi kiper Mike Hauptmeijer membuat usaha tim tamu selalu kandas. Sebaliknya, Bali United terus mencari celah untuk menggandakan keunggulan demi mengamankan poin penuh.

Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79 melalui aksi pemain senior, Irfan Jaya. Memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Teppei Uchida, Irfan Jaya berhasil melepaskan tembakan akurat yang bersarang di pojok gawang lawan. Gol ini sekaligus mengunci kemenangan Bali United menjadi 2-0 hingga peluit panjang dibunyikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Persija Jakarta Gilas Persis Solo 4-0 di GBK, Jean Mota Tampil Gemilang

0

Wartain.com || Persija Jakarta sukses mengamankan poin penuh setelah membantai Persis Solo dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senin (27/4/2026). Kemenangan ini membawa Macan Kemayoran terus menempel ketat posisi puncak klasemen.

Dominasi Persija baru membuahkan hasil di babak kedua. Allano membuka kran gol pada menit ke-52 melalui sepakan jarak jauh yang spektakuler. Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk menggandakan keunggulan. Melalui kerja sama tiki-taka yang rapi, Jean Mota mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63.

Memasuki fase akhir pertandingan, Persija semakin tidak terbendung. Menit ke-80, P. Ricardo mencetak gol ketiga memanfaatkan skema tendangan pojok setelah menerima sundulan asis matang dari Jean Mota. Pesta gol ditutup oleh Gustavo Almeida Dos Santos pada masa injury time (90+1′), yang dengan tenang menyontek bola hasil asis kedua dari Jean Mota.

Dengan hasil ini, Persija Jakarta mantap di peringkat ke-3 dengan raihan 62 poin, hanya berselisih 4 poin dari Borneo FC di posisi kedua dan Persib Bandung di puncak klasemen. Sementara itu, kekalahan ini semakin membenamkan Persis Solo di posisi ke-15, yang merupakan zona rawan degradasi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Eks Kades Karangtengah Sukabumi Divonis 4 Tahun Penjara, Terbukti Selewengkan Dana BLT Desa

0

Wartain.com || Mantan Kepala Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Gerry Imam Sutrisno, resmi dijatuhi hukuman penjara oleh majelis hakim setelah terbukti melakukan penyalahgunaan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk kepentingan pribadi.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Essadendra Aneksa, menyampaikan bahwa putusan tersebut merupakan hasil dari rangkaian persidangan yang mengungkap adanya kerugian negara hingga miliaran rupiah.

“Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun kepada terdakwa. Selain itu, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp100 juta, dengan subsider kurungan selama 60 hari apabila tidak dibayarkan,” ujarnya, Senin (27/1/2026).

Tak hanya itu, hakim juga mewajibkan terdakwa untuk mengembalikan kerugian keuangan negara dalam jumlah besar. Nilai uang pengganti yang harus dibayarkan mencapai Rp1.246.700.000.

“Jika dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak mampu membayar, maka akan dikenakan pidana tambahan selama 2 tahun,” jelasnya.

Dalam persidangan terungkap bahwa dana BLT yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak justru dialihkan untuk mendukung ambisi politik pribadi terdakwa pada Pemilu 2024.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembiayaan kampanye, pembelian aset seperti tanah dan kendaraan, hingga kebutuhan pribadi sehari-hari.

“Modus yang dilakukan yakni dengan memanipulasi laporan pertanggungjawaban serta memalsukan tanda tangan penerima bantuan,” tambah Essadendra.

Kasus ini sebelumnya diungkap oleh Satreskrim Polres Sukabumi yang mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen APBDes fiktif dari tahun anggaran 2020 hingga 2022, serta atribut partai politik yang berkaitan dengan aktivitas pencalonan terdakwa.

Pihak kejaksaan berharap putusan ini menjadi peringatan keras bagi aparatur desa lainnya agar tidak menyalahgunakan anggaran negara, terlebih yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi praktik korupsi, apalagi yang merugikan langsung warga desa,” tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Senin (27/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah guna mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan ini diharapkan mampu memacu seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam amanatnya, Ayep menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu memberi perhatian serius terhadap sejumlah isu strategis. Di antaranya penguatan sektor ketahanan pangan dan energi, peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, reformasi birokrasi, hingga pengembangan kewirausahaan sebagai upaya membuka peluang kerja baru.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Sukabumi dalam menangani berbagai persoalan prioritas, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, serta penataan kawasan permukiman kumuh.

“Otonomi daerah harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, optimalisasi penggunaan anggaran juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah didorong agar lebih cermat dalam mengalokasikan anggaran, khususnya pada program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi pengingat atas perjalanan tiga dekade otonomi daerah di Indonesia. Lebih dari itu, momen ini juga mempertegas komitmen bersama untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan daerah yang semakin berkualitas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Siswi SMP di Sukabumi Alami Tekanan Psikologis, Diduga jadi Korban Child Grooming

0

Wartain.com || Seorang siswi kelas IX di salah satu SMP di Kota Sukabumi harus menghadapi ujian berat di luar kegiatan akademik. Di tengah pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), ia justru mengalami tekanan mental setelah konten pribadinya diduga disebarluaskan oleh seseorang yang dikenalnya melalui media sosial.

Kasus ini terungkap saat ibu korban, SN (46), menemukan sebuah akun Instagram yang mengunggah foto dan video anaknya dalam kondisi tanpa busana. Tak hanya diunggah, materi tersebut juga dikirim langsung ke ponsel korban dan diduga telah beredar di lingkungan pertemanannya.

Kuasa hukum korban, Adam Mandela, menyebut penyebaran konten tersebut sudah meluas. “Bukan hanya diunggah, tapi juga dibagikan ke teman-temannya, bahkan sampai ke orang tua korban. Laporan sudah diterima, namun prosesnya masih berjalan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, terduga pelaku merupakan pria berusia 21 tahun, yang disebut memiliki hubungan tidak langsung dengan korban melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Keduanya diketahui tidak pernah bertemu secara langsung, melainkan hanya berinteraksi melalui media sosial.

Menurut Adam, pendekatan yang dilakukan pelaku mengarah pada dugaan praktik child grooming, yang kemudian berujung pada eksploitasi dan penyebaran konten pribadi korban.

“Pelaku ini diketahui sebagai senior di kegiatan pramuka, dan komunikasi terjadi di media sosial. Dari situ diduga terjadi proses grooming hingga akhirnya konten pribadi korban disalahgunakan,” jelasnya.

Peristiwa tersebut berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Saat konten mulai tersebar, korban tengah mengikuti TKA. Tekanan yang dialami membuatnya mengalami trauma hingga harus menghentikan sementara aktivitas sekolah.

“Saat kejadian, korban sedang mengikuti ujian. Sekarang untuk sementara berhenti sekolah karena trauma, dan sudah mendapatkan pendampingan dari P2TP2A,” ungkapnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini tengah dalam proses penanganan. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/194/IV/2026/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWA BARAT, dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kelulusan Siswa SMKN Pertanian 1 Sukaraja Disemarakkan Sajian MBG Konsep Prasmanan

0

Wartain.com || Momen kelulusan siswa kelas 12 di SMKN Pertanian 1 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, tahun ini hadir dengan nuansa berbeda. Tak hanya diisi agenda foto bersama dan pelepasan, para siswa juga mendapatkan pengalaman unik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan dengan konsep prasmanan ala hotel.

Program ini digagas oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaraja Pasirhalang 3. Head Chef SPPG, Asep Saepulloh, menyampaikan bahwa konsep buffet sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan istimewa sekaligus edukasi bagi para siswa.

“Konsep prasmanan ini memang menjadi standar pelayanan kami. Selain memberikan variasi penyajian, kami juga ingin menunjukkan bahwa makanan bergizi bisa dikemas menarik seperti di hotel,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Menurut Asep, pengalaman ini diharapkan memberi kesan baru bagi siswa, terutama dalam menikmati makanan yang disajikan langsung dari dapur dalam kondisi hangat dan higienis.

Adapun menu yang disuguhkan cukup beragam. Nasi liwet menjadi hidangan utama favorit, didampingi ayam geprek dengan sambal khas, serta tahu berontak. Untuk penutup, tersedia puding, potongan semangka, dan susu aneka rasa seperti stroberi, vanila, dan cokelat.

“Sebagian besar siswa memang memilih nasi liwet. Kami juga menyesuaikan menu dengan selera anak-anak agar tetap menarik sekaligus bergizi,” jelasnya.

Persiapan kegiatan ini pun tidak dilakukan secara mendadak. Tim SPPG telah mulai bekerja sejak sehari sebelumnya untuk menyiapkan lebih dari 1.200 porsi makanan.

“Kami mulai persiapan sejak sore hari sebelumnya. Bahkan perencanaan, termasuk dekorasi seperti fruit carving, sudah disusun sejak satu minggu lalu agar semuanya berjalan maksimal,” tambah Asep.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Lalan Suherlan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak sekolah dan SPPG.

“Kami mengajukan permohonan karena bertepatan dengan momen kelulusan siswa. Setelah melalui proses koordinasi, akhirnya disetujui dan terlaksana hari ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsep prasmanan ini menjadi pengalaman pertama di sekolah tersebut. Biasanya, distribusi MBG dilakukan dalam bentuk katering yang dibagikan menjelang waktu istirahat.

“Selama ini sistemnya dibagikan per porsi. Jadi ketika dibuat prasmanan seperti ini, tentu memberikan suasana baru bagi siswa,” ujarnya.

Dari sisi kualitas, pihak sekolah menilai program MBG berjalan dengan baik. Sistem evaluasi juga diterapkan secara cepat jika ditemukan kekurangan.

“Kalau ada keluhan, misalnya buah yang kurang layak, langsung kami sampaikan dan segera ditindaklanjuti oleh pihak SPPG keesokan harinya,” jelas Lalan.

Dengan jumlah siswa lebih dari 1.000 orang serta puluhan tenaga pendidik dan staf, penyediaan porsi telah disesuaikan agar seluruh penerima manfaat dapat terlayani dengan baik.

Antusiasme siswa pun terlihat jelas. Salah satu siswi, Siti Aulia, mengaku momen tersebut menjadi kenangan tak terlupakan di penghujung masa sekolahnya.

“Senang banget, apalagi ini bertepatan dengan acara kelulusan. Jadi terasa lebih spesial,” ungkapnya.

Ia juga mengaku menyukai menu ayam geprek yang disajikan, serta menilai konsep prasmanan membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan dan tertib.

“Kalau biasanya dibagikan, kadang ada yang ingin menu tertentu. Dengan prasmanan seperti ini, jadi lebih bebas memilih dan terasa adil,” katanya.

Melalui konsep ini, program MBG tak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda yang memperkaya momen kelulusan mereka.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cetak Generasi Digital dan Medis, SMK IT Yasin Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026/2027

0

Wartain.com || SMK Islam Terpadu (IT) Yasin secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran murid baru untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah yang berlokasi di Simpenan ini hadir dengan visi besar untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri dan berakhlak mulia. Dengan mengusung tema “Membentuk Generasi Islami yang Siap Berkompetisi di Era Digital,” institusi ini berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan zaman.Senin, 27 April 2026.

Salah satu daya tarik utama pada penerimaan siswa kali ini adalah kebijakan biaya yang sangat meringankan masyarakat. SMK IT Yasin menawarkan program pendaftaran gratis bagi seluruh calon pendaftar. Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan jalur beasiswa khusus bagi siswa-siswi berprestasi maupun mereka yang memenuhi kriteria persyaratan tertentu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pendidikan yang inklusif.

Sekolah ini menawarkan dua program keahlian unggulan yang sangat diminati di pasar kerja saat ini. Pertama adalah jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), yang fokus membekali siswa dengan kemampuan kreatif di dunia multimedia. Kedua adalah jurusan Layanan Kesehatan, yang dirancang untuk mencetak tenaga medis profesional yang peduli dan siap terjun langsung melayani masyarakat dengan standar kompetensi yang tinggi.

Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran dilakukan secara transparan dengan persyaratan administrasi yang mudah. Calon peserta didik hanya perlu menyiapkan dokumen dasar seperti Kartu Keluarga, Akte Lahir, KTP orang tua, Surat Keterangan Lulus, serta pas foto terbaru. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan basis data kependidikan siswa tercatat dengan baik sejak awal masuk ke jenjang menengah kejuruan.

Secara geografis, SMK IT Yasin memiliki lokasi yang strategis di Jalan Raya Bojongkopo Km.7, Desa Loji, Simpenan. Fasilitas sekolah terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan praktik siswa, baik di laboratorium komputer untuk jurusan DKV maupun ruang praktik medis untuk jurusan Layanan Kesehatan. Hal ini sejalan dengan slogan sekolah, yakni “Yasin Bersama Kita Bisa!” yang menekankan kolaborasi antara ilmu, iman, dan prestasi.

Informasi lebih lanjut mengenai detail pendaftaran dan konsultasi pendidikan dapat diakses melalui layanan WhatsApp di nomor 0812-9165-4377. Selain itu, pihak sekolah juga aktif membagikan kegiatan pembelajaran dan prestasi siswa melalui kanal media sosial resmi di Instagram @smkit_yasin dan Facebook SMK Islam Terpadu Yasin, guna memudahkan orang tua memantau lingkungan belajar calon buah hatinya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Melampaui Ijazah, Ki Oje Dorong Pesantren Siapkan “Exit Strategy” Santri

0

Wartain.com || Direktur Eksekutif YPJC, Owin Jamasy Jamaluddin, menekankan pentingnya perubahan paradigma pendidikan pesantren agar tidak berhenti pada rutinitas administratif semata. Ia mendorong lembaga pendidikan merancang “exit strategy” atau strategi kemandirian bagi santri sebelum lulus.

Gagasan itu disampaikan Prof Owin/Ki Oje dalam kegiatan “Program Santri Mandiri Jilid II” bersama Pesantren Daaruttarmizi Sukabumi, yang berlangsung di Laboratorium Pemberdayaan Jamasy YPJC, Sukabumi.

“Hakikat pendidikan bukan sekadar mengajar, ujian, dan ijazah. Kita harus memikirkan bagaimana santri bisa bertahan dan menang saat terjun ke masyarakat yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Menurut Ki Oje, ijazah hanya berfungsi sebagai tiket awal. Sementara itu, kemampuan adaptif dan ketahanan diri menjadi faktor penentu keberhasilan santri di dunia nyata.

Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan konsep AKU (Ambisi, Kemampuan, dan Usaha) sebagai alat untuk memetakan potensi santri, khususnya di tingkat akhir. Ia menilai ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan.

Ambisi, kata dia, tidak boleh sekadar dorongan emosional sesaat, tetapi harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Kemampuan perlu diasah melalui literasi dan latihan yang konsisten, sedangkan usaha harus diwujudkan dalam bentuk ketekunan dan daya tahan atau resilience.

“Ambisi besar harus diiringi kemampuan dan usaha yang maksimal. Tanpa itu, sulit bagi santri untuk mandiri,” katanya.

Selain AKU, Ki Oje juga mengenalkan metode 4S sebagai pendekatan praktis menghadapi ketidakpastian masa depan. Metode tersebut meliputi Scanning, Searching, Scaling, dan Sustaining.

Pada tahap Scanning, santri dilatih membedakan persoalan yang dapat dikendalikan dan yang berada di luar kendali. Searching menekankan pentingnya mencari solusi melalui data, referensi, dan jaringan. Sementara Scaling mengajarkan pengukuran kapasitas diri agar target besar dapat dicapai melalui langkah-langkah kecil. Adapun Sustaining berfokus pada pembangunan daya tahan menghadapi kegagalan.

“Gagal itu bukan akhir, tetapi laboratorium belajar yang paling efektif,” ujarnya.

Ki Oje juga mengingatkan pengelola lembaga pendidikan agar mulai menyeimbangkan pembelajaran teori dengan kompetensi praktis. Ia menilai penguatan laboratorium keterampilan dan jaringan sosial menjadi kunci agar santri mampu berperan di tengah masyarakat.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi pemicu bagi pesantren lain untuk merancang strategi lulusan yang lebih berdaya saing, sehingga santri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan peluang di lingkungan masing-masing.

“Ketika menghadapi kesulitan, santri harus bisa mandiri dengan menjadi penyedia solusi di daerahnya,” kata dia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pemkab Sukabumi Genjot Kualitas ASN, Fokus pada Profesionalisme dan Adaptasi Teknologi

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong transformasi birokrasi dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pelayanan publik yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), program penguatan kapasitas ASN dipercepat sepanjang tahun 2026.

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi ASN menjadi hal mendesak di tengah perubahan birokrasi yang semakin dinamis. Menurutnya, ASN memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

“ASN adalah tulang punggung dalam mewujudkan visi Sukabumi Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarokah). Kami ingin memastikan ASN tidak hanya bekerja, tetapi memberikan pelayanan terbaik yang berorientasi pada masyarakat,” ujar Ganjar, Senin (27/04/2026).

Oleh karena itu, ASN dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan terbaik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Program peningkatan kapasitas ini diikuti oleh 12.394 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rinciannya terdiri dari 4.590 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 4.636 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta 3.168 PPPK paruh waktu. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara virtual guna menjangkau peserta secara luas.

Selain penguasaan teknologi informasi, program ini juga menekankan penguatan nilai-nilai dasar seperti iman dan takwa, sejalan dengan arah pembangunan daerah.

BKPSDM pun menetapkan tiga fokus utama dalam pembinaan ASN, yakni profesionalisme, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ganjar menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Ia juga mendorong ASN untuk meninggalkan pola kerja lama yang dinilai kurang efektif, serta lebih siap menghadapi tantangan birokrasi modern. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan akuntabel.

Pemerintah daerah menargetkan birokrasi yang ramping dalam proses, namun memiliki dampak besar terhadap kinerja dan manfaat bagi masyarakat.

BKPSDM optimistis, melalui program ini akan lahir ASN yang loyal, profesional, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KPAI Ungkap Empat Faktor Pemicu Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Polisi Tetapkan 13 Tersangka 

0

Wartain.com || Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengidentifikasi empat faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan Daycare Little Aresha.

Berdasarkan laporan dari kanal nasional, aparat kepolisian telah menetapkan dan mengamankan sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam tindakan tidak manusiawi terhadap puluhan anak di lokasi tersebut.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengecam keras kasus kekerasan yang dialami 53 anak di lembaga pengasuhan tersebut pada Senin (27/4/2026). Ia menilai, kondisi yang ditemukan di lapangan mencerminkan adanya kegagalan dalam sistem perlindungan anak yang bersifat menyeluruh dan terstruktur di Indonesia.

“Penemuan anak-anak dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mulut tersumpal kain agar tidak menangis, adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menampar wajah perlindungan anak di Indonesia,” ujar Jasra Putra.

Dalam peninjauan yang dilakukan tim KPAI, ditemukan bahwa salah satu faktor utama berasal dari kondisi orang tua yang kehilangan alternatif dalam pengasuhan anak akibat tekanan ekonomi serta tuntutan pekerjaan yang tidak berpihak pada keluarga.

Jasra menegaskan, banyak orang tua pada akhirnya terpaksa mempercayakan anak mereka ke tempat yang bermasalah karena belum adanya solusi nyata dari negara untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Pada titik inilah anak-anak secara sistemik kehilangan hak pengasuhan yang layak dari orang tuanya,” tuturnya.

Persoalan berikutnya berkaitan dengan maraknya praktik usaha penitipan anak ilegal yang memasang tarif murah, yakni di bawah Rp 2 juta per bulan, sebagai upaya menekan biaya operasional.

Jasra menilai, strategi tersebut kerap berdampak pada terabaikannya aspek keselamatan anak, akibat fasilitas yang kurang layak serta perbandingan jumlah pengasuh dan anak yang tidak seimbang.

Pemicu berikutnya adalah lemahnya standar dalam proses perekrutan, ditambah tingginya beban kerja yang harus ditanggung para pengasuh. Sebagian besar dari mereka berlatar belakang pendidikan setingkat SMA atau lebih rendah, tanpa bekal pengetahuan memadai mengenai psikologi perkembangan anak.

Di sisi lain, rendahnya tingkat kesejahteraan membuat profesi ini kerap menjadi opsi terakhir, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan emosional yang berujung pada tindakan kekerasan.

Permasalahan lain terletak pada masih lemahnya aturan serta pengawasan dari pemerintah daerah terhadap lembaga daycare yang beroperasi tanpa legalitas resmi. KPAI menilai, tidak adanya sistem rujukan yang jelas menyebabkan potensi terjadinya kekerasan hingga praktik perdagangan manusia sulit teridentifikasi sejak dini.

Polda DIY telah mengambil tindakan hukum tegas dengan menetapkan 13 orang sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara pada Sabtu (25/4/2026).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengungkapkan bahwa para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berasal dari berbagai posisi, mulai dari kepala sekolah, ketua yayasan, hingga pengasuh.

“Yang pasti ditetapkan tersangka 13, kepala sekolah, ketua yayasan, termasuk pengasuh yang ada di lokasi. Nanti bisa berkembang lagi, tergantung proses pengembangan dan mungkin ada keterangan tambahan dari 13 yang saat ini sudah diamankan,” ujar Ihsan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)