26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 139

Dari KSPSI ke Kursi Menteri, Jumhur Hidayat Pimpin Kementerian Lingkungan Hidup

0
Oplus_131072

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Pengangkatan itu sekaligus menggeser posisi sebelumnya. Hanif Faisol Nurofiq yang menjabat Menteri Lingkungan Hidup kini ditugaskan sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Prosesi pelantikan digelar di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Jumhur mengucap sumpah jabatan langsung di hadapan Presiden Prabowo.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Jumhur.

Ia melanjutkan komitmennya dalam sumpah jabatan. “Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya.

Jumhur punya rekam jejak panjang di pemerintahan. Ia pernah memimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) periode 2007-2014, fokus pada isu pekerja migran Indonesia.

Di dunia serikat pekerja, Jumhur terpilih sebagai Ketua Umum KSPSI hasil Kongres ke-10 pada 16 Februari 2022. Masa baktinya berjalan untuk periode 2022-2027 sebelum masuk kabinet.

Penunjukan tokoh buruh ke kursi menteri menuai apresiasi. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menilai langkah Prabowo sebagai bentuk pengakuan terhadap kalangan pekerja.

“Sebuah kehormatan untuk buruh,” kata Andi singkat menanggapi pengangkatan tersebut. Pernyataan itu menegaskan arti penting representasi buruh di level kementerian strategis.

Kini tantangan baru menanti Jumhur. Isu lingkungan hidup, pengendalian pencemaran, hingga kebijakan iklim berkelanjutan jadi pekerjaan rumah besar yang harus dijawab dengan pendekatan pro-rakyat pekerja.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prabowo Lantik 6 Pejabat dan Lakukan Rotasi Strategis di Istana Negara 

0

Wartain.com || Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan penyegaran di jajaran pemerintahannya dengan melantik enam pejabat baru sekaligus merotasi sejumlah posisi penting. Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).

Dalam perombakan tersebut, Jumhur Hidayat dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol. Sementara itu, Hanif Faisol tidak keluar dari lingkar kabinet, melainkan mendapat amanah baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Rotasi juga menyasar posisi strategis di lingkar Istana. Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), kini ditugaskan memimpin Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI). Jabatan KSP kemudian diisi oleh Dudung Abdurrachman yang sebelumnya menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

Di sisi lain, Hasan Nasbi kembali masuk dalam lingkar kekuasaan setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Sementara itu, Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), kini dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden. Para pejabat berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 serta berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.

Perubahan susunan pejabat ini ditetapkan melalui sejumlah Keputusan Presiden Republik Indonesia, di antaranya Keppres Nomor 51/P Tahun 2026 terkait pengangkatan dan pemberhentian menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Selain itu, terdapat Keppres Nomor 52/P mengenai pergantian Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Bakom RI, Keppres Nomor 53/P Tahun 2026 tentang pengangkatan penasihat khusus presiden, serta Keppres Nomor 50/TPA Tahun 2026 terkait jabatan pimpinan tinggi di Badan Karantina Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya Presiden untuk memperkuat efektivitas kinerja pemerintahan sekaligus menjawab tantangan strategis di berbagai sektor.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

MBG Bukan Sekadar Seremonial, Sekjen RLMP: Dorong Ekonomi Lokal Berputar

0
Oplus_131072

Oleh : Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah Putih 

Wartain.com || Program MBG punya potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal, bukan hanya pemenuhan gizi atau layanan sosial. Hal itu ditegaskan Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, dalam tulisannya.

Menurut Heri, jika dijalankan serius dan terstruktur, MBG bisa menciptakan ekosistem ekonomi hidup di sekitar dapur-dapur program. Dampaknya melampaui tujuan utama, menyentuh langsung perputaran uang di masyarakat bawah.

Anggaran yang masuk ke tiap dapur MBG bukan angka kecil. Dikelola baik, dana itu memicu efek domino: serap tenaga kerja lokal, berdayakan UMKM, hingga naikkan pendapatan warga sekitar dapur.

Sayangnya, potensi itu kerap belum maksimal. Heri menyebut penyebabnya ada pada lemahnya pengawasan, perencanaan yang kurang matang, serta orientasi program yang masih terlalu sempit.

Di titik ini, peran pemda jadi krusial. Pemerintah daerah tidak cukup jadi pelaksana administratif. Pemda harus jadi penggerak utama agar MBG benar-benar memberi nilai tambah ekonomi bagi wilayahnya.

Caranya konkret: pastikan bahan baku dapur dari petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, uang tidak keluar daerah, tapi berputar di masyarakat setempat dan menguatkan rantai pasok lokal.

Heri juga menekankan transparansi dan akuntabilitas dapur. Jangan sampai niat baik MBG tercoreng praktik yang utamakan keuntungan pribadi atau kelompok. Pengawasan berbasis masyarakat penting agar program tetap di jalurnya.

Lebih jauh, MBG bisa jadi pintu masuk kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Dapur MBG dapat dikembangkan jadi pusat pelatihan, inovasi pangan lokal, hingga inkubator usaha kecil untuk warga sekitar.

Jika dikelola dengan visi jangka panjang, MBG berubah dari program bantuan menjadi gerakan ekonomi rakyat. Kuncinya: sinergi pemda, pengelola dapur, dan masyarakat agar setiap rupiah berdampak luas.

Keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah penerima manfaat langsung. Ukuran sesungguhnya: seberapa jauh program ini menghidupkan ekonomi masyarakat. Dikelola benar, MBG bisa jadi contoh kebijakan publik yang menjawab dua tantangan sekaligus: kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Peringatan Hari Otda ke XXX, Bupati Asjap: Momentum Perkuat Komitmen Berikan Manfaat bagi Masyarakat  

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Lapangan Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin, 27 April 2026.

Dalam Upacara bertema Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita tersebut Bupati Sukabumi H. Asep Japar bertindak selaku pembina upacara, sementara Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusup sebagai pemimpin Upacara

Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam amanatnya menyampaikan bahwa, peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen dan peran dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena Otonomi daerah merupakan instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal,” ujarnya

Semangat otonomi daerah, lanjut Bupati, harus mewujudkan paradigma birokrasi sebagai pelayan publik yang responsif dan solutif. Maka dari itu,capaian pelaksanaan otonomi daerah di usia ke 30 ini, menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintah.

“Terutama dalam hal meningkatkan pelayanan publik di tengah-tengah tantangan dan dinamika yang ada,” ucapnya.

Di momen tersebut pula, Bupati menegaskan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemudahan investasi adalah prioritas utama pemerintah daerah.

“Hal ini agar iklim usaha di daerah kita tetap kompetitif dan mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ungkapnya.

Bupati mengajak semua pihak untuk menyukseskan optimalisasi pajak kendaraan bermotor. Apalagi, kepatuhan membayar pajak adalah wujud kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Ditegaskan melalui tertib administrasi dan pajak, menjadi fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah

“Mari kita manfaatkan berbagai kemudahan layanan pajak yang ada sebagai bentuk gotong-royong dalam membangun infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih baik” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Libas Unggulan Keenam, Janice/Aldila Tembus Perempat Final Madrid Open 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ganda putri Indonesia Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melaju ke perempat final WTA 1000 Madrid Open 2026 usai menumbangkan unggulan keenam Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez.

Di babak 16 besar Lapangan 5 La Caja Magica, Minggu (26/4/2026) malam WIB, Janice/Aldila menang dua set langsung 6-4, 6-2 atas pasangan Spanyol-Amerika Serikat itu.

Janice/Aldila langsung tancap gas di set pertama. Mereka unggul cepat 2-0 lewat kombinasi servis solid dan pengembalian agresif dari baseline.

Cristina/Nicole tak tinggal diam. Unggulan keenam itu menyamakan skor 2-2, memaksa duel berjalan ketat. Namun Janice/Aldila kembali menjauh 5-2 dengan pola main menyerang ke arah backhand lawan.

Dalam posisi tertekan, Bucsa/Melichar-Martinez menunjukkan kelasnya. Mereka rebut dua gim beruntun untuk mendekat 5-4, membuat tensi pertandingan naik.

Janice/Aldila tetap tenang. Gim kesepuluh jadi kunci: mereka patahkan momentum kebangkitan lawan dan kunci set pertama 6-4.

Skrip serupa terulang di set kedua. Pasangan Merah Putih kembali memimpin 2-0. Cristina/Nicole sempat memberi perlawanan, tapi Janice/Aldila konsisten jaga jarak 3-1 lalu 4-2.

Gim ketujuh jadi penegas dominasi. Janice/Aldila merebutnya untuk unggul 5-2, tinggal selangkah ke perempat final.

Match point datang di servis Aldila. Pengembalian Nicole Melichar-Martinez menyangkut net, memastikan kemenangan 6-2 bagi wakil Indonesia.

Hasil ini jadi pembuktian Janice/Aldila di level WTA 1000. Singkirkan unggulan keenam dengan skor meyakinkan, mereka kini menatap babak delapan besar dengan kepercayaan diri tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

BMKG: Bukan Heatwave, Panas Menyengat April-Mei 2026 Efek Gerak Semu Matahari

0
Oplus_131072

Wartain.com || Suhu udara terik menyengat kulit di berbagai wilayah Indonesia sepanjang April-Mei 2026 memicu spekulasi: apakah kita sedang kena gelombang panas atau heatwave?

BMKG tegas membantah. Menurut standar Badan Meteorologi Dunia (WMO), heatwave adalah anomali suhu 5°C di atas rata-rata klimatologis selama lima hari berturut-turut. Fenomena itu umum terjadi di lintang menengah-tinggi, bukan di ekuator.

Sebagai negara tropis, Indonesia secara teknis tidak mengalami gelombang panas. Cuaca terik saat ini murni siklus ekstrem tropis yang dipengaruhi faktor astronomis dan meteorologis, bukan heatwave.

Penyebab utama menurut BMKG: gerak semu tahunan matahari yang kini berada di sekitar ekuator. Akibatnya, intensitas penyinaran ke wilayah Indonesia sangat tinggi, optimal, dan durasinya lebih lama.

Faktor kedua, minimnya tutupan awan karena masa pancaroba menuju kemarau. Tanpa “payung alami” dari awan, radiasi UV dan sinar matahari menghantam bumi tanpa hambatan. Panas yang diserap tanah jadi maksimal.

Pemanasan global memperparah kondisi. Dampak jangka panjang perubahan iklim membuat tren suhu ekstrem makin sering muncul dari tahun ke tahun.

Meski bukan heatwave, ancamannya nyata. Beberapa daerah mencatat suhu tembus 37°C. Skenario terburuknya terkait El Nino 2026: puncak panas bisa picu defisit hujan ekstrem, kekeringan panjang, krisis air bersih, hingga ketahanan pangan terganggu.

Data bicara. Di Jakarta, hari dengan panas ekstrem melonjak dari 28 hari per tahun pada 1994–2003 menjadi 167 hari per tahun pada 2014–2023. Lonjakan hampir 6 kali lipat dalam dua dekade.

Direktur Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, menyebut masyarakat dan pemerintah kerap menyepelekan cuaca panas karena dianggap wajar. Padahal risikonya mematikan: heatstroke dan dehidrasi akut.

Para ahli dorong pemerintah segera susun Heat Action Plan (HAP). Indonesia belum punya panduan mitigasi bencana panas dan literasi kesehatan publik yang memadai. Edukasi harus digeser: jangan normalisasi suhu ekstrem. Jaga hidrasi, pakai tabir surya, sambil menunggu langkah strategis mitigasi iklim yang terstruktur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Warga Geram, Kendaraan ODOL Dicegat di Ruas Cikembar–Kiara Dua Lengkong 

0

Wartain.com || Kekesalan warga terhadap maraknya kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di ruas jalan Cikembar–Kiara Dua Lengkong, Kabupaten Sukabumi, kian memuncak. Pada Senin (27/4/2026), sejumlah warga secara spontan melakukan aksi pencegatan terhadap truk-truk yang diduga masih beroperasi dengan muatan berlebih.

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat yang menilai para pengusaha angkutan tidak mengindahkan surat edaran dari Gubernur Jawa Barat serta imbauan dari Dinas Perhubungan terkait larangan kendaraan ODOL. Padahal, kebijakan tersebut telah disosialisasikan kepada perusahaan-perusahaan armada angkutan.

Warga menilai, keberadaan kendaraan ODOL menjadi salah satu penyebab tertundanya (pending) program rekonstruksi infrastruktur jalan di jalur tersebut.

Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat, mengingat jalan yang rusak berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk akses ekonomi dan layanan publik.

“Kalau tidak segera ditindak, jangan salahkan masyarakat turun langsung. Kami hanya menuntut keadilan,” ujar Parman perwakilan masyarakat Pajampangan.

Menurutnya, aksi pencegatan dilakukan secara spontan tanpa adanya koordinator atau pihak tertentu yang menggerakkan. Warga yang melintas dan melihat truk ODOL langsung berinisiatif melakukan penghentian sebagai bentuk protes.

Masyarakat juga mengingatkan potensi konflik apabila persoalan ini tidak segera ditangani secara serius oleh pihak berwenang. Mereka khawatir, ketegangan antara warga dengan pengusaha maupun sopir truk dapat berujung bentrokan di lapangan.

“Apakah harus menunggu ada pertumpahan dulu baru ditindak? Ini yang kami khawatirkan,” lanjutnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan kendaraan ODOL, sehingga proses pembangunan kembali jalan dapat segera direalisasikan tanpa hambatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan lanjutan atas aksi warga tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Innalillahi, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Sukabumi H. Asep Supriatna Wafat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi. Wakil Ketua Dewan Syuro, Drs. H. Asep Supriatna, berpulang pada Sabtu (25/4/2026).

Kepergian almarhum membawa duka mendalam bagi jajaran pengurus dan kader PKB Sukabumi. Sosoknya dikenal luas sebagai tokoh yang punya komitmen tinggi dalam membesarkan partai di tingkat daerah.

Selama aktif di struktur Dewan Syuro, almarhum dikenal konsisten mengawal arah perjuangan PKB. Dedikasinya tak hanya soal organisasi, tapi juga menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keumatan di akar rumput.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Sukabumi, H. Usep, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya almarhum. Ia menyebut almarhum adalah penggerak yang selalu hadir dalam setiap agenda penting partai.

“Kami kehilangan sosok panutan. Beliau selalu mendorong kader untuk kerja ikhlas dan menjaga soliditas,” kata Usep saat dikonfirmasi.

Usep mengajak seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat untuk mendoakan almarhum. “Semoga Allah menerima amal ibadahnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. “Keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” tambah Usep.

Bagi PKB Sukabumi, wafatnya H. Asep Supriatna bukan hanya kehilangan personal. Partai kehilangan salah satu tokoh dengan pengabdian panjang yang turut membentuk fondasi organisasi hingga hari ini.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai elemen, mulai pengurus kecamatan hingga tokoh masyarakat. Almarhum dikenang sebagai pribadi santun, terbuka, dan selalu mengedepankan musyawarah.

Selamat jalan, Kiai Asep. Jejak pengabdian dan keteladanan almarhum akan terus dikenang kader PKB Sukabumi dalam melanjutkan perjuangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

118 Bencana Terjadi di Kota Sukabumi Sepanjang Triwulan I, Kerugian Capai Rp5 Miliar

0

Wartain.com || Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, Kota Sukabumi dihadapkan pada tingginya intensitas bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 118 kejadian yang menimbulkan kerugian materiil hingga sekitar Rp5 miliar, dengan total area terdampak mencapai 3,382 hektare.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, mengungkapkan bahwa dampak bencana juga dirasakan pada kerusakan bangunan milik warga.

“Tercatat sebanyak 15 unit bangunan mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 66 unit rusak ringan,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Dari sisi waktu kejadian, Januari menjadi bulan dengan frekuensi tertinggi yakni 44 peristiwa. Angka tersebut sempat menurun pada Februari dengan 28 kejadian, sebelum kembali meningkat pada Maret menjadi 46 kejadian.

Jika dilihat berdasarkan jenis bencana, cuaca ekstrem mendominasi dengan total 99 kejadian. Selain itu, tercatat pula 10 insiden kebakaran permukiman, enam peristiwa tanah longsor, serta tiga kejadian gempa bumi.

“Nilai kerugian terbesar berasal dari bencana kebakaran,” kata Suhendar.

Secara wilayah, Kecamatan Baros menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 24 kasus. Disusul Kecamatan Gunung Puyuh dan Warudoyong masing-masing 18 kejadian, serta Lembursitu dan Cikole dengan masing-masing 16 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Citamiang mencatat 14 kejadian dan Kecamatan Cibeureum sebanyak 12 kejadian dalam periode yang sama.

BPBD Kota Sukabumi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Selain itu, warga juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan, terutama untuk mengurangi risiko banjir saat hujan deras.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan Warga Sekitar TPA Lakukan Cek Kesehatan Usai Ramai Keluhan Gangguan Pernapasan

0

Wartain.com || Gerak cepat ditunjukkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi dalam menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan gangguan pernapasan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Situmekar, Kecamatan Lembursitu.

Sebagai langkah awal, Dinkes menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga pada Jumat (24/4/2026) di RT 05 RW 07, Kelurahan Situmekar. Kegiatan ini melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Lembursitu dan Puskesmas Cikundul, serta dihadiri unsur pemerintah setempat.

Sebanyak 127 warga dari berbagai kelompok usia mengikuti pemeriksaan tersebut. Hasilnya, sebagian besar warga dinyatakan dalam kondisi sehat, sementara beberapa lainnya terdeteksi mengalami penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, dan asma.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons cepat setiap aduan masyarakat.

“Pelayanan ini menjadi bentuk respon cepat atas aduan masyarakat. Kami ingin memastikan langsung kondisi kesehatan warga sekaligus memberikan edukasi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, langkah jemput bola seperti ini penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak lingkungan.

Selain pemeriksaan, Dinkes juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Dinkes Kota Sukabumi akan terus melakukan pemantauan berkala dan memperkuat upaya promotif serta preventif guna mencegah munculnya dampak kesehatan yang lebih serius.

“Ke depan, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi berkomitmen melakukan pemantauan berkala guna memastikan tidak ada dampak kesehatan serius bagi warga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik