26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 151

Usai Dipakai Konser, Lapang Stadion Suryakencana Rusak dan Penuh Sampah

0

Wartain.com || Kerusakan lapangan Stadion Suryakencana, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menjadi sorotan setelah gelaran konser musik Terambyar Fest yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026).

Kondisi terkini di lokasi pada Senin (20/4/2026) sore memperlihatkan rumput lapangan yang rusak parah, dengan banyak titik berubah menjadi becekan bahkan menyerupai kubangan lumpur. Selain itu, sampah masih tampak berserakan di sejumlah area.

Situasi ini pun menuai reaksi publik, terutama setelah beredar luas di media sosial. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari, menilai kondisi tersebut sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah sebagai pengelola fasilitas.

“Jadi tamparanlah kalau misalkan kondisinya rusak, terus sampahnya berserakan, fasilitas-fasilitas lain juga kayak ya lapangan rusak, ya ini jadi catatan khusus lagi gitu,” ujarnya.

Menurut Rojab, penyelenggaraan konser di stadion bukanlah persoalan, selama dilakukan dengan perencanaan yang matang. Ia menekankan pentingnya standar profesional dalam pengelolaan acara, termasuk pengendalian sampah dan pemilihan konsep kegiatan agar tidak merusak fasilitas.

“Dipersiapkannya harus cukup profesional. Dari mulai makanan nggak boleh masuk, kan kayak gitu. Terus venue-nya juga milih tempat yang memang rapi tidak akan rusak. Terus sampah-sampahnya juga memang diperketat gitu. Itu panitianya seperti itu. Jadi harus diantisipasi sedini mungkin ketika misalkan ada potensi kerusakan,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar insiden ini tidak mematikan geliat industri kreatif di Kota Sukabumi. Dukungan terhadap kegiatan musik dan ruang ekspresi anak muda tetap perlu dijaga, dengan catatan adanya perbaikan dalam pengelolaan.

“Ini jangan sampai menyurutkan semangat teman-teman musisi, termasuk para industri kreatif, termasuk mungkin kesenangan anak muda juga gitu ya,” ungkapnya.

Rojab juga sekaligus menyinggung komitmen pemerintah kota terkait rencana peningkatan kualitas stadion menjadi berstandar internasional, yang dinilai perlu segera direalisasikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi akibat hujan deras yang turun saat konser berlangsung.

“Memang kegiatan kemarin konser sambil hujan jadi belok dan bala, ya itulah kita akan lakukan evaluasi terlebih dahulu. Sesuai kewenangan saya akan tindaklanjuti, sampai saat ini kegiatan baru selesai tadi malam,” katanya.

Ia menyebut pelaksanaan konser secara prosedural telah dipenuhi, namun tetap akan dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa. Terkait jaminan kerusakan, Rahmat mengakui belum ada ketentuan tersebut dalam kesepakatan dengan penyelenggara.

“Iya sesuai dengan prosedur. Terkait dengan itu kita akan evaluasi terlebih dahulu nanti kita akan segera akan tindak lanjuti dari hasil evaluasi terhadap kegiatan festival kemarin,” ucapnya.

“Tidak ada (uang jaminan), nanti hasil evaluasi saya akan melakukan kajian, dari nanti evaluasi itu baru akan melakukan apa-apa yang menurut aturan harus kita lakukan,” tambahnya.

Di sisi lain, Rahmat menegaskan bahwa event musik merupakan salah satu daya tarik utama dalam mendongkrak kunjungan wisata ke Kota Sukabumi. Oleh karena itu, ia berharap ke depan tersedia lebih banyak fasilitas yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan acara berskala besar.

“Satu-satunya harapan kita dari kreativitas salah satunya membuat event-event yang membuat kunjungan ke Kota Sukabumi itu semakin banyak. Tapi konsekuensinya kita butuh fasilitas yang bagus, stadion bisa direnovasi, kemudian pak wali kota juga berkeinginan membangun lapdek jilid dua jadi event bisa gitu, jadi nanti banyak pilihan untuk event organizer,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ketua Kwarcab Minta Jajaran Pramuka Solid Jelang Rakercab dan Jambore Nasional 2026

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Sukabumi membuka rapat pleno andalan Kwarcab sebagai langkah awal mematangkan persiapan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Jambore Nasional 2026.

Rapat pleno tersebut digelar secara virtual dari Sekretariat Daerah, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/4/2026), dan diikuti oleh seluruh jajaran andalan Kwarcab dari berbagai wilayah.

H Ade Suryaman menegaskan bahwa Rakercab menjadi agenda penting yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kita memiliki waktu sekitar 9 hingga 10 hari ke depan untuk mempersiapkan pelaksanaan Rakercab. Ini harus dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Rakercab tidak hanya menjadi forum rutin organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk melakukan sinkronisasi laporan pertanggungjawaban kegiatan tahun 2025 sekaligus mengevaluasi capaian program yang telah berjalan.

Selain itu, Rakercab juga akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja tahun 2026, termasuk kesiapan menghadapi Jambore Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

H Ade berharap seluruh jajaran Pramuka di Kabupaten Sukabumi dapat menjaga soliditas dan kebersamaan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai harapan.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menambahkan bahwa rapat pleno ini merupakan bagian dari tahapan konsolidasi internal organisasi. Fokusnya adalah merapikan seluruh persiapan kegiatan, baik di tingkat cabang maupun gugus depan.

“Melalui rapat ini, kita mengkonsolidasikan seluruh persiapan kegiatan, termasuk evaluasi program tahun sebelumnya dan perencanaan ke depan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dharma di Tengah Badai, Mengawal Mandat Suci Prabowo-Gibran

0

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen PPJNA 98 dan Presidium Alumni HMI/KAHMI Sukabumi

Wartain.com || Kepemimpinan bukan sekadar perkara manajemen birokrasi, melainkan sebuah laku spiritual untuk mengabdi pada kemanusiaan. Di tengah palung geopolitik global yang penuh ketidakpastian, duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hadir memikul beban sejarah. Tantangannya bukan hanya badai konflik dari luar, melainkan ujian keteguhan hati menghadapi sinisme yang menyebarkan kebencian dan berbagai upaya yang hendak menggagalkan program strategis serta program pro rakyat dari dalam negeri sendiri.

Program MBG: Filosofi Memberi Makan Jiwa Bangsa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah manifestasi dari nilai luhur “Memayu Hayuning Bawana”. Ini bukan sekadar membagikan piring makanan, melainkan upaya spiritual untuk memuliakan raga anak-anak bangsa dari kota hingga pelosok desa terdalam.

Kedaulatan Raga: Memberi makan anak adalah investasi pada “Candi Hidup” masa depan peradaban kita.

Arus Ekonomi Rakyat: Dengan anggaran ratusan triliun, MBG adalah pompa jantung ekonomi yang mengalirkan darah kesejahteraan ke UMKM dan pasar-pasar desa.

Keadilan Distributif: Kekayaan negara tidak lagi mengendap di atas, tapi membumi di dapur-dapur rakyat kecil mengalir berputar menggerakan perekonomian ke tingkat masyarakat bawah.

Menembus Kabut Caci Maki

Sangat disayangkan, sebuah ikhtiar mulia ini kerap dibenturkan dengan narasi kebencian dan caci maki. Secara filosofis, ini adalah ujian “Kawah Candradimuka” bagi kepemimpinan nasional.

Ego vs Empati: Serangan terhadap MBG seringkali datang dari pihak yang lebih mementingkan ego politik ketimbang melihat senyum anak-anak yang kenyang di pelosok negeri.

Filter Kebijaksanaan: Kritik yang konstruktif adalah obat, namun fitnah yang destruktif adalah racun yang mencoba melemahkan persatuan saat dunia sedang bergejolak.

Seruan Gotong Royong: Mengawal Amanah

Pemkab, Pemkot, dan seluruh lapisan masyarakat memegang kunci keberhasilan. Anggaran raksasa ini harus dikawal sebagai amanah suci agar benar-benar berputar di akar rumput.

Solidaritas Nasional: Inilah saatnya kita mengaktifkan kembali otot gotong royong, bahu-membahu memastikan tidak ada kebocoran dalam rantai distribusi kesejahteraan.

Persatuan Lahir Batin: Menghadapi konflik global membutuhkan barisan yang rapat, bukan energi yang habis untuk bertikai di dalam rumah sendiri.

Kepasrahan pada Pemilik Kekuasaan Sejati

Di atas segala strategi politik, kepemimpinan Prabowo-Gibran adalah sebuah perjalanan spiritual. Sejarah mencatat bahwa pemimpin yang berpihak pada kaum papa akan mendapat perlindungan dari langit.

Doa sebagai Senjata: Mendekatkan diri pada Allah SWT, pemilik alam semesta dan kekuasaan mutlak, adalah fondasi untuk menghadapi tantangan zaman.

Visi Peradaban: Dengan niat tulus (Ikhlas), Indonesia tidak hanya akan menjadi negeri adil dan makmur, tetapi pusat peradaban dunia yang unggul dan disegani.

Prabowo-Gibran adalah pasangan yang lengkap menjawab tantangan zaman. Jika rakyat bersatu dan pemimpin bertakwa , Indonesia Emas bukan lagi mimpi, melainkan takdir yang sedang kita jemput.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kenali Perbedaan Penyakit Rematik dan Asam Urat

0
Oplus_131072

Kenali Perbedaan Penyakit Rematik dan Asam Urat

Wartain.com || Banyak orang baru sadar ada yang salah setelah nyeri sendi datang berulang atau makin parah. Yang sering terjadi, semua keluhan langsung disebut “rematik”, padahal bisa jadi itu justru asam urat dengan penanganan yang berbeda.
Kesalahan mengenali penyakit ini bukan hal sepele. Dalam praktik medis, asam urat dan rematik memang sama-sama menyerang persendian, tetapi berasal dari mekanisme yang berbeda di dalam tubuh.

Mengutip WebMD, sabtu (18/4/2026), artritis reumatoid (rematik) dan asam urat termasuk jenis artritis yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada sendi. Meski memiliki gejala yang mirip, perbedaan utama terletak pada penyebabnya.

Perbedaan rematik dan asam urat
Rematik merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan yang melapisi persendian. Kondisi ini memicu peradangan, pembengkakan, hingga bisa menyebabkan deformitas sendi.

Karena berkaitan dengan sistem imun, rematik juga bisa berdampak ke organ lain seperti kulit, mata, hingga jantung.

Sementara itu, asam urat terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Zat ini terbentuk saat tubuh memecah makanan tertentu, seperti daging.

Normalnya, asam urat akan dibuang melalui urine. Namun jika kadarnya berlebih, zat ini bisa membentuk kristal tajam seperti jarum yang menumpuk di persendian dan menimbulkan nyeri hebat serta peradangan.

Deteksi Gejalanya

Baik asam urat maupun rematik dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan pada beberapa persendian. Namun, pola gejalanya berbeda.

Rematik biasanya dimulai dari sendi kecil seperti tangan dan kaki. Sendi akan terasa nyeri, bengkak, dan hangat saat disentuh, lalu bisa menyebar ke sendi yang lebih besar seperti pergelangan tangan, siku, bahu, lutut, hingga pinggul.

Pada beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami kelelahan, penurunan nafsu makan, atau demam ringan. Gejala umumnya terjadi simetris, artinya menyerang kedua sisi tubuh. Kekakuan sendi biasanya terasa di pagi hari dan membaik seiring aktivitas.

Sebaliknya, asam urat sering muncul secara tiba-tiba dengan rasa nyeri yang sangat hebat. Tidak jarang penderitanya merasa sendi seperti terbakar.

Kondisi ini biasanya hanya menyerang satu sendi, paling sering di jempol kaki. Namun, bisa juga terjadi di pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan.

Sendi yang terkena biasanya tampak merah, bengkak, dan terasa hangat. Dalam beberapa kasus, serangan asam urat juga bisa disertai demam.

Pengobatan

Baik rematik maupun asam urat tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Beberapa pengobatan yang umum digunakan antara lain:

Pereda nyeri

Obat seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan nyeri pada kedua kondisi. Untuk asam urat, obat seperti colchicine juga sering digunakan.

Obat antiinflamasi

Kortikosteroid seperti prednison dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.

Selain itu, pengobatan juga difokuskan pada penyebab utama. Pada rematik, terapi biasanya bertujuan menekan sistem kekebalan tubuh. Sementara pada asam urat, pengobatan diarahkan untuk mencegah pembentukan kristal.

Pola makan juga berpengaruh, terutama pada penderita asam urat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain membatasi konsumsi alkohol, mengurangi asupan daging hingga menjaga berat badan tetap ideal.

Dan seseorang bisa mengalami asam urat dan rematik secara bersamaan. Meski berbeda, kedua kondisi ini tidak saling meniadakan.

Oleh sebab itu, jika mengalami nyeri sendi tanpa mengetahui penyebabnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan sendi, darah, hingga cairan sendi diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Peringatan Hari Konsumen Nasional 2026, Dorong Masyarakat Jadi Konsumen Cerdas di Era Digital 

0

Wartaon.com || Pemerintah terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam berperan sebagai konsumen yang cerdas, kritis, dan berdaya, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Momentum peringatan Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada 20 April 2026 menjadi pengingat penting akan hak dan kewajiban konsumen dalam memanfaatkan berbagai produk dan layanan.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya aktif sebagai pengguna, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan, terutama dalam transaksi digital yang semakin marak.

Literasi digital dinilai menjadi kunci utama agar konsumen terhindar dari berbagai risiko, seperti informasi menyesatkan, penipuan online, hingga penggunaan produk yang tidak memenuhi standar keamanan. Selain itu, konsumen juga diharapkan mampu lebih selektif dalam memilih produk dan jasa, dengan memperhatikan aspek kualitas, keamanan, serta legalitas.

Sikap kritis dan kehati-hatian dalam bertransaksi menjadi langkah penting untuk melindungi diri sekaligus mendorong terciptanya pasar yang sehat. Di sisi lain, pelaku usaha juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan produk dan layanan yang transparan, jujur, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kolaborasi antara konsumen yang cerdas dan pelaku usaha yang bertanggung jawab diyakini dapat menciptakan ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Konsumen Nasional 2026 pun diharapkan menjadi momentum bersama dalam memperkuat perlindungan konsumen serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ngaji Bareng ASN Disdik Sukabumi, Perkuat Iman dan Profesionalisme Aparatur 

0

Wartain.com || Dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan Pengajian Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) yang dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pembinaan mental dan spiritual bagi ASN di lingkungan Dinas Pendidikan.

Tidak sekadar rutinitas, pengajian ini dimaknai sebagai momen untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi antarpegawai, serta menumbuhkan semangat dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para ASN diajak untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab profesi. Dengan demikian, diharapkan dapat terbentuk pribadi ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berakhlak mulia.

Pelaksanaan pengajian ini juga sejalan dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang menekankan pentingnya pembinaan karakter dan integritas ASN.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain sebagai sarana peningkatan spiritualitas, pengajian juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keimanan yang terus dipupuk, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal, profesional, serta membawa energi positif bagi masyarakat luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Banjir Putus Jembatan Linggamanik di Jampangtengah, Akses Warga Terganggu

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan bencana banjir yang berdampak pada putusnya Jembatan Linggamanik. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 22.45 WIB.

Jembatan yang berada di ruas jalan kabupaten Bojongjengkol–Miramontana itu mengalami kerusakan cukup parah dengan panjang bentangan sekitar 14 meter dan lebar 5,5 meter.

Akibatnya, akses penghubung antarwilayah terputus dan mengganggu mobilitas warga setempat. Saat ini, kendaraan roda dua yang hendak melintas terpaksa memutar melalui jalur Cisurat dengan jarak sekitar 2 kilometer.

Sementara itu, kendaraan roda empat diarahkan melalui jalur Bojonglopang. Untuk pejalan kaki, warga memanfaatkan jembatan darurat dari bambu yang berada di bagian hilir jembatan yang terdampak. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka.

Selain itu, tidak ada warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah bersama sejumlah unsur terkait, seperti TAGANA, pihak kepolisian, TNI, pemerintah desa, serta warga setempat, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

Selain melakukan asesmen, petugas juga berkoordinasi dengan berbagai pihak serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Hingga saat ini, kondisi jembatan belum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah pembangunan kembali jembatan guna memulihkan akses transportasi warga. Pihak terkait menyatakan bahwa data yang dihimpun masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Persib Bandung Tatap Laga Kontra Dewa United dengan Optimistis Tinggi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Persib Bandung sedang dalam suasana penuh kepercayaan diri jelang laga tandang melawan Dewa United pada lanjutan BRI Super League, Senin (20/4). Pelatih Bojan Hodak menyebut atmosfer positif timnya tak lepas dari catatan impresif dengan 14 laga tanpa kekalahan.

“Situasinya semua baik. Ketika menang, semua orang senang,” ujar Hodak, Kamis (16/4).

Momentum itu makin terasa setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United. Para pemain bahkan disebut dalam kondisi segar seusai mendapat libur dua hari.

“Semua pemain segar. Latihan pertama masih ringan,” tambahnya.

Namun, di balik tren positif tersebut, Hodak langsung memasang alarm bahaya. Dia mengingatkan skuad Maung Bandung soal jadwal padat yang bisa menjadi penentu musim.

Dalam 16 hari ke depan, Persib akan menjalani empat laga beruntun, menghadapi Arema FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan PSIM Yogyakarta. Puncaknya, Persib akan melakoni duel panas kontra Persija Jakarta dalam Derbi Indonesia pada 10 Mei.

Persib Bandung sedang dalam suasana penuh kepercayaan diri jelang laga tandang melawan Dewa United pada lanjutan BRI Super League, Senin (20/4).

Saat ini, Persib kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin, unggul atas Borneo FC dan menjaga jarak dari Persija. Modal kuat, tapi ujian sesungguhnya baru dimulai.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

MBG Bukan Ladang Bisnis: Ini Soal Masa Depan Bangsa

0
Oplus_131072

Oleh: Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya bukan sekadar agenda pemerintah yang hadir untuk menjawab persoalan gizi anak, tetapi merupakan investasi besar bangsa dalam menyiapkan generasi masa depan. Di tengah tantangan stunting, ketimpangan akses pangan bergizi, dan kualitas sumber daya manusia yang masih menjadi pekerjaan rumah, program ini seharusnya ditempatkan sebagai ikhtiar strategis, bukan proyek yang dipandang semata dari sisi ekonomi.

Ada satu pesan mendasar yang patut terus diingat. Bung Karno pernah mengatakan, maju mundurnya suatu bangsa tergantung pemudanya. Dalam konteks hari ini, pemuda yang dimaksud sedang dipersiapkan sejak usia dini. Mereka adalah anak-anak yang hari ini duduk di bangku sekolah, yang tumbuh dengan asupan gizi cukup, pendidikan baik, dan lingkungan yang sehat. Dari sanalah kualitas bangsa dibangun.

Karena itu, ketika negara menghadirkan MBG, yang sedang dipertaruhkan bukan hanya sukses atau gagal sebuah program, melainkan masa depan generasi.

Di titik inilah semua pihak yang terlibat—yayasan, mitra dapur, penyedia bahan pangan, pengelola distribusi, hingga pengawas—memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dari sekadar memenuhi kontrak kerja.

Program ini tidak boleh dicederai oleh praktik-praktik yang menjadikannya hanya ladang bisnis.

Sebab ketika orientasi bergeser hanya pada keuntungan, maka kualitas rawan dikorbankan. Bahan baku bisa ditekan mutunya, standar kebersihan diabaikan, porsi dipermainkan, distribusi asal-asalan, bahkan hak anak bisa tereduksi hanya demi margin keuntungan.

Jika itu terjadi, maka yang rusak bukan hanya tata kelola program.

Kepercayaan publik runtuh. Dan yang paling berbahaya, anak-anak menjadi korban.

Harus dipahami, mengelola dapur MBG bukan seperti mengelola usaha katering biasa. Ini adalah amanah sosial. Ada tanggung jawab etis, ada tanggung jawab kebangsaan.

Mitra dapur bukan hanya pelaksana teknis, tetapi bagian dari rantai pembangunan manusia Indonesia.

Karena itu, peringatan kepada seluruh yayasan dan mitra dapur agar tidak main-main dalam mengelola program ini bukanlah ancaman, melainkan pengingat keras bahwa ada nilai besar yang harus dijaga.

Jangan jadikan program yang seharusnya mulia justru tercemar oleh praktik oportunistik.

Jangan sampai semangat menghadirkan anak-anak sehat, kuat, dan cerdas berubah menjadi ruang mencari keuntungan tanpa batas.

Sebab jika program ini tidak berjalan baik dari hulu sampai hilir—mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan—maka kerugian tidak berhenti pada pelaku usaha dapur MBG.

Yang rugi adalah bangsa ini, yang rugi adalah anak-anak Indonesia, yang rugi adalah masa depan.

Keberhasilan MBG memang tidak hanya diukur dari berapa juta porsi makanan dibagikan setiap hari. Ukurannya adalah apakah makanan itu benar-benar bergizi, aman dikonsumsi, tepat sasaran, dan memberi dampak bagi tumbuh kembang anak.

* Substansinya ada di kualitas, bukan semata kuantitas.

* Karena itu, pengawasan harus diperkuat.

* Transparansi harus dibuka.

* Evaluasi harus dilakukan berkala.

* Dan jika ada mitra yang bermain-main, negara harus tegas.

Tidak boleh ada kompromi terhadap pihak yang merusak tujuan program. Sebab program sebesar ini hanya bisa berhasil jika dijalankan dengan integritas.

Pada akhirnya, MBG adalah cermin keseriusan bangsa ini dalam mempersiapkan generasi emas. Ini bukan urusan dapur semata. Ini urusan masa depan negara.

* Maka siapa pun yang terlibat, jangan melihat MBG hanya sebagai proyek.

* Lihatlah ini sebagai pengabdian.

Karena makanan yang disiapkan hari ini, sesungguhnya sedang memberi makan masa depan Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Terambyar Fest Sukabumi Digelar Meriah, Aldi Taher Reuni dengan Wawali, NDX A.K.A Tutup Panggung

0

Wartain.com || Stadion Suryakencana berubah menjadi lautan manusia yang tak gentar diterjang rintik hujan, Sabtu (19/4/2026). Malam itu, dinginnya udara Sukabumi seolah kalah oleh energi ribuan penonton yang memadati gelaran Terambyar Fest Sukabumi 2026.

Sebuah pesta musik yang tidak hanya menjadi rangkaian perayaan HUT Kota Sukabumi ke-112, tapi juga bukti dahaga hiburan masyarakat yang luar biasa. Suasana pecah saat Aldi Taher naik ke atas panggung. Dengan gaya nyentriknya, ia membawakan tiga lagu andalan yang langsung membuat penonton bernyanyi bersama.

Namun, kejutan sesungguhnya muncul saat Bobby Maulana menyusul ke atas panggung. Reuni kecil grup “Ubur-Ubur” ini menjadi istimewa karena Bobby bukan sekadar penghibur malam itu, melainkan Wakil Wali Kota Sukabumi yang sedang menyapa warganya melalui nada.

Kehadirannya disambut histeris oleh kaum muda. Di barisan depan, Wali Kota Sukabumi bersama jajaran kepala OPD pun tampak menikmati momen tersebut, melebur bersama rakyat di tengah rintik gerimis.

Setelah “kegilaan” Aldi Taher, suasana berubah menjadi lebih emosional sekaligus bertenaga saat For Revenge mengambil alih kendali. Moch Boniex Nurwega dan kawan-kawan sukses menghipnotis penonton lewat distorsi gitar dan lirik-lirik tajam seperti “Sadrah” dan “Penyangkalan”. Dingin malam seolah sirna berganti energi rock alternatif yang membara.

Pesta malam itu akhirnya mencapai puncaknya saat duo hip-hop asal Yogyakarta, NDX A.K.A, muncul sebagai penutup. Yonanda dan Fajar tidak hanya membawa lagu-lagu bertema cinta dan patah hati yang relate dengan anak muda, tapi juga membawa pesan inspirasi.

Kisah sukses mereka yang merajai panggung musik nasional tanpa latar belakang pendidikan musik formal menjadi bumbu manis yang menutup malam dengan penuh kesan. Terambyar Fest Sukabumi 2026 membuktikan bahwa musik mampu menyatukan semua, dari pejabat hingga rakyat, di bawah satu panggung yang sama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)