26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 152

Semarak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Warungkiara Gelar Donor Darah

0

Wartain.com || Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara melaksanakan kegiatan donor darah yang diikuti oleh petugas, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta peserta magang. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata terhadap kemanusiaan.

Pelaksanaan donor darah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HBP ke-62 yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat solidaritas, kepedulian, dan jiwa sosial di lingkungan pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi serta mencerminkan semangat pengabdian jajaran pemasyarakatan.

“Kegiatan donor darah ini bukan hanya sekadar bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Saya mengapresiasi seluruh petugas, Dharma Wanita, dan peserta magang yang telah berpartisipasi dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,” ujar Kurnia Panji Pamekas.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan standar kesehatan serta prosedur yang berlaku. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga proses donor darah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mempererat kebersamaan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial di lingkungan Lapas Warungkiara, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Band Perunggu Guncang Terambyar Festival Sukabumi, Ajak Penonton “Being Present” di Tengah Hujan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Salahsatu Gorup musik  papan atas Indonesia “Band Perunggu”, menjadi band utama dalam “Terambyar Festival Sukabumi bertajuk Satu Panggung, Banyak Rasa, Siap Terambyar! Yang Penting Hepi”. Group band yang sangat digandrungi golongan gen-Z ini, mengguncang acara tersebut dengan membawakan lagu-lagu ter-Hitsnya,  yang digelar  Stadion Surya Kancana, Kota Sukabumi, Minggu 19/04/2026.

Terambyar Festival Musik  Sukabumi ini digagas dalam rangkaian HUT Kota Sukabumi yang ke-112. Konser  berlangsung meriah dengan menghadirkan delapan artis dan band papan atas, di antaranya Aldi Taher, Noxaka, For Revenge, Perunggu, Asep Balon, Trimaskoplo, serta penampilan lokal seperti Mighty Finger dan Magnet.

Dimana, konsep festival sendiri mengusung hiburan penuh kebahagiaan, aman, dan nyaman, dengan dukungan sound system berkekuatan 200 ribu watt yang didatangkan langsung dari Jawa Tengah. Selain konser musik pop dan ambyar, acara juga diramaikan pertunjukan budaya.

Diketahui, Terambyar Fest 2026 menjadi festival musik paling meriah di Sukabumi, dengan konsep perpaduan konser, budaya Nusantara, yang menghadirkan pengalaman hiburan tak terlupakan bagi masyarakat.

Berdasarkan pantauan, puluhan ribu penonton yang datang dari berbagai penjuru Kota dan Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Bogor, berdesakan memenuhi area stadion, demi menyaksikan penampilan band kesukaannya.

Dibawah guyuran hujan yang deras, semua penonton tidak beranjak dari lokasi. Mereka berjingkrak dan terus bersuara, seirama dengan alunan musik yang dibawakan band pujaaanya.

Grup band Perunggu menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam konsernya yang kelima di Sukabumi. Interaksi antara para personil band dengan penonton sangat akrab dan dinamis.

Maul Ibrahim, sang vokalis Band Perunggu, mengajak penoton untuk menyimpan video, penonton kelak bisa mengingat momen itu secara utuh, mengingat secara mendalam perasaan seru yang mereka rasakan saat konser.

“Yang kami utamakan adalah ketika lagi menonton, ya mereka (penonton-red) bisa being present (hadir sepenuhnya), mereka bisa menikmati pertunjukan ini secara utuh,” kata Vokalis Perunggu, Maul Ibrahim mengajak penonton saat tampil.

Maul menyadari, apa yang dilakukan Perunggu hanya sebatas himbauan. Mereka tidak bisa sepenuhnya melarang penonton yang hadir untuk mengambil video dan mengunggahnya ke media sosial segera. Meski demikian, ia juga meyakini bahwa untuk bisa mengabadikan konser tersebut dalam sebuah foto atau video, ada banyak caranya.

“Kayanya teman-teman sekarang yang nonton konser sebenarnya makin banyak yang malah selfie, dan itu kalau ingin di-upload selfie-nya, ya nggak masalah,” kata Maul.

Tidak lupa juga Maul, berpesan kepada seluruh penggemarnya, untuk selalu menikmati alunan musik dengan penuh penghayatan, serta memaknai pesan yang disampaikan dalam setiap lirik lagu yang ia nyanyikan.

“Pesannya, maknai setiap lirik yang kami nyanyikan. Karena dari setiap bait ada pesan yang mendalam bagi setiap penikmat musik, sesuai dengan kata-kata yang diungkapkan,” pungkasnya.

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kalahkan Persita 1-0, Persik Kediri Putus Tren Negatif di Pekan ke-28

0

Wartain.com || Persik Kediri berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Minggu (19/4/2026) sore, tim berjuluk Macan Putih tersebut menang tipis dengan skor 1-0.

Kemenangan tuan rumah dipastikan melalui gol tunggal yang dicetak oleh gelandang asing mereka, Jon Toral, pada menit ke-20. Gol tersebut bermula dari skema serangan balik cepat yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Persita. Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Secara statistik, Persik Kediri tampil mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 57%. Skuad asuhan pelatih Persik ini juga mencatatkan akurasi operan sebesar 82% dan menciptakan 6 peluang emas. Meskipun Persita Tangerang mencoba membalas dengan melepaskan 11 tembakan, hanya 4 yang mengarah ke gawang dan tidak ada satu pun yang berbuah gol.

Laga ini berjalan cukup sengit di lini tengah, terlihat dari tingginya angka intersep yang dilakukan kedua tim, yakni 33 untuk Persik dan 25 untuk Persita. Solidnya pertahanan Macan Putih yang melakukan 25 kali sapuan (clearances) menjadi kunci keberhasilan mereka menjaga keunggulan hingga laga usai.

Pelatih Persik Kediri mengaku puas dengan disiplin pemainnya di lapangan. Kemenangan ini sangat krusial bagi Persik untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen dan menjauh dari zona bawah. Sebaliknya, hasil ini menjadi pukulan bagi Persita yang gagal mencuri poin dalam lawatan mereka ke Jawa Timur.

Dengan hasil ini, Persik Kediri kini mengoleksi 33 poin dari 28 pertandingan. Tambahan tiga angka ini memberikan nafas lega bagi pendukung setia Persik Mania, mengingat ketatnya persaingan di papan tengah menuju akhir musim Liga Super Indonesia 2025/2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Spanduk Penolakan Ormas Intoleran Bertebaran di Kota Bandung, Warga Suarakan Toleransi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bertebaran spanduk penolakan warga terhadap organisasi intoleran di Kota Bandung. Aksi ini viral di media sosial setelah sejumlah spanduk terpasang di beberapa titik kota.

Warga Kota Bandung menyatakan menolak paham intoleran setelah beredar kabar terkait ormas yang disebut menjadi bahaya laten di NKRI. Dalam narasi yang beredar, ormas yang disorot adalah ANNAS atau Aliansi Nasional Anti Syiah, yang disebut warga sangat meresahkan dan dinilai anti-Pancasila serta anti-Kebinekaan.

Salah seorang warga Kota Bandung, Ahmad (52) saat ditemui di dekat lokasi adanya pemasangan spanduk, mengatakan, bagi dirinya spanduk – spanduk yang banyak terpasang tersebut membuktikan bahwa di kota Bandung masih ada organisasi intoleran, yang benci terhadap kelompok lain.

“Kami sangat menolak keras keberadaan ormas intoleran yang selalu menyebarkan ujaran kebencian terhadap yang berbeda kelompok serta tidak menghargai keberagaman. Karena sikap yang intoleran tersebut bisa memecah belah keutuhan umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Ahmad, Minggu 19/04/2026.

Untuk menghindari adanya perpecahan antar warga, Ahmad sependapat dengan adanya pemasangan spanduk yang berbentuk ajakan yang berisi pesan penolakan terhadap segala bentuk intoleransi dan ajakan untuk menjaga persatuan. Warga menegaskan Bandung sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

“Kami sepakat, warga bandung sangat cinta toleransi. Makanya, kami sangat setuju pemasangan spanduk yang berisi ajakan, agar masyarakat selalu menjaga tolereansi, persatuan dan keutuhan umat beragama,” tegasnya.

Spanduk Penolakan Ormas Intoleran Bertebaran di Kota Bandung, Warga Suarakan Toleransi (foto : Boeh)

Aksi penolakan ini muncul sebagai respons masyarakat atas kekhawatiran terhadap gerakan yang dianggap dapat memecah belah kerukunan antarumat beragama.

Senada, Rozak (49) menilai, Kota Bandung harus tetap menjadi ruang aman bagi seluruh kelompok. Tidak boleh ada celah untuk memporakporandakan keutuhan umat beragama.

“Tidak boleh, sekecil apapun, Kota Bandung jangan ada kelompok yang intoleran. Kita harus menjaga keutuhan umat beragama, saling menghargai, saling menghormati, itu kunci utama kebersamaan. Kita tolak keras bentuk apapun, bagi sekelompok orang yang akan memecah belah umat,” ungkapnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pemasangan spanduk tersebut. Namun, pesan yang disampaikan warga jelas: menolak segala paham intoleran yang bertentangan dengan Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Bandung menegaskan identitasnya sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan utama dalam reportase toleransi. Warga berharap kondusivitas dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

Pemerintah Kota Bandung dan aparat keamanan diharapkan terus memantau situasi guna memastikan Kota Kembang tetap menjadi rumah bersama yang aman dan damai bagi semua.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tekan Stunting Lewat Pengelolaan Sampah, Cikondang Gagas Gerakan Sejati Wanci

0
Oplus_131072

Wartain.com || Upaya penanganan stunting di Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, dilakukan dengan cara yang tak biasa. Melalui inovasi Gerakan Sejati Wanci (Sedekah Jelantah dan Sampah Plastik Menjadi Nutrisi Warga Cikondang), limbah rumah tangga diolah menjadi sumber manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Program ini mengajak warga mengumpulkan minyak jelantah dan sampah plastik untuk kemudian disetorkan ke Bank Sammi. Selanjutnya, limbah tersebut diolah dan dikonversi menjadi minyak goreng layak pakai yang hasilnya disalurkan ke Posyandu.

Lurah Cikondang, Aden Dendalaga, menjelaskan bahwa gerakan ini tidak hanya fokus pada pengurangan sampah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting.

“Kami sudah mensosialisasikan ini kepada para Ketua RT dan RW. Kami mengharapkan sedekah jelantah dan sampahnya yang nanti akan dikelola oleh TP-PKK dan Posyandu,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, program ini diinisiasi oleh kader TP-PKK bersama Posyandu, dengan melibatkan berbagai pihak melalui kolaborasi pentahelix, termasuk akademisi dan Bank Sampah Sukabumi sebagai mitra pengolahan limbah.

Camat Citamiang, Aries, turut mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan isu lingkungan dan kesehatan ini menjadi inovasi yang relevan di tengah tantangan masyarakat saat ini.

“Ini merupakan bukti bahwa warga Kecamatan Citamiang, khususnya Cikondang ingin mewujudkan masyarakat yang sehat, bersih dan sejahtera,” ucapnya.

Selain membantu mengurangi volume sampah, program ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Pemerintah setempat berharap gerakan ini dapat meningkatkan kesadaran warga sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, Cikondang mencoba membuktikan bahwa persoalan lingkungan dan kesehatan bisa ditangani secara bersamaan melalui inovasi berbasis partisipasi warga.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

CFD Spesial HUT ke-112 Kota Sukabumi Disambut Antusias Warga

0

Wartain.com || Pelaksanaan Car Free Day (CFD) spesial dalam rangka Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112 berlangsung semarak di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Minggu (19/4/2026). Sejak pagi, kawasan tersebut dipadati warga yang memanfaatkan momen untuk berolahraga sekaligus menikmati berbagai hiburan.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama istrinya Kia Florita, turut meninjau langsung jalannya kegiatan. Ia menyebut CFD kali ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi kota yang sebelumnya juga diisi beragam agenda, termasuk festival budaya dan pembangunan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota yang sebelumnya juga diisi dengan festival budaya dan pembangunan,” ujarnya.

CFD edisi khusus ini berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB dengan menghadirkan beragam aktivitas.

Pengunjung disuguhkan hiburan “Suka Bernyanyi”, pertunjukan tari, barongsai, hingga kegiatan senam bersama yang diikuti masyarakat.

Sejumlah komunitas turut ambil bagian dalam memeriahkan acara, seperti komunitas olahraga sepatu roda, serta keterlibatan berbagai perangkat daerah yang menambah semarak suasana.

Menurut Bobby, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan kebersamaan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi,” katanya.

Hal itu terlihat dari keikutsertaan pelaku UMKM yang membuka lapak dagangan di sepanjang area CFD. Selain itu, sejumlah toko di sekitar lokasi juga mulai beroperasi lebih awal untuk melayani tingginya jumlah pengunjung.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena dinilai mampu menghadirkan manfaat ganda, baik sebagai ruang publik maupun pendorong ekonomi lokal.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan energi positif bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, baik bagi pelaku UMKM maupun pengusaha di sekitar kawasan Car Free Day,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Longsor Tutup Jalur Reldi Sukabumi, Perjalanan KA Pangrango Sempat Tertahan

0

Wartain.com || Perjalanan Kereta Api (KA) Lokal nomor 227 Pangrango relasi Sukabumi–Bogor sempat mengalami gangguan akibat longsor yang menutup jalur rel pada Sabtu (18/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi di petak lintas antara Stasiun Cibadak (CBD) dan Parungkuda (PRK), Kabupaten Sukabumi, tepatnya di KM 37+0/1 hingga KM 37+8/9, sekitar pukul 15.33 WIB.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan longsor terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Meski demikian, potensi gangguan dapat segera terdeteksi berkat sistem pemantauan yang dilakukan secara berlapis oleh petugas di lapangan.

“Pada saat kejadian, kondisi di lokasi tengah diguyur hujan deras. Namun berkat pengawasan berlapis yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas di lintas, potensi bahaya dapat segera terdeteksi dan langsung ditangani dengan cepat,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Setelah kejadian, petugas gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalur rel. Proses evakuasi dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih hujan.

Menurut Franoto, langkah cepat tersebut merupakan bagian dari sistem mitigasi yang diterapkan KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

“Respons cepat ini merupakan bagian dari sistem pengawasan berlapis yang kami terapkan, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan jalur tetap terjaga keamanannya,” katanya.

Akibat insiden ini, perjalanan KA Pangrango mengalami keterlambatan sekitar 35 menit. Pembersihan material longsor berhasil diselesaikan pada pukul 16.02 WIB.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kondisi rel aman dilalui. Setelah dinyatakan steril, perjalanan kereta kembali normal mulai pukul 16.03 WIB.

Franoto memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Ia menambahkan, pihak KAI akan meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Upaya tersebut dilakukan melalui patroli rutin, pemeriksaan prasarana secara berkala, serta penempatan petugas tanggap darurat di titik-titik rawan bencana.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Aroma Ketekunan dari Dapur Sederhana: Kisah Christian Merawat Rasa di Balik Bacang Panas 88 Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Aroma harum langsung menyergap begitu mendekati rak besi di sudut ruangan itu. Deretan bacang berbentuk limas segitiga tergantung rapi, terbalut daun hanjuang yang masih segar dan diikat tali bambu. Dari sanalah, kisah sederhana tentang ketekunan dan rasa bermula.

Di dapur produksinya yang tak terlalu luas di Jalan Pemuda, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Christian (37) tampak tak banyak bicara. Tangannya sibuk melipat daun, mengisi beras dan daging, lalu mengikatnya satu per satu. Bersama lima hingga enam pekerja, ia menjaga ritme produksi yang sudah dijalaninya sejak hampir satu dekade lalu.

Usaha Bacang Panas 88 yang ia rintis sejak 2017 bukan sekadar bisnis kuliner. Ada kecintaan pada makanan dan pengalaman panjang di dunia perhotelan yang mendorongnya mencoba sesuatu yang berbeda. Ia memilih jalur sederhana—mengandalkan bahan alami, tanpa tambahan kimia, dengan tetap mempertahankan cita rasa yang bisa diterima banyak orang.

“Jadi, kita tuh baru mulai produksi itu tahun 2017. Istimewanya itu kita lebih simpel, pakai bahan-bahan natural. Kita pakai daun hanjuang sama talinya tali bambu, jadi bebas dari kimia,” tuturnya.

Di tangan Christian, bacang yang identik dengan kuliner Tionghoa itu diolah agar lebih akrab dengan lidah masyarakat lokal. Rasa manis dan gurih berpadu dengan sedikit sentuhan pedas, menciptakan sensasi khas yang ia sebut sebagai “lekoh” di lidah.

“Dari lain-lain kita mengutamakan cita rasa yang unik. Jadi lidah orang Sunda sama orang Indonesia itu cocok,” katanya.

Yang membuatnya berbeda, bacang di sini tidak harus selalu disantap dingin. Pelanggan bisa memilih menikmatinya dalam kondisi panas—masih mengepul dari kukusan—atau dingin, sesuai selera masing-masing.

Dalam sehari, sekitar 300 hingga 400 bacang diproduksi dari 25 kilogram beras. Prosesnya dimulai dari daun hanjuang yang dibersihkan, batangnya dikupas agar lentur, lalu direbus sebelum dibentuk, diisi, diikat, dan dimasak hingga matang.

Aroma Ketekunan dari Dapur Sederhana: Kisah Christian Merawat Rasa di Balik Bacang Panas 88 Sukabumi (foto : RAF)

“Dari daun kita kopekin batangnya biar lentur, habis itu direbus. Baru dibentuk, diisi nasi sama daging, diikat, terus direbus,” ujarnya sambil terus bekerja.

Namun di balik rutinitas itu, ada tantangan yang tak ringan. Kenaikan harga bahan baku seperti daging, ayam, beras, hingga kemasan plastik turut menekan usaha kecil yang ia jalankan.

“Terdampak banget sih. Daging, ayam, beras naik semua. Sama plastik juga terasa banget,” ungkapnya.

Ia pun sempat menaikkan harga jual, meski hanya Rp1.000 per buah. Kini satu bacang dijual sekitar Rp12.000—harga yang menurutnya masih terjangkau, meski tetap terasa bagi pelaku usaha kecil.

Di tengah segala keterbatasan, harapan tetap menggantung seperti bacang-bacang di rak besi itu. Setiap musim liburan, usahanya justru kebanjiran pesanan. Wisatawan yang datang ke Sukabumi kerap menjadikan bacangnya sebagai buah tangan praktis.

“Biasanya ramai kalau musim libur. Orang-orang wisata mampir, beli buat dibawa pulang. Praktis, langsung bisa dimakan,” katanya.

Menariknya, Christian juga memastikan seluruh produknya telah bersertifikat halal. Ia ingin siapa pun bisa menikmati bacangnya tanpa ragu.

Di balik kepulan uap panas dari panci besar, Christian terus menjaga rasa dan konsistensi. Bagi sebagian orang, mungkin ini hanya bacang. Namun baginya, ini adalah cerita tentang bertahan, beradaptasi, dan merawat tradisi dengan cara yang sederhana.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diskominfo Kabupaten Sukabumi Peringati Hari Konferensi Asia-Afrika, Teguhkan Semangat Solidaritas dan Kolaborasi Global

0

Wartain.com || Peringatan Hari Konferensi Asia-Afrika yang jatuh setiap 18 April kembali menjadi momentum penting untuk mengingat nilai-nilai persatuan, solidaritas, dan kerja sama antarbangsa. Semangat yang lahir dari pertemuan bersejarah di Bandung tersebut dinilai masih relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.

Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat kolaborasi lintas negara demi menciptakan dunia yang damai, adil, dan sejahtera. Nilai-nilai yang terkandung dalam Konferensi Asia-Afrika menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan internasional yang harmonis dan saling menghormati.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa komunikasi yang positif dan kerja sama yang erat merupakan kunci dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menjunjung tinggi semangat persaudaraan, diharapkan setiap elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan kemajuan bersama.

Selain itu, semangat Konferensi Asia-Afrika diharapkan mampu terus menginspirasi generasi masa kini untuk menjaga persatuan, mempererat hubungan antarbangsa, serta memperkuat peran Indonesia dalam kancah global.

Dengan menjadikan nilai-nilai luhur tersebut sebagai landasan, peringatan Hari Konferensi Asia-Afrika bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Standar Profesional: Siswa Asistensi Keperawatan SMK IT Yasin Jalani Ujikom di Rumah Sakit

0
Oplus_131072

Wartain.com || Belasan siswa kelas 12 jurusan Asistensi Keperawatan dari SMK Islam Terpadu (IT) Yasin melaksanakan Ujian Kompetensi (Ujikom) praktikum di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Ini merupakan agenda krusial bagi siswa sekolah yang beralamat di Jl. Bojongkopo, Loji, Simpenan tersebut guna mengukur kesiapan mereka sebelum terjun ke industri kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026).

Ujian ini dirancang khusus untuk menguji ketangkasan teknis serta kesiapan mental para siswa dalam menangani pasien secara langsung. Di bawah pengawasan ketat tim penguji, setiap peserta wajib mempraktikkan berbagai prosedur medis dasar, mulai dari perawatan personal higiene pasien hingga pemantauan tanda-tanda vital sesuai dengan standar operasional prosedur rumah sakit.

Pelaksanaan di RSUD Palabuhanratu dipilih agar para siswa mendapatkan pengalaman otentik dalam atmosfer kerja medis yang sesungguhnya. Hal ini selaras dengan misi sekolah untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ritme kerja di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

E Fitri, selaku Guru Jurusan Asistensi Keperawatan SMK IT Yasin, menyatakan bahwa persiapan intensif telah dilakukan para siswa selama beberapa bulan terakhir. Beliau menekankan bahwa penilaian dalam Ujikom ini mencakup aspek kognitif, psikomotorik, hingga perilaku profesional saat berinteraksi dengan pasien.

“Kami sangat menekankan pada aspek etika dan ketelitian. Melalui ujian di RSUD ini, mereka diuji untuk tetap tenang dan profesional meskipun berada di lingkungan rumah sakit yang sibuk. Kami ingin memastikan lulusan kami benar-benar kompeten,” ujar E Fitri saat mendampingi para siswa.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Dengan selesainya rangkaian ujian ini, diharapkan para siswa SMK IT Yasin memiliki daya saing tinggi dan siap memberikan kontribusi nyata sebagai asisten tenaga kesehatan yang handal di tengah masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)