26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 153

Diguyur Hujan, Penonton Terambyar Festival Musik Sukabumi 2026 Tetap Goyang, Pedagang Jas Hujan Laris Manis

0
Oplus_131072

Wartain.com || Acara Terambyar Festival Musik Sukabumi 2026 yang digelar pada Minggu 19/04/2026, di Lapang Suryakencana Kota Sukabumi, berlangsung meriah.

Puluhan ribu penonton dan para pelaku UMKM dari berbagai penjuru Kota/Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bogor dan sekitarnya, terus berdatangan ke lokasi acara sejak pagi hingga acara dimulai tepat pada pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan pantauan, terlihat Stadion Suryakencana sudah hampir seluruh area lapangan dipadati penonton. Bukan hanya penikmat musik, tapi kehadiran lautan manusia tersebut, juga ada yang sengaja datang untuk mengais rezeki, termasuk pedagang Jas Hujan asongan.

Walaupun diguyur hujan deras, penonton tetap bergoyang dan bersorak ria. Hampir semua menggunakan jas hujan plastik dan tetap bertahan di tengah lapangan demi menyaksikan penampilan para artis, khususnya salahsatu band ternama asal Ibu Kota, “Band Perunggu”.

Firman (42), salah satu pedagang jas hujan plastik, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas adanya gelaran Teramabyar Festival Musik 2026 ini. Baginya, kegiatan ini memberikan dampak besar khususnya para pedagang jas hujan plastik. Jika biasanya hanya menjual 5 sampai 10 buah per hari, kini bisa menjual 10 sampai 15 lusin.

“Alhamdulillah jualan laris. Biasa hari-hari hanya menjual 10 sampai 15 pcs, sekarang bisa menjual puluhan lusin,” ungkapnya.

“Saya doakan yang punya acara ini mendapatkan keberkahan juga acaranya sukses dan tercapai apa yang diharapkan,” tambahnya.

Sementara itu, ditemui di tempat acara, Riva, penonton asal Takokak, Cianjur, rela jauh-jauh datang ke Terambyar Festival Musik Sukabumi demi menonton langsung konser dari Band Perunggu.

“Saya bersama rekan-rekan sengaja datang langsung ke sini untuk menyaksikan langsung konser musik dari Band Perunggu,” ungkapnya.

Datang sejak pagi hari, dengan kondisi guyuran hujan baginya tidak masalah demi sebuah hiburan yang akan ditampilkan dari band favoritnya.

“Saya datang dari pagi. Hujan gak masalah bagi saya, yang penting bisa jumpa atau lihat langsung Band Perunggu perform,” pungkas perempuan muda yang sangat menyukai lagu “Aku Ada Untukmu”, salah satu hitsnya Band Perunggu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Setda Sukabumi

0

Wartain.com || Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/4/2026) malam mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil yang terparkir di area Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi.

Diketahui, Insiden itu terjadi pada pukul 20.50 WIB. Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Namun mobil mengalami kerusakan dibagian atapnya.

Salah satu pengunjung Alun-alun, Dimas (22) menyampaikan dirinya sangat kaget akan kejadian itu, sehingga harus ekstra hati-hati penuh kewaspadaan.

“Jujur saya sangat kaget dan takut, walaupun saya tidak melihat tapi suaranya saat pohon itu tumbang terdengar jelas apalagi menimpa mobil,” tutur Dimas.

Ia juga menambahkan. “Saya kesini (Alun-alun) mau nongkrong dan menikmati suasana malam Minggu sama teman saya. Namun, tak disangka cuaca tidak mendukung dan menjadi khawatir bagi kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan jenis pohon itu adalah pohon sakura yang ukurannya sekitar 10 meter.

“Pohon yang tumbang jenisnya pohon Sakura,” ujarnya.

Kendati, tanpa menunggu lama petugas pemadam kebakaran langsung turun ke lokasi dan melakukan evakuasi agar akses kembali normal bersama unsur-unsur terkait.

Mahbubillah turut mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat terjadi cuaca ekstrem, khususnya ketika hujan lebat disertai angin kencang.

“Kami mengimbau warga untuk tidak memarkir kendaraan di bawah pohon besar saat hujan atau angin kencang. Keselamatan harus diutamakan karena cuaca saat ini cukup tidak menentu,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan risiko di ruang publik, terutama di area terbuka yang banyak ditumbuhi pepohonan besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Come Back “Band Magnet”, Guncang Terambyar Festival Musik Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Didaulat menjadi band pembuka dalam “Terambyar Festival Sukabumi bertajuk Satu Panggung, Banyak Rasa, Siap Terambyar! Yang Penting Hepi”, Band Magnet mengguncang acara tersebut dengan membawakan lagu-lagu ter-Hitsnya,  yang digelar  Stadion Surya Kancana, Kota Sukabumi, Minggu 19/04/2026.

Terambyar Festival Musik  Sukabumi ini digagas dalam rangkaian HUT Kota Sukabumi yang ke-112. Konser  berlangsung meriah dengan menghadirkan delapan artis dan band papan atas, di antaranya Aldi Taher, Noxaka, For Revenge, Perunggu, Asep Balon, Trimaskoplo, serta penampilan lokal seperti Mighty Finger dan Magnet.

Dimana, konsep festival sendiri mengusung hiburan penuh kebahagiaan, aman, dan nyaman, dengan dukungan sound system berkekuatan 200 ribu watt yang didatangkan langsung dari Jawa Tengah. Selain konser musik pop dan ambyar, acara juga diramaikan pertunjukan budaya.

Diketahui, Terambyar Fest 2026 menjadi festival musik paling meriah di Sukabumi, dengan konsep perpaduan konser, budaya Nusantara, yang menghadirkan pengalaman hiburan tak terlupakan bagi masyarakat.

Menurut Bassist Magnet, Rangga Umbaranputra (AGha Alyasa), lagu ini menjadi penanda kembalinya mereka ke industri musik. Ia merasa bangga didapuk menjadi band pembuka dalam gelaran tersebut.

“Alhamdulillah kami merasa bangga bisa menjadi bagian konser musik ini. Sebagai barometer musik, kita sudah tahu. Tapi kalau ada band dari daerah yang coba masuk, tentu harus didukung. Apalagi kalau [kelak] semua daerah besar dan kecil seluruh Indonesia bisa menyumbangkan musisinya, wah! pasti paten,” ungkapnya setelah selesai perform.

Come Back “Band Magnet”, Guncang Terambyar Festival Musik Sukabumi (foto : Aab)

Agha menyebut, salah satu daerah yang sebenarnya dekat dengan Ibu Kota Jakarta, yaitu Kota Sukabumi, kali ini diikutsertakan untuk menggebrak. Kota dingin di Jawa Barat ini, memunculkan band bernama MAGNET ikut berkiprah di pentas musik nasional. Harapannya seperti magnet beneran, bisa menarik banyak orang untuk mendengar musik mereka.

“Sangat wajar ya, band kami diikutsertakan dalam konser ini. Banyak talenta musik di Sukabumi yang sudah berkiprah. Salahsatunya ya band Magnet. Semoga saja sajian musik kami bisa dinikmati oleh masyarakat,” tambahnya

Awalnya band yang berdiri tahun 2002 ini mengusung musik-musik Top 40. Dengan digawangi  personil; Angling Sagaran [vokal], Rangga [bass], Ulfhan [gitar], Ilham Munggaran [kibor], dan Ryan Andrean [drum]. Personil tersebut tergolong nama-nama yang cukup dikenal di Sukabumi. Dulu namanya adalah Empire Band, selanjutnya bermetamorfosa, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk “menjadi diri sendiri” dan berubah menjadi “Band MAGNET”.

Salahsatu personil band Magnet lainnya bercerita, dahulu mereka sempat dikontrak dan rekaman dengan salah satu label besar di Indonesia. Sayangnya, kasetnya tak kunjung beredar.

“Kami seperti dibodohi, kalau kata anak zaman sekarang, di PHP-in,” kata Angling.

Imbas dari kejadian itu, menurut Angling, justru tercipta satu lagu berjudul “Mati Dalam Pelukanmu”, yang masuk dalam album perdana mereka Melintasi Logika, yang sudah di launching pada bulan Maret 2026 lalu.

Penonton Enjoy dengan Penampilan Band Magnet

Ditengah riuh dan gemuruh penonton,  lewat single Penantian Bodoh, MAGNET tampil dengan permainan musik yang rapi dan cukup apik. Karakter vokal Angling cukup menjanjikan meski secara karakter lagu, mirip-mirip dengan Muse.

Band dengan genre pop rock asal Sukabumi, Magnet, resmi comeback setelah vakum dengan merilis single terbaru berbahasa Sunda berjudul “Cinta Aing”. Lagu ini juga menjadi Original Soundtrack (OST) untuk film Sunda Emperor yang dijadwalkan rilis pada tahun 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Longsor Tutup Total Jalan Provinsi Jampangtengah–Lengkong, BPBD Sukabumi Lakukan Pemantauan Intensif 

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/4/2026) malam menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di ruas Jalan Provinsi Jampangtengah–Lengkong. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan berdampak pada terganggunya arus lalu lintas secara total.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi di empat titik, tepatnya di Kampung Bungur dan Tanjakan Dayang. Material longsoran dengan panjang sekitar 50 meter dan tinggi mencapai 2 meter menutup badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Meski demikian, kondisi cuaca pada Minggu (19/4/2026) pagi dilaporkan cerah dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celsius, arah angin dari tenggara dengan kecepatan 4,2 km/jam, serta kelembaban udara mencapai 82 persen.

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan langkah-langkah pemantauan dan mitigasi guna mengantisipasi potensi bencana susulan. Pemantauan dilakukan melalui berbagai saluran, di antaranya komunikasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) melalui grup WhatsApp, media sosial, serta jaringan radio Ratel.

Selain itu, BPBD juga memanfaatkan aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB untuk mengidentifikasi titik-titik rawan bencana. Informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi turut dipantau melalui BMKG serta sistem Warning Receiver System (WRS).

Petugas piket Pusdalops yang bertugas hari ini terdiri dari Baetal Ma’mur selaku koordinator, Norman Suryana (data dan informasi), serta tim Unit Reaksi Cepat (URC) yakni Yosef Ramdani, Hendra Gunawan, Alfan M. Zulki, dan Yanto Prayitno. Dalam mendukung kegiatan operasional, BPBD Kabupaten Sukabumi menyiapkan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit kendaraan roda empat, satu unit chainsaw, dan satu unit pompa air (alkon).

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dinas Pendidikan Sukabumi Terapkan WFO-WFH, Kinerja Pegawai Dipantau Secara Daring 

0

Wartain.com || Menindaklanjuti kebijakan pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menerapkan sistem kerja kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH).

Sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi, Dinas Pendidikan melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap pelaksanaan WFO dan WFH melalui Zoom Meeting pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kinerja pegawai tetap optimal meskipun bekerja dengan sistem yang fleksibel.

Dalam pemantauan tersebut, jajaran Dinas Pendidikan menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalisme seluruh pegawai, baik yang bekerja dari kantor maupun dari rumah. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga menjadi prioritas utama agar tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan.

Melalui sistem kerja ini, diharapkan efektivitas dan efisiensi kerja dapat terus terjaga, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang berkembang. Pemantauan secara daring juga menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan koordinasi antarpegawai tetap berjalan lancar.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, meskipun menerapkan sistem kerja yang fleksibel, sehingga kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan tetap terpenuhi secara maksimal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hujan Deras, Sungai Meluap di Jampang Tengah Rendam Sawah dan Putuskan Jalan

0

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (18/4/2026) malam, mengakibatkan sungai meluap dan memicu sejumlah dampak kerusakan di beberapa titik, termasuk di Desa Bantaragung.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Akibatnya, aliran sungai di Kampung Cimapag RT 01 RW 01 meluap dengan cepat hingga merendam area persawahan warga dan memutus akses jalan di wilayah tersebut.

Warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, mengingat debit air meningkat secara tiba-tiba. Luapan air tidak hanya menggenangi lahan pertanian, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat akibat terputusnya jalur transportasi.

Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan adalah padamnya aliran listrik di beberapa wilayah terdampak. Kondisi ini semakin memperparah situasi, terutama saat hujan masih berlangsung dan visibilitas terbatas.

Tak hanya banjir, hujan deras juga memicu terjadinya longsor di beberapa titik di kawasan Jampang Tengah. Meski belum dilaporkan adanya korban jiwa, warga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang labil.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan cepat, terutama untuk membuka kembali akses jalan yang terputus serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di wilayah tersebut berangsur membaik, namun masyarakat diimbau tetap siaga terhadap kemungkinan hujan susulan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Reformasi Buruh sebagai Instrumen Stabilitas Ekonomi dan Penguatan Konsumsi Domestik

0

Oleh : Salman Rizkatillah

Wartain.com || Dalam perspektif ekonomi, reformasi buruh pada momentum 1 Mei 2026 harus dipahami sebagai bagian integral dari strategi pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Buruh tidak semata diposisikan sebagai faktor produksi dalam fungsi ekonomi klasik, melainkan sebagai determinan utama dalam mendorong produktivitas, daya saing, serta stabilitas makroekonomi. Dengan demikian, kualitas kebijakan ketenagakerjaan akan sangat menentukan arah dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara teoritik, hubungan antara buruh dan pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja, akumulasi modal manusia, serta distribusi pendapatan yang lebih merata. Reformasi buruh yang efektif akan mendorong peningkatan upah riil yang sejalan dengan produktivitas, sehingga menciptakan efek ganda (multiplier effect) terhadap konsumsi domestik. Dalam konteks ekonomi Indonesia yang masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, penguatan daya beli buruh menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan.

Namun demikian, reformasi buruh juga harus mempertimbangkan trade-off antara perlindungan tenaga kerja dan fleksibilitas pasar kerja. Kebijakan yang terlalu rigid berpotensi menekan investasi dan mengurangi penciptaan lapangan kerja, sementara fleksibilitas yang berlebihan dapat menciptakan precarious work atau kondisi kerja tidak pasti yang merugikan buruh. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan keseimbangan (balanced approach) yang mampu mengintegrasikan kepentingan efisiensi ekonomi dengan prinsip keadilan sosial.

Dalam era disrupsi teknologi dan ekonomi digital, reformasi buruh juga harus mengakomodasi perubahan struktur pasar kerja. Munculnya pekerja berbasis platform, freelance, dan gig workers menuntut redefinisi konsep hubungan kerja serta sistem perlindungan sosial yang lebih adaptif. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, transformasi ini berisiko memperlebar ketimpangan pendapatan dan menciptakan dualisme pasar kerja antara pekerja formal dan informal.

Dari sisi kebijakan fiskal dan pembangunan, reformasi buruh memiliki implikasi jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Investasi pada pelatihan, pendidikan vokasi, serta reskilling dan upskilling tenaga kerja akan meningkatkan produktivitas nasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi di tingkat global. Dalam hal ini, negara berperan sebagai fasilitator yang memastikan adanya sinergi antara dunia usaha dan tenaga kerja dalam menghadapi perubahan ekonomi.

Momentum 1 Mei 2026 menjadi krusial untuk menegaskan bahwa reformasi buruh bukanlah hambatan bagi pertumbuhan ekonomi, melainkan prasyarat bagi pembangunan yang inklusif. Ekonomi yang bertumpu pada buruh yang sejahtera akan lebih resilien terhadap krisis, memiliki basis konsumsi yang kuat, serta mampu menciptakan distribusi kesejahteraan yang lebih adil. Oleh karena itu, reformasi buruh harus ditempatkan sebagai strategi ekonomi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap tekanan sosial semata.

Dengan demikian, perspektif ekonomi menempatkan reformasi buruh sebagai upaya untuk mencapai keseimbangan antara efisiensi pasar dan keadilan distributif. Keberhasilan reformasi ini akan tercermin pada terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus mampu menjamin kesejahteraan buruh sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SAL/Biro Garut)

Hasil PSBS Biak vs Persija: Gol Tunggal Emaxwell Bawa Tiga Poin dari Maguwoharjo

0

Wartain.com || Persija Jakarta berhasil mengamankan poin penuh setelah menumbangkan tuan rumah PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026). Gol tunggal kemenangan tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut dicetak melalui skema serangan cepat di awal babak pertama yang gagal diantisipasi oleh barisan pertahanan lawan.

Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika penyerang Persija, Emaxwell, mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan matang yang dilepaskan oleh Fabio, Emaxwell yang berdiri dalam posisi menguntungkan berhasil menyelesaikan peluang tersebut dengan penyelesaian akhir yang dingin. Gol cepat ini sekaligus menjadi satu-satunya pembeda dalam duel sengit antara tim papan atas dan penghuni dasar klasemen tersebut.

Secara statistik, Persija Jakarta tampil sangat dominan dengan menguasai aliran bola di sepanjang jalannya pertandingan. Anak asuh pelatih Persija terus menggempur pertahanan PSBS Biak dari berbagai sisi guna menggandakan keunggulan. Namun, upaya mereka kerap menemui jalan buntu karena disiplinnya lini belakang tim berjuluk Badai Pasifik yang menumpuk banyak pemain di area kotak penalti.

Meski terus ditekan, PSBS Biak menunjukkan pertahanan yang sangat rapat dan terorganisir setelah kebobolan di menit awal. Hal ini membuat para pemain Persija tampak frustrasi karena kesulitan membongkar “parkir bus” yang diterapkan tim lawan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap bertahan 0-1 untuk kemenangan tim tamu.

Hasil ini semakin mempertegas perbedaan nasib kedua tim di tabel klasemen sementara. Persija Jakarta kini semakin nyaman di posisi ke-3 dan terus menempel ketat persaingan juara. Sebaliknya, kekalahan ini semakin membenamkan PSBS Biak di dasar klasemen, tepatnya di peringkat ke-18, yang membuat posisi mereka semakin terancam di zona degradasi.

Bagi PSBS Biak, hasil minor di Maguwoharjo ini memperpanjang catatan kelam mereka musim ini. Kekalahan tersebut menjadi kekalahan ke-9 sekaligus melengkapi rekor buruk 11 pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Tim asuhan pelatih PSBS harus segera melakukan evaluasi total jika ingin menjaga asa tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Permukiman Warga di Pamuruyan Terendam Banjir 

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (18/4/2026) sore, kembali memicu terjadinya bencana banjir di Kampung Panagan RT 03 RW 02, Desa Pamuruyan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, setelah Sungai Cipamuruyan meluap dan menggenangi area permukiman warga. Akibat luapan air sungai, genangan banjir mencapai ketinggian kurang lebih 40 sentimeter dan merendam sejumlah rumah warga.

Kondisi ini terjadi tidak lama setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, menjelaskan bahwa meningkatnya debit air sungai menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

“Curah hujan yang tinggi membuat debit air Sungai Cipamuruyan meningkat signifikan hingga akhirnya meluap dan masuk ke permukiman warga,” jelasnya.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. Petugas juga terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi perkembangan situasi lebih lanjut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Brace Gabriel Silva Bawa Arema FC Bungkam Persis Solo 2-0 di Kanjuruhan

0

Wartain.com || Arema FC berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu Persis Solo dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (18/4/2026) sore, tim berjuluk Singo Edan tersebut sukses menundukkan tamunya dengan skor meyakinkan 2-0 tanpa balas.

Kemenangan tuan rumah dipastikan melalui aksi gemilang Gabriel Silva yang memborong dua gol sekaligus (brace). Gol pertama tercipta pada menit ke-16 setelah penyerang asal Brasil tersebut sukses mengonversi umpan matang dari Joel Vinicius. Dominasi Arema terus berlanjut hingga babak kedua, di mana Silva kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52 setelah memanfaatkan asis dari Rio Fahmi.

Secara statistik, jalannya pertandingan berlangsung cukup sengit meski Arema FC tampil lebih efektif. Berdasarkan data pertandingan, Arema unggul tipis dalam penguasaan bola sebesar 51% berbanding 49%. Meski Persis Solo melepaskan total 11 tembakan, namun tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang (on target), berbanding terbalik dengan Arema yang tampil klinis dengan 3 tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan.

Pelatih Arema FC tampak sangat puas dengan kedisiplinan barisan pertahanan mereka yang mencatatkan 18 kali sapuan (clearances). Hal ini membuat upaya Laskar Sambernyawa untuk mengejar ketertinggalan selalu menemui jalan buntu. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor tetap bertahan 2-0 untuk keunggulan tim kebanggaan Aremania.

Tambahan tiga poin dari laga kandang ini memberikan dampak signifikan bagi posisi Arema FC di tabel klasemen sementara. Singo Edan kini meroket naik ke peringkat ke-9 dengan koleksi 38 poin dari 28 pertandingan. Sebaliknya, kekalahan ini semakin membenamkan Persis Solo di zona merah degradasi, tepatnya di posisi ke-16 dengan raihan 24 poin.

Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor apik Arema FC yang belum terkalahkan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Persis Solo. Bagi Persis, hasil minor di Kanjuruhan ini menjadi rapor merah yang menuntut evaluasi besar bagi tim pelatih jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi liga sepak bola Indonesia musim depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)