Wartain.com, Bandung || Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, SH, MM, menghadiri Rapat Koordinasi Program Tematik Sektor Pertanahan Tahun 2023, Wilayah Jawa Barat, bertempat di The Papandayan Hotel, Jl. Gatot Subroto No.83, Kota Bandung, Selasa 11/08/2023, yang Diselenggarakan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Sekda menyampaikan, Rakor ini digelar Dalam rangka koordinasi Pengamanan Aset Barang Milik Daerah (BMD), milik Pemerintah Daerah di Wilayah Jawa Barat.
“Hal ini adalah pembahasan percepatan sertifikasi aset pemerintah daerah, dalam
rangka pengamanan aset. dimana KPK akan memantau pelaksanaan sertifikasi, yang dilaksanakan kantor pertanahan, berdasarkan usulan dari pemerintah Kabupaten/Kota. Sehingga aset – aset yg dimiliki akan terjamin keamanannya,” ungkap Ade.
Sekda Ade Menghadiri Rakor Tematik Pertanahan Tahun 2023
Adapun kegiatan ini dilaksanakan, berdasarkan ketentuan yang diatur, dalam Pasal 6 Huruf a, b dan c, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, tentang Perubahan kedua, atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang, melaksanakan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik, dan dalam rangka Pengamanan Hukum Barang Milik Daerah, Pemerintah Daerah di Wilayah Jawa Barat.
Rapat ini dihadiri perwakilan Kementerian ATR/BPN, Kanwil Pertanahan Jabar, Kantor pertanahan, Serta Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.***
Wartain.com, Jakarta || Rapat Paripurna DPR RI, masa sidang 2022-2023, resmi sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan, menjadi Undang-Undang, Selasa, 11/07/2023.
Pada proses pembahasan RUU tersebut, enam Fraksi mendukung atas pengesahan yaitu ; PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, PAN dan PPP. Sementara itu Fraksi Partai NasDem mendukung dengan catatan, serta hanya dua partai yang menolak, yaitu ; Demokrat dan PKS.
“Kami akan menanyakan, kepada fraksi-fraksi, apakah RUUKesehatan dapat disetujui jadi undang–undang?” tanya Puan sebelum ketuk palu.
“Setuju,” riuh anggota DPR yang hadir, menyambut pertanyaan ketua DPR tersebut.
Walaupun RUUKesehatan tersebut sudah disahkan menjadi undang–undang, bukan berarti tidak ada reaksi baik dari anggota DPR yang menolak maupun dari Tenaga Kesehatan (Nakes), tenaga medis, maupun masyarakat lainnya.
Penolakan tersebut, karena disinyalir ada beberapa pasal, yang merugikan Nakes dan tenaga medis, sehingga mereka mempersoalkan pasal – pasal yang tidak berpihak tersebut. Penolakan mereka para Nakes dan tenaga medis, dibuktikan dengan aksi mereka di depan gedung DPR yang melakukan aksi demontrasi.
Sumber foto by Antara
Ada enam pasal yang dipersoalkan oleh para Nakes terkait undang – undangkesehatan tersebut, yaitu :
1. Pasal yang terkait mandatory spending,
Dimana pemerintah beranggapan, alokasi anggaran diatur bukan berdasarkan besarnya alokasi, akan tetapi berdasarkan komitmen belanja pemerintah. Sehingga pemerintah dan DPR sepakat, menghapus alokasi anggaran kesehatan minimal 10 %, dari sebelumnya 5 %.
2. Pasal kemudahan dokter asing membuka praktik,
Persyaratan bagi para dokter untuk membuka praktik, yaitu memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sementara, Surat Izin Praktik (SIP) dan Syarat Minimal Praktik (pasal 233 UU Kesehatan). Akan tetapi, apabila dokter diaspora atau dokter asing, sudah lulus pendidikan spesialis, maka mereka bisa dikecualikan dari persyaratan tersebut.
3. Syarat Surat Keterangan Sehat dan Rekomendasi,
Dalam pasal 235 ayat 1, UUKesehatan disebutkan, “Untuk mendapatkan Surat Izin Praktik (SIP), sebagaimana dimaksud dalam pasal 234 ayat 2, tenaga kesehatan harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), alamat praktik dan bukti pemenuhan kompetensi.”
Hal ini yang jadi polemik, karena IDI beranggapan, aturan itu sama saja mencabut peran organisasi profesi terkait persyaratan praktik tenaga kesehatan.
4. Pembatasan jumlah organisasi profesi
Yang dipersoalkan oleh IDI, apakah nantinya organisasi profesi tunggal itu, diterapkan untuk seluruh jenis tenaga kesehatan, atau satu organisasi profesi menanungi tenaga kesehatan yang spesifik? (Merujuk pasal 314 ayat 2 UU Kesehatan).
5. Konsil kedokteran dibawah menteri
Lagi-lagi IDI mempersoalkan, karena sebelumnya konsil kedokteran bersifat independen dan bertanggungjawab terhadap Presiden. Sementara dalam pasal 239 ayat 2 UUKesehatan, disebutkan, konsil kedokteran dan konsil tenaga kesehatan Indonesia, berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab terhadap menteri.
6. Kekhawatiran terjadi kriminalisasi Nakes
Pasal 462 ayat 1 dan 2 UU Kesehatan, mengatur, kelalaian dari dokter dan Nakes, yang mengakibatkan pasien luka berat dan meninggal, akan diancam dengan pidana penjara. IDI menilai ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia kedokteran dan kesehatan, karena tidak ada rincian terkait makna kelalaian.
Menyikapi banyaknya aksi protes dari Nakes dan sebagajn Guru Besar, juru bicara Kementrian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, RUUKesehatan, justru akan membuat masyarakat lebih mudah mengakses dokter dan mendapatkan pengobatan serta layanan kesehatan yang murah.
“Kami menyesalkan para guru besar tersebut, tidak membaca dan tidak Tabayyun, mencari fakta sebenarnya terkait RUUKesehatan,” katanya.***
Wartain.com, Sukabumi || Seorang pria di temukan tewas, usai melompat dari Jembatan Merah Cinumpang, Kabupaten Sukabumi. Pria tersebut diketahui bernama Abdul Mazid (43), warga asal Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berdasarkan informasi yang di himpun, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Baru, Jalur Lingkar Utara, Kampung Pasir Tugu, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa, 11/07/2023 siang.
Menurut keterangan saksi, Ela (44) dan Lena (38). Ketika mereka tengah berjualan di area sekitar jembatan, saksi melihat seorang pria mondar- mandir di jembatan, bahkan pria tersebut sempat menggoyang- goyangkan mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Saksi menambahkan, setelah menggoyang- goyangkan mobil yang tengah terparkir di ujung jembatan, pria tersebut kemudian berjalan ke bagian tengah jembatan di sebelah utara. Kemudian pria tersebut meloncar dari jembatan setinggi 20 meter yang menyebabkan dirinya tewas.***
Wartain.com, Sukabumi || Kebakaran menimpa salah satu runah warga di Kampung Cikores Desa Bantaragung, Kecamatan Jampang Tengah, pada selasa 11/07/2023, tepatnya pukul 00:30 WIB.
Menurut keterangan pemilik rumah, Jumadi, peristiwa tersebut diduga akibat korsleting listrik. Kebakaran tersebut menyebabkan sebagian rumah milik Jumadi beserta perabotan lainnya hangus terbakar.
Satu Unit Rumah Terbakar Diduga Akibat Koresleting
Saat ini api sudah bisa dipadamkan menggunakan alat seadanya dibantu masyarakat sekitar. Peristiwa ini kini di tangani oleh Muspika Kecamatan Jampang Tengah, Babinsa, Babinmas, Penerintah Desa Jampang Tengah, dan Intansi lainnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu KK dan dua jiwa banyak kehilangan harta benda. Sementara itu kerugian material masih dihitung dan di inventarisir. Untuk saat in, bantuan yang di butuhkan berupa pakaian, selimut, makanan, beserta kebutuhan lainnya.***
Wartain.com, Kota Sukabumi || Ratusan Personel Polres Sukabumi Kota, termasuk Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo, jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla), yang diselenggarakan Biddokkes Polda Jabar, bekerjasama dengan Duta Medika Mandiri,di Mapolres Sukabumi Kota, Selasa 11/07/2023.
Pemeriksaan Kesehatan, yang diikuti 191 personel Polri dan ASN tersebut, meliputi Sampling Darah dan Urine,Tinggi dan Berat Badan,Visus Mata,Tensi Darah,Pemeriksaan Fisik,Rontgen,Ekg,Odontogram,Kesehatan Jiwa,QualityControl serta Treadmill.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasi Humas, IPTU Astuti Setyaningsih, mengatakan rikkesla bagi personel Polri dan ASN bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik maupun psikis personel Polri dan ASN yang bertugas di lingkungan Polres Sukabumi Kota.
Personil Polres Sukabumi Kota Lakukan Rikkesla
“Alhamdulilah, hari ini para personel Polres Sukabumi Kota, bisa mengikuti dan menjalani rikkesla, yang diselenggarakan Biddokkes Polda Jabar, bekerjasama dengan Duta Medika Mandiri, di Polres Sukabumi Kota,” kata Astuti.
“Tentunya hal ini merupakan hal yang positif, sehingga kami bisa mengetahui kondisi kesehatan fisik maupun psikis, yang nantinya dapat mendukung terhadap pelaksanaan tugas kami di lapangan, dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sambungnya.
“Semoga dengan adanya rikkesla ini, masing-masing personel Polri maupun ASN khususnya yang bertugas di lingkungan Polres Sukabumi Kota, bisa menjaga stamina maupun kondisinya masing-masing, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.” pungkasnya.***
Wartain.com, Sukabumi || Kedatangan Tim Rechecking Gerakan PKK Keluarga Sehat dan Tanggap Bencana (Gagah Bencana)Peduli Stunting Provinsi Jawa Barat, di sambut langsung okeh Wakil Bupati Sukabumi H Iyos Somantri, di Aula Kantor Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, Selasa, 11/07/2023.
Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, akan melalukan rechecking kepada TP PKK Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, yang menjadi salah satu desa, yang masuk kedalam nominasi tiga besar dalam kategori lomba, yaitu Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana).
Wabup Sukabumi Sambut Tim Recheking PKK Jabar
Wabup dalam sambutannya menyampaikan, inovasi dari TP PKK Desa Sekarwangi dalam penanganan stunting, yaitu mulai dari program Tumis Ginseng (tuntaskan masalah balita stunting sesuai gizi isi lingkup), hingga di dibentuknya duta stunting.
“Di desa sekarwangi ada tumis ginseng, ini yang dilakukan oleh kades dengan jajaran dalam menurunkan angka stunting“ ungkapnya.
“Selain itu, kita juga melakukan kolaborasi pentahelix. ketika kita mendeteksi, kita intervensi, baik secara sensitif maupun secara spesifik. Kehadiran tim rechecking disini kita ingin memperlihatkan bukti nyata, effort kita di desa sekarwangi dan kitai siap jadi juara,” jelasnya.***
Wartain.com, Sukabumi || Coaching Clinic 2 sebagai rangkaian kegiatan Implementasi Strategis Sanitasi Kabupaten (SSK), dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, bertempat di pendopo, Selasa, 11/07/2023.
Dalam sambutannya, bupati mengatakan, peran pentahelix sangat penting terkait sanitasi. Apalagi, hal itu sangat berhubungan langsung dengan masyarakat.
“Berkaitan kebiasaan, harus diedukasi secara terus menerus dan berkesinambungan.Nah, di sini perlu peran semua pihak,” ujarnya saat membuka acara.
Coaching Clinic 2 Implementasi Strategis Sanitasi Kabupaten Dibuka Bupati Sukabumi
Maka dari itu, H. Marwan bersyukur adanya kegiatan ini. Sehingga, semuanya bisa berbagi pengalaman. Hal itu ditambah dengan adanya dukungan dari provinsi hingga kementerian.
“Lewat pengalaman bapak/ibu, saya yakin akan ada solusi yang akan kita dorong terkait sanitasi di Kabupaten Sukabumi. Semoga coaching clinic ini bisa menjadi rujukan dasar di lapangan,” ucapnya.
Selain itu, dirinya berterima kasih kepada pokja, yang berusaha untuk mengedukasi masyarakat, diantaranya Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HKLI).
“Mengedukasi terkait perilaku itu susah, tapi kami yakin bisa ketika kita semua bekerja bersama -sama,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan peluncuran paket kebijakan Gerakan Sanitasi Total sa Sukabumi (Gesit Sabumi), oleh Bupati Sukabumi, dilanjutkan dengan penandatangan komitmen bersama.***
Wartain.com, Kota Sukabumi || Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota, tindak Ratusan Pelanggar Lalulintas yang terjaring dalam operasi patuh lodaya 2023 yang digelar Polres Sukabumi Kota, Senin 10/08/2023.
Menurut Kapusdalopres Opreasi Patuh Lodaya 2023 Polres Sukabumi Kota, AKP Eryda Kusuma, hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 125 pengendara sepeda motor dan 11 pengemudi mobil ditindak Polisi menggunakan ETLE Mobile.
“Jadi di hari pertama operasi patuh lodaya 2023 ini, dari data yang ada hingga pukul 15.00 WIB, sebanyak 136 pelanggar Lalulintas, telah kami tindak menggunakan ETLE Mobile, yang terdiri dari 125 pengendara sepeda motor dan 11 pengemudi mobil,” kata Eryda.
“Adapun jenis pelanggaran terbanyak yaitu pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm keselamatan sebanyak 87 pelanggar,” sambungnya.
Selain penindakan melalui ETLE, petugas Operasi Patuh Lodaya Polres Sukabumi Kota juga memberi teguran terhadap 320 pelanggar Lalulintas lainnya.
“Kami juga memberikan teguran terhadap 320 pengendara dan pengemudi yang kedapatan melanggar Lalulintas di luar sasaran pelanggaranOperasi Patuh Lodaya 2023, seperti ; kendaraan yang tidak dilengkapi dengan kaca spion, tidak membawa SIM saat berkendara dan pelanggaran ringan lainnya,” beber Eryda.
“Dengan adanya hasil ini, tentunya kami dari pihak Kepolsian, mengajak seluruh masyarakat untuk tertib dan disiplin berlalulintas sehingga bisa membantu mewujudkan kamselticarlantas di Kota Sukabumi sekitarnya, mengurangi angka pelanggaran Lalulintas, mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas kecelakaan Lalulintas.” pungkasnya.***
Wartain.com, Sukabumi || Ketua Tim Rechecking, Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap Bencana (Gagah Bencana)Peduli Stunting Provinsi Jabar, Ety Yuliaty, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, banyak program hebat yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, dalam penanganan stunting.
“Banyak inovasi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. Mulai dari berasstunting,telur, perikanan, dan lain-lain. Ini membuat Sukabumi penurunan stuntingnya sudah lebih baik,” ujarnya saat hadir di Pendopo Sukabumi untuk rechecking Gagah Bencana peduli stunting, Selasa, 11/07/2023.
Tak hanya itu saja, kehadiran dan keterlibatan perangkat daerahnya pun luar biasa. Hal itu termasuk program yang telah dilaporkan PKK Kabupaten Sukabumi sudah sangat luar biasa.
“Top sekali, beberapa perangkat daerah terkait terlibat. Laporan PKK pun luar biasa, terkait lokus yang berada di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Hari ini, akan kita lihat secara langsung dari apa yang dilaporkan PKK,” ucapnya.
Berkaitan rechecking sendiri, dirinya hadir bersama sejumlah perangkat lain. Mereka akan melihat dan menilai secara langsung, fakta di lapangan terkait Gagah Bencanapeduli stunting.
“Kami ada lima orang, yang akan melihat semua kelengkapan di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menurunkan stunting. Bahkan dari upaya itu, terwujud sejumlah program yang sudah berjalan.
“Di Dinas Peternakan misalnya, ada pemberian telur yang dibantu CSR peternakan ayam petelur. Terus ada beras nutrizinc. Beras ini sangat bagus untuk menambah nutrisi, bagi orang terindikasi stunting. Makanya, kita sebut beras stunting. Di Dinas Perikanan, memanfaatkan hasil ikan untuk peningkatan gizi anak,” bebernya.
Bupati Sukabumi Terima Tim Recheking Provinsi Jawa Barat Untuk Peduli Stunting
Tak hanya dari sisi konsumsi saja, pembinaan terhadap ibu – ibu pun turut dilakukan. Hal itu salah satunya lewat program Perempuan Hebat untuk Keluarga Berkualitas (Perahu Kertas).
“Lewat Perahu Kertas, kami mendorong perempuan, untuk memberdayakan diri. Sehingga, mereka bisa menunjang ekonomi dan berbagai hal di dalam keluarga,” terangnya.
Semua program yang dimilikinya, tidak terlepas juga dari peran PKK. Apalagi, dengan kader PKK yang melimpah hingga ke tingkat bawah.
“Kader PKK terus membantu kami dengan mengedukasi masyarakat, termasuk permasalahan stunting ini,” jelasnya.
Terakhir, H. Marwan sangat bersyukur hadirnya tim rechecking ke tempatnya. Sebab, kehadirannya dapat memberikan masukan untuk kebaikan Kabupaten Sukabumi.
“Kehadiran ibu ke sini, kami pun meminta masukan untuk progres kebaikan dan kebijakan, dalam penanganan stunting yang lebi baik,” pungkasnya.***
Wartain.com, Kota Sukabumi || Polres Sukabumi Kota, akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2023 selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 10 Juli hingga 23 Juli 2023. Hal itu diketahui usai apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2023, bertempat di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Senin, 10/07/2023.
Operasi Kepolisian, dengan sandi Operasi Patuh Lodaya 2023 tersebut, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat, terhadap peraturan lalulintas, serta menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas pada korban kecelakaan lalulintas. Hal itu disampaikan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo saat memimpin apel gelar pasukan.
Polres Sukabumi Kota Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2023
“Operasi Patuh Lodaya 2023 ini bertujuan, untuk menurunkan angka pelanggaran lalulintas, angka kecelakaan lalulintas, dan angka fatalitas terhadap korban kecelakaan lalulintas,serta meningkatkan disiplin masyarakat terhadap peraturan lalulintas,” ujar Kapolres dalam sambutannya.
AKBP Ari juga mengatakan, Operasi Patuh Lodaya 2023 ini, akan mengedepankan upaya preemtif Kepolisian, dalam menciptakan Kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman.
“Operasi Patuh Lodaya ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) bidang Lantas, yang mengedepankan kegiatan edukatif dan humanis, serta didukung penindakan hukum secara elektronikmobile atau ETLE,” kata Ari.
Operasi Patuh Lodaya 2023 yang diselenggarakan Polres Sukabumi Kota, didukung oleh 55 personel Polri yang terbagi dalam beberapa Satgas, mulai dari Satgas Preemtif, Preventif, Penegakan Hukum, dan Bantuan Operasi.
Adapun, sasaran utama Operasi Patuh Lodaya 2023 terhadap pelanggaran Lalulintas antara lain ; melawan arus, tidak menggunakan helm, mengemudi dibawa umur, melanggar rambu Lalulintas, mengemudi diluar batas kecepatan, menggunakan handphone saat berkendara dan tidak menggunakan safety belt.***