26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 212

Pemprov Jabar Siapkan Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2026

0

Wartain.com || Arus mudik Idul Fitri 2026 diprediksi akan menyebabkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama non tol di Jawa Barat. Guna mengantisipasi kemacetan, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas serta menyediakan jalur alternatif bagi para pemudik.

Mengutip Jabarprov.go.id pada Senin (16/3/2026), Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan utama diperkirakan akan mengalami kepadatan pada puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai jalur alternatif guna membantu pemudik menghindari kemacetan di jalur utama.

Di wilayah utara Jawa Barat, terdapat delapan jalur alternatif yang dapat digunakan, yakni:

1. Sukamandi-Kalijati (22 km)

2. Pamanukan-Subang (31 km)

3. Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang (40,7 km)

4. Haurgeulis-Patrol (19 km)

5. Cikamurang-Jangga (35 km)

6. Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu (32 km)

7. Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 km)

8. Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 km)

Sementara itu, di jalur tengah Jawa Barat tersedia empat jalur alternatif, yaitu:

1. Subang-Lembang-Bandung (41 km)

2. Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta (85 km)

3. Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang (79 km)

4. Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten (45 km)

Adapun di wilayah selatan Jawa Barat, pemudik dapat memanfaatkan lima jalur alternatif berikut:

1. Garut-Banyuresmi-Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung (78 km)

2. Sasak Beusi-Cibatu-Leles (19 km)

3. Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya (44 km)

3. Malangbong-Wado (15 km)

4. Parakan Muncang-Warung Simpang (9 km)

Dengan tersedianya jalur alternatif tersebut, para pemudik diharapkan dapat menentukan rute perjalanan yang lebih lancar, sehingga perjalanan menuju kampung halaman di Jawa Barat tetap berlangsung aman dan nyaman selama masa mudik Lebaran 2026.

Selain itu, lonjakan arus kendaraan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi. Pihak kepolisian akan melakukan penertiban terhadap kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang tetap melintas saat periode puncak arus mudik dan arus balik.

Pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan.

Di kawasan Simpang Susun Cileunyi hingga Nagreg, Kabupaten Bandung, Dinas Perhubungan Jawa Barat telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, salah satunya dengan mengoperasikan alat pembaca kartu tol elektronik secara mobile.

“Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” kata Dhani.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Jurnalisme Ma’rifatullah: Pena sebagai Jalan Kesadaran Menuju Tuhan

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Wartain.com || Di zaman ketika informasi mengalir lebih cepat daripada kesadaran manusia memahaminya, jurnalisme sering terjebak dalam pusaran kecepatan dan sensasi. Berita menjadi komoditas, fakta diperebutkan, dan perhatian publik menjadi medan persaingan. Namun di balik hiruk-pikuk itu, ada satu pertanyaan mendasar yang jarang diajukan: untuk apa sebenarnya pena menulis?

Dalam perspektif spiritual Islam, pena bukan sekadar alat komunikasi. Pena adalah amanah. Bahkan dalam kitab suci Qur’an, Allah bersumpah atasnya:
“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”

Al-Qalam ayat 1

Sumpah ini bukan tanpa makna. Ia menandakan bahwa tulisan manusia adalah bagian dari perjalanan kesadaran. Apa yang ditulis bukan hanya akan mempengaruhi manusia lain, tetapi juga menjadi saksi sejarah tentang bagaimana manusia memahami kebenaran.

Di sinilah muncul gagasan yang lebih dalam: jurnalisme ma’rifatullah.
Jurnalisme dan Amanah Kalam
Seorang jurnalis sering dipahami sebagai pencari fakta. Ia hadir di lapangan, mengumpulkan informasi, lalu menyusunnya menjadi berita. Namun dalam perspektif tauhid, jurnalis sebenarnya memegang sesuatu yang lebih besar dari sekadar informasi: ia memegang kalam, alat penyampai kesadaran.

Allah berfirman:
“Yang mengajarkan manusia dengan pena.”

Al-Alaq ayat 4

Ayat ini menunjukkan bahwa pena bukan hanya alat menulis, tetapi alat pendidikan kesadaran manusia. Melalui pena, manusia belajar memahami dirinya, masyarakatnya, dan akhirnya mengenal Tuhannya.

Jika pena digunakan untuk memanipulasi kebenaran, maka ia menjadi alat kegelapan. Namun jika pena digunakan untuk menerangi realitas, maka ia menjadi jalan menuju cahaya.

Ma’rifatullah: Dari Pengetahuan Menuju Pengalaman

Ma’rifatullah bukan sekadar mengetahui bahwa Tuhan ada. Ia adalah kesadaran bahwa Tuhan hadir dalam setiap realitas kehidupan. Dalam tradisi tasawuf, ma’rifatullah berarti mengenal Allah melalui pengalaman batin, bukan hanya melalui teori.

Dalam konteks ini, jurnalisme tidak lagi hanya melaporkan peristiwa, tetapi membaca makna di balik peristiwa.
Perang, kemiskinan, ketidakadilan, dan penderitaan manusia bukan hanya fakta sosial. Ia adalah tanda-tanda yang mengajak manusia merenung tentang arah peradaban.

Sebagaimana manusia diperintahkan membaca alam semesta, jurnalis pun sejatinya membaca sejarah yang sedang berlangsung.

Pena sebagai Jalan Kesadaran

Dalam jurnalisme biasa, tujuan utama adalah menyampaikan informasi. Dalam jurnalisme ma’rifatullah, tujuan yang lebih dalam adalah membangunkan kesadaran manusia.

Berita bukan sekadar laporan. Ia adalah cermin yang memperlihatkan kondisi umat manusia.

Ketika seorang jurnalis menulis tentang kemiskinan, ia tidak hanya menyampaikan data, tetapi mengingatkan manusia tentang keadilan. Ketika ia menulis tentang konflik dunia, ia tidak hanya menyampaikan kronologi, tetapi mengajak manusia memahami dampaknya bagi kemanusiaan. Dengan cara ini, jurnalisme menjadi bentuk ibadah intelektual.

Dunia yang Gelisah

Kita hidup di zaman yang penuh ketegangan. Konflik geopolitik antara negara-negara besar seperti United States, Israel, dan Iran bukan hanya persoalan politik, tetapi juga persoalan peradaban.
Ketegangan global menciptakan ketidakpastian ekonomi, sosial, dan psikologis bagi masyarakat dunia. Dalam situasi seperti ini, jurnalisme memiliki peran penting: menjaga kejernihan informasi agar masyarakat tidak terombang-ambing oleh ketakutan.

Namun lebih dari itu, jurnalisme harus mampu mengingatkan manusia bahwa peradaban yang kehilangan nilai spiritual akan selalu terjebak dalam konflik yang berulang.

Jurnalisme sebagai Jalan Kenabian

Para nabi tidak datang sebagai penguasa, tetapi sebagai penyampai kebenaran. Mereka membawa kabar gembira sekaligus peringatan.

Dalam makna tertentu, jurnalisme memiliki tugas yang serupa. Ia menyampaikan kabar kepada masyarakat tentang apa yang sedang terjadi di dunia.

Namun perbedaannya terletak pada kesadaran. Jika jurnalisme hanya mengejar sensasi, ia akan kehilangan ruhnya. Tetapi jika ia berangkat dari kesadaran tauhid, maka ia menjadi bagian dari perjuangan moral manusia.

Pena jurnalis dapat menjadi obor yang menerangi jalan masyarakat menuju kebenaran.

Penutup: Menulis sebagai Jalan Menuju Tuhan

Pada akhirnya, jurnalisme ma’rifatullah mengajak kita melihat kembali makna tulisan. Setiap kata yang ditulis adalah bagian dari perjalanan manusia memahami kehidupan.

Pena bukan hanya alat profesi. Ia adalah alat kesaksian. Ketika seorang jurnalis menulis dengan kejujuran, keberanian, dan kesadaran spiritual, maka tulisannya tidak hanya menjadi berita hari ini. Ia menjadi bagian dari jejak sejarah manusia dalam mencari kebenaran.

Dan di sanalah jurnalisme menemukan makna terdalamnya: bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membantu manusia mengenal dirinya, mengenal dunia, dan akhirnya mengenal Tuhannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tol Bocimi Dibuka Fungsional, H-3 Lebaran Jalur Cibadak Tetap Macet

0
Oplus_131072

Wartain.com || Arus lalu lintas di Jalan Sukabumi–Bogor tepatnya di kawasan Simpang Ratu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami peningkatan volume kendaraan pada Selasa siang (16/3/2026) atau H-3 Lebaran. Kepadatan kendaraan terlihat dari kedua arah, baik dari Bogor menuju Sukabumi maupun sebaliknya.

Kapolsek Cibadak, Kompol I Djubaedi, mengatakan lonjakan kendaraan diduga mulai dipengaruhi oleh arus mudik awal menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Untuk hari ini, Selasa H-3 Lebaran, arus lalu lintas mulai padat. Sepertinya sudah dipenuhi kendaraan yang datang dari arah Bogor maupun Jakarta menuju wilayah Sukabumi kabupaten maupun kota,” ujar Djubaedi saat memantau kondisi lalu lintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Simpang Ratu. Arus kendaraan dari arah Sukabumi menuju Bogor maupun sebaliknya terpantau padat merayap.

Kendaraan dari arah Palabuhanratu yang menuju jalur utama Sukabumi–Bogor juga menambah kepadatan di persimpangan tersebut.

Guna mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Simpang Ratu, petugas kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan sistem buka tutup jalan.

“Kita situasional saja. Karena arus lalu lintas padat, kita lakukan sistem buka tutup di Simpang Ratu demi kelancaran arus kendaraan. Sebagian kendaraan kuga kita alihkan sebagain melewati tol Bocimi seksi 3 yang secara fungsional sudah digunakan walaupun dengan waktu yang terbatas,” ujarnya.

Selain itu, polisi juga memberikan imbauan kepada para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama berkendara, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Kami mengimbau pengendara roda dua untuk lebih berhati-hati, menggunakan helm, tidak ngebut dan tidak saling menyalip. Untuk kendaraan roda empat maupun roda enam juga diharapkan tertib dan tidak mengambil jalur kanan ketika arus sedang padat,” katanya.

Dalam pengaturan lalu lintas tersebut, petugas juga melakukan penindakan terhadap kendaraan berat yang melanggar aturan. Djubaedi menegaskan kendaraan dengan sumbu tiga tidak diperbolehkan melintas di jalur tersebut.

“Untuk kegiatan hari ini kendaraan sumbu tiga tidak diperbolehkan masuk ke wilayah ini. Kami melakukan penindakan tilang terhadap kendaraan sumbu tiga yang melintas,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintas di jalur tersebut.

“Saya sudah hampir satu setengah jam dari Karangtengah ke Parungkuda. Harapannya polisi bisa terus menjaga arus lalu lintas supaya tidak terlalu macet,” ujarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PLN UP3 Sukabumi Siapkan 23 SPKLU, Pemudik Mobil Listrik Tak Perlu Khawatir

0

Wartain.com || Menjelang arus mudik Lebaran, PLN UP3 Sukabumi memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik dengan menyiapkan 23 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah Sukabumi. Kesiapan ini dilakukan guna mendukung kelancaran perjalanan para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik agar tetap aman, nyaman, dan tanpa khawatir kehabisan daya di perjalanan.

PLN terus berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, termasuk dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkembang. Dengan tersedianya SPKLU di berbagai lokasi, pengguna kendaraan listrik kini dapat lebih mudah melakukan pengisian daya selama perjalanan, terutama saat momentum mudik Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa PLN telah memastikan seluruh SPKLU di wilayah kerja UP3 Sukabumi dalam kondisi siap digunakan oleh masyarakat.

“Kami memastikan sebanyak 23 SPKLU di wilayah Sukabumi siap melayani masyarakat, khususnya para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik. PLN juga melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan seluruh fasilitas pengisian daya dapat beroperasi dengan baik sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan lancar,” ujar Eka, Senin 16/03/2026.

Eka juga menambahkan bahwa masyarakat dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur Trip Planner, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman karena aplikasi akan menampilkan rute perjalanan sekaligus menunjukkan lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur yang akan dilalui.

“Dengan adanya fitur Trip Planner di PLN Mobile, pengguna kendaraan listrik dapat mengetahui titik-titik SPKLU terdekat selama perjalanan sehingga perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih aman dan nyaman,” tambah Eka.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa PLN terus memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung transisi energi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“PLN berkomitmen untuk mendukung kenyamanan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk saat melakukan perjalanan mudik. Dengan kesiapan SPKLU di berbagai wilayah serta dukungan fitur digital seperti Trip Planner di PLN Mobile, kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir lagi ketika menggunakan mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh,” ungkap Sugeng.

Melalui kesiapan infrastruktur SPKLU tersebut, PLN berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik pengguna kendaraan listrik, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat beralih menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Assalam Putri Warungkiara Distribusikan 1.650 Paket Zakat, Perkuat Kepedulian Sosial

0

Wartain.com || Pondok Modern Assalam Putri di Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kembali menunjukkan komitmennya dalam kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat kepada masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan dengan warga.

Penyaluran zakat digelar di aula pondok pada Selasa (17/03/2026), dengan melibatkan panitia Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para pengasuh, serta santriwati. Proses distribusi berlangsung tertib dan lancar.

Perwakilan panitia UPZ Assalam, Endin Najarudin, menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya menyalurkan sebanyak 1.650 paket zakat kepada para mustahik. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.500 paket.

“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan jumlah paket zakat yang disalurkan. Semoga ke depan bisa terus bertambah dan menjangkau lebih banyak penerima,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penerima manfaat meliputi masyarakat yang membutuhkan seperti fakir miskin, anak yatim, lansia, serta para guru ngaji di wilayah Kecamatan Warungkiara. Saat ini, penyaluran masih difokuskan pada empat desa di sekitar pondok.

Sumber dana zakat berasal dari keluarga besar Pondok Modern Assalam, mulai dari santri, tenaga pendidik, karyawan, hingga wali santri. Total dana yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai sekitar Rp133 juta.

Melalui kegiatan ini, pihak pondok berharap dapat terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial.

“Semoga kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan mendorong kepedulian antar sesama, tidak hanya di lingkungan sekitar pondok, tetapi juga untuk masyarakat Sukabumi secara luas,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pahala Puasa Ramadan di Hafi yang ke-27, Siapa Bisa Meraih?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bulan Ramadhan dikenal sebagai waktu yang penuh dengan keberkahan. Setiap hari bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri yang menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memasuki hari ke-27 Ramadhan, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Itu karena malam ke-27 adalah malam ganjil di 10 malam terakhir yang dipercaya sebagai waktu datangnya Lailatul Qadar.

Agar ibadah semakin bermakna, berikut penjelasan mengenai keutamaan puasa pada hari ke-27 Ramadhan lengkap dengan doa yang dapat diamalkan.

Keutamaan Puasa Hari ke-27 Ramadhan
Ilustrasi keutamaan puasa hari ke-27 Ramadhan. Foto: Unsplash
Mengutip laman Universitas Al Azhar Indonesia, dalam kitab yang telah ditahqiq berjudul Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, beberapa keutamaan puasa pada hari ke-27 Ramadhan, yaitu:

“Kalian seperti menolong setiap mukmin dan mukminah, memberikan pakaian pada tujuh puluh ribu orang yang terlanjang, membantu seribu orang yang menjalin tali persaudaraan; kalian seperti membaca semua kitab yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya.”

Berdasarkan penjelasan tersebut, puasa pada hari ke-27 Ramadhan memiliki keutamaan berupa pahala yang sangat besar. Keutamaannya diibaratkan seperti pahala menolong setiap mukmin dan mukminah, memberikan pakaian kepada puluhan ribu orang yang membutuhkan, serta membantu banyak orang dalam mempererat tali persaudaraan.

Selain itu, pahala yang diperoleh juga diibaratkan seperti membaca seluruh kitab yang pernah diturunkan Allah SWT kepada para nabi-Nya.

Selain menjalankan puasa, ada juga doa harian yang dianjurkan untuk dibaca pada hari ke-27 Ramadhan. Doa ini dapat diamalkan sebagai harapan agar memperoleh kemudahan dalam kehidupan.

Merujuk pada buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk karya Gus Arifin, berikut bacaan doa puasa hari ke-27 Ramadhan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allaahummarzuqnii fiihi fadhla lailatil qadri wa sabir umuuri fiihi min al ‘‘usri ilal yusri wa aqbal ma’aadziirii wa hut aniya adz dzanba wa al-wizra yaa ra`uufan bi’ibadihi as-shaalihiin.

Artinya: “Ya Allah, rezekikanlah kepadaku keutamaan lailatul qadar, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah, terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya yang saleh.

Menjelang Lebaran, tradisi mudik kembali menjadi perjalanan yang penuh makna untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tips Mudik Ramah Anak, DP3A Kabupaten Sukabumi Ajak Orang Tua Prioritaskan Kenyamanan dan Hak Anak

0

Wartain.com || Dalam rangka menyambut arus mudik, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap memperhatikan kenyamanan serta pemenuhan hak anak selama perjalanan mudik.

Melalui media sosial resminya, DP3A Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat mudik kepada seluruh masyarakat serta mengingatkan pentingnya menciptakan perjalanan yang aman dan ramah bagi anak. Hal ini dilakukan agar momen berkumpul bersama keluarga tetap menyenangkan tanpa mengabaikan kebutuhan anak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua selama perjalanan mudik antara lain memastikan kecukupan makanan dan minuman. Orang tua disarankan untuk membawa bekal makanan sehat serta camilan dan minuman agar anak tidak merasa lapar, lemas, atau haus selama di perjalanan.

Selain itu, orang tua juga dianjurkan untuk membawa mainan edukatif guna menghindari kebosanan pada anak. Mainan seperti buku cerita, buku mewarnai, hingga permainan sederhana dapat membantu anak tetap terhibur dan tidak rewel selama perjalanan.

DP3A juga menekankan pentingnya mengatur waktu istirahat yang cukup. Dengan menjadwalkan waktu berhenti secara berkala, anak dapat beristirahat sehingga tetap merasa nyaman dan tidak kelelahan selama perjalanan panjang.

DP3A Kabupaten Sukabumi berharap, dengan memperhatikan hal-hal tersebut, perjalanan mudik tidak hanya aman tetapi juga menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak.

“Selamat mudik untuk semuanya. Hati-hati di jalan dan selamat berkumpul dengan sanak saudara. Jangan lupa tetap perhatikan hak-hak anak dalam perjalanan mudik kita,” demikian imbauan yang disampaikan.

Dengan kesadaran bersama, diharapkan tradisi mudik dapat menjadi pengalaman berharga yang aman, nyaman, dan ramah anak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Orang Tua Siswa di Sukabumi Keluhkan Kualitas Menu MBG, Buah Mentah hingga Busuk Ditemukan

0

Wartain.com || Sejumlah orang tua siswa di SDN CBM Pakujajar, Kota Sukabumi menyampaikan protes terkait kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pihak penyelenggara pada Senin (16/3/2026), yang turut dihadiri SPPG Citamiang, Satgas MBG Kota Sukabumi, pihak sekolah, komite, serta perwakilan wali murid.

Salah satu orang tua siswa, SA (39), mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu yang dinilai tidak konsisten sejak program berjalan. Ia mengaku beberapa kali menemukan makanan yang tidak layak konsumsi, terutama pada bagian buah.

Menurutnya, sejak akhir Januari 2026, berbagai masalah kerap muncul, mulai dari buah yang belum matang hingga yang sudah membusuk. Bahkan, ia juga mengaku pernah menemukan benda asing di dalam makanan.

“Dari awal program sampai sekarang, menurut saya tidak sesuai. Pernah dapat belimbing mentah, pisang masih mentah, ubi terasa asam, salak busuk, bahkan ada makanan yang kemasukan cicak,” ujarnya.

Ia menilai pengelolaan makanan seharusnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar kualitas tetap terjaga dan tidak merugikan siswa sebagai penerima manfaat.

“Harusnya semua sudah ada SOP, tidak bisa asal-asalan,” tambahnya.

Selain kualitas makanan, keterlambatan distribusi juga menjadi sorotan. Pada hari yang sama, pengiriman menu MBG disebut sempat mengalami keterlambatan, yang turut memicu keluhan dari orang tua.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Citamiang, Ali Muhammad, mengakui adanya keterlambatan dalam pengiriman pada hari itu. Ia menyebut sebagian besar keluhan berkaitan dengan tingkat kematangan buah yang tidak merata.

“Memang tadi pengiriman agak terlambat. Untuk keluhan, lebih ke buah yang kematangannya tidak merata,” jelasnya.

Ali mengatakan, pihak orang tua meminta agar buah yang dinilai belum layak segera diganti. Ia pun memastikan pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan ke depan. “Ada permintaan pergantian buah, dan kami berkomitmen hal seperti ini tidak terulang,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa beberapa jenis buah, seperti semangka, cukup sulit dipastikan tingkat kematangannya dari luar. Meski begitu, pihaknya tetap terbuka menerima kritik dan saran dari berbagai pihak. “Kami terbuka terhadap masukan demi perbaikan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyebut sempat terjadi penolakan dari orang tua karena buah semangka yang dinilai belum matang. Namun, melalui mediasi, disepakati bahwa makanan tetap diterima dan buah akan diganti di hari berikutnya.

“Tadi sempat ditolak karena semangka dianggap mentah. Setelah dimediasi, disepakati akan diganti besok agar tidak terbuang,” kata Andri.

Ia juga mengakui bahwa keluhan serupa, khususnya terkait buah yang tidak layak konsumsi, sudah terjadi lebih dari sekali. Karena itu, ia meminta orang tua untuk segera melaporkan jika menemukan makanan yang tidak sesuai standar.

“Kalau ada makanan yang tidak layak, segera sampaikan. Pihak SPPG juga sudah menyatakan siap bertanggung jawab jika ada ketidaksesuaian,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya mencari solusi bersama agar pelaksanaan program MBG di SDN CBM Pakujajar dapat berjalan lebih optimal, serta memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kades Tanjungsari Sosialisasi ZIS, Jadikan Momentum Ramadan Pererat Silaturahmi Lembaga Keagamaan

0

Wartain.com || Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Hablilah, menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Desanya.

Kegiatan yang menjadi titik akhir dari rangkaian safari sosialisasi tingkat desa tersebut berlangsung di Aula Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (16/03/2026).

Acara ini dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, pengurus DKM, serta masyarakat setempat.

Dilah Hablilah mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya di Desa Tanjungsari yang dinilai cukup membanggakan. Ia menyebut, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah desa, UPZ, serta peran aktif DKM dan masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Tanjungsari terus menunjukkan progres yang baik. Ini merupakan hasil kerja sama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan sosialisasi ini sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan ZIS yang transparan dan tepat sasaran. Terlebih, dengan adanya pembentukan UPZ di tingkat DKM, diharapkan pengelolaan zakat dapat lebih dekat dengan masyarakat dan semakin optimal.

Menurutnya, penguatan peran DKM sebagai pengelola ZIS di lingkungan masing-masing akan memberikan kemudahan dalam penghimpunan maupun penyaluran, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar.

“Kami berharap ke depan, pengelolaan ZIS di tingkat DKM semakin baik dan profesional, sehingga benar-benar mampu menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dishub Kabupaten Sukabumi Imbau Masyarakat tak Gunakan Transportasi Ilegal Saat Mudik

0

Wartain.com || Fenomena maraknya angkutan ilegal atau yang kerap disebut “travel gelap” di jalur Sukabumi–Bogor kembali memicu gesekan di lapangan. Ketegangan ini mencuat setelah sejumlah sopir angkutan umum jenis Colt L300 melakukan aksi sweeping terhadap kendaraan berpelat hitam di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Muhtadi Latip, mengakui bahwa upaya penertiban angkutan ilegal bukan perkara mudah. Ia menyebut, karakter operasional travel gelap yang tidak memiliki izin resmi dan cenderung bergerak secara tersembunyi menjadi kendala utama dalam pengawasan.

Menurutnya, petugas di lapangan kerap kesulitan melacak titik kumpul maupun lokasi operasional angkutan tersebut. Akibatnya, saat dilakukan razia atau penertiban, kendaraan yang menjadi target sering kali sudah lebih dulu menghilang.

“Namanya juga travel gelap, operasionalnya tidak terdeteksi dengan jelas. Kita tidak tahu pasti di mana pool atau titik berkumpulnya. Saat dilakukan penertiban, mereka sering sudah tidak ada di lokasi,” ujar Muhtadi.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) terus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jasa transportasi ilegal. Pasalnya, selain tarif yang tidak terstandar, aspek keselamatan dan perlindungan penumpang juga tidak terjamin.

Muhtadi menegaskan, pengguna travel gelap berpotensi dirugikan apabila terjadi kecelakaan atau insiden lain, karena tidak adanya tanggung jawab yang jelas dari penyedia jasa, termasuk ketiadaan jaminan asuransi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memilih angkutan resmi yang memiliki izin. Travel ilegal tidak memberikan kepastian, baik dari sisi keselamatan, perlindungan, maupun tarif,” tegasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya keberadaan travel gelap di jalur utara Sukabumi dipicu oleh tingginya kebutuhan transportasi yang belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan armada resmi, terutama menjelang momen hari besar.

Meski demikian, Muhtadi menegaskan bahwa penindakan langsung di jalan merupakan kewenangan aparat kepolisian.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polri guna menjaga kondusivitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan layanan transportasi yang legal dan terdaftar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik