26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 213

Kades Tanjungsari Sosialisasi ZIS, Jadikan Momentum Ramadan Pererat Silaturahmi Lembaga Keagamaan

0

Wartain.com || Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Hablilah, menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Desanya.

Kegiatan yang menjadi titik akhir dari rangkaian safari sosialisasi tingkat desa tersebut berlangsung di Aula Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (16/03/2026).

Acara ini dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, pengurus DKM, serta masyarakat setempat.

Dilah Hablilah mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya di Desa Tanjungsari yang dinilai cukup membanggakan. Ia menyebut, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah desa, UPZ, serta peran aktif DKM dan masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Tanjungsari terus menunjukkan progres yang baik. Ini merupakan hasil kerja sama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan sosialisasi ini sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan ZIS yang transparan dan tepat sasaran. Terlebih, dengan adanya pembentukan UPZ di tingkat DKM, diharapkan pengelolaan zakat dapat lebih dekat dengan masyarakat dan semakin optimal.

Menurutnya, penguatan peran DKM sebagai pengelola ZIS di lingkungan masing-masing akan memberikan kemudahan dalam penghimpunan maupun penyaluran, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar.

“Kami berharap ke depan, pengelolaan ZIS di tingkat DKM semakin baik dan profesional, sehingga benar-benar mampu menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dishub Kabupaten Sukabumi Imbau Masyarakat tak Gunakan Transportasi Ilegal Saat Mudik

0

Wartain.com || Fenomena maraknya angkutan ilegal atau yang kerap disebut “travel gelap” di jalur Sukabumi–Bogor kembali memicu gesekan di lapangan. Ketegangan ini mencuat setelah sejumlah sopir angkutan umum jenis Colt L300 melakukan aksi sweeping terhadap kendaraan berpelat hitam di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Muhtadi Latip, mengakui bahwa upaya penertiban angkutan ilegal bukan perkara mudah. Ia menyebut, karakter operasional travel gelap yang tidak memiliki izin resmi dan cenderung bergerak secara tersembunyi menjadi kendala utama dalam pengawasan.

Menurutnya, petugas di lapangan kerap kesulitan melacak titik kumpul maupun lokasi operasional angkutan tersebut. Akibatnya, saat dilakukan razia atau penertiban, kendaraan yang menjadi target sering kali sudah lebih dulu menghilang.

“Namanya juga travel gelap, operasionalnya tidak terdeteksi dengan jelas. Kita tidak tahu pasti di mana pool atau titik berkumpulnya. Saat dilakukan penertiban, mereka sering sudah tidak ada di lokasi,” ujar Muhtadi.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) terus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jasa transportasi ilegal. Pasalnya, selain tarif yang tidak terstandar, aspek keselamatan dan perlindungan penumpang juga tidak terjamin.

Muhtadi menegaskan, pengguna travel gelap berpotensi dirugikan apabila terjadi kecelakaan atau insiden lain, karena tidak adanya tanggung jawab yang jelas dari penyedia jasa, termasuk ketiadaan jaminan asuransi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memilih angkutan resmi yang memiliki izin. Travel ilegal tidak memberikan kepastian, baik dari sisi keselamatan, perlindungan, maupun tarif,” tegasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya keberadaan travel gelap di jalur utara Sukabumi dipicu oleh tingginya kebutuhan transportasi yang belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan armada resmi, terutama menjelang momen hari besar.

Meski demikian, Muhtadi menegaskan bahwa penindakan langsung di jalan merupakan kewenangan aparat kepolisian.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polri guna menjaga kondusivitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan layanan transportasi yang legal dan terdaftar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Budi Azhar Sampaikan Pesan Haru di Akhir Ramadan: Mohon Maaf Lahir dan Batin

0

Wartain.com ||  Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat. Dalam suasana yang sarat dengan nilai kebersamaan dan refleksi diri, ia mengajak seluruh umat Muslim untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

Dalam pesannya, Budi Azhar mengucapkan “Marhaban ya Ramadan” sebagai ungkapan syukur atas kesempatan menjalani ibadah di bulan penuh berkah tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat, seraya berharap segala khilaf dan kesalahan dapat dimaafkan.

“Ramadan segera pamit. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali fitri dan dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan dalam keadaan sehat, panjang umur, serta diberikan kelancaran rezeki,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).

Lebih lanjut, ia berharap nilai-nilai yang telah dipupuk selama Ramadan, seperti kesabaran, kepedulian, dan keikhlasan, dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat bulan suci saja.

Momentum akhir Ramadan ini juga diharapkan menjadi ajang introspeksi bagi seluruh masyarakat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan penuh harap, Budi Azhar mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk menyambut Hari Raya Idulfitri dengan hati yang bersih, penuh kebahagiaan, serta semangat baru dalam menjalani kehidupan ke depan.

Editorial : “Menjaga Kedaulatan dari Intervensi, Rapatkan Barisan Kawal Astacita”

0

WARTAIN.COM : Ditengah situasi global yang dihadapkan konflik AS Israel Vs Iran berdampak pada kondisi sosial ekonomi politik dalam negeri. Tentunya masyarakat Indonesia harus menyiapkan diri dalam menghadapi ancaman krisis energi, pangan. Ketika Presiden Prabowo bersama jajaran pemerintahannya tengah menghadapi situasi ancaman krisi tersebut akibat konflik global.

Sangat memprihatinkan ada pihak pihak didalam negeri masih mau dimanfaatkan oleh kepentingan asing mengobok obok situasi dalam negeri yang bermotif akan menjatuhkan pemerintahan Prabowo

Melihat situasi kondisi tersebut Tim Redaksi berdiskusi dengan tokoh aktivis pergerakan 98 Bung Anto Kusumayuda dan Bung Abdul Salam Nur Ahmad (Ketua Umum dan Sekjen  Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98-PPJNA 98). Beliau menyampaikan beberapa poin penting untuk pencerahan kita semua seluruh masyarakat Indonesia

Kedaulatan sebuah bangsa bukan hanya soal menjaga perbatasan, melainkan juga menjaga stabilitas domestik dari infiltrasi kepentingan asing yang kerap meminjam tangan-tangan lokal. Belakangan, aroma gerakan yang terindikasi didanai oleh jaringan global seperti George Soros mulai terendus, menyasar elemen-elemen strategis mulai dari NGO, akademisi, hingga gerakan mahasiswa. Tujuannya satu: menciptakan instabilitas untuk menggoyang pemerintahan sah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kita harus waspada. Pola “mengobok-obok” dalam negeri melalui narasi-narasi kritis yang sering kali tidak berdasar pada realitas objektif, melainkan pesanan agenda asing, adalah ancaman nyata bagi keberlanjutan pembangunan. Indonesia tidak boleh menjadi medan tempur kepentingan global yang hanya ingin melihat kita pecah belah.

Menyikapi hal ini, tidak ada kata lain selain *Konsolidasi Akar Rumput (Grassroot)*. Kekuatan bangsa ini ada pada persatuan para Ulama, Ustad, dan Ajengan di pesantren-pesantren, serta semangat militan aktivis Mahasiswa 98 yang nasionalis dan anti-intervensi asing. Mereka adalah benteng moral yang harus menyatu untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terprovokasi oleh gerakan massa yang ditunggangi.

Persatuan ini bukan sekadar untuk bertahan, melainkan untuk *Mengawal Program Kerakyatan*. Pemerintahan Prabowo telah meletakkan landasan kuat melalui *Astacita*. Program-program seperti *Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih*, penyaluran KUR, hingga efektivitas *Bansos* adalah urat nadi kesejahteraan rakyat. Jika stabilitas politik terganggu, maka program-program yang langsung menyentuh perut rakyat inilah yang pertama kali akan tumbang.

Jejaring media lokal di seluruh pelosok daerah memegang peran kunci. Media harus menjadi penjernih informasi (clearing house), melawan narasi destruktif dengan fakta-fakta keberhasilan program pro-rakyat. Kita harus memastikan bahwa suara dari desa-desa lebih keras terdengar daripada teriakan pesanan asing di ibu kota.

Mari kita rapatkan barisan. Setiap upaya yang mencoba menjatuhkan pemerintahan melalui mobilisasi massa yang dimanfaatkan kepentingan asing harus dihadapi dengan satu kekuatan kolektif: *Nasionalisme yang Manunggal*. Kita kawal mandat rakyat, kita jaga Astacita, dan kita tutup pintu rapat-rapat bagi siapa pun yang ingin merusak kedaulatan Indonesia dari dalam. Sangat inviratif dan menggelorakan semangat yang disampaikan Bung Anto dan sekjen PPJNA98 untuk tetap bersatu padu Jaga Indonesia Kawal Program Kerakyatan Presiden Prabowo. (Tim Redaksi)***

Rencana Pembangunan Perumahan di Kota Sukabumi Tuai Polemik, Warga Soroti Dampak Lingkungan dan Situs Gua Purba

0

Wartain.com || Rencana pembangunan kawasan perumahan di wilayah Gunung Karang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tengah menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan di media sosial.

Sejumlah warga dikabarkan menyatakan keberatan terhadap proyek tersebut. Penolakan muncul tidak hanya karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, tetapi juga karena di sekitar lokasi terdapat gua yang menyimpan bebatuan karang purba yang diperkirakan berusia jutaan tahun.

Lurah Limusnunggal, Dedi Supriadi, menjelaskan aktivitas pengolahan lahan berupa cut and fill di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak akhir 2025.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan oleh pihak pengembang sebagai langkah awal membuka kawasan agar menarik minat investor.

“Kalau tidak salah kegiatan cut and fill dimulai sekitar akhir 2025. Saat itu pihak pengusaha membuka lahan, kemungkinan sebagai tahap awal untuk memancing investor datang sebelum pembangunan dimulai,” kata Dedi, Senin (16/3/2026).

Ia menyebutkan luas lahan yang telah mengalami cut and fill mencapai sekitar 17 hektare. Berdasarkan site plan yang pernah diperlihatkan pihak pengembang, kawasan tersebut direncanakan menjadi kompleks perumahan elit.

“Dari denah yang sempat ditunjukkan kepada kami, rencananya memang akan dibangun perumahan elit dengan luas area sekitar 17 hektare,” ujarnya.

Meski aktivitas pengolahan lahan sudah dilakukan, Dedi mengatakan hingga saat ini perizinan proyek tersebut belum sepenuhnya terbit, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Untuk perizinannya sendiri setahu kami belum ada. Terakhir saya konfirmasi pada Januari lalu, dokumen perizinan termasuk AMDAL masih belum keluar,” jelasnya.

Penolakan dari warga, lanjut Dedi, dipicu karena proses sosialisasi yang dinilai tidak melibatkan masyarakat secara terbuka. Pihak pengembang sebelumnya disebut melakukan pendekatan langsung ke rumah warga tanpa musyawarah bersama.

“Waktu itu mereka datang ke rumah warga secara door to door. Karena tidak ada forum musyawarah, akhirnya warga menyampaikan keberatan. Kami kemudian memfasilitasi mediasi yang sudah dilakukan dua kali antara warga dan pihak pengembang,” katanya.

Selain soal proses komunikasi, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan jika kawasan resapan air berubah fungsi menjadi perumahan.

“Kekhawatiran warga salah satunya potensi banjir karena berkurangnya daerah resapan air,” ungkap Dedi.

Warga juga mengajukan permintaan agar sebagian lahan dialokasikan sebagai fasilitas umum, khususnya untuk area pemakaman.

“Permintaan warga yang paling disampaikan adalah penyediaan fasilitas umum berupa lahan pemakaman,” ujarnya.

Dedi menambahkan, dampak lingkungan dari aktivitas cut and fill mulai dirasakan warga. Salah satunya aliran air yang menuju area persawahan sempat terganggu karena saluran irigasi tertutup tanah hasil pengerukan.

“Saluran air di pinggir lokasi sempat tertutup tanah kerukan sehingga aliran air ke sawah warga tidak lancar,” jelasnya.

Gua dengan Bebatuan Purba

Di sisi lain, kawasan Gunung Karang juga menjadi perhatian kalangan peneliti. Pada Mei 2025, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengirimkan tim arkeolog untuk meneliti gua yang berada di kawasan tersebut.

Penelitian itu dilakukan setelah ditemukan sejumlah bebatuan unik dari Gunung Karang yang kini tersimpan di Museum Prabu Siliwangi.

Ahli Prasejarah Masa Paleolitik dari BRIN, Jatmiko, menjelaskan bahwa batuan tersebut merupakan formasi alam yang terbentuk secara alami, bukan hasil buatan manusia.

“Batuan di sana merupakan batu alam. Ada kepercayaan masyarakat yang menganggap bentuknya menyerupai wajah manusia atau hewan seperti ikan dan anjing laut,” kata Jatmiko saat penelitian, Sabtu (31/5/2025).

Ia menambahkan, batuan karang di kawasan tersebut diperkirakan sangat tua karena terbentuk melalui proses geologi yang panjang.

“Karang tersebut terbentuk dari proses pengangkatan geologi dari laut. Itu sebabnya ditemukan jejak kerang di batuan. Usianya bisa mencapai jutaan tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Ahli Prasejarah Lingkungan BRIN, Zubair Mas’ud, menyarankan agar kawasan Gunung Karang dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis eco-museum yang terintegrasi dengan koleksi di Museum Prabu Siliwangi.

“Jika pengunjung museum penasaran dengan asal-usul batuan dari Gunung Karang, mereka bisa langsung melihat lingkungan aslinya di lokasi. Itu bisa menjadi daya tarik wisata edukatif,” ujar Zubair.

Menurutnya, kawasan tersebut juga memiliki potensi wisata alam lainnya, seperti sungai kecil yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi.

Terkait kemungkinan pembangunan perumahan berdampak pada gua tersebut, Dedi Supriadi mengaku belum dapat memastikan apakah lokasi situs berada di dalam area proyek.

“Dari sketsa yang pernah kami lihat, belum terlihat secara jelas apakah posisi situs itu masuk ke dalam kawasan yang akan dibangun,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi gua hingga saat ini masih aman dan belum tersentuh aktivitas pembangunan.
“Sejauh ini masih aman, belum ada aktivitas yang menyentuh lokasi gua tersebut,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Wartain Group Gelar Buka Puasa Bersama

0

Wartain.com || Keluarga besar Wartain Group menggelar acara buka puasa bersama yang berlangsung khidmat di kediaman pimpinan pada Senin (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang ditujukan untuk mempererat tali persaudaraan antar jurnalis, staf redaksi, hingga jajaran manajemen di tengah momentum bulan suci Ramadan.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang dimulai sejak sore hari tersebut. Seluruh kru media tampak berkumpul dalam suasana santai, menciptakan ruang diskusi yang lebih akrab di luar rutinitas peliputan harian. Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota tim yang selama ini aktif mengawal pemberitaan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Wartain Group, Aam Abdul Salam, S.Ag memberikan pengumuman penting terkait kebijakan operasional kantor. Beliau menyampaikan bahwa seluruh staf diberikan masa libur kantor mulai besok, Selasa 17 Maret hingga 31 Maret 2026, dan dijadwalkan kembali masuk ke kantor pada tanggal 1 April mendatang.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin, khususnya di bulan suci ramadan. Bukber yang digagas seperti ini untuk mempererat tali silaturahmi antar pimpinan dan staf yang ada. Sekaligus Kami menyampaikan masa libur menjelang hari raya Idulfitri 1447 H,” ungkap Aam.

Aam menegaskan, meski aktivitas di kantor ditiadakan sementara, pihak komisaris menegaskan bahwa fungsi pemberitaan perusahaan harus tetap berjalan secara dinamis. Mengingat saat ini merupakan momentum penting bagi masyarakat, para jurnalis diminta tetap siaga dalam menyajikan informasi terkini agar pelayanan publik melalui produk jurnalistik tidak terhenti.

“Sebagai jurnalis sebenarnya tidak ada kata libur. Jadi, kerja-kerja jurnalistiknya tetap dilaksanakan sesuai wilayahnya masing-masing. Hanya saja, untuk kegiatan kantor untuk sementara dikerjakan dari rumahnya masing-masing,” tegasnya.

Senada, Owner Wartain.com, Siti Ratna Maymunah, S.Pd mengatakan, kegiatan tersebut digagas dalam rangka menjalin kebersamaan diantara para staf di wartain group serta mempererat ukhuwah Islamiyah, selama melaksanakan puasa Ramadan.

“Kegiatan ini sengaja digagas untuk menjalin silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Momentum puasa ini Kami jadikan refleksi untuk saling mengingatkan akan pentingnya kebersamaan dalam memajukan perusahaan,” katanya

“Selama ini kita kan  jarang berkumpul, bukber inilah menjadi sarana menjalin serta merajut persatuan. Terlebih dibukan suci ramadan menjelang hari raya Idulfitri. Berkumpulnya kita bisa dijadikan ajang saling memaafkan,” tambahnya

Siti Ratna juga menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kekompakan antar karyawan dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi dan kebersamaan di lingkungan perusahaan,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah setelah santap buka puasa usai. Dengan adanya kebijakan libur kantor ini, diharapkan seluruh kru tetap dapat menjaga performa kerja di lapangan sembari menjalankan ibadah Ramadan bersama keluarga, namun tetap berkomitmen menjaga marwah profesi sebagai penyampai informasi yang kredibel.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Tim)

Muhibah Ramadan, Bupati Asjap: Kemantapan Jalan Sekitar 62 Persen, Tahun ini Fokus Infrastruktur

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengakhiri kegiatan muhibah ramadan 1447 hijriah di Masjid Jami As-Salafiyah yang berlokasi di Pasireungit RT03 RW08 Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Senin, 16 Maret 2026. Hal itu pasca berkeliling ke sejumlah masjid di 10 kecamatan selama Ramadan tahun ini.

Maka dari itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, hingga kepala perangkat daerah hadir di tempat ini.

Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Japar mengatakan, kemantapan jalan di Kabupaten Sukabumi baru sekitar 62 persen. Persentase tersebut dari luasan jalan Kabupaten Sukabumi sekitar 1.400KM.

“Jalan Kabupaten Sukabumi itu sangat panjang. Sejauh ini kemantapan jalannya baru 62 persen,” ujarnya.

Namun, masyarakat tidak perlu risau. Apalagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi fokus terhadap pembangunan infrastruktur di 2026 ini.

“Insya Allah akan banyak pembangunan di 2026 ini. Baik itu infrastruktur jalan, irigasi, rutilahu, maupun yang lainnya,” ucapnya.

Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan H. Asep Japar dan H. Andreas telah menargetkan berbagai pembangunan. Terutama hingga akhir jabatannya.

“Kami baru satu tahun memimpin Kabupaten Sukabumi. Semoga dalam empat tahun ke depan, kemantapan jalan bisa semakin meningkat. Termasuk konektifitas antar wilayah,” tegasnya

Di satu tahun kepemimpinannya sendiri, sejumlah pembangunan pun telah terlihat. Terutama dalam hal membangun sumber daya manusia (SDM).

“Kami sejak memimpin telah menyediakan beasiswa bagi warga Kabupaten Sukabumi untuk berkuliah di berbagai perguruan tinggi. Selain itu, infrastruktur pun banyak yang telah kami bangun, cuman bukan hanya jalan, tapi berbagai infrasktrur lainnya,” bebernya.

Di momen tersebut, H. Asep Japar menegaskan, dirinya selalu kompak bersama wakilnya dalam memimpin Kabupaten Sukabumi. Termasuk dalam hal membangun Kabupaten Sukabumi dan mewujudkan visi-misi pemerintah.

“Dalam memimpin Kabupaten Sukabumi, saya selalu berdampingan bersama pak wakil. Mohon doakan kami agar diberi kekuatan dan kesehatan untuk memimpin Kabupaten Sukabumi,” pintanya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menjemput Cahaya Malam ke 27 Ramadhan: Spiritualitas Lailatul Qadar dan Doa untuk Presiden Prabowo

0
Oplus_131072

Oleh : Anto Kusumayuda dan Aam Abdul Salam (Ketum dan Sekjen PPJNA 98)

Wartain.com || Di penghujung Ramadhan, atmosfer batin umat beriman mulai merapat pada satu titik: Lailatul Qadar. Secara filosofis, malam ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan momen “interupsi ilahi” di mana langit menyentuh bumi. Ia adalah simbol pencerahan (enlightenment) yang melampaui logika materi, sebuah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Namun, di balik kekhusyukan i’tikaf, Indonesia hari ini sedang berada dalam pusaran ujian yang nyata. Di sinilah spiritualitas bertemu dengan realitas geopolitik.

Filosofi Perlawanan dan Penjagaan

Dalam kacamata filsafat eksistensialisme religius, menjaga kedaulatan negara adalah bagian dari menjaga amanah Tuhan. Saat ini, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah diuji oleh berbagai dinamika global. Isu mengenai intervensi aktor-aktor internasional dan kaki tangan kepentingan asing yang mencoba menggoyang stabilitas nasional bukan sekadar isapan jempol, melainkan tantangan terhadap kedaulatan.

Upaya sabotase ekonomi dan aksi-aksi yang memicu instabilitas adalah bentuk “kegelapan” yang harus dilawan dengan “cahaya” keteguhan. Di malam-malam ganjil ini, doa bukan sekadar pelarian, melainkan senjata spiritual (As-shilahu al-mu’min).

Mengetuk Pintu Langit untuk Pemimpin dan Bangsa

Di sela sujud-sujud panjang, mari kita selipkan permohonan tulus:

Kekuatan bagi Pemimpin : _Memohon agar Presiden Prabowo diberikan ketajaman mata batin dan ketegasan sikap untuk menghadapi agen-agen asing yang berniat memecah belah bangsa. Semoga Allah memberikan perlindungan dari segala makar dan tipu daya yang merugikan rakyat._

Ketahanan Ekonomi: _Berdoa agar Indonesia dijauhkan dari sabotase ekonomi dan diberikan kemandirian di tengah guncangan pasar global_.

Perlindungan dari Konflik Global: _Di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel vs Iran, kita memohon agar Indonesia tidak terseret dalam arus kehancuran. Semoga Allah menjauhkan negeri ini dari dampak buruk Perang Dunia III dan krisis energi maupun pangan yang menghantui dunia._

Menjadi Benteng Spiritual

Lailatul Qadar mengajarkan kita tentang Istiqamah. Kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada militer atau otot ekonominya, tetapi pada kohesi sosial dan spiritualitas rakyatnya. Dengan mengetuk pintu langit, kita sedang membangun benteng gaib bagi Ibu Pertiwi.

Semoga di malam yang mulia ini, Allah SWT menurunkan kedamaian (Sakinah) untuk Indonesia, memberikan keselamatan bagi seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke, dan menguatkan para pemimpin kita untuk tetap tegak berdiri di atas kepentingan nasional, demi kejayaan bangsa yang berdaulat.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

“Ya Allah, di malam yang mulia ini, kami memohon perlindungan-Mu untuk negeri kami, Indonesia.

*Ya Qawiyyu Ya Aziz (Wahai Yang Maha Kuat, Wahai Yang Maha Perkasa),*
Berikanlah kekuatan, kesehatan, dan ketajaman mata hati kepada pemimpin kami, Bapak Prabowo Subianto. Lindungilah beliau dari segala makar dan tipu daya agen-agen asing, kaki tangan globalis, serta mereka yang hendak menyabotase ekonomi dan stabilitas bangsa kami. Jadikanlah beliau benteng yang kokoh bagi kedaulatan NKRI.

Ya Khairul Maakirin (Wahai Sebaik-baik Pembalas Tipu Daya),
Hancurkanlah rencana jahat siapapun yang ingin memecah belah rakyat kami. Jadikanlah setiap sabotase mereka berbalik menjadi kebaikan bagi kemandirian bangsa kami.

Ya Salam (Wahai Yang Maha Memberi Kedamaian),
Bentengilah tanah air kami dan seluruh rakyat Indonesia dari dampak peperangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Jauhkanlah kami dari malapetaka Perang Dunia III dan krisis pangan serta energi yang melanda dunia. Jadikanlah Indonesia sebagai negeri yang tenang, aman, dan makmur di bawah naungan ampunan-Mu.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar. Walhamdulillahirabbil ‘alamin.”(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Sukabumi Ingatkan Warga Waspada Campak Saat Musim Mudik, 23 Kasus Terkonfirmasi

0

Wartain.com || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim mudik. Hal ini menyusul temuan puluhan kasus campak di wilayah tersebut sejak akhir 2025 hingga Maret 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Dinkes, tercatat sebanyak 32 kasus suspek campak ditemukan di Kota Sukabumi. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, sebanyak 23 kasus di antaranya dinyatakan positif campak.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan, meskipun terdapat sejumlah kasus, kondisi tersebut masih terkendali dan belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini belum perlu menetapkan status KLB, namun langkah pencegahan tetap kami perkuat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Denna Yuliavina menjelaskan, secara nasional Indonesia masih menghadapi tantangan kasus campak yang cukup tinggi.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada di peringkat kedua tertinggi kasus campak setelah Yaman. Di Jawa Barat sendiri tercatat ada sembilan daerah yang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa akibat penyakit tersebut.

“Alhamdulillah untuk Kota Sukabumi belum sampai pada tahap KLB. Memang sempat ada peningkatan kasus pada tahun 2025, tetapi pada tahun 2026 ini jumlahnya cenderung menurun. Hingga saat ini juga belum ada laporan kasus kematian akibat campak,” jelas Denna.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama saat berada di tempat ramai yang berpotensi menjadi lokasi penularan penyakit.

Menurut Denna, peningkatan aktivitas masyarakat menjelang arus mudik dapat memicu kerumunan sehingga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular.

“Kalau memungkinkan tetap menjaga jarak, menggunakan masker di keramaian, menerapkan PHBS, serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes menekankan pentingnya imunisasi bagi anak, khususnya balita, sebagai langkah perlindungan utama dari penyakit campak.

Data Dinkes menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Sukabumi pada tahun 2025 mencapai 98,9 persen atau telah melampaui standar nasional. Meski demikian, masih terdapat sekitar 1,1 persen balita yang belum mendapatkan imunisasi.

“Kemungkinan belum diimunisasi bisa karena berbagai faktor, baik dari orang tua atau pengasuh maupun terkait pelayanan kesehatan,” katanya.

Dinkes pun mengingatkan para orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan penyakit campak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Aksi Heroik Security di Sukabumi, Hadang Pencuri Motor hingga Terseret Kendaraan

0

Wartain.com || Aksi nekat seorang petugas keamanan berhasil menggagalkan upaya pencurian sepeda motor di kawasan Perumahan Bumi Tando Pratama, Kampung Tando, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 12.35 WIB.

Petugas keamanan bernama Angga Gunawan (26) dengan sigap menghadang pelaku yang diduga mencuri sepeda motor tepat di depan Gerbang Tando 1, lokasi tempat ia bertugas.

Angga menuturkan, sebelum kejadian dirinya tengah memantau kondisi lingkungan melalui kamera pengawas (CCTV) di ruang monitoring. Saat itulah ia melihat seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan.

“Saat saya sedang memantau CCTV, terlihat satu orang dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Setelah dipastikan benar, saya langsung keluar dan menghadang pelaku di depan gerbang,” ujar Angga, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pelaku awalnya datang dari arah Blok D menuju gerbang perumahan tak lama setelah waktu salat Jumat. Saat melintas di depan sebuah kedai seblak, pelaku sempat memperhatikan situasi sekitar.

Tak lama kemudian, pelaku memutar arah dan berhenti di dekat sepeda motor milik korban yang terparkir. Beberapa saat setelah itu, pelaku diduga mencoba membawa kabur kendaraan tersebut.

Melihat aksi tersebut melalui CCTV, Angga langsung bergegas menuju gerbang untuk menghadang pelaku. Namun dalam upaya tersebut, ia sempat terseret kendaraan yang digunakan pelaku hingga terpental beberapa meter.

“Saya langsung menghadang tanpa berpikir panjang. Saat itu saya sempat terseret motor yang dipakai pelaku dan terpental beberapa meter,” katanya.

Meski sempat terjatuh, Angga tidak menyerah. Ia kembali berdiri dan berusaha menahan pelaku yang hendak melarikan diri. Keduanya sempat terlibat aksi tarik-menarik selama beberapa menit.

“Pelaku sempat melawan, jadi sempat terjadi tarik menarik sekitar dua menit,” ungkapnya.

Dalam situasi tersebut, Angga berteriak meminta bantuan warga dengan meneriakkan kata “maling”. Teriakan itu pun mengundang perhatian warga sekitar yang segera datang ke lokasi.

Warga kemudian membantu Angga mengamankan pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku selanjutnya dibawa ke pos keamanan sambil menunggu kedatangan pihak kepolisian.

Angga mengatakan, setelah diamankan pelaku akhirnya bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya.

“Alhamdulillah setelah diamankan, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui kesalahannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan lebih berhati-hati dalam menjaga barang berharga, terutama kendaraan bermotor.

“Harap lebih berhati-hati terhadap barang berharga, karena tindak kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik