26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 214

Pemkot Sukabumi Ingatkan Warga Waspada Campak Saat Musim Mudik, 23 Kasus Terkonfirmasi

0

Wartain.com || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim mudik. Hal ini menyusul temuan puluhan kasus campak di wilayah tersebut sejak akhir 2025 hingga Maret 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Dinkes, tercatat sebanyak 32 kasus suspek campak ditemukan di Kota Sukabumi. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, sebanyak 23 kasus di antaranya dinyatakan positif campak.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan, meskipun terdapat sejumlah kasus, kondisi tersebut masih terkendali dan belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini belum perlu menetapkan status KLB, namun langkah pencegahan tetap kami perkuat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Denna Yuliavina menjelaskan, secara nasional Indonesia masih menghadapi tantangan kasus campak yang cukup tinggi.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada di peringkat kedua tertinggi kasus campak setelah Yaman. Di Jawa Barat sendiri tercatat ada sembilan daerah yang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa akibat penyakit tersebut.

“Alhamdulillah untuk Kota Sukabumi belum sampai pada tahap KLB. Memang sempat ada peningkatan kasus pada tahun 2025, tetapi pada tahun 2026 ini jumlahnya cenderung menurun. Hingga saat ini juga belum ada laporan kasus kematian akibat campak,” jelas Denna.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama saat berada di tempat ramai yang berpotensi menjadi lokasi penularan penyakit.

Menurut Denna, peningkatan aktivitas masyarakat menjelang arus mudik dapat memicu kerumunan sehingga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular.

“Kalau memungkinkan tetap menjaga jarak, menggunakan masker di keramaian, menerapkan PHBS, serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes menekankan pentingnya imunisasi bagi anak, khususnya balita, sebagai langkah perlindungan utama dari penyakit campak.

Data Dinkes menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Sukabumi pada tahun 2025 mencapai 98,9 persen atau telah melampaui standar nasional. Meski demikian, masih terdapat sekitar 1,1 persen balita yang belum mendapatkan imunisasi.

“Kemungkinan belum diimunisasi bisa karena berbagai faktor, baik dari orang tua atau pengasuh maupun terkait pelayanan kesehatan,” katanya.

Dinkes pun mengingatkan para orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan penyakit campak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Aksi Heroik Security di Sukabumi, Hadang Pencuri Motor hingga Terseret Kendaraan

0

Wartain.com || Aksi nekat seorang petugas keamanan berhasil menggagalkan upaya pencurian sepeda motor di kawasan Perumahan Bumi Tando Pratama, Kampung Tando, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 12.35 WIB.

Petugas keamanan bernama Angga Gunawan (26) dengan sigap menghadang pelaku yang diduga mencuri sepeda motor tepat di depan Gerbang Tando 1, lokasi tempat ia bertugas.

Angga menuturkan, sebelum kejadian dirinya tengah memantau kondisi lingkungan melalui kamera pengawas (CCTV) di ruang monitoring. Saat itulah ia melihat seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan.

“Saat saya sedang memantau CCTV, terlihat satu orang dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Setelah dipastikan benar, saya langsung keluar dan menghadang pelaku di depan gerbang,” ujar Angga, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pelaku awalnya datang dari arah Blok D menuju gerbang perumahan tak lama setelah waktu salat Jumat. Saat melintas di depan sebuah kedai seblak, pelaku sempat memperhatikan situasi sekitar.

Tak lama kemudian, pelaku memutar arah dan berhenti di dekat sepeda motor milik korban yang terparkir. Beberapa saat setelah itu, pelaku diduga mencoba membawa kabur kendaraan tersebut.

Melihat aksi tersebut melalui CCTV, Angga langsung bergegas menuju gerbang untuk menghadang pelaku. Namun dalam upaya tersebut, ia sempat terseret kendaraan yang digunakan pelaku hingga terpental beberapa meter.

“Saya langsung menghadang tanpa berpikir panjang. Saat itu saya sempat terseret motor yang dipakai pelaku dan terpental beberapa meter,” katanya.

Meski sempat terjatuh, Angga tidak menyerah. Ia kembali berdiri dan berusaha menahan pelaku yang hendak melarikan diri. Keduanya sempat terlibat aksi tarik-menarik selama beberapa menit.

“Pelaku sempat melawan, jadi sempat terjadi tarik menarik sekitar dua menit,” ungkapnya.

Dalam situasi tersebut, Angga berteriak meminta bantuan warga dengan meneriakkan kata “maling”. Teriakan itu pun mengundang perhatian warga sekitar yang segera datang ke lokasi.

Warga kemudian membantu Angga mengamankan pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku selanjutnya dibawa ke pos keamanan sambil menunggu kedatangan pihak kepolisian.

Angga mengatakan, setelah diamankan pelaku akhirnya bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya.

“Alhamdulillah setelah diamankan, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui kesalahannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan lebih berhati-hati dalam menjaga barang berharga, terutama kendaraan bermotor.

“Harap lebih berhati-hati terhadap barang berharga, karena tindak kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Ban Slip Saat Hujan, Mobil Alami Kecelakaan Tunggal di Tol Bocimi

0

Wartain.com  || Sebuah mobil jenis Suzuki Karimun mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) KM 68 A arah Sukabumi pada Minggu (15/3/2026) sore. Insiden tersebut diduga dipicu kondisi jalan yang licin akibat hujan sehingga kendaraan mengalami slip dan pengemudi kehilangan kendali.

Kecelakaan terjadi di jalur tol Bocimi KM 68 A dan melibatkan satu unit kendaraan Suzuki Karimun bernomor polisi B 1505 EYJ. Mobil tersebut dikemudikan oleh Muhamad Salabi (47), warga Kota Depok.

Kepala Induk PJR Tol BORR dan Bocimi, Kompol Suwito, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian ini. Murni kecelakaan tunggal,” ujar Suwito, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan keterangan pengemudi, kendaraan saat itu melaju dari arah Jakarta menuju Sukabumi melalui lajur dua. Namun ketika tiba di lokasi kejadian, ban kendaraan diduga mengalami slip sehingga mobil tidak dapat dikendalikan.

“Pengemudi menyampaikan bahwa kendaraan mengalami slip pada ban, sehingga mobil out of control,” jelasnya.

Akibat kehilangan kendali, pengemudi membanting setir ke arah kiri hingga kendaraan menabrak pembatas jalan atau guardrail. Setelah kejadian, posisi akhir mobil berada di antara lajur satu dengan kondisi ban depan bagian luar menghadap serong ke arah selatan.

Saat insiden berlangsung, cuaca di lokasi dilaporkan sedang hujan yang membuat permukaan jalan menjadi licin dan diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan.

Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) yang menerima laporan dari Senkom Bocimi segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi kemudian melakukan pendataan terhadap pengemudi dan kendaraan, mengamankan area kejadian, serta mengevakuasi mobil dari badan jalan.

Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cuaca Panas Saat Ramadan, Ini Tips Agar Tubuh Tetap Fit Saat Menjalankan Puasa

0

Wartain.com || Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Sukabumi, dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh, terutama bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kondisi suhu yang cukup terik berpotensi membuat tubuh lebih cepat lelah dan rentan mengalami dehidrasi apabila tidak diimbangi dengan pola makan dan minum yang tepat. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menjaga asupan cairan serta memilih makanan yang bergizi agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka puasa. Pola minum yang bisa diterapkan yakni dua gelas air saat berbuka, empat gelas pada malam hari setelah salat tarawih hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Cara ini dinilai efektif membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti buah semangka, melon, jeruk, maupun sayuran berkuah. Asupan tersebut dapat membantu tubuh tetap terhidrasi meskipun menjalani puasa dalam kondisi cuaca panas.

Pada saat sahur, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein serta karbohidrat kompleks seperti telur, ikan, tempe, tahu, dan nasi. Jenis makanan tersebut dapat membantu menjaga energi tubuh agar bertahan lebih lama hingga waktu berbuka tiba.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis secara berlebihan, karena dapat memicu rasa haus lebih cepat saat siang hari.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, warga juga dianjurkan menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya menggunakan pelindung seperti topi atau payung serta mengenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat.

Istirahat yang cukup juga menjadi faktor penting dalam menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa, sehingga aktivitas sehari-hari dapat tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi cuaca panas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Idulfitri 1447 H Berpotensi Berbeda, Presidium MD KAHMI Sukabumi Dadang Sahroni: Mari Saling Jaga dan Hormati Perbedaan 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, (MD KAHMI) Sukabumi, Dadang Sahroni,  meminta masyarakat untuk bertoleransi dan menghargai soal kemungkinan perbedaan penentuan hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H.

Dia mengatakan perbedaan pendapat merupakan hal yang mungkin terjadi. “Penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah merupakan wilayah ijtihadiyah yang membuka kemungkinan terjadinya perbedaan di kalangan fukaha. Secara keilmuan, memang dimungkinkan terjadinya perbedaan,” kata Dadang dalam dalam keterangannya, Senin 16/03/2026.

“Terjadinya perbedaan pendapat pada masalah yang berada dalam majal al-ikhtilaf (wilayah dimungkinkannya terjadi perbedaan) harus mengedepankan toleransi,” tambah Dadang

Dadang mengungkapkan, penentuan awal Syawal 1447 Hijriah sebaiknya menunggu hasil penetapan yang dilakukan oleh pemerintah yang diawali sidang isbat. Dalam sidang isbat ini, turut terlibat perwakilan ormas Islam, ahli-ahli di bidang astronomi dan falak, serta pertimbangan MUI.

Dia menegaskan, pada 1447 Hijriah ini, hilal berada dalam ketinggian majal al-ikhtilaf (wilayah perbedaan pendapat), maka dipastikan akan terjadi perbedaan waktu penetapan hari raya Idul Fitri.

“Karena itu, perlu ada semangat saling menghormati dan saling menjaga atas terjadinya perbedaan tersebut. Perbedaan yang didasarkan pada pertimbangan ilmu akan melahirkan kesepahaman (tafahum); bukan pertentangan (tanazu’) dan permusuhan (‘adawah). Karenanya, beragama perlu dengan ilmu sehingga muncul spirit harmoni dan kebersamaan,” tegas Pembantu Rektor I, Institut Madani Nusantara ini

Dadang menjelaskan, bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa Idul Fitri jatuh pada Jumat (20/3), pada Jumat ia melaksanakan salat Idul Fitri dan tidak boleh berpuasa.

Sementara itu, bagi yang menggunakan ijtihad dengan patokan rukyah atau hisab imkanur rukyah dengan kriteria ketinggian hilal 3 derajat, dan bagi yang meyakini serta mengikuti pandangan bahwa Idul Fitri jatuh hari Sabtu, pelaksanaan salat Id pada Sabtu dan tidak boleh berpuasa di hari Sabtu tersebut. Selain itu, pada hari Jumat masih wajib berpuasa.

“Sebagai umat yang toleran, saling menghargai dan toleran sangat dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat. Moderasi beragama titik beratnya adalah, saling memahami bahwa perbedaan itu akan selalu muncul, tinggal sikap kita dalam menghadapinya,” pungkas Dadang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Polres Sukabumi Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

0

Bisnisnews.net || Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran tahun 2026, Polres Sukabumi menghadirkan layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis bagi warga Kabupaten Sukabumi.

Program ini disiapkan untuk membantu masyarakat yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama selama mudik, sehingga kendaraan yang ditinggalkan tetap terjaga keamanannya.

Warga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan menitipkan kendaraan di Mapolres Sukabumi maupun di seluruh polsek yang berada di bawah jajaran Polres Sukabumi.

Melalui layanan ini, pihak kepolisian berharap masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap keamanan kendaraan yang ditinggalkan di rumah.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa program penitipan kendaraan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran yang biasanya ditandai dengan meningkatnya aktivitas perjalanan.

Menurutnya, Polres Sukabumi bersama seluruh polsek jajaran siap menerima penitipan kendaraan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkannya secara maksimal agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman, nyaman, serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang meninggalkan rumah untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KBRI Abu Dhabi Imbau WNI di PEA Tetap Tenang dan Tingkatkan Kewaspadaan

0

Wartain.com || Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Persatuan Emirat Arab (PEA). Imbauan tersebut disampaikan menyusul dinamika situasi terkini di kawasan tersebut.

Melalui surat edaran bernomor SE.0085/KBRI-AD/WN/III/2026, KBRI Abu Dhabi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai mengingatkan seluruh WNI agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam imbauannya, WNI diminta untuk menghindari keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi area instalasi militer, infrastruktur objek vital, serta kawasan pusat ekonomi, zona teknologi, dan kantor perusahaan global yang berkaitan dengan negara-negara yang saat ini sedang berkonflik secara langsung.

KBRI juga menyarankan agar WNI tidak melakukan aktivitas di area pelabuhan demi menjaga keselamatan. Sementara bagi para awak kapal Indonesia yang bekerja di wilayah tersebut, diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan perusahaan serta mengikuti arahan dari otoritas maritim setempat.

Meski demikian, pihak KBRI menegaskan bahwa situasi keamanan di Persatuan Emirat Arab hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah PEA juga telah memberikan jaminan terkait keamanan dan keselamatan seluruh penduduk serta para residen yang berada di wilayahnya.

Apabila terjadi kondisi darurat di tempat tinggal maupun di lingkungan sekitar, WNI diminta segera melaporkan kepada pihak perwakilan RI melalui saluran hotline yang telah disediakan. WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Abu Dhabi di nomor +971566156259, serta Hotline KJRI Dubai di nomor +971563322611 atau +971564170333.

KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan secara intensif melalui koordinasi dengan otoritas setempat serta berbagai pihak terkait guna memastikan keselamatan seluruh WNI di wilayah Persatuan Emirat Arab.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Rumah Kosong di Cibadak, Dievakuasi ke RSUD Sekarwangi

0

Wartain.com || Warga Kampung Bantar Badak RT 05/04, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di sebuah rumah kosong pada Minggu malam (15/03/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga setempat yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, tim Inafis Forensik Polres Sukabumi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi jasad korban.

Proses evakuasi jenazah berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur relawan dan petugas, di antaranya Tim Pramuka Peduli, BPBD Kabupaten Sukabumi, serta IEA Sukabumi Raya. Setelah dilakukan penanganan awal di lokasi, jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Sekarwangi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di lokasi kejadian turut hadir Kapolsek Cibadak Kompol I Djubaedi, Kepala Desa Pamuruyan, serta para tokoh lingkungan setempat, termasuk Ketua RW 03 dan RW 04 Kampung Bantar Badak, Bowo dan Solah. Kepada awak media, mereka menyampaikan bahwa warga sekitar tidak mengenali sosok pria yang ditemukan meninggal dunia tersebut.

Hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas maupun penyebab kematian korban.

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diimbau untuk segera mendatangi kamar jenazah RSUD Sekarwangi guna membantu proses identifikasi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dekonstruksi Tatanan Dunia: Perang Iran – Amerika – Israel dan Lahirnya Kolonialisme Global Baru

0
Oplus_131072

Oleh Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Pendahuluan

Wartain.com || Perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat bukan sekadar konflik militer regional di Timur Tengah. Di balik operasi militer, sanksi ekonomi, serta propaganda global, tersimpan proses yang jauh lebih besar: rekonstruksi tatanan kekuasaan dunia.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, dunia berada di bawah sistem internasional yang dibangun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sistem ini mengklaim menjunjung hukum internasional, kedaulatan negara, dan penyelesaian konflik melalui diplomasi. Namun dalam beberapa dekade terakhir, sistem tersebut mengalami krisis legitimasi yang semakin nyata.

Perang Iran–Israel–Amerika menjadi titik penting yang memperlihatkan bahwa dunia sedang bergerak dari tatanan hukum internasional menuju tatanan kekuasaan geopolitik.

Dengan kata lain, dunia sedang menyaksikan proses dekontruksi PBB dan lahirnya bentuk baru kolonialisme global.

1. Iran dalam Peta Strategi Global.

Iran bukan sekadar negara di Timur Tengah. Dalam perspektif intelijen strategis, Iran adalah simpul geopolitik yang sangat penting karena tiga faktor utama.

1. Energi

Iran berada di pusat wilayah yang mengendalikan sebagian besar cadangan energi dunia. Selat Hormuz yang berada di wilayah Iran merupakan jalur utama perdagangan minyak global.
Jika jalur ini terganggu, ekonomi dunia akan mengalami guncangan besar.

2. Posisi Geografis

Iran berada di persimpangan antara:
-Timur Tengah
-Asia Tengah
-Rusia
-Asia Selatan.
Posisi ini menjadikan Iran sebagai penghubung strategis dalam jalur perdagangan dan militer.

3. Ideologi Politik

Berbeda dengan banyak negara Timur Tengah lain yang berada dalam orbit Barat, Iran sejak Revolusi 1979 membangun identitas sebagai negara yang menentang dominasi Barat.

Karena itulah Iran dipandang sebagai tantangan geopolitik bagi dominasi Amerika di kawasan tersebut.

2. Israel sebagai Pilar Geopolitik Barat.

Israel bukan hanya sekutu militer Amerika Serikat. Dalam perspektif geopolitik global, Israel berfungsi sebagai outpost strategis Barat di Timur Tengah.

Fungsi ini meliputi:
pusat intelijen regional
kekuatan militer teknologi tinggi
pengendali keseimbangan kekuatan kawasan

Melalui Israel, Amerika dapat mempertahankan pengaruhnya di kawasan yang sangat penting bagi energi dunia.
Karena itu konflik Israel dengan Iran tidak dapat dipahami hanya sebagai konflik ideologi atau agama, tetapi sebagai pertempuran antara dua arsitektur geopolitik.

3. Amerika Serikat dan Strategi Hegemoni Global.

Sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991, Amerika Serikat menjadi kekuatan dominan dunia. Namun dominasi tersebut mulai menghadapi tantangan dari kekuatan baru seperti Rusia dan China.
Dalam kondisi ini, strategi Amerika berubah dari:
global governance → menjadi strategic containment.
Artinya, Amerika berusaha:
mencegah munculnya kekuatan yang dapat menantang hegemoninya
mempertahankan kontrol atas wilayah strategis dunia
menjaga sistem ekonomi global yang mendukung dominasi dolar.
Iran dipandang sebagai bagian dari poros yang berpotensi mendukung sistem multipolar bersama Rusia dan China.

4. Dekonstruksi Sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk setelah Perang Dunia II untuk mencegah konflik global. Namun dalam praktiknya, lembaga ini semakin kehilangan kemampuan untuk mengendalikan konflik internasional.

Beberapa faktor utama menyebabkan hal ini:

1. Hak Veto Negara Besar.

Negara besar dapat memblokir keputusan Dewan Keamanan sehingga banyak konflik tidak dapat diselesaikan.

2. Politik Kepentingan Nasional.

Negara-negara besar lebih memilih bertindak sendiri daripada mengikuti mekanisme kolektif.

3. Ketimpangan Kekuasaan.

PBB sering menjadi arena legitimasi bagi kepentingan geopolitik negara kuat.
Akibatnya, banyak operasi militer modern terjadi tanpa mandat penuh PBB.
Hal ini menunjukkan bahwa sistem internasional sedang bergerak menuju era pasca-PBB.

5. Board of Peace dan Arsitektur Kekuasaan Baru.

Dalam beberapa tahun terakhir muncul konsep lembaga internasional baru yang disebut sebagai Board of Peace.

Secara formal, lembaga ini dirancang untuk mengelola konflik dan rekonstruksi wilayah. Namun sebagian analis menilai bahwa mekanisme ini dapat berfungsi sebagai alat manajemen geopolitik oleh koalisi negara kuat.

Jika PBB didasarkan pada prinsip kesetaraan negara, maka struktur seperti Board of Peace cenderung:
dikendalikan oleh kekuatan besar
menentukan agenda global secara selektif
mengelola wilayah konflik secara langsung.

Fenomena ini dapat dianggap sebagai bentuk administrasi geopolitik global.

6. Kolonialisme dalam Bentuk Baru.

Kolonialisme klasik dilakukan melalui pendudukan langsung wilayah oleh kekuatan asing. Namun kolonialisme modern memiliki bentuk yang lebih kompleks.

Beberapa bentuk kolonialisme baru meliputi:

1. Dominasi Ekonomi

Negara kuat mengendalikan sistem finansial global.

2. Kontrol Energi

Wilayah kaya energi berada dalam pengaruh geopolitik kekuatan besar.

3. Intervensi Militer Terbatas.

Konflik lokal sering dikelola melalui perang proksi.

4. Rekonstruksi Wilayah.

Wilayah yang hancur akibat konflik kemudian dibangun kembali melalui sistem yang dikendalikan oleh kekuatan luar.

Dalam kerangka ini, perang sering menjadi tahap awal dari proses restrukturisasi politik wilayah.

7. Menuju Dunia Multipolar.

Saat ini dunia sedang memasuki fase transisi menuju sistem multipolar.
Beberapa kekuatan baru mulai muncul:
Rusia dengan kekuatan militer dan energi
China dengan kekuatan ekonomi dan teknologi

Iran sebagai kekuatan regional independen
negara-negara Global South yang semakin berani menolak dominasi Barat.
Konflik Iran dengan Israel dan Amerika dapat dilihat sebagai bagian dari pertarungan antara sistem lama dan sistem baru.

8. Implikasi bagi Dunia Islam

Selama beberapa dekade terakhir, dunia Islam sering menjadi medan konflik geopolitik global.

Wilayah ini memiliki tiga sumber daya strategis:
energi
jalur perdagangan
posisi geografis penting.

Namun banyak negara Muslim belum mampu membangun kekuatan politik yang independen sehingga sering menjadi arena perebutan pengaruh.

Tantangan besar bagi dunia Islam adalah bagaimana membangun:
kemandirian politik
kekuatan ekonomi
serta kesadaran peradaban.

Tanpa itu, kawasan ini akan terus menjadi arena konflik geopolitik global.

Kesimpulan.

Perang Iran–Israel–Amerika bukan hanya konflik militer regional. Ia merupakan bagian dari proses besar perubahan tatanan dunia.
Konflik ini memperlihatkan beberapa realitas penting:
melemahnya sistem internasional yang dibangun setelah Perang Dunia II
munculnya struktur kekuasaan global baru di luar PBB
meningkatnya persaingan antara kekuatan besar dunia
kemungkinan lahirnya sistem multipolar di masa depan.

Dunia sedang memasuki fase sejarah baru di mana hukum internasional semakin sering digantikan oleh logika kekuasaan geopolitik.

Dalam konteks inilah konflik Iran menjadi salah satu titik penting yang menentukan arah politik global abad ke-21.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Berbahagialah Orang yang Berpuasa di Hari ke-26, Dapat Pahala Begini!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pada hari ke-26 Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan guna meraih pahala yang berlipat ganda. Berikut adalah tiga pahala yang dapat diperoleh dengan memperbanyak ibadah pada hari ke-26 Ramadan:

1. Meraih Keutamaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana Al-Quran pertama kali diturunkan. Malam istimewa ini diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan, termasuk malam ke-27 yang bertepatan dengan hari ke-26 puasa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 2-3: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” Dengan memperbanyak ibadah pada malam tersebut, seperti salat malam, zikir, dan membaca Al-Quran, umat Islam berpeluang mendapatkan pahala yang setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun.

2. Mendapatkan Ampunan dan Rahmat Allah SWT

Pada 10 hari terakhir Ramadan, Allah SWT membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya dengan lebih luas. Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.” Dengan memperbanyak istighfar dan memohon ampunan pada hari ke-26 Ramadan, umat Islam berkesempatan untuk diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan rahmat Allah SWT.

3. Pahala Itikaf dan Salat Malam

Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir Ramadan, termasuk melakukan itikaf di masjid dan memperbanyak salat malam (qiyamul lail). Aisyah radhiyallahu anha berkata: “Ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, Rasulullah SAW biasanya mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Dengan mengikuti sunnah ini pada hari ke-26 Ramadan, umat Islam dapat meraih pahala besar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan memanfaatkan hari ke-26 Ramadan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, umat Islam dapat meraih berbagai keutamaan dan pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)