26.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 9, 2026
Beranda blog Halaman 217

Ketua DPRD Sukabumi Ajak Masyarakat Manfaatkan Malam Lailatul Qadar untuk Memperbanyak Doa

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, khususnya malam Lailatul Qadar, dengan memperbanyak doa dan meningkatkan kualitas ibadah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Muhibah Ramadan tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Masjid Besar Al-Hidayah, Kecamatan Sagaranten, pada Jumat (13/3/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Azhar menyampaikan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkannya dengan memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT.

“Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa. Mari kita panjatkan doa-doa terbaik kita. Semoga Allah SWT mendengar dan mengabulkan segala harapan kita, mengampuni segala dosa kita, serta menerima seluruh amal ibadah yang telah kita lakukan,” ujarnya, Sabtu (14/03/2026).

Ia juga berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan Muhibah Ramadan menjadi salah satu sarana silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, sekaligus menjadi momentum untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.

Selain dihadiri unsur DPRD, kegiatan Muhibah Ramadan tingkat kabupaten tersebut juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hari ke-25 Puasa Ramadan, Inilah Pahala yang Akan Didapat

0
Oplus_131072

Hari ke-25 Puasa Ramadan, Inilah Pahala yang Akan Didapat

Wartain.com || Bulan suci Ramadhan memasuki fase akhir yang penuh keberkahan. Salah satu momentum yang dinanti umat Islam adalah keutamaan puasa Ramadhan hari ke-25, yang diyakini membawa pahala besar bagi mereka yang tetap istiqamah menjalankan ibadah hingga penghujung bulan suci.

Pada hari ke-25 Ramadhan, umat Muslim yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan diyakini akan mendapatkan keutamaan khusus dari Allah SWT.

Dalam sejumlah literatur keislaman disebutkan bahwa Allah memberikan makanan dan minuman sebagai balasan pahala serta menghilangkan rasa takut dan kesedihan dari hati hamba-Nya yang berpuasa.

Keutamaan ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan yang sarat dengan pahala dan keberkahan.

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-25 Menurut Ulama

Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, dijelaskan bahwa umat Islam yang menjalankan puasa Ramadhan hari ke-25 dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah SWT.

Beberapa keutamaan yang disebutkan antara lain:

* Allah memberikan makanan dan minuman sebagai balasan pahala.
* Allah menghilangkan rasa takut dan kesedihan dari hati orang yang berpuasa.
* Pahala ibadah dilipatgandakan selama bulan Ramadhan.
* Mendapat rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Keutamaan-keutamaan tersebut menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan tetap menjaga semangat beribadah hingga akhir Ramadhan agar tidak kehilangan kesempatan meraih pahala besar.

Puasa Tidak Hanya Menahan Lapar dan Dahaga

Para ulama juga menekankan bahwa puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Agar pahala puasa menjadi sempurna, seorang Muslim juga harus menjaga perilaku lahir dan batin selama menjalankan ibadah tersebut.

Beberapa hal yang perlu dijaga saat berpuasa antara lain:

* Menjaga lisan dari ghibah atau menggunjing orang lain
* Menghindari prasangka buruk terhadap sesama
* Mengendalikan emosi dan hawa nafsu
* Menjaga pandangan dan perbuatan dari hal yang tidak baik
* Memperbanyak amal kebaikan

Jika puasa hanya dilakukan secara lahiriah tanpa menjaga perilaku, maka seseorang dikhawatirkan hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga tanpa pahala yang diharapkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Guncangan Saat Makan Sahur, Kagetkan Warga Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Masyarakat Kabupaten Sukabumi dikejutkan dengan guncangan gempa bumi tektonik pada Minggu (15/03/2026) dini hari (saat sebagian orang sudah makan sahur). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 4,1.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto, ST, MM, mengungkapkan bahwa gempa terjadi tepat pukul 00:36:13 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 6.97 LS dan 106.98 BT.

“Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km Tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 5 km,” kata Hartanto dalam keterangan resminya.

Penyebab Gempa

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hal ini dipicu oleh adanya aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

Wilayah yang Merasakan

Guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Nyalindung dengan Skala Intensitas IV MMI. Di wilayah ini, getaran dirasakan orang banyak di dalam rumah, gerabah pecah, hingga jendela dan pintu yang berderik.

Selain Nyalindung, guncangan Skala III-IV MMI juga dirasakan di wilayah Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya, hingga Cianaga. Sementara untuk wilayah Palabuhanratu, Bogor, dan Cianjur Kota, getaran dirasakan dengan skala II-III MMI.

Belum Ada Laporan Kerusakan

Meski getaran dirasakan cukup nyata seperti truk yang melintas, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan dampak dari gempa bumi tersebut.

“Hingga pukul 01:15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” tambah Hartanto.

Pihak BMKG mengimbau warga Sukabumi dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak benar. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG atau melalui aplikasi InfoBMKG.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Langkah Ginting Terhenti di Semifinal Swiss Open 2026 usai Takluk dari Wakil Jepang

0

Wartain.com || Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus mengubur impiannya untuk melaju ke partai puncak turnamen Yonex Swiss Open 2026. Ginting dipaksa menyerah oleh wakil Jepang, Yushi Tanaka, dalam babak semifinal yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Minggu, 15 Maret 2026. Pertandingan ini menjadi sorotan karena status Ginting sebagai salah satu pemain unggulan di turnamen kategori BWF World Tour Super 300 tersebut.

Dalam laga yang berlangsung cukup intens tersebut, Ginting kalah melalui permainan straight game dengan skor 17-21 dan 12-21. Pada gim pertama, atlet asal Cimahi ini sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan sengit dan mencoba mendominasi ritme permainan di menit-menit awal. Namun, Yushi Tanaka tampil sangat disiplin dan mampu membalikkan keadaan di poin-poin kritis hingga mengamankan gim pertama.

Memasuki gim kedua, performa Ginting justru terlihat menurun dan kesulitan keluar dari tekanan lawan. Kesalahan-kesalahan sendiri sering terjadi yang akhirnya memberikan keuntungan poin bagi Tanaka secara cuma-cuma. Alhasil, jarak skor pun melebar cukup jauh hingga Ginting harus merelakan tiket final jatuh ke tangan wakil Negeri Sakura tersebut dengan skor telak 12-21 di gim penutup.

Pihak PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) melalui keterangan resminya menyayangkan hasil ini, mengingat Ginting sempat mencatatkan momen-momen baik di awal setiap gim. Meskipun gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga, tim pelatih menilai ada banyak catatan positif yang bisa diambil dari performa Ginting selama bertanding di Swiss untuk dijadikan bahan evaluasi pada turnamen berikutnya.

Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan kehilangan satu wakil di sektor tunggal putra pada partai final Swiss Open 2026. Kekalahan ini menjadi motivasi bagi Ginting untuk segera bangkit dan mempersiapkan diri lebih kuat guna menghadapi kompetisi internasional mendatang. Sementara itu, Yushi Tanaka melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara di turnamen bergengsi ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Putri Kusuma Wardani Melenggang ke Final Swiss Open 2026 Usai Taklukkan Nozomi Okuhara

0

Wartain.com || Tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, sukses mengamankan tiket ke babak final turnamen BWF World Tour Super 300 Yonex Swiss Open 2026. Kepastian ini didapat setelah Putri KW menumbangkan mantan juara dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara, dalam laga semifinal yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, pada Sabtu (14/3/2026) waktu setempat.

Tampil sebagai unggulan pertama, Putri KW menunjukkan dominasinya sejak awal gim pertama. Meskipun Okuhara mencoba memberikan perlawanan dengan permainan reli panjang khasnya, Putri tetap tenang dan berhasil menutup gim pembuka dengan skor 21-16. Kemenangan di gim pertama ini menjadi modal kepercayaan diri yang besar bagi pemain kelahiran Tangerang tersebut untuk terus menekan pertahanan lawan.

Memasuki gim kedua, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Putri Kusuma Wardani. Ia tidak memberikan ruang bagi Okuhara untuk mengembangkan permainan, bahkan sempat unggul jauh dalam perolehan poin. Lewat penempatan bola yang akurat dan serangan yang tajam, Putri menyudahi perlawanan wakil Jepang tersebut dengan skor telak 21-13, sekaligus menyegel kemenangan dalam durasi pertandingan yang cukup efisien.

Hasil gemilang ini membawa Putri KW selangkah lebih dekat dengan podium tertinggi di Basel. Keberhasilannya menembus partai puncak merupakan bukti konsistensi performanya di awal musim 2026, sekaligus menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar juara di sektor tunggal putri. Kemenangan ini juga mempertegas statusnya sebagai pemain peringkat atas yang patut diperhitungkan dalam kalender turnamen Eropa.

Kini, fokus Putri beralih sepenuhnya ke babak final yang akan digelar pada Minggu besok. Tim pelatih berharap Putri dapat menjaga kondisi fisik dan mentalnya agar tetap prima saat menghadapi lawan terakhirnya di partai puncak. Keberhasilan menembus final ini pun diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet Indonesia lainnya yang masih berjuang di turnamen tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Sajadah Literasi di Ujung Senja: Menjemput “Mubarakah” di Tengah Riuh Dunia

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/Pensehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi Raya

Wartain.com || Di bawah langit Komplek Perkantoran Cisaat yang perlahan meredup, Sabtu (14/03/2026), aroma takjil bercampur dengan hangatnya persaudaraan. Sore itu, di Kantor PWI Kabupaten Sukabumi, buka bersama bukan sekadar ritual penggugur lapar. Ia adalah sebuah perhentian spiritual, sebuah “i’tikaf” kecil bagi para pengetik berita untuk merenungi arah pena di tengah pusaran zaman yang kian tak menentu.

Filosofi Kebersamaan: Satu Tubuh, Satu Pena

Kehadiran jajaran pengurus, anggota, hingga tokoh-tokoh sentral seperti Ketua PLT Abah Anom, serta para penasehat—Kang Aves dan H. Rahmat—ditambah kehadiran Ketua SMSI Sukabumi Raya, Kang Sule, menciptakan harmoni yang magis. Dalam kacamata filsafat, pertemuan ini adalah bentuk Communitas; sebuah ruang di mana ego individual melebur demi tujuan kolektif.

Abah Anom dan para sesepuh mengingatkan bahwa jurnalis bukan sekadar pelapor fakta, melainkan pemegang amanah “kalam”. Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi simbol bahwa transmisi nilai dan kebijaksanaan harus terus mengalir, menjaga api idealisme agar tak padam tertiup angin pragmatisme.

Spritualitas Literasi: Jalan Menuju “Mubarakah”

Diskusi yang mengalir di sela waktu berbuka mengerucut pada satu misi suci: Gerakan Literasi. Dalam dimensi spiritual, literasi adalah “Iqra”—perintah untuk membaca semesta. PWI Kabupaten Sukabumi memandang literasi sebagai instrumen pencerahan untuk mendukung visi Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif) yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.

Pena jurnalis harus menjadi obor yang menerangi jalan menuju kemandirian. Literasi yang dibangun adalah literasi yang membumi, mendorong optimalisasi potensi lokal:

_Kemandirian Pangan & Energi:_ Mengajak rakyat mencintai tanahnya sendiri di tengah krisis global.

_Sektor Pariwisata:_ Narasi yang mengundang dunia melihat keindahan tanah Sukabumi yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

_Iklim Investasi:_ Menciptakan kondusifitas melalui berita yang menyejukkan namun tetap kritis-konstruktif.

Menatap Ufuk Global: Literasi di Ambang Prahara

Namun, di balik kehangatan kopi dan teh manis, terselip kesadaran akan bayang-bayang kelam di ufuk dunia. Ketegangan global—konflik AS-Israel melawan Iran—bukan lagi sekadar berita internasional di layar gawai. Ia adalah ancaman nyata yang bisa merobek stabilitas ekonomi hingga ke pelosok desa.

Di sinilah peran spiritual-intelektual jurnalis PWI diuji. Kita berada di ambang spekulasi Perang Dunia III. Literasi harus menjadi perisai; menyiapkan mental masyarakat agar tidak terombang-ambing oleh kepanikan, melainkan tetap fokus pada ketahanan mandiri. Jurnalis bertugas memberikan “jamu” informasi agar masyarakat siap menghadapi dampak ekonomi dan sosial dari benturan peradaban di Timur Tengah.

Penutup: Berbuka untuk Berbakti

Saat azan berkumandang, tegukan air pertama adalah simbol syukur atas nikmat persatuan. Bagi PWI Kabupaten Sukabumi, momentum 14 Maret ini adalah “recharge” batin. Bahwa tugas jurnalis adalah tugas kenabian: menyampaikan kebenaran, memberi peringatan, dan membawa kabar pencerahan bagi kemajuan daerah.

Di tangan para jurnalis inilah, visi Sukabumi yang Mubarakah bukan lagi sekadar slogan, melainkan doa yang mewujud dalam kerja nyata literasi, demi menjaga kedaulatan bangsa di tengah carut-marut dunia yang kian renta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jalin Kebersamaan, PWI Kabupaten Sukabumi Gelar Buka Bersama

0
Oplus_131072

Wartain.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang dihadiri para wartawan dari berbagai media yang masuk keanggotaan PWI. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Sukabumi, Komplek Gelanggang Cisaat, Jalan Wartawan, Desa Sukmanah Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 14/03/2026.

Kegiatan bukber tersebut dihelat, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antar jurnalis yang masuk keanggotaan PWI, khususnya di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini.

Suasana kebersamaan terlihat sejak para wartawan mulai berdatangan hingga waktu berbuka puasa tiba. Para jurnalis dari berbagai media tersebut tampak hadir dan saling berinteraksi dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat komunikasi dan solidaritas antar wartawan yang selama ini menjalankan tugas peliputan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nurudin Zain Samsyi atau yang akrab disapa Bah Anom mengatakan, kegiatan tersebut digagas dalam rangka menjalin kebersamaan diantara para wartawan serta mempererat ukhuwah Islamiyah, selama melaksanakan puasa Ramadan.

“Kegiatan ini sengaja digagas untuk menjalin silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Momentum puasa ini Kami jadikan refleksi untuk saling mengingatkan akan pentingnya kebersamaan dalam membangun organisasi yang kita cintai,” kata Bah Anom.

“Selama ini kita kan  jarang berkumpul, bukber inilah menjadi sarana menjalin serta merajut persatuan. Terlebih dibukan suci ramadan menjelang hari raya Idulfitri. Berkumpulnya kita bisa dijadikan ajang saling memaafkan,” tambah Bah Anom.

Sementara itu, Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi Aam Abdul Salam, S.Ag mengungkapkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menata mental dan menjaga kejernihan berpikir, khususnya bagi wartawan dalam menjalankan profesinya.

“Wartawan perlu menata mental agar dapat menulis dengan pikiran yang sehat dan bersih. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik sangat dipengaruhi oleh tingkat kesehatan mental masyarakat, termasuk orang yang memproduksi informasi itu sendiri,” ungkap Aam.

Aam juga menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kekompakan antar pengurus dalam menjalankan program organisasi.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi dan kebersamaan di lingkungan PWI Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pria Ditemukan Meninggal di WC Masjid di Cikole Sukabumi

0

Wartain.com || Warga Kampung Babakan Mageung, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang sudah dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi Masjid Jami Al Mahfudziah, Jumat (13/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu sejumlah warga bersama para pelajar yang berada di sekitar masjid menemukan korban tergeletak di dalam WC dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban kemudian diketahui bernama Enur (46), warga Kampung Cibeureum RT 01/09, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kapolsek Cikole, Ma’ruf, membenarkan adanya laporan terkait penemuan jasad seorang pria di area masjid tersebut. Menurutnya, korban sebelumnya sempat terlihat oleh saksi saat waktu salat Asar.

“Menurut keterangan saksi, korban sempat terlihat berada di sekitar masjid saat salat Asar. Kemudian pada malam hari ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi masjid,” ujar Ma’ruf, Sabtu (14/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengenakan celana jeans berwarna hitam dan kaos lengan panjang berwarna oranye.

Petugas yang melakukan pengecekan di lokasi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

KADIN Ciamis dan LAZ Hidayah Berbagi Indonesia Salurkan Paket Pangan Lebaran untuk Yatim dan Lansia

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan LAZ Hidayah Berbagi Indonesia (HBI) menyalurkan bantuan paket pangan Lebaran kepada masyarakat yang membutuhkan di kawasan Darma Caang, Kabupaten Ciamis.

Sebanyak 50 penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 18 anak yatim dan 32 lanjut usia (lansia) dhuafa. Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pangan untuk membantu meringankan kebutuhan mereka menjelang perayaan Idulfitri.

Direktur LAZ Hidayah Berbagi Indonesia, Muhamad Fauzi Ridwan, S.Pd.I, mengatakan program Paket Pangan Lebaran ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang hari raya.

“Melalui program Paket Pangan Lebaran ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan saudara-saudara kita, sekaligus menghadirkan kebahagiaan menjelang Hari Raya,” ujarnya. Sabtu, (14/3/2026).

Sementara itu, perwakilan KADIN Kabupaten Ciamis, Sobur, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pihaknya dengan LAZ Hidayah Berbagi Indonesia. Ia menyebut proses koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan cepat sehingga program dapat terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah proses koordinasi dalam penyampaian amanah ini berjalan sangat cepat sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Senyum para penerima manfaat menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga filantropi mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Melalui momentum Ramadan ini, LAZ Hidayah Berbagi Indonesia juga mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat berbagai program kemanusiaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, di antaranya penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh serta program paket iftar bagi para pengungsi Palestina pada akhir Ramadan.

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kebaikan dan kepedulian sosial yang terus digerakkan bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Ciamis)

Jelang Mudik Lebaran, KAI Ingatkan Aturan Pembatalan dan Perubahan Jadwal Tiket Kereta

0

Wartain.com || Menjelang periode Angkutan Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan masyarakat yang akan mudik menggunakan kereta api untuk memahami ketentuan terkait pembatalan tiket maupun perubahan jadwal perjalanan (reschedule).

Bagi masyarakat Sukabumi yang kerap memanfaatkan layanan kereta seperti KA Pangrango dan KA Siliwangi, memahami aturan tersebut dinilai penting agar tidak mengalami kendala jika terjadi perubahan rencana perjalanan di tengah padatnya arus mudik.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyarankan pelanggan memanfaatkan aplikasi Access by KAI saat melakukan pembatalan maupun perubahan jadwal tiket karena dinilai lebih praktis dan efisien, terutama pada masa mudik Lebaran.

“Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan bisa melakukan pembatalan atau reschedule tanpa harus datang ke stasiun dan antre di loket. Namun tetap perhatikan batas waktu pengajuannya agar tidak melewati ketentuan,” ujar Franoto, Sabtu (14/3/2026).

Aturan Pembatalan Tiket

KAI menetapkan pembatalan tiket kereta api jarak jauh dapat dilakukan paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta, dengan syarat tiket sudah tercatat di sistem. Apabila melewati batas waktu tersebut, tiket akan dinyatakan hangus.

Dalam proses pembatalan, penumpang diwajibkan menunjukkan identitas asli yang sesuai dengan data pada tiket. Jika pembatalan dilakukan oleh pihak lain, harus disertai surat kuasa bermaterai serta melampirkan fotokopi identitas pemberi dan penerima kuasa, serta KTP asli pemilik tiket.

Pengajuan pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, mesin Loketbox di stasiun, maupun loket pembatalan.

Pelanggan yang membatalkan tiket akan dikenakan potongan sebesar 25 persen dari harga tiket di luar bea pesan. Dengan demikian, dana yang dikembalikan kepada pelanggan sebesar 75 persen dari harga tiket.

Dana hasil pembatalan melalui aplikasi maupun Loketbox akan dikirimkan ke rekening bank atau dompet digital.

Sementara jika pembatalan dilakukan di loket stasiun, pengembalian dana bisa ditransfer ke rekening atau diambil secara tunai. Proses pengembalian diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hari.

Ketentuan Perubahan Jadwal
Selain pembatalan, pelanggan juga dapat mengajukan perubahan jadwal perjalanan dengan sejumlah ketentuan.

Perubahan jadwal secara online dapat dilakukan apabila tiket telah lunas dan belum dicetak menjadi boarding pass. Pengajuan melalui aplikasi dapat dilakukan paling lambat dua jam sebelum keberangkatan kereta.

Jika melewati batas waktu tersebut, pelanggan masih dapat melakukan perubahan jadwal melalui loket stasiun dengan batas waktu maksimal satu jam sebelum kereta berangkat.

Reschedule hanya dapat diajukan oleh penumpang yang bersangkutan dan berlaku selama kursi pada jadwal baru masih tersedia. Pelanggan juga dapat mengubah tanggal keberangkatan, jam perjalanan, hingga memilih kereta lain sesuai kebutuhan.

Dalam proses perubahan jadwal, pelanggan akan dikenakan biaya sebesar 25 persen dari harga tiket di luar bea pesan. Jika harga tiket baru lebih tinggi, pelanggan harus membayar selisihnya. Namun apabila harga tiket lebih rendah, selisih biaya tidak dapat dikembalikan.

KAI juga mengingatkan bahwa beberapa tiket promo memiliki ketentuan khusus terkait pembatalan maupun perubahan jadwal.

Namun jika pembatalan terjadi akibat gangguan operasional dari pihak KAI, pelanggan berhak mendapatkan pengembalian dana secara penuh.

Selain itu, bagi penumpang yang membawa anak di bawah usia tiga tahun tetap diwajibkan memesan tiket infant. Tiket tersebut tidak dikenakan biaya, namun anak tidak mendapatkan kursi sendiri dan harus dipangku selama perjalanan.

Pemesanan tiket infant dapat dilakukan bersamaan saat membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI atau melalui loket stasiun sebelum perjalanan dimulai.

KAI mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik dengan baik serta memahami seluruh ketentuan yang berlaku, sehingga perjalanan selama Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau melalui email cs@kai.id.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik