26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 223

Brimob Batalyon D Pelopor Perkuat Tim SAR Gabungan Cari Anak Diduga Hanyut di Ciamis

0

Wartain.com || Personel SAR dari Kompi 4 Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian seorang anak yang diduga hanyut di aliran Sungai Citanduy, Kabupaten Ciamis. Keterlibatan Brimob dalam operasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap tim SAR gabungan dalam upaya kemanusiaan membantu masyarakat.

Pencarian dilakukan setelah seorang anak bernama Arkenan Joan Rahardi (5), warga Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, dilaporkan hilang pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum dilaporkan hilang korban diduga bermain air di saluran drainase atau selokan yang berada di dekat rumahnya. Saluran tersebut terhubung dengan Sungai Ciluncat yang kemudian bermuara ke Sungai Citanduy. Saat hujan deras turun, debit air meningkat dan arus menjadi cukup kuat sehingga korban diduga terseret aliran air.

Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, S.E., M.M., memerintahkan pengerahan personel SAR Brimob untuk membantu proses pencarian di lapangan.

Sebanyak 10 personel Brimob diterjunkan dalam operasi pencarian yang dipimpin oleh Bripka Aditya Santika. Tim SAR Brimob bergabung dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Citanduy.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob menggunakan perahu karet serta perahu nelayan milik warga untuk menyusuri sejumlah titik di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran dari hulu hingga beberapa titik hilir yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Untuk mendukung operasi tersebut, tim SAR Brimob dilengkapi dengan berbagai peralatan keselamatan dan perlengkapan pencarian, di antaranya pelampung, ban penyelamat, helm SAR, serta tali penyelamatan guna menunjang keselamatan personel serta efektivitas proses pencarian.

Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, mengatakan bahwa keterlibatan personel Brimob dalam operasi tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Kami menerjunkan personel SAR Brimob untuk membantu proses pencarian bersama tim SAR gabungan. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat dalam situasi darurat,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat terus dilakukan agar proses pencarian berjalan optimal dan dapat menjangkau area yang lebih luas di sepanjang aliran sungai.

“Personel kami akan terus membantu proses pencarian hingga korban dapat ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat musim hujan karena debit air sungai dapat meningkat dan arus menjadi lebih deras,” tambahnya.

Selain personel Brimob, operasi pencarian juga melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, Satpol PP, unsur pemerintahan kelurahan linggasari, serta warga dan relawan setempat.

Proses pencarian telah dilakukan sejak hari pertama kejadian dan dilanjutkan pada Rabu (11/3/2026) dengan menyisir aliran Sungai Ciluncat di sekitar kawasan Perumahan Lembah Medina sebagai lokasi awal kejadian. Tim kemudian memperluas pencarian hingga ke aliran Sungai Citanduy, termasuk di sekitar Bendungan Leuwi Keris wilayah Bulak Laut, yang dikenal sebagai area pemancingan dan lokasi keramba ikan.

Memasuki hari ketiga pencarian pada Jumat (13/3/2026), personel SAR Brimob kembali diberangkatkan ke lokasi untuk melanjutkan operasi penyisiran bersama tim SAR gabungan dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Seluruh unsur yang terlibat berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Keterlibatan Brimob dalam operasi ini menjadi wujud komitmen Korps Brimob Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sebagaimana semangat yang diusung yaitu “Brimob untuk Nusa dan Bangsa.” (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Kabag Kesra Evaluasi Program Muhibah Ramadan, Tekankan Transparansi Undian Umroh

0

Wartain.com || Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Sukabumi, H. Andi mengevaluasi terhadap pelaksanaan rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan yang digelar di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Evaluasi tersebut terutama berkaitan dengan mekanisme kepesertaan dalam undian hadiah umroh yang menjadi salah satu agenda kegiatan.

Menurutnya, pada pelaksanaan sebelumnya sempat terjadi miskomunikasi terkait proses pengundian umroh di beberapa lokasi. Dalam aturan awal, nama peserta yang terpilih tetap dinyatakan sebagai pemenang meskipun yang bersangkutan tidak hadir saat pengundian berlangsung.

Namun setelah dilakukan musyawarah bersama, akhirnya diputuskan bahwa mekanisme undian dikembalikan seperti semula, yakni pemenang harus hadir di lokasi saat pengundian sebagai bentuk penghargaan kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung.

“Keinginan Pak Bupati tetap yang hadir yang diprioritaskan, sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang datang mengikuti kegiatan,” ujarnya setelah pelaksanaan Muhibah di Kecamatan Jampangtengah, Kamis (12/03/2026).

Ia menambahkan, dari sembilan titik kegiatan yang telah dilaksanakan, evaluasi terutama difokuskan pada aspek kepesertaan undian umroh. Sementara untuk pelaksanaan kegiatan lainnya seperti penyediaan konsumsi dan penyaluran bantuan sosial dinilai sudah berjalan dengan baik.

Adapun rangkaian Muhibah Ramadan masih akan dilanjutkan di dua lokasi terakhir, yakni di wilayah Cidahu dan Bantargadung, sebelum seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kegiatan Muhibah Ramadan memiliki tujuan utama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya mendekatkan hubungan antara umaro (pemerintah), ulama, dan umat.

“Kegiatan ini untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, mendekatkan antara umaro, ulama, dan umat. Semua unsur berkolaborasi, mulai dari pemerintah hingga lembaga keagamaan seperti DMI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi lainnya,” jelasnya.

Salah satu hal yang membedakan pelaksanaan Muhibah Ramadan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya adalah adanya program undian umroh bagi masyarakat.

Bahkan pada kegiatan di wilayah Palabuhanratu, tercatat enam orang mendapatkan kesempatan berangkat umroh, sementara di beberapa kecamatan lainnya terdapat satu hingga dua penerima.

Para penerima undian umroh tersebut rencananya akan diberangkatkan secara bersama dan dilepas secara resmi oleh Bupati Sukabumi. Namun waktu keberangkatan masih menunggu situasi yang dinilai lebih kondusif.

“Untuk keberangkatan nanti akan dilepas oleh Pak Bupati. Hanya saja waktunya masih menunggu kondisi yang tepat, mengingat situasi global saat ini. Tapi dari sisi travel sudah siap,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Dukung Operasi Ketupat Lodaya, Wujudkan Mudik Aman Nyaman dan Selamat 

0

Wartain.com || Polres Sukabumi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Kamis (12/3/2026).

Pada apel yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” tersebut, Kapolres Sukabumi AKBP Samian bertindak sebagai inspektur apel.

Dalam kesempatan itu, Kapolres didampingi langsung oleh Bupati Sukabumi H Asep Japar sebagai bentuk dukungan Pemkab. Sukabumi terhadap kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam mengantisipasi potensi kemacetan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada lalu lintas, tetapi juga kawasan wisata, terutama pantai di wilayah selatan Sukabumi yang diprediksi akan dipadati pengunjung selama libur Lebaran.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya terjadi peningkatan kasus kecelakaan laut. Karena itu, pada operasi tahun ini pengamanan di kawasan pesisir akan diperkuat.

“Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut, tahun ini kami mempertebal personel di wilayah selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Bupati berharap sinergi seluruh pihak dapat memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, serta selamat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Mudah-mudahan dalam menghadapi Idulfitri ini kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) atau simulasi pengamanan arus mudik yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jampangtengah Jadi Lokasi Muhibah Ramadan Tingkat Kabupaten, Camat: Warga Dapat Kehormatan dan Keberkahan

0

Wartain.com || Warga Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mendapat kehormatan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Muhibah Ramadan tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 1447 Hi/2026 M.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam di wilayah tersebut.

Camat Jampangtengah, Chaerul Ichwan, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Kecamatan Jampangtengah sebagai salah satu dari 10 kecamatan yang menjadi lokasi Muhibah Ramadan dari total 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Warga masyarakat Kecamatan Jampangtengah mendapatkan suatu kehormatan dan keberkahan karena menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Muhibah Ramadan tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 1447 Hijriah. Dari 47 kecamatan, hanya 10 kecamatan yang terpilih,” ujarnya saat memberikan sambutan di Masjid Besar Al-Huriyah, Kecamatan Jampangtengah, Kamis (12/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Camat Chaerul Ichwan juga menyampaikan selamat datang kepada Wakil Bupati Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap melalui kegiatan Muhibah Ramadan ini, masyarakat Jampangtengah mendapatkan arahan dan bimbingan dari pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan syiar Islam serta memperkuat sinergi dalam membangun daerah.

Selain kegiatan keagamaan, masyarakat Jampangtengah juga menerima sejumlah program bantuan pangan. Salah satunya adalah program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat sebanyak 4.644 paket yang mulai disalurkan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah mulai hari ini bantuan tersebut mulai disalurkan dan didistribusikan ke desa-desa,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula program bantuan pangan Sabilulungan yang pelaksanaannya dipusatkan di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah.

Chaerul Ichwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas berbagai pembangunan yang telah dilaksanakan selama satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi di wilayah Jampangtengah.

Salah satu pembangunan yang dinilai monumental adalah pembangunan ruang terbuka publik atau Alun-alun Jampangtengah. Ia menyebutkan, pembangunan tahap kedua yang meliputi amphitheater direncanakan akan dimulai setelah Idulfitri.

“Selain pembangunan amphitheater, juga direncanakan pembangunan Gedung PWRI Kecamatan Jampangtengah dan Gedung Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Jampangtengah,” jelasnya.

Di bidang keagamaan, Camat Jampangtengah juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama unsur Forkopimcam, UPZ, dan lembaga keagamaan telah melaksanakan sosialisasi zakat fitrah dan infak Ramadan 1447 Hijriah di hampir seluruh desa di wilayahnya.

“Dari 11 desa, sudah dilaksanakan di 10 desa, tinggal satu desa lagi. Alhamdulillah selama lima tahun berturut-turut Kecamatan Jampangtengah menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang mendapatkan predikat pengelolaan zakat terbaik,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, terutama dalam hal tertib administrasi dan pelaporan pengelolaan zakat fitrah serta infak Ramadan.

Dengan dukungan masyarakat, ia optimistis pengelolaan zakat di Kecamatan Jampangtengah akan semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Warga Cikondang Sukabumi Bongkar Gapura Pesantren Dai Nasional, Bentuk Kekecewaan atas Dugaan Pelecehan Santriwati

0

Wartain.com || Kemarahan warga Kampung Cikondang, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, memuncak pada awal tahun 2026. Warga setempat akhirnya membongkar paksa gapura sebuah pondok pesantren milik seorang dai nasional yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap enam santriwati di bawah umur.

Aksi pembongkaran gapura tersebut dilakukan pada Jumat malam (13/3/2026) sebagai bentuk kekecewaan dan protes warga atas dugaan perbuatan tidak pantas yang dilakukan oleh oknum tokoh agama tersebut.

Warga menilai keberadaan simbol pesantren itu justru menjadi pengingat atas kasus yang mencoreng nama baik lingkungan mereka. Selain itu, pesantren tersebut juga diduga menjadi lokasi terjadinya tindakan asusila dengan modus pemberian “ijazah ilmu” kepada para korban.

Ketua RT setempat, Iwan Setiawan, mengatakan pembongkaran gapura tersebut telah melalui kesepakatan bersama para tokoh masyarakat di Kampung Cikondang. Menurutnya, langkah itu diambil demi menjaga situasi lingkungan tetap kondusif.

Ia menegaskan, warga tidak bermaksud melakukan tindakan anarkis. Pembongkaran dilakukan justru untuk menghindari potensi tindakan yang tidak diinginkan dari pihak luar yang mungkin terpancing emosi jika atribut pesantren masih terpasang.

“Ini hasil kesepakatan warga dan para tokoh masyarakat. Kami bukan ingin bertindak anarkis, tetapi khawatir jika plang atau gapura itu masih ada justru memicu hal-hal yang tidak diinginkan dari orang luar,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi.

Bagi masyarakat setempat, kasus yang menjerat dai tersebut telah menimbulkan rasa malu sekaligus kekecewaan mendalam. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh agama yang kerap memberangkatkan warga untuk umrah itu kini dinilai telah merusak kepercayaan masyarakat.

Warga pun merasa nama baik kampung mereka ikut tercoreng akibat dugaan perbuatan tersebut.

Setelah gapura diratakan, warga berencana memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan umum. Area itu rencananya akan dijadikan akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang memang berada di sekitar lokasi.

Menurut Iwan, pembongkaran tidak hanya dilakukan pada gapura, tetapi juga pada beberapa bagian lain yang menghalangi akses menuju area pemakaman.

Sementara itu, hingga kini keberadaan terduga pelaku yang merupakan dai nasional tersebut belum diketahui secara pasti. Informasi yang beredar menyebutkan ia terakhir terlihat sekitar satu hari sebelum bulan Ramadan ketika hendak berangkat menunaikan ibadah umrah.

Sejak kasus tersebut mencuat ke publik, aktivitas di lingkungan pesantren juga berhenti total. Bangunan pesantren dilaporkan sudah tidak lagi dihuni dan tidak ada kegiatan santri seperti sebelumnya.

Iwan menyebutkan rumah milik terduga pelaku yang berada di samping pesantren juga sudah kosong, termasuk keluarga yang sebelumnya tinggal di lokasi tersebut.

“Kondisinya sekarang benar-benar kosong. Tidak ada santri, tidak ada kegiatan pengajian, bahkan rumahnya pun sudah ditinggalkan,” kata Iwan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Keutamaan Puasa di Hari yang ke-23 Ramadan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memasuki hari ke-23 Ramadhan, umat Islam kini berada di periode istimewa, yakni 10 hari terakhir. Di momen ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan intensitas beribadah demi mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Di luar itu, umat Muslim memang dianjurkan untuk menambah ibadah setiap hari selama Ramadhan karena ada banyak keutamaannya yang terkandung di dalamnya, termasuk pada hari ke-23. Apa saha keutamaan puasa hari ke-23 Ramadhan?

Keutamaan Puasa Hari ke-23 Ramadhan

Mengutip laman Decode Universitas Al Azhar Indonesia, diambil dari kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, keutamaan puasa hari ke-23 Ramadhan sebagai berikut:

Kalian akan melintasi jembatan shirathal mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada’, dan pahala kalian seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari umatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari umatku.

Maksud dari keutamaan ini adalah Allah SWT memberikan jaminan keselamatan dan kemudahan di akhirat kelak. Kesempatan melintasi jembatan Shirathal Mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin (orang-orang yang jujur imannya), dan syuhada (orang-orang yang mati syahid) menandakan bahwa orang yang berpuasa dengan ikhlas pada hari tersebut akan diangkat derajatnya.

Mereka akan melewati hisab dan jembatan penentu tersebut tanpa hambatan karena dikelompokkan bersama hamba-hamba pilihan Allah SWT yang paling mulia.

Selain jaminan di akhirat, umat akan mendapatkan pahala berlimpah yang setara dengan amalan besar. Meskipun tidak mampu menyantuni seluruh anak yatim atau memberi pakaian kepada semua orang miskin di dunia, Allah SWT tetap memberikan pahala sedekah yang sama besarnya.

Doa Hari ke-23 Ramadhan

Dikutip dari buku Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan oleh Nurhayati, MA, berikut doa hari ke-23 Ramadhan yang bisa diamalkan:

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Allâhummaghsilnî fîhi minadz dzunûb, wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûb, wamtahin qalbî fîhi bitaqwal qulûb, yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîn.

Artinya: “Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.”(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gempa Tektonik M5,4 Guncang Laut Selatan Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami 

0

Gempa Tektonik M5,4 Guncang Laut Selatan Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami (Foto : BMKG)

Wartain.com || Hari Jumat 13 Maret 2026 pukul 02.18.20 WIB, wilayah Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,04° LS ; 106,86° BT, atau tepatnya berlokasi di _laut_ pada jarak 121 Km tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 53 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah:
– Cidolog dan Ciracap dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)
– Tasikmalaya, Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, Cimanggu, Campaka, Jampang Tengah, Kadupandak, dan Tegal Buleud dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)
– Bayah, Klapanunggal, dan Kabupaten Bandung dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
– Pangandaran, Ciamis, dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
– Ciamis dengan skala intensitas II-III MMI.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga pukul 02.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi:
– Instagram/Twitter @infoBMKG
– Website (tautan tidak tersedia) atau (tautan tidak tersedia)
– Telegram channel (tautan tidak tersedia)
– Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ginting Melaju ke Perempat Final Swiss Open 2026 Usai Tekuk Wang Zheng Xing

0

Wartain.com || Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil mengamankan tiket babak delapan besar turnamen Swiss Open 2026. Kepastian ini didapat setelah Ginting menumbangkan wakil China, Wang Zheng Xing, dalam laga babak 16 besar yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, pada Jumat (13/3/2026).

Ginting tampil dominan sepanjang pertandingan dan menyudahi perlawanan Wang lewat kemenangan straight game dengan skor akhir 21-15 dan 21-16.

Kemenangan ini diraih berkat permainan menyerang yang taktis dan kontrol lapangan yang apik dari Ginting. Sejak gim pertama dimulai, atlet asal Cimahi tersebut langsung memegang kendali permainan hingga membuat Wang kesulitan mengembangkan pola serangannya. Meski sempat memberikan perlawanan di gim kedua, Wang akhirnya harus mengakui keunggulan Ginting dalam durasi pertandingan yang cukup singkat.

Dengan hasil ini, Anthony Ginting resmi melaju ke babak perempat final (delapan besar) dan memperpanjang nafas tim bulu tangkis Indonesia di turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Bungkam Bali United 3-0, Persis Solo Berhasil Keluar dari Zona Merah

0

Wartain.com || Persis Solo sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Bali United dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan BRI Super League yang digelar di Stadion Manahan, Solo, pada Kamis (12/3/2026). Kemenangan ini menjadi napas baru bagi Laskar Sambernyawa untuk merangkak naik dari jurang klasemen.

Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Meskipun Bali United unggul tipis dalam penguasaan bola sebanyak 51%, efektivitas serangan justru berpihak pada tuan rumah. Persis Solo tampil lebih klinis dengan mencatatkan 6 tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan, sementara tim tamu hanya mampu mengarahkan 4 tembakan ke gawang meski melepaskan total 17 tembakan.

Pesta gol tuan rumah dibuka oleh Tumbas pada menit ke-31. Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh penyerang asing mereka, Bruno Gomes, yang mencetak gol pada menit ke-41. Bruno Gomes kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengunci kemenangan lewat gol keduanya di masa injury time (90+9’).

Secara statistik, Bali United sebenarnya memberikan tekanan hebat dengan mencatatkan 42 sentuhan di kotak penalti lawan dan 42 operan ke sepertiga akhir. Namun, disiplinnya lini pertahanan Persis Solo yang mencatatkan 31 sapuan (clearances) dan 31 intersepsi berhasil mematahkan setiap peluang yang dibangun Serdadu Tridatu.

Kemenangan ini merupakan hasil yang sangat berharga bagi Persis Solo. Tambahan tiga poin ini memastikan posisi mereka beranjak keluar dari zona merah klasemen sementara, sekaligus memberikan suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan pelatih Persis untuk menatap laga-laga krusial berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Jurnalis Sukabumi Diingatkan Tiga Tokoh Pers : Jangan Kejar Tayang, Patuhi KEJ dan PPRA

0
Oplus_131072

Wartain.com || Maraknya kasus asusila yang kian masif di Sukabumi, memantik reaksi keras dari para pimpinan organisasi pers. Tidak main-main, tiga tokoh utama pers Sukabumi Raya bersatu suara mengingatkan seluruh jurnalis agar tidak “offside” dan tetap mengedepankan etika dalam pemberitaan.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, Eman Sulaeman—alias Kang Sule—bersama Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi (Bah Anom), dan Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani (Kang Ikbal), mengeluarkan seruan tegas terkait penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

“Kawan-kawan jurnalis, menyikapi maraknya insiden asusila yang sangat meresahkan ini, saya ingatkan dengan tegas: Kembalilah ke jalan yang benar! Mari kita saling mengingatkan soal penerapan KEJ dan PPRA dalam setiap berita yang kita racik!” ujar Kang Sule dengan nada lugas, Kamis 12/03/2026.

Senada dengan hal tersebut, Bah Anom menegaskan bahwa profesionalisme wartawan benar-benar diuji dalam kasus-kasus sensitif. “Jangan sampai berita yang kita buat justru membunuh masa depan korban untuk kedua kalinya. PWI dan SMSI sepakat bahwa KEJ dan PPRA adalah harga mati!” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Sukabumi, Kang Ikbal, menambahkan bahwa kecepatan berita jangan sampai mengorbankan akurasi dan perlindungan terhadap korban. “Kita tidak ingin jurnalis di Sukabumi terjebak dalam sensasionalisme yang justru melanggar hukum. Perhatikan setiap detail identitas, jangan sampai ada celah yang merugikan pihak-pihak yang seharusnya kita lindungi, terutama anak-anak,” cetus Kang Ikbal.

Ketiga tokoh ini menyoroti fenomena “pemberitaan telanjang” yang sering abai terhadap status usia. Berikut rincian aturan main yang wajib dipatuhi:

1. Identitas Korban: Haram Disiarkan!

Berdasarkan KEJ, menyebutkan identitas korban kejahatan susila adalah pelanggaran berat. Tanpa memandang usia—baik dewasa maupun anak-anak—identitas korban wajib dikunci rapat demi mencegah stigma sosial yang menghancurkan masa depan mereka.

2. Terduga Pelaku Dewasa: Wajib Asas Praduga Tak Bersalah!

Meskipun nama pelaku dewasa boleh diungkap, Kang Sule mengingatkan Pasal 3 KEJ. “Wartawan bukan hakim! Wajib pakai kata ‘terduga’, ‘tersangka’, atau ‘terdakwa’ sampai ada putusan hukum tetap,” tambahnya.

3. Benteng Baja untuk Anak (PPRA)

Sesuai mandat PPRA, perlindungan bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun (korban, saksi, maupun pelaku) adalah mutlak. Identitas anak wajib dirahasiakan total, termasuk foto, alamat, hingga ciri-ciri sekecil apa pun.

Waspadai Inses: Jangan Sampai ‘Kecolongan’!

Satu hal yang paling disoroti adalah potensi “identitas terselubung” pada kasus inses. “Hati-hati! Jika pelakunya bapak kandung atau keluarga dekat, meskipun dia dewasa, namanya jangan disebut secara gamblang. Karena jika nama bapaknya disebut, publik langsung tahu siapa anaknya yang. Ini malapraktik jurnalistik yang harus kita hindari!” pungkas Kang Sule yang diamini oleh Bah Anom dan Kang Ikbal.

Melalui instruksi bersama ini, SMSI dan PWI di Sukabumi menuntut profesionalisme total dari para anggotanya agar pemberitaan tetap tajam, edukatif, namun tetap menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)