26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 236

DKUKM Sukabumi Manfaatkan Muhibah Ramadan untuk Dorong Penguatan UMKM

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan Muhibah Ramadan sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Jumat (6/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut hadir Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Salah satu yang turut hadir yakni Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Muhibah Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan agar pelaku usaha semakin berkembang dan memiliki daya saing.

“Kami terus berupaya memperkuat UMKM melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga perluasan akses pemasaran. Dengan begitu, pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi dapat semakin berkembang dan mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan muhibah Ramadan juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi para pelaku usaha di daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha. Harapannya berbagai program yang dijalankan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Muhibah Ramadan di Pondok Pesantren Modern Assalam Putri tersebut juga diisi dengan rangkaian acara keagamaan, di antaranya buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, serta tausiah dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hujan Deras Picu Longsor di Cikembar, Rumah Warga Bojongkembar Rusak Berat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di Perumahan Rina Residence, Kampung Ciseupan Blok M RT 04 RW 04, Desa Bojongkembar, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis. Kondisi itu mengakibatkan pondasi penahan tanah di area perumahan ambruk.

Material longsoran kemudian menimpa sebagian rumah milik Abas (53), sehingga mengakibatkan bangunan tersebut mengalami kerusakan berat.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Ciseupan Blok M RT 04 RW 04, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dengan titik koordinat -6.971252, 106.809606.

Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga terdampak langsung dan harus menghadapi kerusakan cukup parah pada bagian rumahnya. Selain itu, beberapa rumah yang berada di bagian atas lokasi longsor dilaporkan dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan.

Taksiran kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi bersama unsur pemerintah desa, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta koordinasi penanganan.

Saat ini, puing-puing material tembok yang ambruk masih berserakan di lokasi kejadian. Warga dan petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi.

Pihak terkait juga mengidentifikasi kebutuhan bantuan berupa bahan material untuk membantu proses perbaikan rumah yang terdampak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Debut Fantastis, Raymond/Joaquin Segel Tiket Semifinal Pertama di All England 2026

0

Wartain.com || Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mencetak sejarah pribadi dengan melaju ke babak semifinal turnamen level Super 1000, Yonex All England 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada laga perempat final yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (7/3/2026). Yang di gelar pukul 00.00 wib.

Raymond/Joaquin tampil dominan dan berhasil menyudahi perlawanan ganda putra nomor satu China tersebut melalui permainan straight game dengan skor 21-18 dan 21-12.

Kemenangan ini menjadi sangat spesial karena All England 2026 merupakan debut bagi pasangan peringkat 17 dunia tersebut di turnamen tertua di dunia ini. Selain itu, ini adalah kali pertama bagi Raymond/Joaquin menembus babak empat besar dalam turnamen kategori BWF World Tour Super 1000.

“Kami sangat bersyukur bisa melangkah sejauh ini di All England pertama kami. Kuncinya adalah bermain lepas dan tidak tertekan meski lawan adalah pemain top dunia,” ujar Nikolaus Joaquin usai laga.

Sebelum menyingkirkan Liang/Wang, perjalanan “The Successors” julukan yang mulai melekat pada mereka tergolong heroik. Di babak sebelumnya, mereka sukses memulangkan mantan juara dunia Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan) dan senior mereka sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Dengan hasil ini, Raymond/Joaquin akan berjuang di babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/3/2026). Keberhasilan ini sekaligus menjaga asa Indonesia untuk mempertahankan tradisi gelar juara di sektor ganda putra All England.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Drama 7 Gol di Kanjuruhan, Bali United Tumbangkan Arema FC 4-3

0

Wartain.com || Stadion Kanjuruhan menjadi saksi drama hujan gol dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Tuan rumah Arema FC dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-4 oleh tamunya, Bali United, pada laga yang berlangsung Jumat (6/3/2026) malam.

Bali United berhasil mencuri poin penuh setelah menundukkan Arema FC dengan skor 4-3 dalam laga sengit di Stadion Kanjuruhan. Meski penyerang Arema, Dalberto Luan Belo, mencetak hat-trick, hal tersebut belum mampu menyelamatkan Singo Edan dari kekalahan.

Bali United langsung menggebrak sejak awal laga. Gelandang asal Jepang, Teppei Yachida, membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-22. Tak butuh waktu lama, lima menit berselang, Diego Campos menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Skor ini bertahan hingga turun minum, membuat publik Kanjuruhan terdiam.

Memasuki babak kedua, Arema FC tampil lebih agresif. Dalberto memperkecil ketertinggalan pada menit ke-61, namun Teppei Yachida kembali mencetak gol keduanya (brace) pada menit ke-66 untuk mengubah skor menjadi 3-1. Pertandingan semakin memanas ketika Dalberto mencetak gol kedua melalui titik penalti pada menit ke-78.

Puncak drama terjadi di masa injury time. Kesalahan komunikasi di lini belakang Arema berujung gol bunuh diri Betinho (90+4′), yang membuat Bali United unggul 4-2. Semenit kemudian, bek Bali United Kadek Arel melakukan gol bunuh diri serupa yang mengubah skor menjadi 3-4. Meski terus menekan di sisa waktu, Arema gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini membawa Bali United naik ke peringkat 9 klasemen sementara dengan 33 poin, sementara Arema FC harus tertahan di posisi 11 dengan koleksi 31 poin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Perisai Semesta: Menenun Doa, Persatuan Nasional dan Kemandirian di Ambang Badai Global

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam

Wartain.com || Menyimak apa yang disampaikan Bapak Sufmi Dasco, Persatuan Nasional dengan kompak dan solidnya masyatakat sipil merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program Presiden Prabowo Subianto. Apalagi dihadapkan pada situasi sekarang ditengah dunia sedang tidak baik baik saja.

Gemuruh konflik di Timur Tengah antara poros AS-Israel melawan Iran bukan sekadar berita mancanegara di layar kaca; ia adalah alarm peringatan bagi dapur dan lampu di rumah-rumah kita. Bayang-bayang Perang Dunia III membawa ancaman nyata: krisis pangan, energi, dan guncangan ekonomi yang siap menerjang batas negara.

Namun, bagi Indonesia, ancaman bukanlah alasan untuk menyerah. Justru di tengah ketidakpastian ini, kita perlu memperkuat Benteng Pertahanan Rakyat Semesta.

Tiga Pilar Antisipasi: Krisis Pangan, Krisis Energi dan Krisis Perekonomian

Menghadapi krisis global memerlukan langkah konkret yang dimulai dari unit terkecil: keluarga dan komunitas.

Kedaulatan Pangan: Saat rantai pasok global terputus, tanah kita adalah penyelamat. Memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pokok bukan lagi hobi, melainkan strategi bertahan hidup.

Ketahanan Energi: Efisiensi menjadi kunci. Mengurangi ketergantungan pada sumber daya impor dan mulai melirik potensi energi lokal adalah langkah preventif agar roda ekonomi tetap berputar saat harga minyak dunia melambung.

Stabilitas Ekonomi: Memperkuat sirkulasi ekonomi domestik dengan mencintai produk lokal akan menjaga daya tahan pasar dalam negeri dari inflasi global yang gila-gilaan.

Persatuan Nasional: Senjata Terkuat Kita

Sejarah membuktikan bahwa Indonesia runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan saat fondasi persatuannya retak. Menghadapi ancaman serangan fisik maupun siber yang bertujuan menghancurkan kedaulatan, persatuan rakyat adalah benteng yang tak tertembus. Tak peduli seberapa canggih teknologi lawan, rakyat yang bersatu adalah kekuatan asimetris yang paling ditakuti.

Momentum Ramadan: Benteng Langit

Di atas segala upaya lahiriah, ada kekuatan yang melampaui logika militer dan ekonomi. Momentum Bulan Ramadan tahun ini hadir sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat “Benteng Langit”.

Allahummahfadz bilaadanaa Induunisiyaa minal fitani wal mihan, waj’alhaa baldatan thayyibatan wa rabbun ghafuur) “Ya Allah, jagalah negeri kami Indonesia dari segala fitnah dan cobaan, dan jadikanlah ia negeri yang baik (aman sentosa) dengan Rabb Yang Maha Pengampun.”

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum kolektif bagi jutaan rakyat Indonesia untuk bersimpuh. Di setiap sujud dan doa berbuka, terpanjat permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya. Doa adalah senjata orang beriman—sebuah energi spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pukuk ancaman dunia.

Penutup

Krisis mungkin tak terelakkan, namun kehancuran bisa dicegah. Dengan perpaduan antara persiapan fisik yang matang, persatuan nasional yang solid, dan Doa mengetuk pintu langit di bulan suci, Indonesia akan tetap tegak berdiri. Kita tidak hanya sedang bertahan, kita sedang membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang, negeri Indonesia dibawah panji merah putih persatuan nasional akan selamat, kuat dan tampil memimpin ditengah konflik global, berperan mewujudkan perdamaian dunia.***

Penulis : Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi dan PWI Kab.Sukabumi

Editor : Aab Abdul Malik

Safari Ramadan di Warungkiara, Bupati Sukabumi Paparkan Program Beasiswa hingga Rutilahu dan Ajak Doakan Korban Bencana

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan atau muhibah Ramadan yang kali ini digelar di Pondok Pesantren Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus peringatan malam Nuzulul Quran.

Kegiatan tahunan yang mempertemukan unsur ulama, umaro, dan masyarakat ini dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan kegiatan Muhibah Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus mendekatkan hubungan antara ulama dan umaro dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Selain itu, pada kesempatan tersebut pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan warga yang sedang menghadapi musibah bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.

Bupati berharap masyarakat yang terdampak bencana diberikan keselamatan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan yang sedang terjadi.

“Kita berdoa bersama agar seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi selalu diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan memperkuat kebersamaan, terutama di tengah kondisi wilayah yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asep Japar menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, salah satunya program beasiswa pendidikan bagi putra-putri berprestasi asal Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyediakan sekitar 150 beasiswa bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Selain itu juga iya menyampaikan terkait Program Beasiswa Bupati. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Nusa Putra dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi.

Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Pada tahun sebelumnya, ratusan rumah telah berhasil dibangun, sementara pada tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 800 unit rumah.

Sebagian dari program tersebut juga direncanakan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam, termasuk pembangunan hunian bagi korban bencana di wilayah Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemuda Babakan Sirna Adakan Bukber Jum’at Berkah di Masjid Al-Akbar Buniwangi

0

Wartain.com || Kegiatan Jum’at Berkah dengan agenda buka bersama (bukber) digelar para pemuda Kampung Babakan Sirna pada Jumat (6/3/2026) di Masjid Al-Akbar Babakan Sirna. Acara yang berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan ini melibatkan warga dari tiga wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 03, RT 15, dan RT 04 yang berada di RW 03, Desa Buniwangi.

Kegiatan tersebut dihadiri para pemuda, remaja, serta sejumlah tokoh masyarakat Kampung Babakan Sirna. Mereka berkumpul menjelang waktu berbuka puasa untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan suasana kebersamaan di lingkungan masyarakat selama bulan Ramadan.

Agenda Jum’at Berkah ini merupakan inisiatif yang digagas langsung oleh para pemuda Babakan Sirna. Melalui kegiatan tersebut, para pemuda ingin menciptakan ruang kebersamaan yang positif sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Ketua Pemuda Babakan Sirna, Yuda, mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai RT yang ada di wilayah tersebut. “Kami ingin pemuda di Babakan Sirna memiliki kegiatan yang positif sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan berkumpul seperti ini, rasa kebersamaan bisa semakin kuat,” ujar Yuda.

Dalam kegiatan tersebut, makanan yang disajikan terbilang sederhana, seperti gorengan dan beberapa hidangan berbuka lainnya.

Meski begitu, suasana kebersamaan yang tercipta membuat acara terasa hangat dan penuh makna bagi para peserta yang hadir.

Warga yang hadir terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga waktu berbuka tiba. Mereka duduk bersama di area masjid sambil berbincang santai menunggu azan magrib berkumandang.

Yuda menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun semangat kebersamaan di kalangan pemuda agar lebih aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. “Harapannya pemuda di sini semakin kompak dan terus membuat kegiatan positif untuk lingkungan,” katanya.

Setelah waktu berbuka tiba, seluruh peserta menikmati hidangan yang telah disiapkan bersama. Usai berbuka, mereka langsung melaksanakan ibadah salat magrib secara berjamaah di Masjid Al-Akbar Babakan Sirna.

tersebut diperoleh dari iuran para pemuda serta bantuan beberapa donatur. Meski digelar secara sederhana, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya mempererat persaudaraan masyarakat di Kampung Babakan Sirna.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Forum Anak Sukabumi Soroti Maraknya Kasus Kekerasan Anak, Desak Penguatan Sistem Perlindungan

0

Wartain.com || Sejumlah kasus yang melibatkan anak di wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir menuai perhatian dari berbagai kalangan. Mulai dari kematian seorang bocah berinisial NS hingga dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren, menimbulkan keprihatinan terhadap kondisi perlindungan anak di daerah tersebut.

Kasus meninggalnya NS sebelumnya sempat mengundang perhatian publik setelah ditemukan adanya luka di tubuh korban yang memicu dugaan terjadinya tindak kekerasan. Dalam perkembangan penyelidikan, aparat kepolisian telah menetapkan TR (47), yang merupakan ibu tiri korban, sebagai tersangka. Sementara itu, ayah kandung korban berinisial AS juga dilaporkan ke pihak kepolisian oleh ibu kandung NS.

Di waktu yang hampir bersamaan, masyarakat juga dikejutkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan. Terduga pelaku dalam kasus tersebut adalah pimpinan pesantren berinisial MSL. Beberapa korban dilaporkan mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut, bahkan ada yang terpaksa berhenti sekolah.

Menanggapi berbagai peristiwa tersebut, Forum Anak Kabupaten Sukabumi (Forbumi) yang berada dibawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam segala bentuk kekerasan yang terjadi terhadap anak.

Fasilitator Forbumi, Muhammad Faisal, mengatakan pihaknya sangat menaruh perhatian terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah Sukabumi.

“Melihat banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi akhir-akhir ini, Forum Anak tentu sangat concern terhadap kondisi tersebut,” ujar Faisal, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan terhadap anak, terutama yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Forum Anak Kabupaten Sukabumi mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap anak, khususnya yang terjadi di daerah ini,” katanya.

Faisal juga menekankan bahwa upaya perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat secara luas. Anak-anak adalah tanggung jawab kita semua sebagai orang dewasa untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada mereka,” ungkapnya.

Lebih jauh, Forbumi juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia.

Menurut Faisal, pembenahan sistem perlindungan anak menjadi hal yang sangat penting karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang kelak akan melanjutkan kepemimpinan di masa depan.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan pembenahan sistem perlindungan anak. Anak-anak adalah generasi yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Jika masa tumbuh kembang mereka terganggu oleh kekerasan, tentu hal itu akan berdampak pada masa depan bangsa,” jelasnya.

Dalam pernyataannya, Forbumi juga mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran guna mewujudkan sekolah ramah anak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, peningkatan kapasitas kepala sekolah dalam pencegahan kekerasan terhadap anak juga dinilai penting.

Mereka juga mengusulkan agar dana desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pola pengasuhan anak yang baik dan benar.

Tak hanya itu, Forbumi menilai pentingnya keterlibatan para ahli di bidang perlindungan anak dalam penyusunan maupun pelaksanaan program, sekaligus memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

“Anggaran yang dialokasikan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan perlindungan anak dan tidak disalahgunakan,” tegas Faisal.

Ia berharap dengan berbagai langkah tersebut, angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan aman baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan pendidikan.

“Harapannya, jika perlindungan dari keluarga, masyarakat, dan sekolah berjalan baik, maka anak-anak akan merasa aman dan terlindungi di mana pun mereka berada,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jumlah Pengungsi Pergerakan Tanah di Bantargadung Bertambah, BPBD Sukabumi Terus Bersiaga

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Rabu (4/3/2026) memicu terjadinya bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung. Hingga Jumat (6/3/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 134 kepala keluarga (KK) atau sekitar 475 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.

Peristiwa ini terjadi di dua wilayah desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Dampak paling besar dirasakan warga yang tinggal di sekitar titik pergerakan tanah sehingga sebagian besar dari mereka terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan.

Data sementara menunjukkan sekitar 120 KK atau 407 jiwa kini mengungsi di berbagai lokasi. Di Desa Bantargadung, sebanyak 76 KK dengan total 250 jiwa menempati posko pengungsian utama yang didirikan di lapangan samping Puskesmas Bantargadung.

Sementara itu, 34 KK lainnya memilih untuk mengungsi secara mandiri dengan menumpang di rumah kerabat atau menyewa rumah kontrakan di lokasi yang lebih aman. Sedangkan di Desa Bojonggaling, tercatat 10 KK atau 45 jiwa mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Selain memaksa warga mengungsi, bencana ini juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan. Sebanyak 70 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat, dengan rincian 61 unit berada di Desa Bantargadung dan 9 unit di Desa Bojonggaling.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum, termasuk Pondok Pesantren Haryadul Fallah serta satu akses jalan lingkungan yang terdampak akibat pergerakan tanah tersebut.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan tim gabungan hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus memantau kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan.

“BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat setempat dan instansi terkait terus melakukan koordinasi serta assessment di lapangan. Kami juga mendampingi warga terdampak agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ujar Daeng.

Ia menambahkan, proses pendataan terhadap warga terdampak masih terus dilakukan karena kondisi di lapangan masih dinamis.

“Pendataan masih berjalan dan datanya bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lokasi,” katanya.

Saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di lokasi pengungsian. Bantuan yang paling dibutuhkan antara lain bahan makanan pokok, air mineral, susu formula, serta makanan tambahan bergizi.

Selain itu, kebutuhan lain yang mendesak meliputi perlengkapan tidur seperti kasur lipat dan selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, popok untuk bayi dan lansia, serta pembalut wanita. Fasilitas sanitasi seperti air bersih dan toilet portable juga menjadi kebutuhan penting bagi para pengungsi di lokasi saat ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Alwi Farhan Terhenti di Perempat Final All England 2026 Usai Takluk dari Kunlavut Vitidsarn

0

Wartain.com || Langkah tunggal putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan, harus terhenti di babak perempat final (QF) turnamen Yonex All England 2026. Alwi gagal melaju ke semifinal setelah dikalahkan oleh unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dalam pertandingan dua gim langsung, Jumat (6/3/2026).

Bertanding di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Alwi menyerah dengan skor 17-21 dan 12-21 dalam durasi laga selama 61 menit. Hasil ini sekaligus memastikan Indonesia kehilangan wakil terakhirnya di sektor tunggal putra pada turnamen level Super 1000 tersebut.

Meski harus tersingkir, pencapaian Alwi Farhan hingga babak delapan besar di All England 2026 ini merupakan progres signifikan bagi debutnya di turnamen tertua dunia tersebut, mengingat ia juga sempat menumbangkan unggulan ketujuh, Chou Tien Chen, di babak sebelumnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)