26.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 16, 2026
Beranda blog Halaman 331

Maknai Isra Mi’raj 1447 H, Disnakertrans Sukabumi Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pelayanan

0

Wartain.com || Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 16 Januari 2026 dimanfaatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi sebagai momentum penguatan nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj sarat dengan nilai keteladanan yang relevan untuk diterapkan oleh aparatur sipil negara, terutama dalam membangun etos kerja yang disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi tonggak perintah salat lima waktu mengandung pesan penting tentang amanah dan konsistensi dalam menjalankan kewajiban. Nilai tersebut, kata Sigit, harus tercermin dalam pelayanan publik yang adil, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Makna Isra Mi’raj menjadi pengingat bagi seluruh aparatur agar senantiasa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam melayani masyarakat, khususnya di sektor ketenagakerjaan,” ujarnya, Rabu (13/1/2026).

Ia menegaskan bahwa Disnakertrans memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan tenaga kerja, serta penciptaan hubungan industrial yang kondusif. Oleh sebab itu, seluruh jajaran dituntut untuk terus meningkatkan kinerja secara transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Suhendar, menambahkan bahwa peringatan Isra Mi’raj juga menjadi sarana refleksi dan evaluasi diri bagi aparatur agar lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan pelayanan yang optimal.

“Pelayanan publik tidak hanya menuntut kompetensi, tetapi juga dilandasi keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang kami perkuat melalui peringatan Isra Mi’raj,” tuturnya.

Ia berharap, penguatan nilai spiritual di lingkungan kerja dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif, sehingga setiap program dan layanan Disnakertrans benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Melalui momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas aparatur demi terwujudnya pelayanan ketenagakerjaan dan transmigrasi yang berkualitas dan berkeadilan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

BLK Disnakertrans Sukabumi Hadir di Edu Fair SMAN 1 Nagrak, Dorong Siswa Siap Hadapi Dunia Kerja

0

Wartain.com || Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) turut berpartisipasi dalam kegiatan Edu Fair SMAN 1 Nagrak yang mengusung tema “Mulailah Perjalananmu dan Bentuk Masa Depanmu”, Jumat (23/1/2026).

Kehadiran BLK mendapat sambutan positif dari para siswa. Ratusan pelajar tampak antusias mengikuti pemaparan materi, simulasi interaktif, hingga sesi tanya jawab yang dikemas menarik.

Sejumlah siswa bahkan berkesempatan maju ke depan untuk menjawab pertanyaan dan memperoleh hadiah edukatif dari panitia.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyampaikan bahwa keterlibatan BLK dalam Edu Fair merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sejak usia sekolah.

“BLK hadir untuk memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai pilihan pelatihan keterampilan yang dapat diakses setelah lulus. Seluruh program pelatihan kami tidak dipungut biaya dan dilengkapi sertifikat kompetensi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, BLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi menyediakan berbagai kejuruan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, seperti otomotif, pengelasan, tata boga, tata busana, teknologi informasi, hingga perhotelan.

Menurut Sigit, pembekalan keterampilan praktis menjadi modal penting bagi generasi muda agar mampu bersaing dan mandiri. “Dengan keterampilan yang tepat, para lulusan dapat memilih untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan dengan kesiapan yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui Edu Fair ini, Disnakertrans berharap para siswa termotivasi untuk merencanakan masa depan secara lebih terarah serta memanfaatkan berbagai program peningkatan kompetensi yang telah disiapkan pemerintah.

Partisipasi BLK dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mencetak generasi muda Sukabumi yang terampil, produktif, dan berdaya saing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, DP3A Sukabumi Ajak Perkuat Nilai Spiritual dalam Pelayanan Publik

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim, Jumat (16/1/2026).

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Agus Sanusi, S.KM., M.Si., bersama jajaran menyampaikan bahwa momentum Isra Mi’raj menjadi pengingat penting untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat dan pelaksanaan tugas pemerintahan.

Ia menjelaskan, peristiwa agung Isra Mi’raj yang memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha merupakan tonggak sejarah diterimanya perintah salat lima waktu.

Nilai tersebut, menurutnya, mengajarkan kedisiplinan, integritas, serta tanggung jawab moral dalam setiap aspek kehidupan.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap nilai-nilai spiritual dapat semakin tertanam, selaras dengan semangat BerAKHLAK, sehingga aparatur DP3A mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan,” ungkapnya.

DP3A Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi’raj dalam setiap program dan kebijakan, khususnya dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak, demi mewujudkan masyarakat Sukabumi yang religius, berakhlak, dan sejahtera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gerusan Aliran Air Picu TPT Ambruk di Jalan KH Ahmad Sanusi Sukabumi

0

Wartain.com || Sejumlah bangunan di kawasan Jalan KH Ahmad Sanusi, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, terdampak ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) pada Jumat (23/1/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menyebabkan area pangkalan ojek Raweuy serta satu unit konter ponsel mengalami kerusakan berat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan bahwa runtuhnya TPT diduga kuat akibat gerusan aliran air di sekitar lokasi kejadian.

“Aliran sungai di bawahnya mengikis bagian penahan tanah, sehingga TPT tidak lagi mampu menahan beban dan akhirnya ambruk. Dampaknya mengenai pangkalan ojek Raweuy dan bangunan konter HP yang berdiri di atas aliran Sungai Ciseupan,” ujar Yoseph, Jumat (23/1/2026).

Ia menyebutkan, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Struktur TPT yang runtuh diperkirakan memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 6 meter.

Sementara itu, bangunan pangkalan ojek berukuran kurang lebih 10 meter kali 4 meter ikut roboh, disusul konter ponsel berukuran sekitar 2 meter kali 3 meter.

“Kerusakan pada kedua bangunan tergolong parah karena material longsoran langsung menghantam area tersebut,” katanya.

Meski demikian, Yoseph memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan BPBD, peristiwa ini hanya menimbulkan kerugian material.

“Tidak ada korban, baik luka maupun meninggal dunia,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cekcok Berujung Pengeroyokan, Istri Siri Dianiaya di Warudoyong Sukabumi

0

Wartain.com || Kasus dugaan penganiayaan terjadi di Perumahan Rahesta II, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Seorang perempuan berinisial SF (30) diduga menjadi korban kekerasan oleh pria berinisial SR (30) yang disebut sebagai suami sirinya. Insiden tersebut bermula dari pertengkaran mulut yang berujung pada tindakan pencekikan terhadap korban.

Kanit Reskrim Polsek Warudoyong, AKP Agus Israwan, menjelaskan bahwa cekcok dipicu persoalan rumah tangga, termasuk konflik terkait pernikahan siri dan tekanan ekonomi. Saat kejadian, pelaku juga disebut berada dalam pengaruh minuman keras.

“Awalnya hanya keributan biasa soal nikah siri, ditambah faktor ekonomi. Pelaku juga dalam kondisi mabuk,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Usai kejadian, SR sempat diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, penyidik memutuskan untuk tidak melakukan penahanan karena perkara tersebut dinilai masuk kategori tindak pidana ringan (Tipiring).

“Lukanya tergolong ringan. Tidak ditemukan bekas cekikan yang terlihat, sehingga secara hukum tidak memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan,” kata Agus.

Selain faktor luka yang tidak menimbulkan dampak serius, sikap pelaku yang dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan juga menjadi pertimbangan penyidik.

“Pelaku selalu hadir saat dipanggil dan korban juga tidak mengalami luka fatal,” jelasnya.

Polisi turut meluruskan anggapan publik terkait penerapan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Agus menegaskan, kasus tersebut tidak dapat diproses sebagai KDRT karena hubungan keduanya tidak tercatat secara hukum.

“Tidak bisa dijerat PKDRT karena tidak ada ikatan pernikahan yang sah secara negara. Kalau ada akta nikah, baru bisa masuk KDRT. Ini pernikahan siri,” tegasnya.

Saat ini, berkas perkara tengah dipersiapkan untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Selanjutnya, jaksa akan menentukan apakah kasus tersebut tetap diproses sebagai Tipiring atau masuk ke ranah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Meski hubungan keduanya telah berakhir, korban SF menyatakan tetap ingin melanjutkan proses hukum. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan diri dan upaya agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hujan Deras Picu Longsor di Perumahan Griya Padaasih Sukabumi, Dua Rumah Rusak Berat

0

Wartain.com || Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Kamis malam memicu terjadinya tanah longsor di Perumahan Griya Padaasih, Kampung Cicohag RT 45/RW 10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026) dini hari dan mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah lainnya berada dalam kondisi rawan terdampak susulan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat, Imam, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 01.30 WIB ketika curah hujan masih tinggi. Material tanah dari tebing di belakang permukiman bergerak sejauh kurang lebih 15 meter dengan lebar sekitar satu meter.

“Dua rumah bagian dapurnya terdampak cukup parah hingga terbawa longsoran, dan ada dua rumah lain yang posisinya sangat berisiko,” kata Imam.

Ia menuturkan, sebelum kejadian warga sempat merasakan adanya pergerakan tanah akibat hujan yang turun terus-menerus. Area yang berpotensi longsor memanjang sekitar 15 meter dan berada tepat di belakang deretan rumah warga.

“Lokasinya berada di bawah tebing, sehingga dua rumah lainnya masih harus diwaspadai,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Langkah evakuasi dilakukan karena kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak huni.

“Satu rumah dihuni empat orang termasuk balita usia empat tahun, dan rumah lainnya lima orang dengan balita usia dua tahun,” jelas Imam.

Salah satu warga terdampak, Eki, mengatakan longsor terjadi sangat cepat. Ia menyebut peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB dan dalam waktu singkat tanah langsung runtuh.

“Awalnya cuma satu bagian yang turun, tapi nggak lama langsung disusul bagian lain. Sekitar jam setengah dua sudah ambruk semua di belakang,” ungkapnya.

Eki menambahkan, dapur rumahnya hilang terseret material tanah. Selain itu, pondasi dan tulangan bangunan terlepas sehingga rumah tidak lagi bisa ditempati.

“Separuh rumah amblas, lantai pecah. Kami terpaksa mengungsi sambil menunggu keputusan dari pihak pengembang,” tuturnya.

Saat kejadian, Eki bersama istri dan ketiga anaknya, termasuk balita usia dua tahun, segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Ia mengaku mendengar suara aliran air yang sangat deras sebelum longsor terjadi.
“Suara airnya keras, tiba-tiba langsung ‘brug’, nggak ada tanda-tanda lama,” katanya.

Pascalongsor, P2BK Cisaat bersama unsur Forkopimcam, pemerintah desa, RT/RW, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas langsung melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak pengembang perumahan. Kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Petugas mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca di wilayah Cisaat masih berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sempat Diduga Disekap, TKW Asal Sukabumi Kini Dirawat di Rumah Sakit Shanghai

0

Wartain.com || Nasib pekerja migran perempuan asal Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Lanti (46), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Citamiang yang sempat dikabarkan sakit parah dan diduga mengalami penyekapan di Shanghai, China, kini diketahui sedang menjalani perawatan medis secara intensif di salah satu rumah sakit setempat.

Kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat, memastikan kliennya telah mendapatkan penanganan dari tim medis. Ia menyebutkan, Lanti telah menjalani prosedur penyedotan cairan dan saat ini masih berada dalam tahap observasi ketat.

“Tindakan penyedotan cairan sudah dilakukan. Sekarang kondisinya masih dipantau oleh dokter,” kata Rangga, Jumat (23/1/2026).

Menurut Rangga, kondisi kesehatan Lanti belum sepenuhnya pulih sehingga belum memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Saat ini masih dirawat di rumah sakit di Shanghai dan belum dinyatakan stabil,” ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, sosok Dewi Tjong yang sebelumnya sempat dicurigai terlibat dalam penampungan bermasalah, justru menunjukkan peran berbeda. Dewi kini disebut aktif membantu pengurusan Lanti serta pekerja migran lainnya.

“Awalnya disangka bagian dari sindikat, tapi sekarang justru membantu. Dampaknya, beberapa TKW lain juga bisa tertangani,” ungkap Rangga.

Ia menjelaskan, pekerja migran yang mengalami sakit ditangani langsung oleh pihak KJRI dan dirujuk ke rumah sakit. Sementara itu, mereka yang dalam kondisi sehat ditempatkan di shelter milik kedutaan atau konsulat.

Dari sisi administrasi, progres positif juga telah dicapai. Paspor Lanti disebut sudah selesai diproses. Apabila hasil observasi medis menunjukkan kondisi yang membaik, peluang kepulangan ke Tanah Air terbuka dalam waktu dekat.

“Kalau kondisinya dinilai sudah cukup baik oleh dokter, pemulangan bisa segera dilakukan,” jelas Rangga.

Pihak imigrasi China pun dikabarkan telah menyiapkan visa sementara yang berlaku sekitar satu minggu sebagai bagian dari proses kepulangan.

Rangga juga membantah isu permintaan uang tebusan sebesar Rp50 juta yang sempat beredar luas.

“Tidak ada permintaan tebusan. Justru sekarang semua dibantu, mulai dari pengantaran ke rumah sakit hingga pengurusan imigrasi,” tegasnya.

Untuk hasil diagnosis sementara, tim medis menduga Lanti mengalami tumor jinak di area perut bagian atas. Setelah cairan dikeluarkan, kondisi perutnya berangsur kembali normal.

“Saat ini tinggal menunggu hasil observasi lanjutan agar bisa keluar dari rumah sakit dan pulang ke Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah pihak keluarga melaporkan dugaan penyekapan dan pemerasan terhadap Lanti di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun selama berada di luar negeri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Geger! Warga Temukan Sosok Mayat di Tengah Sawah di Nagrak

0
Oplus_131072

Wartain.com || Warga Kampung Nyenang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh penemuan mayat laki-laki di area persawahan pada Jumat (23/01/2026) dini hari.

Korban yang diketahui bernama Budiman (38) diduga kuat tewas akibat tersengat aliran listrik saat hendak melakukan aksi pencurian.

​Jasad Budiman pertama kali ditemukan dalam posisi tertelungkup oleh seorang warga bernama Dede (30) sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebelum penemuan tersebut, saksi mengaku sempat mendengar suara teriakan dari arah persawahan pada malam hari, namun tidak menemukan hal mencurigakan saat pengecekan awal.

​Kapolsek Nagrak, AKP Damar Gunawan, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat.

​”Benar, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup dan mengenakan kaos oblong warna hitam. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tersengat aliran listrik,” ujar Damar.

Temuan Barang Bukti di TKP

​Spekulasi mengenai motif korban muncul setelah polisi melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Di dalam tas cokelat milik korban, petugas menemukan sejumlah peralatan yang tidak lazim dibawa ke sawah pada dini hari, di antaranya satu bilah pisau, satu buah gunting dan tiga buah obeng.

​Berdasarkan temuan alat pertukangan tersebut, polisi menduga korban berniat mengincar mesin pompa air milik warga. Namun, nahas, korban justru menyentuh bagian mesin yang dialiri arus listrik.

​Kecurigaan polisi diperkuat dengan adanya luka fisik yang spesifik pada tubuh jenazah. Luka tersebut identik dengan bekas sengatan listrik bertegangan tinggi.

​”Pada jari telunjuk dan jari tengah korban terdapat bekas luka menghitam, yang menguatkan dugaan korban tersengat listrik,” ungkap Damar.

​Saat ini, Satuan Reskrim Polsek Nagrak masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami motif pasti dan memastikan apakah ada unsur lain dalam peristiwa ini.

​”Untuk dugaan pencuriannya, kita masih lakukan olah TKP,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Isop)

Pesta Wirausaha Garut 2026 Dorong Inovasi Lokal Berdampak Nasional

0

Wartain.com || Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) Kabupaten Garut kembali menggelar Pesta Wirausaha Garut 2026 melalui kolaborasi strategis bersama Wira Hebat. Kegiatan ini akan berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, sebagai upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kabupaten Garut memiliki potensi besar di berbagai sektor kewirausahaan, mulai dari kuliner, fashion, kriya, pertanian, hingga ekonomi kreatif berbasis digital. Melalui kolaborasi TDA dan Wira Hebat, potensi tersebut diharapkan dapat difasilitasi dalam wadah yang mendorong pertumbuhan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, serta terciptanya inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Mengusung tema “Dari Garut untuk Indonesia: Inovasi Lokal, Dampak Nasional”, Pesta Wirausaha Garut 2026 hadir sebagai ajang inspirasi, edukasi, promosi, dan kolaborasi bagi pelaku usaha lokal. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, perluasan jejaring, serta sarana promosi produk UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Komunitas TDA Kabupaten Garut, Taofik Hidayat, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Wira Hebat merupakan langkah konkret dalam memperkuat peran komunitas dan program kewirausahaan di daerah.

“Kolaborasi TDA dan Wira Hebat adalah upaya menyatukan jejaring, pengalaman, dan semangat pemberdayaan agar UMKM Garut bisa tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Taofik.

Sebagai komunitas bisnis berskala nasional, TDA hingga tahun 2025 telah tersebar di 117 daerah di Indonesia dan beberapa negara, dengan jumlah anggota lebih dari 55.000 pengusaha. Sementara itu, Wira Hebat hadir sebagai mitra strategis yang mendorong penguatan kapasitas, integrasi program, serta peningkatan kualitas wirausaha lokal menuju next level.

Pesta Wirausaha Garut 2026 didukung oleh sekitar 60 sponsor dan mitra kolaborasi, di antaranya Cyomi, Accurate, RuangAI Codepolitan, JNE, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank BJB, Elbiruu Catering, serta berbagai mitra lainnya.

Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam dua area utama

Di bagian dalam Pendopo Kabupaten Garut, digelar Panggung Inspirasi dan Edukasi Bisnis yang menghadirkan pengusaha nasional seperti Eko Destri (Presiden TDA), Muhammad Haykal (Owner Tiento), dan Dian Aryanti (Owner Cyomi). Hari kedua diisi dengan Workshop Series pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bisnis bersama RuangAI Codepolitan, sesi Makpreneur bersama Muri Handayani, serta klinik konsultasi bisnis dengan 30 mentor berpengalaman.

Sementara itu, di area luar Pendopo, digelar bazaar produk UMKM Garut sebagai sarana promosi dan penjualan produk lokal, sekaligus memperkuat interaksi antara pelaku usaha, konsumen, dan mitra potensial.

Melalui kolaborasi TDA dan Wira Hebat, Pesta Wirausaha Garut 2026 diharapkan mampu menciptakan iklim kewirausahaan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menguatkan posisi Garut sebagai daerah penggerak inovasi lokal dengan dampak nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SAL)

DP3A Kabupaten Sukabumi: Tidak ada Ruang Bagi Pelaku Kekerasan Seksual

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menegaskan sikap zero tolerance terhadap praktik Restorative Justice (RJ) dalam kasus kekerasan seksual anak. Melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), DP3A memastikan setiap laporan berlanjut ke proses hukum demi memutus impunitas pelaku dan mencegah trauma berkepanjangan bagi korban.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD PPA, Yeni Dewi Endrayani, menekankan bahwa penyelesaian perkara di luar jalur hukum justru memojokkan korban. “Kekerasan seksual bukan sekadar urusan keluarga, melainkan kejahatan serius yang merusak masa depan generasi bangsa,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Yeni menegaskan, regulasi tidak memberi celah bagi pelaku untuk berlindung di balik kata damai. UU TPKS Nomor 12 Tahun 2022 dan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 menegaskan kasus kekerasan seksual anak adalah delik biasa, sehingga proses hukum tetap berjalan meski ada pencabutan laporan atau kesepakatan damai.

Menurutnya, penerapan RJ dalam konteks anak sangat berisiko karena posisi tawar korban tidak seimbang. “Memaksakan perdamaian seringkali menjadi tekanan psikologis baru yang mengakibatkan reviktimisasi,” jelasnya.

DP3A bersama aparat penegak hukum terus memperkuat koordinasi agar setiap kasus berakhir di meja hijau. Selain itu, fokus diberikan pada pemulihan trauma fisik dan psikis korban. Masyarakat diimbau tidak takut melapor dan menolak tawaran uang damai dari pelaku.

“Keadilan bagi korban tidak bisa ditukar dengan materi. Hukum harus tegak agar memberi efek jera dan memastikan lingkungan aman bagi anak-anak,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)